"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 30, 2012

Ninth Drama - Chapter 16



“Kamu tahu itu tidak mungkin, Eun Suh. Aku tak mungkin mengkhianati kepercayaan yang dia berikan padaku” mata wanita dalam pelukanku terlihat terluka. Permintaan terakhirnya pun tidak bisa aku kabulkan.

“Kamu tidak menginginkanku lagi, Ji? Tidakah aku menarik lagi, bagimu?” pertanyaan Eun Suh membuatku tidak nyaman.


Haruskah aku jawab dengan jujur? Aku lelaki normal, bagaimana mungkin aku tidak tertarik pada Eun Suh?

“Aku tidak boleh menginginkanmu lagi, Eun Suh. Aku akan menjadi pria berengsek bila melakukan hal itu lagi setelah menerima wanita lain dalam hidupku” jawabku akhirnya. Aku harap Eun Suh mengerti.

“Anggaplah kamu belum mengenalnya Ji, anggaplah ini malam dimana aku seharusnya memberikanmu pijatan yang aku janjikan..” matanya penuh harap, rahangku mengeras.

Mengapa begitu sulit untuk membuat Eun Suh sadar dan melihat kenyataan bahwa aku bukanlah lelaki yang seperti dia bayangkan?

“Tapi aku mengenalnya, Eun Suh. Maaf, aku tidak mungkin menginap disini lagi” jawabku pelan.

“..Kalau begitu.. Cukup temani aku semalam disini, Ji..? Aku ingin kamu merawatku malam ini saja..sebagai teman? Setelah itu, aku tidak akan memintamu lagi” tanya Eun Suh lagi.

“...Baiklah.. Hanya itu yang bisa aku lakukan, sebagai teman..” jawabku akhirnya. Aku ingin ini semua segera berakhir.

“Bopong aku keranjang, Ji.. Aku ingin berbaring” pintanya lemah. Baru kusadari wajahnya terlihat pucat. Tubuhnya panas, dia demam.

“Kamu sakit, Eun Suh.. Aku akan membawamu ke dokter” kataku cemas.

Eun Suh menahan tubuhku. “Tidak, Ji.. Aku hanya ingin menghabiskan malam ini bersamamu, besok.. aku akan ke dokter besok. Malam ini, aku ingin bersamamu..” dia tidak memberikanku jalan lain selain merawatnya disini.

“Besok, aku akan membawamu ke dokter. Dan kamu tidak boleh menolak lagi” kubopong tubuh Eun Suh ke dalam kamarnya, dan membaringkan tubuh lemah itu di atas ranjang.

Lampu meja kunyalakan redup dan kuselimuti tubuhnya.

“Aku akan menyiapkan kompres untukmu, berbaringlah. Aku segera kembali” kataku sembari keluar dari kamar itu.

Semalaman aku menjaga Eun Suh disamping ranjang dan mengganti kompresnya setiap satu jam. Kadang aku tertidur di kursi yang sengaja aku letakan disamping ranjang Eun Suh. Menjaganya seandainya dia membutuhkanku.  

Handphoneku bergetar beberapa kali. Mungkin Jung In menanyakan kabarku. Aku tidak sempat mengabarinya sementara disini aku masih sibuk merawat Eun Suh yang sedang demam tinggi. Semoga wanita ini tidak apa-apa.

Kubuka handphoneku, sudah pukul empat pagi ketika aku terbangun dari tidurku di kursi. Lima pesan singkat dari Jung In. Dia khawatir karena aku tidak menghubunginya.

Tak ingin membangunkan Eun Suh, akhirnya aku mengirimkan balasan melalui pesan singkat pada Jung In.

“Jeong.. Kamu sudah pulang?” bunyi pesan pertamanya.

“Kamu dimana Jeong? Mengapa belum mengabariku?” pesan kedua yang dikirimkannya.

Pesan ketiga, sangat singkat. “Jeong..” Jung In pasti sangat mengkhawatirkanku.

“Jeong.. Kamu dimana?? Aku mencemaskanmu. Hubungi aku..” aku mulai khawatir dengan apa isi sms terakhir yang dia kirimkan.

“Hubungi aku bila kamu punya waktu. I miss you” well, tak seperti kekhawatiranku. Syukurlah. Jung In baik-baik saja. Aku tak ingin dia terlalu posesif padaku, hubungan seperti itu bukanlah hubungan yang aku inginkan.

Kuketik jawaban pesan itu dengan susah payah. Mengulang dari awal ketika dengan tak sengaja jari tanganku memencet tanda cancel, tulisan yang aku ketik dengan susah payah hilang sudah. Membuatku frustasi hingga ingin membanting handphone itu.

