"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 31, 2012

Ninth Drama - Chapter 17



Park Jung In POV

Hari ini tepat sebulan sudah Ji Jeong menjadi kekasihku. “Kekasih!! Kyaaa..” aku berteriak histeris.

Akhirnya laki-laki impianku menjadi kekasihku. Aku tidak menyangka dia juga akan memiliki perasaan yang sama terhadapku. Well, mungkin perasaan Ji Jeong padaku tidak sebesar perasaanku padanya. Dia bilang, dia menyukaiku. Tapi itu sudah cukup daripada tidak sama sekali kan?


Aku sungguh bahagia hingga tidak bisa kuungkapan dengan kata-kata. Tepat sebulan sejak hari pertama dia mengatakan dia menyukaiku, dan hari ini.. Aku akan memasak untuk Ji Jeong!!

Masakan pertamaku, untuk laki-laki yang aku cintai. Iya, aku rasa aku telah jatuh cinta padanya.

Dia begitu lembut, penuh perhatian, melimpahkanku dengan kasih sayang yang menyesakan dadaku hingga tak mampu kutampung lagi.  Meski terkadang aku sering memergokinya melamun memandangi handphonenya yang bergetar.

Salah satu hal yang aku perhatikan dari Ji Jeong adalah.. dia tidak suka mengaktifkan nada dering handphonenya. Ketika kutanya mengapa, dia hanya menjawab “berisik”

Aku tidak tahu masalah apa yang menyita pikiran Ji Jeong belakangan ini, mungkin dia sedang memiliki masalah di dalam pekerjaannya. Setahuku, pekerjaan yang dia geluti mempunyai target dan waktu yang telah ditentukan kapan proyek itu harus selesai. Mungkin Ji Jeong mengkhawatirkan kurangnya waktu yang dia miliki untuk membangun proyek itu sesuai target.

Pukul sebelas pagi, hari minggu dan Ji Jeong mengambil liburnya untuk dihabiskan bersamaku. Selama sebulan ini aku belum pulang ke Ulsan untuk menemui keluargaku seperti biasa, karena Ji Jeong juga belum menemui ibunya dan Ji Han Unnie. Aku berencana untuk menumpang mobilnya saat dia kembali ke Ulsan dan mendapatkan sebuah alasan untuk menghabiskan waktu berdua dengannya. Rencana yang sempurna.

Sebentar lagi Ji Jeong akan datang. Dan masakanku hampir siap. Piring-piring telah kutata rapi di atas meja, peralatan makan, gelas-gelas untuk kami berdua dan sebotol bir untuk menghangatkan badan Ji Jeong. Dia tidak terlalu suka minuman beralkohol lain.

“Tink tonk..” suara bell apartemenku. Ji Jeong-ku telah datang.

Kurapikan kembali pakaianku, kompor telah kumatikan, makanan akan siap dihidangkan saat dia sudah duduk di meja makan. Apartemenku sudah kubersihkan, ranjangku juga sudah kuganti seprai dan sarung bantalnya.

Sudah lama kami tidak melakukannya lagi. Aku merindukan cumbuan Ji Jeong di atas tubuhku. Membayangkannya saja telah membuat darahku berdesir. Malam ini.. Ji Jeong akan menginap disini..

“Dan aku akan membuat dia bertekuk lutut dibawahku” kataku pada diri sendiri. Aku tertawa kecil membayangkan wajah Ji Jeong yang memohon padaku untuk menyentuhnya dibagian itu.

Wajahku tersipu malu mengingat bentuk benda itu. Besar dan panjang.

“Kyaaa!!” pipiku memerah lagi. Akupun berlari ke arah pintu apartemenku. Menyambut kedatangan Ji Jeong dengan senyum terbaikku.

“Selamat dat... Kakakkk??!! Kenapa kamu bisa ada disini??” teriakku histeris. Mengapa Kak Jung Nam bisa berada di depan pintu apartemenku?

“Ya!! Kenapa dengan wajahmu? Tidak suka melihatku?” katanya kesal sambil memaksa masuk ke dalam apartemenku. Aku melihat keluar, Ji Jeong belum terlihat dimana-mana.

Kututup pintu dibelakangku dan mengikuti Kak Jung Nam masuk. Dia berpakaian santai, nampaknya dia baru saja datang dari Incheon, Kak Jung Nam sekarang mengepalai pabrik disana dan jarang pulang ke Ulsan setelah pernikahan Kak Jung Min dengan Ji Han Unnie.

