"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 29, 2012

Ninth Drama - Chapter 13



“Jung In.. Bicaralah padaku. Apa yang kamu ingin aku lakukan?” tanyaku padanya.

Tangisnya telah berhenti, namun sesenggukan kecil masih terdengar sesekali. Hidungnya memerah karena tangisannya tadi. Tubuhku masih menindih tubuh Jung In, aku rindu merasakan tubuhnya dibawah tubuhku. Berdekatan seperti ini, membuatku merasa dia adalah milikku.


“Aku tak ingin memaksamu Jeong.. Bukan kamu yang tak cukup baik untukku, akulah yang tak cukup baik untukmu. Aku hanyalah gadis kecil, jelek, cengeng dan bodoh bagimu. Aku tak bisa apa-apa dan hanya akan menjadi bebanmu nanti” dia tidak mau menatap mataku saat mengucapkan kata-kata itu. Kesedihan jelas terpancar dari mata indahnya.

Kuhela nafasku panjang, rahangku mengeras, tak tahu apa yang harus aku katakan pada Jung In agar tidak menyakiti hatinya lagi.

“Kamu..adalah malaikat kecilku, Jung In.. wanita pertama yang membuatku frustasi dan tergila-gila karena begitu menginginkanmu. Wanita pertama yang tak berani kusentuh saat menginginkanmu. Wanita pertama yang tak ingin kusia-siakan hidupnya untuk bersamaku. Kamu terlalu berharga untukku Jung In. Aku tak pantas..”

Jung In menutup mulutku dengan tangannya, tak ingin mendengar lanjutan dari ucapanku. Tangisnya turun lagi.

“Cukup katakan sampai “Kamu adalah malaikat kecilku” aku tak ingin mendengar sisanya, Jeong” isaknya dibawahku.

“Jung In..” bisikku pelan.

“Mengapa kita tidak boleh bersama, Jeong? Apa kebahagiaan hanya milik orang lain? Aku juga ingin merasakan kebahagiaan itu, Jeong. Bersamamu” katanya disela-sela tangisnya.

Kuhapus air mata yang mengalir deras di pipinya. Mencium pipinya lagi agar tangisnya berhenti. Aku tak sanggup melihat Jung In menangis lebih lama lagi. Dadaku semakin sesak mendengar isak tangisnya yang memilukan.

Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin bersama gadis ini, namun aku tahu masalah apa yang akan kami hadapi kemudian. Haruskah aku mempersetankan semuanya? Kebahagiaan yang ingin Jung In raih denganku, akahkah bertahan lama? Akankah abadi? Jung In hanyalah gadis kecil, rasa sukanya padaku mungkin akan berubah seiring bertambahnya usia gadis ini. Tapi aku? Bila aku mencintainya, aku akan mati bila tidak dapat bersamanya. Sanggupkah aku menjalani hidupku terpisah dari gadis ini?

“Persetan!! Aku tak akan tahu bila tidak mencobanya, kan?” ketusku.

“Jeong..?” Jung In terkesiap mendengar umpatan kasarku.

“Bukan padamu, manis, bukan padamu. Aku mengumpat pada diriku” senyumku menenangkannya.

“Jung In.. Aku tidak bisa menjanjikan tidak akan ada masalah, tapi aku berjanji, aku akan berusaha membuat hubungan ini berjalan semestinya. Bila kamu percaya padaku, maka aku bersedia untuk mencobanya..” kataku pelan. Mata Jung In berbinar mendengar perkataanku. Matanya yang tadinya murung membelalak menatapku tak percaya.

“Benarkah Jeong?? Kamu mau mencobanya?” tanyanya antusias, tangannya merangkum wajahku, membawanya mendekat pada wajahnya.

“Iya manis, aku mau”

“Sampai kamu bosan padaku, Jung In. Sampai kamu bosan..” rintihku dalam hati.

Ketakutan terbesarku adalah bila gadis kecil ini akan menemukan cinta yang lain, dan dia akan bosan dan meninggalkanku. Kini aku hanya berharap rasa sukanya padaku cukup membuatnya berada disampingku.

Jung In mengalungkan tangannya dileherku, menarik wajahku mendekat hingga bibir kami bersentuhan.

“Ajarkan aku untuk mencium-mu dengan panas, Jeong..” desahnya pelan dibawahku. Aku hanya ternganga mendengar ucapan gadis polos ini. Senyumku tersungging.