Dua puluh menit kemudian akhirnya aku berhasil menulis sebuah sms yang tidak terlalu panjang.

“Aku baik. Aku akan menemuimu nanti malam. I Miss You too..” jawabku. Aku mematikan handphoneku setelah itu dan kembali memejamkan mata dikursi.

Pukul setengah tujuh pagi aku terbangun tanpa suara alarm. Eun Suh tidak ada diatas ranjangnya. Kemana dia?!

Eun Suh tersenyum padaku saat aku keluar dari kamarnya dengan panik, dia sedang menyiapkan sarapan pagi untukku diatas meja. Meski wajahnya masih terlihat pucat, namun dia memaksakan diri untuk berdiri dan memasakan makanan untukku.

“Eun Suh..” kataku pelan.

“Kamu sudah bangun, Ji..?” dia meletakan segelas jus jeruk disamping piring makan pagiku.

“Mengapa kamu bangun? Dan memasak semua ini? Kamu masih sakit, Eun Suh.. Aku akan membawamu ke dokter, ya?” aku menghampirinya. Kusentuh keningnya, sudah tidak sepanas semalam. Namun, bila Eun Suh tidak pergi ke dokter, sakitnya akan semakin parah.

“Duduklah, aku membuatkanmu sarapan..” katanya menarik tanganku untuk duduk disamping meja.

“Tapi.. Kamu harus ke dokter, Eun Suh...” dia berhasil mendudukanku di kursi, sepiring sarapan pagi menunggu dihadapanku dan terlihat lezat. Dia memang pintar memasak.

“Aku ingin berterimakasih karena kamu bersedia menunggu dan merawatku semalaman. Hanya ini yang bisa aku lakukan, aku hanya bisa memasak..” katanya masih tersenyum. Kini dia duduk dikursi di depanku.

“Kamu tidak makan?” tanyaku. Menghirup aroma makanan didepanku mengingatkanku pada perutku yang kelaparan karena belum menyentuh makanan dari kemarin siang.

“Aku sudah memakan bubur, lidahku masih terasa pahit dan susah menelan. Ayo habiskan, setelah ini aku akan ke dokter” katanya pelan.

“Aku akan mengantarkanmu” Eun Suh terlihat sungkan, namun aku memaksanya.

“Aku tidak ingin melihatmu kecelakaan dijalan, kamu masih lemah. Eun Suh. OK?” bujukku.

“Baiklah. Habiskan sarapanmu, aku akan membasuh tubuhku dan berganti pakaian” dia bangkit dari kursi, namun sekejap kemudian tubuhnya melayang hampir jatuh ke lantai.

“Kamu tidak apa-apa?” tanyaku. Aku bersyukur aku bisa menangkap tubuh Eun Suh sebelum kepalanya membentur lantai.

“Kepalaku sedikit pusing..” Eun Suh merengut kesakitan. Wajahnya semakin pucat dibawahku.

“Aku akan membawamu kerumah sakit, bertahanlah Eun Suh”