“Kamu memasak?” dia melongok ke arah dapur dan melihat meja makan yang tertata rapi.

“Aku tidak mempercayai penglihatanku. Jung In?? Adikku yang manja dan kekanak-kanakan memasak??? Dan siapa laki-laki yang telah mengubah boneka kecil ini menjadi..gadis kecil?” Kak Jung Nam tergelak keras. Dia menertawaiku.

Dia mengatakan aku boneka kecil yang berubah menjadi gadis kecil?? Aku bukan boneka kecil! Aku juga bukan gadis kecil. Aku Jung In, wanita dewasa! Huh!!

“Bukan urusanmu! Mengapa kamu kesini??? Kamu datang tidak pada saat yang tepat” kataku cemberut.

Aku lupa sama sekali bila keluarga kami tidak boleh mengetahui hubungan kami. Bila tidak, mereka mungkin akan memisahkan kami.

“Ya.. Jadi kamu bilang kakakmu tidak boleh mengunjungi adiknya? Sejak kapan kamu tidak sopan begini?” dia mengetuk kepalaku gemas.

Meski tidak terasa sakit, dia terlalu sering melakukannya. Sudah menjadi kebiasaan Kak Jung Nam menggoda dan menjitak kepalaku. Aku bukan anak kecil lagi!! Ugh!!

“Bukan begitu.. tapi hari ini aku..menunggu orang lain..” kataku merajuk. Mungkin Kak Jung Nam akan pergi setelah kubujuk dengan tatapan mataku yang tak berdosa.

Kak Jung Nam berdecak geli. Mencoba menyembunyikan tawanya yang hampir pecah karena melihat mataku yang mulai berkaca-kaca.

Sedetik kemudian tawanya pecah, terbahak-bahak hingga dia terbungkuk-bungkuk dan jatuh diatas sofa.

“Mengapa aku punya kakak sejahil diaaaa!! Arghhh!!!” teriakku dalam hati.

Kak Jung Nam masih tertawa sembari memegangi perutnya karena menahan tawa dari lelucon yang dianggapnya lucu, saat bell pintu apartemenku berbunyi lagi.

Dengan sigap dia menarik tanganku, mencegahku membukakan pintu untuk orang yang sedang berdiri dibalik pintu apartemenku itu. Aku tidak menolaknya, mungkin dalam sudut hatiku aku ingin keluargaku mengetahui hubungan kami. Aku ingin keluargaku tahu kami saling menyukai, kami ingin bersama, dan kami ingin mendapat restu dari keluarga kami.

Kak Jung Nam, terlepas dari sifatnya yang blak-blakan, dia sangat menyayangiku. Dia akan mengerti bila dia tahu laki-laki dibalik pintu itu adalah teman baiknya, Lee Ji Jeong. Kekasihku.

“Kak Jung Nam akan mengerti, kan?” tanyaku dalam hati.

“Diluar sana, laki-laki yang membuat semua ini bisa terjadi?” tanya Kak Jung Nam sembari mengangkat kedua tangannya menunjuk keseluruh ruangan apartemenku, pada ruang tamu yang bersih, meja makan yang rapi dan masakan yang menggoda selera diatas kompor dapurku.

Aku hanya merengut sebagai jawabannya. Kak Jung Nam tidak membiarkanku bangkit dari sofa. Hingga bell berbunyi untuk yang kedua kalinya, dia masih menanyaiku.

“Aku ingin tahu, laki-laki seperti apa yang sanggup merubah adikku yang manja dan pemalas ini” bibirnya menyeringai licik. Dia sungguh senang menggodaku.

“Kak Jung Nam!! Dia sudah lama menunggu di depan pintu” kataku kesal.

“Sedikit menunggu tidak apa-apa untuknya. Karena dia akan bertemu dengan kakak gadis yang di dekatinya. Seperti apa dia Jung In? Teman kuliahmu? Pemuda yang kamu kenal di mall?? Katakan padaku” dia menggodaku.

“Aku mau membukakan pintu untuknya, minggir” kataku kesal namun Kak Jung Nam menekan pundakku hingga tak bisa berdiri.

