"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 26, 2012

Eleventh Drama - Chapter 8



Hyun Jung meringis kesakitan menahan perih luka peluru yang menembus lengannya. Peluru itu kini bersarang didinding mobilnya. Dengan panik Linda menyentuh laki-laki itu, menyuruhnya untuk menghentikan mobil karena terlalu banyak darah yang keluar dari lengannya.

Tubuh Hyun Jung pucat pasi, keringat dingin berkumpul di pelipisnya.

“Aku akan membawamu ke rumah sakit, bertahanlah” kata Linda cemas. Dia menarik tubuh Hyun Jung ke kursi belakang agar dia bisa mengemudikan mobil itu.


“Tidak.. Jangan ke rumah sakit, dia akan menemukan kita. Pergilah ke alamat ini.. cari temanku, Sam Seuk. Dia akan tahu apa yang harus dilakukan” setelah itu Hyun Jung tak sadarkan diri.

Tak menghiraukan tubuhnya yang hanya terbungkus kain selimut, Linda mengemudikan mobil itu menuju alamat yang diberikan Hyun Jung padanya. Alamat yang tertulis pada secarik kertas yang tintanya telah memudar.

Lima belas menit kemudian Linda tiba di depan rumah itu. Sebuah rumah mewah lain, namun kali ini rumah itu terlihat seperti rumah-rumah modern saat ini.

Seorang laki-laki muda muncul dari pintu gerbang rumah. Laki-laki berkacamata dengan pakaian formal, wajahnya menunjukan kebingungan, namun saat melihat darah pada selimut putih yang Linda kenakan, dia berlari mendekat dan melihat Hyun Jung yang pingsan di kursi belakang.

“Hyun Jung?!” teriaknya. Dia memanggil beberapa orang lagi yang kemudian muncul dari dalam rumah itu.

Dengan hati-hati mereka membopong tubuh Hyun Jung ke dalam rumah.

“Kamu, apa hubunganmu dengan Hyun Jung?” tanya laki-laki berkacamata itu menyelidik.

“Aku..dia baru saja menolongku..” laki-laki itu menatapnya masih tak percaya. Dia mengamati penampilan Linda, selimut putih yang dikenakannya kini telah berubah warna menjadi merah darah.

“Masuklah. Aku akan menanyakanmu nanti” jawabnya tanpa menunggu Linda mengikuti langkahnya.

Linda tak tahu mengapa dia mau mengikuti Hyun Jung kabur dari rumah itu, Hyun Jae terlihat cukup baik dimatanya, meskipun dia hanya akan menjadi wanita simpanannya.

Laki-laki berkacamata itu menghampiri Linda lagi saat wanita itu berada di dalam rumah. Melihat sekelilingnya dengan bingung. Rumah berwarna putih terang, hampir semua furniture diruangan itu berwarna putih terkecuali sebuah pigura yang berisi potret dua laki-laki kembar dengan wajah identik. Hyun Jae dan Hyun Jung.

“Mereka kembar?” tanyanya pada laki-laki berkacamata itu.

Laki-laki itu menolehkan matanya pada tatapan Linda, potret yang memperlihatkan dua anak muda dalam usia tujuh belas tahunnya, saat upacara kelulusan sekolah. Saat mereka masih tertawa bersama, saat mereka belum saling membenci.

“Ya.. Mereka kembar. Choi Hyun Jae dan Choi Hyun Jung. Choi Hyun Jae lebih tua satu jam dari adiknya. Mereka tak terpisahkan sejak kecil. Bila yang satu terluka, yang satu pasti ikut merasakan sakitnya. Bila yang satu sedih, yang lainnya akan menangis meskipun  mereka tak berdekatan. Mereka juga cenderung menyukai hal yang sama. Tak terkecuali wanita” laki-laki itu kini mengamati Linda dengan seksama.

“Ikut denganku” katanya pada Linda.

