"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 8, 2012

First Drama - Chapter 12



Direktur Shin menyusuri jalan tol itu dengan mobilnya, dia telah memerintahkan untuk melepaskan kakak laki-laki Soo Hyun namun dia tak berencana untuk memberitahu laki-laki itu apa yang telah terjadi. Meskipun dia mengamuk dan marah pada bodyguardnya, dia tetap tak bisa masuk ke dalam gedung kantor perusahaan milik Direktur Shin.

“Soo Hyun.. dimanakah kamu sekarang? Aku bersalah padamu” matanya berkaca-kaca setiap memikirkan wanita itu.


Saat dia menghentikan mobilnya di depan lobby perusahaannya, dia telah ditunggu oleh Lee Han. Laki-laki itu telah menunggunya setiap hari selama dua minggu belakangan namun baru hari inilah dia akhirnya bertemu dengannya.

“Baru keluar dari persembunyianmu hah?” kata Lee Han sinis padanya.

“Apa maumu?” jawab Direktur Shin tak sabar. Dia tak ingin bertemu dengan laki-laki di depannya itu, dan tak ingin menjawab apapun mengenai Soo Hyun padanya.

“Kita harus berbicara, tapi tidak disini. Tidak dimuka umum”

“Tak ada yang ingin kubicarakan denganmu” jawab Direktur Shin saat melanjutkan langkahnya menuju lift.

Lee han menggertakan giginya dan dengan sebuah langkah cepat, dia menghajar Direktur Shin hingga laki-laki itu sempoyongan dan menabrak meja yang berada di lobby.

Saat itu dengan tubuh lemah yang tak pernah tersentuh makanan selama berhari-hari , Lee Han bukanlah lawannya. Dengan mudah Lee Han membuat tubuhnya bonyok dan berdarah. Saat petugas keamanan melerai mereka, Direktur Shin hanya bisa terduduk di lantai tak sanggup berdiri.

“Lee..” panggil Yu Na yang sedang berlari menghampiri Lee Han.

Direktur Shin memandang mereka dengan wajah jijik.

“Aku lihat kamu sudah punya pengganti Soo Hyun, hah?” katanya sambil mencoba bangkit dibantu oleh petugas keamanan disana. Dia menepis tangan mereka saat mencoba membantunya berdiri.

“Kenapa? Apakah wanita itu melayanimu di ranjang sehebat Soo Hyun diranjangmu? Aku tak tahu kata cinta berarti sekecil itu bagimu. Aku bisa membayangkan kamu lega karena akhirnya Soo Hyun tak lagi bersamamu kan?” Direktur Shin hanya ingin meluapkan kekesalannya pada seseorang, dan saat itu hanya Lee Han lah yang paling pantas mendapatkannya.

“Bila kamu tak menutup mulutmu, aku bersumpah akan membunuhmu sekarang juga!!” Lee Han membalas kata-kata Direktur Shin dingin.

“Aku tak bisa mempercayai Soo Hyun berada di tangan orang seperti mu. Kamu gila Shin. Kamu akan menyakiti Soo Hyun bila dia berlama-lama denganmu. Kembalikan dia pada kakaknya, jangan kamu ganggu dia lagi” kata Lee Han mengancam. Dia tak akan segan-segan menghajar Shin hingga laki-laki itu tak berdaya di kakinya.

“Tak usah kamu cemaskan Soo Hyun. Dia bahagia bersamaku. Kami akan menunggu kelahiran anak kami bersama-sama” senyum culas muncul diwajahnya yang penuh memar.

Lee Han menatapnya tajam, dia tak tahu bila Soo hyun telah hamil. Anaknya kah?

“Hamil?? Apakah itu anakku?” tanyanya cemas.

“Dalam mimpimu, Lee. Soo Hyun mengandung anakku. Kamu ingin tahu?? Ku tiduri dia setiap hari sejak hari pertama kuculik dia. Dia tak akan pernah mengingatmu lagi. Kamu tahu bagaimana terangsangnya dia dibawah tubuhku? Bagaimana dia meleleh saat kumasuki? Terasa nikmat Lee.. Namun kamu tak akan pernah merasakannya lagi. Karena Soo Hyun adalah milikku sekarang” katanya berapi-api.