“Kamu, diam disini. Aku harus menghadapi laki-laki itu. Jangan kira dia bisa berbuat seenaknya pada adikku, langkahi dulu mayatku bila ingin menyentuh adikku” Kak Jung Nam berlagak seperti pahlawan kesiangan.

Aku tidak butuh dilindungi, tidak dari laki-laki seperti Ji Jeong. Dia tidak akan pernah menyakitiku. Tidak secara fisik..namun aku ragu bila dia tidak akan melukai hatiku..

Kak Jung Nam meninggalkanku termangu duduk di sofa. Dengan langkah mantap, dia membuka kenop pintu apartemenku. Wajahnya yang menyeringai galak, mencoba memperlihatkan sosok kakak yang kejam pada tamunya gagal sudah.


Mulutnya terbuka, menganga tak percaya pada laki-laki di depannya. Mereka saling sapa, kebingungan.

Ninth Drama - Chapter 18 
Ninth Drama - Chapter 16 

29 comments:

  1. kya bkn si so bin kan? jeong kan,tb2 terlintas so bin.si jeong knp melamun? mkrin eun suh y? ah bt :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha... bisa ada ketemuan donk jeong nanti ama saingannya.. yak konflik baru dimulai.. TENK!!!!

      Delete
  2. hahahaha
    suprise jung nam,,,

    laki2 impinnya jung in temen baik kamu, jeong,,
    restuin ya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin... mudah2an direstuin ama jungnam :D

      Delete
    2. jung nam gak restuin nti usir mba dari kos2n nya mba hahahaha

      Delete
    3. mba shin ketawa,,,
      gak jadi di usir ya mba??
      kan ung nam dah kasih restu
      wkwkwkwkk

      Delete
    4. ya.. kasian donk cowok cakep, kece gt diusir.. pan bs bantuin mijit2 tante2 kos.. lumayan... brondonk bok..

      Delete
    5. eittt tante kos jgn genit yah,,,
      gak liat itu si kokoh dah bawa2 pacul??
      hehehehe

      Delete
    6. koko bawa pacul mau nanem pohon melon sist.. tenang aja koko gk bakal tahu.. lol

      Delete
    7. tau aja ba shi, koko mau cocok tanam,,,,
      hehehehe

      diem y mba, mijetnya
      hahahha

      Delete
  3. o ow, siapa yg dtg?? so bin kah??
    Sama Rena, knp aku juga tiba2 kepikiran dia ya??
    mbak shiiin?? yg dtg sopo toh mbak???

    ReplyDelete
  4. Kepooooooo,,,,
    Sapa yg dtg ke Apartemenny Jung In, sistah???

    ReplyDelete
  5. Kepooooooo,,,,
    Sapa yg dtg ke Apartemenny Jung In, sistah???

    ReplyDelete
  6. pasti itu yang dateng so bin yang nyebelin deh kayaknya. n jeng jeng jeng kesalah pahaman dimulai *nebak2 sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahahahhaa... asik ya bs imajinasi sendiri2. jd ceritanya bisa punya banyak alur ^^

      Delete
    2. hha saya korban sinetron indonesia dulu mba jadi suka nebak2 gkgkgkgkgk

      Delete
    3. ahahaha.. skrg korban apa nih sist?? -bukan korban lelaki kan??- wkwkkwkwkw

      Delete
    4. eitsss kalo yang itu sih nggak dong mbak hhahha *ngeri kalo korban cowo mah saya bisa stress gkgkgkgkgk

      Delete
  7. yeee tebakan nya rena. merry n leli salah semua,,,,
    poin kalian berkurang hihihihhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hha mba fathy ada2 aja nih.. kaya ujian aja....

      Delete
    2. @laeli : ya dong nti kalo poin kalian bertambah dikasih kiss sam jung nam, mau??? mumpung lagi patah hati sama rossy
      wkwkkwkw

      Delete
    3. kalo kiss dari jung nam ntar saya bisa di teror sama rossy kang mbak *ntatut* hhi

      Delete
    4. jung nam milikku..*adakah yg nanya???
      hahahahha...

      Delete
  8. #laeli,,,, lagi patah hati dia sama rossy...

    #novita ,,, hatinya dah sama rosy gmna dong??

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooo...kan janur kuning blum melengkung mbak Fathy,,jdi hatinya masih bisa di rebut,,,lol...^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.