“Kamu iblis kecil.. Sudah mulai nakal, ha..?” bisikku senang. Dia hanya tergelak membalas pertanyaanku.

Kuciumi bibir merah dibawahku, memagutnya dengan nikmat, mengajarinya menciumiku dengan panas, seperti yang diinginkannya. Jung In menirukan ciumanku sebelumnya, kubiarkan dia berkreasi dengan bibirnya, menghisap dan menggigit-gigit kecil permukaan bibirku. Lidahnya memilin lidahku, kemudian memagut lagi lebih dalam. Nafas kami tak beraturan, bibir kami sama-sama bengkak karena ciuman yang teramat panas itu.

“Jeong.. Aku menginginkanmu..” gadis itu hampir menangis saat mengucapkannya. Tubuhku bergetar merasakan efek perkataan Jung In.

Kulepaskan pakaian kami satu persatu, Jung In hanya bertelanjang dada, karena sebelumnya kaos dan bra nya telah kulepaskan diruang tamu.

Kuhisap lagi payudara Jung In dalam bibirku. Merangsangnya hingga tak ada yang dia inginkan lagi selain diriku. Lidahku bermain diatas perutnya, mengecup-ngecup bagian itu sembari tanganku meremas-remas payudara Jung In.

Kuangkat paha Jung In hingga terlihat kemaluannya di depanku. Kemaluan yang terawat dengan baik, bersih, rapi dan berwarna merah muda. Bagian kewanitaan Jung In berdenyut-denyut menantangku, menantang lidahku untuk bermain disana.

Kudekatkan wajahku pada kemaluannya, menghirup aroma khas organ kemaluan wanita. Organ kemaluan gadis perawan. Ibu jariku menyentuh klitorisnya, mengelus-elus perlahan bagian itu hingga Jung In menggelinjang-gelinjang dihadapanku. Matanya terpejam menikmati sensasi baru yang sama sekali belum diketahuinya.

Cairan yang membasahi daerah kewanitaan Jung In membanjiri rongga kemaluannya, menyebabkan tanganku gemetar saat memasukan jari tanganku ke dalam rongga itu, membayangkan kejantananku yang menembus masuk rongga tersensitif milik Jung In.

“Jeong..” desah Jung In di depanku, wajahnya begitu sayu, dia sudah tak tahan lagi.

“Sebentar lagi manis..” rayuku. 

Jari tanganku bergerak semakin cepat keluar masuk rongga kewanitaan Jung In, membuat gadis itu mendesah setiap kali tanganku menarik keluar masuk daerah itu. Jari tengah tangan kananku bergerak berirama didalam rongga kemaluan Jung In, sementara jempol tangan kiriku mengelus-elus klitoris Jung In dengan cepat.

Erangan dan desahan tertahan yang keluar dari mulut Jung In kini bersahutan semakin keras, menyiksa kepalaku dengan gairah yang telah mendesak kejantananku. Aku tak tahu berapa lama lagi kejantananku akan bertahan sebelum meledak menyemburkan cairanku di dalam celana.

Saat akhirnya tangan Jung In mencengkeram seprai putih disampingnya dan erangan tertahan disertai isak tangis keluar dari mulutnya, cairan putih itu pun mengalir keluar dari lubang kewanitaannya. Membasahi tanganku yang menguasai rongga itu.

Aku membiarkan Jung In menikmati jeda orgasme pertama yang dirasakannya. Tanganku dihisap dengan sangat kuat didalam sana. Dinding kewanitaan Jung In berdenyut-denyut mencengkeram jari tanganku. Memaksaku mendiamkan jari tanganku disana.

Jung In membuka matanya, air mata menetes di pipi karena gelombang orgasme yang dirasakannya. Aku hanya tersenyum, ikut senang dengan pelepasan yang telah direngkuhnya.

“Jeong..aku..” panggil Jung In pelan.

“Iya.. manis..?” tanyaku, masih tersenyum.  

“Tubuhku lemas sekali, terutama di daerah sana..” wajahnya bersemu merah. Dia sungguh menggemaskan dan aku tak sabar ingin merengkuh tubuhnya dalam pelukanku.

“Itu belum seberapa Jung In..” bisikku parau.