“Kamu!!! Akan kubunuh kamu Shin!!!” saat dia hendak mendekati Direktur Lee, tubuhnya di kunci oleh dua orang bodyguard yang telah berdiri disampingnya sejak tadi. Mereka menggiringnya keluar dari dalam gedung itu.

“Jangan pernah mencariku atau Soo Hyun lagi, Lee. Hiduplah bersama wanita disampingmu itu. Aku tahu dia mencintaimu. Bukankah lebih baik hidup dicintai daripada mencintai?” kata Direktur Shin sedih, lebih pada dirinya sendiri, sebelum berbalik menuju kantornya.

“Apa maksud laki-laki itu berkata itu padaku?” geram Lee Han setelah mereka di usir dari gedung perusahaan Heeyang.

“Lee.. apa yang terjadi? Siapa wanita yang bernama Soo Hyun itu? Ap...apakah dia hamil?” tanya Yu Na. Dia menyentuh lengan laki-laki itu, mengharapkan dia menjawabnya dengan jujur.

“Yu Na.. Aku akan mengantarkanmu pulang dulu, Aku akan menceritakannya padamu nanti malam. Aku, ada yang harus aku lakukan” kata Lee Han.

~~~

Shin menebah dadanya saat dia telah berada di dalam kantornya. Hatinya sakit, terasa nyeri, dia begitu merindukan Soo Hyun. Semakin dia memikirkan wanita itu, semakin sakit hatinya.

“Soo hyuuunnn-aahhh...” tangisnya meraung-raung. Mengeluarkan semua isi hatinya yang tak bisa dia ungkapkan di depan siapapun. Dia tak ingin terlihat lemah dimata kakaknya, tak ingin terlihat runtuh di depan karyawannya. Tapi dia tak bisa menahan lagi rasa bersalah yang menggerogoti hatinya. Dia benar-benar hancur.

“Boss.. Ada kabar tentang nona Soo Hyun..” lapor anak buahnya yang baru saja membuka pintu kantornya yang tak terkunci.

Shin menatapnya letih. Dia tak tahu kabar apa yang akan dibawakan oleh bawahannya.

“Tunjukan padaku” katanya kemudian.

Mereka berkendara ke sebuah desa yang berjarak dua puluh kilometer dari lokasi tenggelamnya mobil yang dikemudikan oleh Soo Hyun. Shin tidak menanyakan penemuan apa yang anak buahnya dapatkan untuknya. Dia akan menanyakannya sendiri, langsung pada sumber pertamanya. Dia sudah cukup sering mendengar kabar yang tak jelas dan membingungkannya.

Setiap jejak yang dia dapat selalu dia telusuri meski tak ada satupun yang membuahkan hasil. Karena seringnya jejak-jejak palsu yang dia temukan, membuatnya hampir putus asa. Jauh di dalam hatinya dia telah menyerah.

Hanya karena tak sanggup melanjutkan hidupnya lah dia masih berusaha untuk mencari kabar tentang Soo Hyun. Ya, dia tak sanggup lagi untuk berdiri apalagi berjalan setelah Soo Hyun mati karenanya. Dia dengan kejam menyudutkan Soo Hyun sehingga wanita itu memilih untuk melarikan diri dan mendapatkan kecelakaan tragis yang membunuhnya.

Dia bahkan tak sempat meminta maaf dan mengakui anaknya. Semua karena matanya yang telah gelap ditutupi cemburu. Cintanya yang posesif sama sekali tak membantunya mempertahankan Soo Hyun.

“Boss...” panggil anak buahnya saat Shin turun dari mobilnya.

Mereka tiba disebuah rumah kecil yang dibangun dari kayu dan bambu. Atapnya terbuat dari jerami dan dindingnya dilapisi kertas tipis. Angin musim dingin pun mampu merobek kertas-kertas itu tanpa ampun dan menyebarkan hawa dinginnya didalam rumah sempit itu.

Shin menghampiri pasangan suami istri paruh baya yang sedang duduk di depannya. Pasangan tua itu ketakutan karena dikelilingi oleh belasan bodyguard bertubuh besar dan kekar.