Linda pun mengikutinya, tak tahu harus pergi kemana karena satu-satunya orang yang bisa menolongnya kini terbaring pingsan di dalam salah satu kamar itu. entah apa yang sedang mereka lakukan padanya. Namun Linda sempat melihat beberapa orang berpakaian operasi masuk ke dalam sebuah kamar berwarna biru muda. Tempat mereka membawa tubuh Hyun Jung.

Laki-laki itu berhenti di depan sebuah kamar dengan pintu berwarna putih, tak jauh dari pintu kamar operasi yang tadi dilihatnya. Tubuhnya berbalik menghadap Linda.

“Aku Sam Seuk. Sahabat dan tangan kanan Hyun Jung. Ini adalah kamar Hyun Jung bila dia berada di Korea. Tak ada yang tahu tempat ini selain kami, jadi kalian aman disini. Masuklah, pelayan telah menyiapkan pakaian untukmu. Mungkin kamu ingin membersihkan tubuhmu dulu. Aku akan melihat kondisi Hyun Jung. Dapur di ujung koridor itu, bila kamu ingin makan siang, meski menurutku kamu belum menyentuh secuil makanan pun dari pagi” matanya memperhatikan tanda merah di bahu Linda yang dibuat oleh Hyun Jae pagi tadi saat mencumbu wanita itu.

Refleks Linda menarik selimut dan menutupi bahunya yang terbuka. Dia membungkuk memberi hormat sebelum membuka pintu kamar Hyun Jung dan mengunci pintu itu sebelum melepaskan selimut yang melindungi tubuhnya,. Selimut yang dipenuhi dengan darah Hyun Jung karena telah menyelamatkannya.

“Apa yang akan terjadi pada ayah..” bisik Linda pada dirinya. Dia mengingat kembali ancaman Hyun Jae bila dia mencoba melarikan diri maka laki-laki itu akan mencelakakan keluarganya.

“Mengapa Hyun Jung harus menolongku kabur dari sana? Semestinya aku menunggu sehari lagi baru kemudian kabur dari sana sehingga ayah telah bebas dan pergi jauh-jauh dari sini.. Tapi bila aku menunggu sehari lagi.. maka dia akan memaksaku berhubungan badan dengannya. Aku bingunggg...” Linda menjatuhkan badannya yang telanjang di atas ranjang, namun dia teringat tubuhnya yang terpapar darah Hyun Jung. Dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Linda menemukan setumpuk pakaian wanita untuknya di dalam lemari. Setelah memilih pakaian yang paling nyaman untuk dikenakannya, Linda pun keluar dari kamar itu. Dia pergi ke arah dapur namun tak menemukan siapapun disana. Kemudian dia menuju ke arah kamar operasi itu, mencari tahu tentang kondisi Hyun Jung.

Matanya memandang iba pada tubuh Hyun Jung yang tak sadarkan diri diatas ranjang. Lengannya telah diperban, selang infus dan transfusi darah mengalir melalui urat nadinya. Rumah itu tak nampak seperti rumah sakit, namun memiliki perlengkapan operasi seperti ini, Linda bertanya-tanya sebenarnya tempat apa rumah itu.

“Dia kuat, luka sekecil itu tak akan membunuhnya” kata Sam Seuk yang berdiri dibelakangnya.

“Tempat apakah ini?” tanya Linda pada laki-laki itu.

“..Disini adalah markas utama organisasi kami. Namun kamu tak perlu tahu apa yang kami kerjakan” wajahnya datar saat mengucapkan hal itu.

Linda tak bertanya lagi karena merasa Sam Seuk tak akan memberitahukannya apapun. Mereka kemudian meninggalkan kamar operasi itu menuju dapur.

Karena tak tahu apa yang harus dikerjakannya, Linda mengurung diri di dalam kamar Hyun Jung. Dia tidak membawa apapun, handphone miliknya tertinggal dirumah Hyun Jae, dia tak bisa menghubungi ayahnya dan menanyakan kondisi mereka.