Kucabut jari tanganku dari lubang kewanitaan Jung In yang telah mengendur, tak lagi menghisap keras. Dia mengerang tertahan saat kulakukan hal itu. Tubuhku merangkak diatas tubuh Jung In, mencari bibirnya dan menyatukan bibir kami dengan panas.

Tangan Jung In bergerak mencari-cari kejantananku, saat menemukannya, dia membuka retsleting celanaku dan melepaskan kait celana panjangku. Kuhempaskan celana panjang itu ke belakang, terdengar suara kain jatuh ke lantai.

Tangan Jung In mulai mengelus kejantananku, tangan yang belum terlatih itu meremas-remas kejantananku dengan kencang, membuat nafasku tertahan karena ngilu yang kurasakan.

“Shh..pelan-pelan Jung In.. Kamu akan membuatku keluar sekarang juga..” kataku serak.

Aku berlutut dan memandang kearah kejantananku, tangan Jung In yang mungil tak bisa mencekal kejantananku sepenuhnya. Aku melihat tatapan ngeri di wajahnya, mungkin dia berpikir bagaimana benda sebesar itu muat masuk ke dalam tubuhnya. Aku tersenyum mengerti.

Ku tuntun tangannya mengelus ujung kejantananku, tempat dimana semua kenikmatan terkumpul. Cairan yang keluar dari ujung kejantananku membantu melicinkan tangan Jung In yang bergerak naik turun mengurut kemaluanku. Matanya memandang masih tak percaya, kemudian dia menatapku, mencari persetujuan dariku. Aku hanya tergelak kecil.

“Aku tidak akan mengizinkanmu melakukannya Jung In.. Tidak sekarang, kita belum mandi. Aku belum mandi dari semalam. Kamu tidak akan mengulum kejantananku..” wajahnya bersemu merah menunduk malu.

Kusentuh dagunya, menahan matanya agar menatapku.

“Aku sangat menginginkannya, tapi aku tak ingin menyakitimu. Aku akan bercinta denganmu dengan benar..dengan sehat.. karena kamu adalah malaikat kecilku yang berharga..” kucium bibirnya mesra. Tanganku masih menuntun tangan Jung In bergerak mengurut kejantananku.

Kami duduk berhadap-hadapan, Jung In duduk diatas pangkuanku, masih mengurut kejantananku dengan kedua tangannya, memainkan buah pelirku naik turun seperti saat memegang kelereng.

Aku melarang mataku terpejam, aku ingin Jung In menatap mataku saat dia memberikan kenikmatan itu padaku. Agar dia tahu betapa aku sangat menginginkannya. Aku hanya bisa mendesis dan mengerang tertahan setiap merasakan kenikmatan di ujung kejantananku.

Saat akhirnya cairanku akan keluar, kutarik tangan Jung In dan mengecup bibirnya, kugantikan tangannya dengan tanganku. Sambil kucium bibirnya dengan ganas, urutan tanganku pada kejantananku semakin kencang dan keras. Buah pelirku bergerak naik-turun mengikuti irama urutanku.

Dan cairan panas itupun keluar, muncrat tinggi membasahi tubuh kami. Nama Jung In berulang-ulang keluar dari mulutku di sela-sela erangan nikmatku.

“Ouch.. Jung In...Ouchh... Jung In...” teriakku lantang.

Tubuh kami berdua terlihat menggairahkan dengan cairan spermaku yang menempel di dadaku dan dada Jung In. Aku hanya bisa tertawa lemah, tenagaku terkuras setelah melakukan hal ini bersama Jung In. Tak pernah selega ini pelepasan yang kurasakan sebelumnya. Dengan Jung In, semua terasa berbeda..

Ninth Drama - Chapter 14 
Ninth Drama - Chapter 12 

33 comments:

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,
    Finally,,,,I Loph It so much,,
    I Loph YOU Ji jeong~~~~Really Loph YOU,,,

    danke sistah,,,kecup bangetz degh untukmu~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehhehe.. jgn love skrg.. ntr besok jd benci ya cin.. lol :bener-bener cintah:

      Delete
    2. iiihhh,,,eyke pan emang dagh CINTA MATI ma si jeong cyiinnn,,,hahhhaaa

      Delete
    3. jgn mati donk cin.. ntr jeong ama siapa lg kl kamu mati. wkkwkwkw :peace:

