"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 31, 2012

Ninth Drama - Chapter 18



Third Person POV

“Ji Jeong..?” kata Jung Nam bingung.

“Jung Nam..” Ji Jeong terlebih dulu mampu menguasai kebingungannya.

Jung Nam adalah kakak Jung In, wajar bila laki-laki itu berada disana. Mungkin dia diperintahkan oleh ibunya untuk melihat keadaan Jung In karena gadis itu belum pulang sekalipun ke Ulsan setelah sebulan lamanya.


Mulut Jung Nam masih menganga, tubuhnya tidak mampu bergerak. Dia tidak mempercayai pengelihatannya. Sahabatnya memacari adiknya? Adik kandungnya?

“Menarik..” pikir Jung Nam.

“Sampai kapan kamu akan membuatku menunggu diluar sini?” tanya Ji Jeong pada Jung Nam yang terpaku di depannya. Laki-laki itu memikirkan banyak hal saat ini.

Belum sempat Ji Jeong melanjutkan perkataannya, Jung Nam telah mendorong tubuhnya hingga terhempas dan punggungnya menabrak pintu disampingnya.

“Kamu menggoda adikku, Ji Jeong?! Teganya kamu berbuat begitu? Dia adikku Ji! Dia masih kecil!!” Jung Nam mendesis marah di depan wajah Ji Jeong.

Ji Jeong tidak merasa terintimidasi sama sekali, tubuh Jung Nam lebih pendek beberapa senti-meter dari tubuhnya, meskipun bila mereka harus berkelahi, dia akan memberikan perlawanan yang sengit pada Jung Nam.

Namun dia tidak akan melakukannya, Jung In akan terluka bila dia menyakiti kakaknya.

“Kamu lupa? Kakakmu melakukan hal sama, mengapa aku tidak boleh melakukannya pada adikmu?” jawab Ji Jeong datar.

Jung Nam mengejap-ngejapkan matanya. Menyadari bahwa dia telah melupakan kenyataan itu.

“Tapi.. Jung In. Dia masih anak-anak Ji. Kamu..ka..ka..kalian...sudah..?” katanya terbata-bata.

Ji Jeong mendorong tubuh Jung Nam hingga tubuh mereka terlepas.

“Kamu gila Jung Nam. Apa aku terlihat sepertimu? Seperti Jung Min?” katanya tersinggung.

Jung Nam merasa terhina. “Ya.. Memang kenapa denganku?” dia mengikuti Ji Jeong yang masuk ke dalam apartemen Jung In.

“Jung In..” Ji Jeong menatap wajah Jung In yang hampir menangis di depannya.

Gadis itu berlari kedalam pelukannya, mengalungkan kedua tangannya pada pinggang Ji Jeong dan menangis di dadanya.

“Shh..sh.. tidak terjadi apa-apa. Kami hanya mengobrol. Aku tidak melukai kakakmu” Ji Jeong berkedip ke arah Jung Nam yang membelalak terkejut.

Dia melihat adiknya memeluk tubuh Ji jeong dan menangis dalam pelukan sahabat karibnya. Sejenak dia terdiam.

Jung Nam menepuk punggung sahabatnya. “Kamu memang cocok untuk adikku. Kamu tahu bagaimana cara menghentikan tangis seorang anak kecil” dia tersenyum geli dan menarik sebuah kursi di ruang makan.

“Ya..ya.. Jung In-ah.. Kakak dan pacarmu sudah lapar.. Sampai kapan kamu akan membuat kami menunggu masakanmu yang sedap itu?” Jung Nam membuat suara ribut dengan memainkan pisau dan garpu  diatas piring di depannya.

Ji Jeong menatap Jung Nam, laki-laki itu hanya tersenyum padanya. Dia telah merestui hubungan mereka. Jung Nam memang bukan orang yang rumit. Dia akan mendekatimu bila dia menyukaimu, dan dia akan memukulimu bila dia membencimu. Seperti itulah dia.

Jung In mengusap air matanya. Menatap bahagia pada Ji Jeong.

“Kesanalah. Siapkan makanan untuk kami, ya?” kata Ji Jeong padanya. Laki-laki itu mengecup kening Jung In lembut.

Jung In mengangguk, hatinya kini dipenuhi dengan kebahagiaan. Satu anggota keluarganya telah merestui hubungan mereka. Masih tersisa empat orang yang harus mereka bujuk agar menerima hubungan mereka.

Ji Jeong mengikuti langkah kaki Jung In yang berlari kecil ke arah dapur. Menyingkap panci-panci di atas kompor dan menghidangkan makanan lezat di atas meja untuk mereka bertiga.