“Kalian menjauhlah sedikit, jangan membuat mereka ketakutan” katanya pada bawahannya. Mereka pun menyebar di sekeliling rumah dan berjaga di areal itu.

“Katakan, apa yang kalian ketahui tentang Soo Hyun?” tanya Shin langsung pada si suami.

Laki-laki tua itu tak berani menatapnya, tangannya hanya terjulur menunjuk ke dalam rumah sempit itu.

Shin menoleh pada bawahannya, bertanya apa maksud laki-laki tua itu menunjukan rumahnya padanya.

“Boss.. di dalam rumah.. Ada nona Soo Hyun” jawab anak buahnya.

Mata Shin membelalak, seluruh sel dalam tubuhnya tiba-tiba hidup kembali. Semangatnya yang sempat runtuh kini membuncah dan harapannya kembali hidup.

Dengan tak sabar dia berlari masuk ke dalam rumah yang bahkan tak mampu memuat badannya yang tinggi. Namun sebelum dia sempat melihat Soo Hyun, bawahannya menghentikannya.

“Boss.. Harap jangan terkejut. Nona Soo Hyun.. keadaannya.. mengenaskan” kata anak buahnya lirih.

Shin memicingkan matanya, tak mengerti maksud anak buahnya. Namun, saat kemudian dia melihat tubuh Soo Hyun yang tergeletak tak bergerak dengan penuh luka memar membiru, hatinya tak sanggup menahan segala kepedihan.

“Panggilkan ambulan!!!! Cepat!!” teriaknya.

Dia memperhatikan setiap jengkal tubuh Soo Hyun, tubuh wanita itu remuk redam, dia bahkan tak mendapatkan perawatan yang semestinya. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan setelah dua minggu tak diobati, bagaimana menderitanya wanita itu tak sanggup untuk dia bayangkan.

Tangan Shin bergetar saat menyentuh jemari Soo Hyun. Dia takut menyentuh tubuh wanita itu, dia takut melukainya. Saat ini, dia hanya berharap Soo Hyun masih bisa disembuhkan. Apapun yang akan terjadi pada mereka nanti, dia akan pasrah dan tak memaksakan kehendaknya lagi. Mengetahui wanita yang dicintainya masih hidup dan bernafas sudah cukup baginya. 

First Drama - Chapter 13 

14 comments:

  1. aaaaa~~~
    akhirnya Soo Hyun ditemukan????
    hehehhe
    aku harap Soo Hyun eonni baik-baik saja,,,
    kekkekeke

    ReplyDelete
  2. Waaawww,,surpriseeee Soo Hyun msh hdp,,tp pstiiii kguguran.. *mengarang bebas*
    Mbaaaaaa jgn dbkin bnci sm Shin yh Mba,,jgn yh Mba,,jgn yh... *puppy eyes*

    ReplyDelete
  3. mbak shin, ini tokoh utama sebnrnya direktur shin ato lee han? aq bingung :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih dalam penggojlokan sist untuk mencari kandidat terbaik untuk Soo Hyun. hahahahahhhahaha

      Delete
    2. aishh, pengarangny aja blm tau, msti tnya siapa dong? xixixi

      Delete
    3. coba tanya Soo Hyun sist, dia maunya ama siapa? ahhaha

      Delete
  4. adoohh saia jdi ikutan bingung ni mbak...

    soo hyun-lee han ato soo hyun-shin jae????

    kalo soo hyun ama lee,,kasian yu na...

    tapi kalo soo hyun ama shin,,kasian soo hyun..

    tapi...si shin jae bener2 sayang ama soo hyun,,wow... so complicated...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sist... explanationmu bener2 membuka mata... tenang.. Direktur Shin aslinya kan gak begitu.. kita berharap aja setelah ini dia akan benar2 berubah menjadi laki-laki yg pantas untuk Soo hyun huahuhuahauhuaha

      Delete
    2. tapi tapi tapi, aq maunya lee han mbak, dia kan yg prtama, yu na biar deh, direktur shin juga rasain ud jahat sm soo hyun

      Delete
  5. eeh ini blm ad kelanjutannya lg ya?

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.