      Delete
    4. iihhhh,,,,,, sistah nggemesin degh~~~

      Delete
  2. eiy ga "dimasukin" mbak??? wkwkwkwkwkwk *ketawa2 sendiri baca pertanyaanku* syukurlah mrk udah saling terbuka... lega banget... hha
    tapi eng ing eng gimana tuh sama si sobin menyebalkan sama si eun suh, mbak???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah.. ndak.. jijeong beda dengan jungmin.. hiihihihihihihii sobin n eunsuh akan mulai terlihat sesaat lg.. wkwkkwkw

      Delete
    2. ya chap 14 jam 5-an mgkn cin.. biar gak terlalu terpengaruh ama chap 13. biar efek jempolnya ilang dl wkwkkwkwkw.

      Delete
    3. jeng jeng jeng masalah di depan mata #hadeuh mba tega amat baru juga seneng udah harus dapet masalah aja... iya kirain mau kaya jung min ama ji han sekali langsung jebol gkgkgkgk

      Delete
    4. nah iya, apa mau aku posting besok aja lanjutannya? biar senengnya bertahan sehari? atau seminggu? haihiahiaihaiha. haha jung min n jijeong kan beda sifatnya, jd biar kita-kita semua jg punya pandangan pada karakter2 di cerita n cara dia berlaku diatas ranjang...ehem.. meski itu tidak mutlak 100% ya. :D

      Delete
    5. jangaaaaaaaaaaaaaaaannn,,,posting hari ini adja,,,
      tak pantengin truss,,,

      Delete
    6. wkkww nanti sore ya, sepulang aku dari pasar. mau beli ayam nih.. senin ada orderan buat ultah anak temen.. meski mau new year eve, tp aku udah berprinsip "gak boleh nolak rezeki" jd ya terpaksa diladenin ahahahhaha.. GBM

      Delete
    7. wow~~~semoga rezekinya lancar trus ya sistah,,,,amiiiinnn

      sipp,,tak papa,,ntar klo ayamny dagh masak delivery ke aku yagh,,,#ngarep

      Delete
    8. delivery fotonya aja ya sist. hahaha kl mau, bisa cek kesini http://myownfoodbistro.blogspot.com tapi ada jg yg gak halalan sih. jd kl mau buka *be cautious* ;)

      Delete
  3. nangguuuuuunnggggggg..... cuma begituan doang.. kenapa ga dimasukin sekaliaaannn???
    ^^ frustasi sendiri jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahhaaa,,,si Jeong Take it Slow Arin,,,,hehhehhehee

      ga "digarap" skalian,,,supaya si Jung Inny makin penasaran ma Jeong,,

      Delete
    2. @arini : hahahhaa... aigoo... kan udah gak nangung ama eunsuh.. lol

      @riska : slowly but sure........

      Delete
  4. Ishh, jung in nakal y maen belalai wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkwkwkwkwk akhirnya setelah lama menghilang, aku membaca kata "belalai" lagi. Hail Belalai...

      Delete
    2. teteup belalai cyiiiiiiiiinnn,,,
      cuus dicari fotonya si jeong yg lagi ~pewe~

      Delete
    3. cuman 1 itu dulu cin.. yg matanya sendu2 gt itu lhoh.. hahahahahaa

      Delete
    4. yang agak Hawt ga ada cyyyiiiinn???

      Delete
    5. ada sih cin, tp gk bs dibilang hot. lebih hot yg dulu. foto ini si jeong lg pelukan tp bugil ama cewek. wkwkwkkwkwkwkkwkw....

      Delete
    6. aku simpen buat adegan utamanya. hauhauahuhauhaua

      Delete
    7. ihhh,,,ga sabar nunggu *adegan utamanya*

      Delete
  5. haduh nanggung,ga lngsung dhajar th jung in,hahahah mba shin catering gt?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha jijeong kan laki2 bertenggungjeweb cin... gak, bukan catering. cuman jual satu per satu, kl pas ada yg mau baru aku bikini. dl sempet tiap hari berturut2 beberapa lama, cuman aku kecapekan, sendirian soalnya, jd dah lama gk ngiklanin lg. hahaha.

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Emang dasar nih si ji jeong penakluk hati wanita...
    Supaya jung in penasaran terus, kursusnya satu bab satu bab kyak mbak shin
    piano....mari main pianooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. iya donk sist, biar mahir.. 1 toeri, 1x praktek atau lebih.. ^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.