Kubopong tubuh Eun Suh ke dalam mobilku dan menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang disampingku. Setelah memasangkan sabuk pengaman untuknya, akupun memacu mobilku dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.

~~~~

“Kamu harus beristirahat dirumah sakit tiga hari, jangan membantah. Kamu harus cepat sembuh, Eun Suh. Aku memerlukanmu ditempat kerja. Aku tidak bisa mengerjakan proyek itu sendiri”

Eun Suh sedang berbaring diatas ranjang rumah sakit, di tangannya terhubung sebuah selang yang mengalirkan cairan infus kedalam tubuhnya. Dia hanya tersenyum lemah padaku.

“Terima kasih, Ji. Aku akan baik-baik saja disini. Bukankah sudah ada dokter dan perawat yang akan menjagaku? Kamu tidak usah mengkhawatirkanku. Aku bukan anak kecil lagi. Pulanglah. Banyak yang harus kamu kerjakan, Presiden Choi mempercayaimu. Kamu tidak boleh menelantarkan proyek ini” ujarnya padaku.

“Maafkan aku Eun Suh, aku akan menjengukmu nanti malam dan membawakan peralatan yang kamu butuhkan. Katakan saja padaku apa yang kamu perlukan, dan aku akan membawanya dari apartemenmu”

“Tidak usah, Ji. Aku akan baik-baik saja. Semua yang aku butuhkan bisa dibeli didekat sini. Aku akan meminta perawat membelikan untukku. Pergilah. Kamu sudah terlambat bekerja” dia mnghalauku dengan tangannya.

Dengan berat aku meninggalkan Eun Suh seorang diri didalam kamar rumah sakit itu. Nanti malam, sebelum bertemu Jung In, aku akan menjenguknya. Atau mungkin aku akan menemui Jung In terlebih dahulu, kemudian setelah dari apartemennya, aku akan me 

Ninth Drama - Chapter 17 
Ninth Drama - Chapter 15 

27 comments:

  1. Alhamdulillah,,,,si Jeong ga ngapa2in ma si Eun Suh,,,
    Smga dirimu dkuatkan Jeong,,
    Aq sadar n'kw sbagai lelaki normal,,tidak mungkin bisa menolak tawaran yg sangat m'gairahkan itu,,
    Tapi B'Tahanlah,,,
    Kamu pasti bisa,, & aku semakin sayang & cinta kepadamu,,,

    #efek coklat melanda,,,

    ReplyDelete
  2. Aaahhhh,,,Eun Suh pk skiiittt...
    Ga bs getokk pan jdny...
    Jeong,,jgn dtmenin nnti Jung In Jealous...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha namanya jg sakit hati cin... ndak ada obatnyya..

      Delete
    2. ga usah di getok mbak..cubit ja..hahhaha...

      Delete
    3. hahahahaa cubit gmn nih? cubit manja? lol

      Delete
  3. lekas sembuh ya eun suh,,,& jgn ganggu2 akang ji jeong lagi...
    biarkan dia bahagia,,,^^

    ReplyDelete
  4. tu kan mba apa ku bilang liat chap 16 tanganku langsung otomatis sendiri buka ni chap. :D
    syukurlah ji jeong bisa bertanggung jawab sama hubungannya dan ga keburu nepsong. Tpi, ngurusin eun suh? Nemenin di rs? Kalo ketauan jung in bisa salah paham jung in..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah wah ebat tuh tanganmu sist.. bisa otomatis.. kan kl mobil yg otomatis lebih mahal.. beli dimana kemarin tangannya? ^__^V

      Delete
    2. mau tanya dong ama mbak @leli: nepsong tuh apaan yah???*kepoo..thanks..

      Delete
    3. nepsong itu kata lain buat NAPSU sist. :D ;jawabin buat leli

      Delete
    4. adung tararengKYU mba shin udah di jawabin dari kemarin saya susah komen. nih baru bisa komen sekarang hhaa..
      tangan ku baru di reparasi kemarin mbak di RS tempat aku kerja. jadi bisa otomatis pencet2 hhihihihi

      Delete
    5. eh baru ngeh itu yang jadi foto propil nya mba novita bang unyuk alias lee hyukjae nya SUJU bukan mba???? :D

      Delete
    6. hahahaha... wah, kasian ya yg gk bisa komen.. pst frustasi tuh... aku jg kl gk bs komen bisa prustasi jg sist.. apalgi kl dah ngetik panjang lebar trus eror. wkwkkwkw jiah.. mahal gak bayarnya sist reparasi tangan?? lol.

      Delete
    7. bener banget mbak. aku aja suka jadi ngamuk2 sendiri saking frustasi ga bisa komen hhahha

      mahal mbak 0 rupiah hhahhahhahahaha

      Delete
    8. hahahahahaha... sabar sist... ntar hypertensi :D

      Delete
    9. ooo...akhirnya saia mengerti apa itu nepsong,,,lol,,,thanks mbak shin...^^

      mbak@leli:iyaaa benarrr sekaliiii..potonya akang unyuk2 itu loh..hihihiih...calon mantu buat emak...hehehhe...

      Delete
  5. Jeong bertahan laahh...
    kamu pasti bisa.. ada Ji Han yg sangat mempercayaimu..
    jgn sakiti hatinya Jeong..
    Eun Suh, berani macam2 kamu, aku gorok!!!
    wahahahahahaha..

    mbak shiiiiiiiiiiinnn.... gomawooooooooo...
    *kissuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok bisa Ji Han cinn... salah drama e..salah drama.. ahahhaha

      sama2 sista... ^^

      Delete
    2. koq Ji Han, merry??
      Ji Han kan adekny si Ji Jeong,,,harusnya Jung In,,,

      Delete
    3. hahahhah incest donkkk kl ama Ji Han... lol

      Delete
  6. Ya ampun in jeong... Ud kek in jeong biarin aj si eun suh udah rela d tinggal sendiri msh punya niat buat nemenin juga....
    Hah ntar jd percik" kembang api lageeee...
    Gmana sih tuh mbak shin si in jeong bilangin dong!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.. jeong kan cowok baek.. ndak tega donk ninggalin eun suh sekarat.. ntr mati gmn?

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.