Dia juga tidak mungkin keluar dari rumah itu tanpa mengetahui tujuannya. Dia tidak bisa kembali kerumahnya, Hyun Jae pasti telah menyuruh orang untuk menjaga rumahnya itu. Dia takut apa yang akan Hyun Jae lakukan padanya karena telah berani melarikan diri darinya.

Dengan pikiran itu, Linda tertidur pulas di atas ranjang Hyun Jung. Tak lama kemudian, sesosok laki-laki menyibakan selimut tubuh Linda. Membaringkan tubuhnya disamping wanita itu hingga terdengar dengkurannya yang halus mengisi kamar yang sepi.

~~~~

 “Selamat Pagi..” suara laki-laki itu serak, bukan karena gairah yang memenuhi aliran darahnya, namun terlebih karena memang dia sedang sakit. Tubuhnya demam.

“..Hyun Jung?” tanya Linda yang baru saja membuka matanya.

Wajah laki-laki itu pucat, tubuhnya menggigil kedinginan, namun keringat bercucuran di dahinya.

Linda memeriksa suhu tubuh Hyun Jung. Mencari tahu ada apa dengan laki-laki itu. Tangannya menyentuh dahi Hyun Jung. Terasa panas, laki-laki itu demam.

“Aku akan memanggil Sam Seuk, kamu diam disini” katanya sambil membuka pintu dan berteriak memanggil SamSeuk. Laki-laki itu segera berlari menghampirinya.

“Ada apa?” tanyanya khawatir.

“Hyun Jung.. tubuhnya panas, dia demam” Linda mengikuti Sam Seuk yang berlari menuju kamar Hyun Jung. Mencoba membopong tubuh Hyun Jung masuk ke dalam kamar operasi, namun dia menolaknya.

“Aku ingin tidur dikamarku. Aku tak ingin berada diruang operasi itu lagi” katanya enggan.

Meski saat itu dia tak bisa melawan Sam Seuk, namun Sam Seuk mengerti keengganan Hyun Jung. Meja operasi adalah momok bagi laki-laki itu. Seseorang yang berharga di masa lalunya tewas di atas meja operasi.

“Baiklah.. Aku akan memindahkan pengobatanmu kesini. Nona Linda akan menemanimu bila kamu merasa tak nyaman ditemani perawat”

Setelah memasang kembali infus di lengan Hyun Jung, Sam Seuk dan perawat lain keluar dari kamar itu meninggalkan Hyun Jung dan Linda diam membisu.

Linda duduk disamping ranjang Hyun Jung, mengganti kompres di dahi laki-laki itu dengan yang baru, memperbaiki selimutnya sebelum berdiri hendak mengganti air hangat di dalam baskom yang mulai dingin. Tapi tangan Hyun Jung menariknya hingga terduduk kembali.

“Kamu tak bertanya mengapa aku menyelamatkanmu dari sana?” Hyun Jung menatap wajah Linda. Namun wanita itu tak mau membalas tatapan matanya.

“Namamu Linda? Choi memanggilmu Lin? Kamu tak tahu apa yang akan kamu hadapi bila hidup bersama laki-laki itu. Kamu bisa mati, dia akan membunuhmu” katanya kasar. Kebenciannya pada saudara kembarnya terlihat jelas dari matanya.

“Sekarang pun dia akan membunuhku bila menemukanku. Apa yang membuatmu mengira dia tak akan mencariku setelah aku melarikan diri bersamamu? Bagaimana dengan keluargaku? Nyawa mereka kupertaruhkan saat kamu menyeret tanganku dari sana. Aku tak semestinya pergi dari rumah itu” Linda mencoba melepaskan cekalan tangan Hyun Jung dari pergelangan tangannya.

Hyun Jung tak menjawabnya, dia seolah-olah sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.

“Aku tak mungkin mengantarkanmu kesana lagi. Dia akan membunuh kita seketika. Meski kami berhubungan darah, tapi tak akan mencegahnya untuk membunuhku”

Linda menghentakan tangannya dari cekalan Hyun Jung. Menarik tangannya dari kuasa laki-laki itu.

“Kamu telah menjerumuskanku dan keluargaku” desisnya marah.

“Kamu tidak akan pernah tahu apa yang kamu hindari, Lin. Hyun Jae.. Seorang wanita tewas karena dia. Dan seorang wanita lagi kini tak bisa mengenali siapapun, dia hidup namun seperti mati” tatapannya kosong saat menceritakan hal itu pada Linda.

Sedikit rasa ingin tahu muncul dalam hatinya. Benarkah Hyun Jae menyebabkan semua hal itu? Siapakah wanita-wanita itu? Wanita-wanita yang dikatakan Hyun Jung barusan, apakah salah satu wanita yang menjadi simpanannya juga? Seperti dirinya.

Hatinya mencelos memikirkan nasibnya, baru lusa pagi hidupnya baik-baik saja, namun kini dia telah melewati peluru dan melarikan diri dari seorang laki-laki kejam seperti Choi Hyun Jae. Terjatuh dalam masalah apa dirinya. Hatinya sesak menangisi nasibnya yang sial.


Tubuhnya memunggungi Hyun Jung. Namun laki-laki itu tak perduli, dia sibuk dalam lamunannya sendiri. Wanita-wanita itu, nampaknya memiliki hubungan yang mendalam juga terhadap dirinya. 

Eleventh Drama - Chapter 9 
Eleventh Drama - Chapter 7 

26 comments:

  1. Sistah,,,ni makin m'debarkan konflikny,,,,

    Eyke suka bangetz yg kyk bgindank cyiinnn~~halah,,,apa sih yg ga kw suka>b'tanya ke diri sendiri,,~lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. syukurlah kl km suka sist :D makasi ya

      Delete
    2. ini bencong dari mana ya mba shin??
      heheheeh piss riska...

      Delete
  2. Huaaaa,,jangaaannn blg Hyun Jae psikopat... Jd inget SWE jangaaaannnnnn.... *tutup muka*
    Mba Shin,,jgn hncurkan harapan Vie sm Hyun Jae.. #lebayy

    ReplyDelete
  3. Wah, makin complicated neh sis, i like it!!! Sis, yg ini, happy ending kan??? Plisss, *kedip-kedip mata ke sista Shin* :-)

    ReplyDelete
  4. Hehehe,,ceritaaa yg sadiisss tp lucu.. *loohhh*

    ReplyDelete
  5. SWE (sleep with evil) mbk shin ceritanya tentang dua saudara kembar yg satu psikopat dan merebutkan gadis yg sama.blom bisa nebak mana yg baik dan mana yg jahat,,,,:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh.. perlu baca jg tuh aku :D mdh2an plot n alurnya gk sama ya, biar gk dikira njiplak xD

      Delete
  6. hduh keren euy konfliknya,bkn dag dig dug,like this mba shin :)

    ReplyDelete
  7. Wow, makin complicated aj nih sist.. Hhm, I like it! ;-) bsk kn kelanjutan nya??? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kyknya aku belum ada ngetik lg sist.. T__T

      Delete
  8. makin bingung, makin penasaran,,,

    mba ayo teruskan, jgn kau gantung diriku....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kasian pohon togenya ntr mati ketindih km sist..

      Delete
  9. jadi makin penasaran siapa yg sbnrnya jahat disini. Gmn nasib linda sama keluarganya nanti? Haduh mba yg ini bnr2 rumit :)
    maaf ya mba komen nya langsung dsini bwt 2 chap..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... iya sist.. gpp... :muach:

      Delete
  10. mba shin, aq baru baca blog nya nih mba :) hehehe ini novelnya bikin sendiri yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ic ic.. salam kenal ya sist Ryuu.. :D

      iya nih, ceritanya bikin sendiri.. jd masih acak kadut susunan bahasanya. harap maklum ya. ahahahah...

      Delete
  11. huyuhuuuuuuuuuuuu.. aku dataaaaaaaaaang..
    ini ceritanya makin ga ketebak..
    HyunJung dan hyunjae penuh misteri...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.