Dia melayani kakak dan kekasihnya dengan telaten. Menyiapkan segala keperluan mereka, menuangkan air, mengambilkan sebotol bir lagi untuk Jung Nam dan mengambil botol lain lagi saat mereka telah menghabiskan kedua botol bir itu.

“Ah.. Kalau aku tahu Jung In bisa berubah seperti ini, sudah dari dulu aku mengenalkanmu padanya. Kamu tidak tahu, dia ini sangat manja. Cengeng. Melihat tikus saja berteriak histeris dan menangis. Bayangkan, kami mengira dia dipatuk ular. Benar-benar menyusahkan” kata Jung Nam heran.

“Aku tidak begitu.. Aku tidak cengeng, tikusnya memang menakutkan. Besar sekali, siapa yang tidak takut pada tikus?” wajahnya cemberut karena kakaknya masih tetap menggodanya.

“Haha..sudahlah. Jangan membuat Jung In menangis, kamu terlalu sering menggodanya” sela Ji Jeong menengahi.

“Ya.. Lee Ji Jeong. Sekarang kamu lebih memilih kekasihmu dibanding sahabatmu? Jadi hanya sebegitukah hubungan pertemanan kita? Kamu akan membuangku karena sekarang kamu telah memiliki pacar? Benar-benar! Teman tidak tahu diuntung” kata Jung Nam pura-pura kesal.

Ji Jeong tertawa kecil melihat tingkah laku Jung Nam yang tidak berbeda jauh dari adiknya. Mereka memang masih kekanak-kanakan. Tapi mereka adalah orang-orang baik.

Jung Nam berpamitan pada Ji Jeong dan adiknya tepat pukul lima sore, dia akan kembali ke Incheon setelah mengabari ibunya bahwa Jung In baik-baik saja dan tak kekurangan apapun. Ibunya memintanya pergi ke Seoul untuk melihat Jung In karena gadis itu belum pulang ke Ulsan untuk berkunjung.

Ibunya mengharuskannya pulang ke Ulsan minimal sekali dalam sebulan, namun Jung In tak mengindahkannya dan dia tidak memberitahukan hal itu pada Ji Jeong. Jung In tak ingin Ji Jeong menyuruhnya pulang dan berpisah dari laki-laki itu.

“Jaga adikku baik-baik, Ji. Aku mempercayaimu. Kamu tidak akan menyakiti adikku kan? Bila iya, aku lah yang pertama akan menghajarmu” seringai lebar terpampang diwajahnya.

“Aku berjanji” jawabnya sambil tersenyum. “Hati-hatilah. Kamu yakin tidak ingin menginap disini? Hari sudah hampir gelap” Ji Jeong mengkhawatirkan sahabatnya.

“Dan mengganggu kalian? Oh tidak, masih banyak kamar lain yang bisa aku kunjungi. Sudah lama aku tidak mengunjungi seorang teman di Seoul” jawab Jung Nam.

“Siapa? Wanita itu? Kamu akan menemuinya lagi? Setelah kamu meninggalkannya seperti itu? kamu benar-benar punya nyali Jung Nam” gelak tawa Ji Jeong pada temannya.

Ji Jeong menepuk bahu Jung Nam dan melihatnya berlalu dari apartemen itu.

“Good Luck Jung Nam. Semoga wanita itu masih mau menerimamu” teriak Ji Jeong di koridor. Jung Nam hanya mengangkat tangannya, melambai pelan sebelum masuk ke dalam lift dan keluar dari gedung itu.

Ninth Drama - Chapter 19 
Ninth Drama - Chapter 17 


25 comments:

  1. Alhamdulillah,,,
    Restu Jung Nam sudah "turun",,,
    Aq yakin Nyonya Park pasti setuju,,
    Jung Min juga,,,walo agak berat hati,,,
    Finally,,, it's happy ending again sistah,,,
    Tapi pertanyaanny sekarang adalah : apakah sepeninggalan Jung Nam, Ji Jeong akan mengajari Jung In cara bercinta yang benar??? Ataukah Jung In akan merayu Ji Jeong supaya mengajariny??? Hhhmmmm,,, t'lalu banyak yg perlu dpikirkan,,
    "Ji Jeong,,sentuhlah aku", ungkap Jung In,,,lol.


    Anw, Loph u so much sistah,,,danke for the beautiful story,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jadi pertanyaan itu,,,,
      gimana dengan eun suh kan dia lg mau bersaing secar sehat sama jung in, sedangkan jung in gak tau apa2??
      kasihan jung in, sini nak come to sista hahahaha

      Delete
    2. kan jung in punya bala bantuan mba *nunjuk mba fathy, aku sama riska hha* kita bantuin jung in. bantu doa gitu wkwkwkw

      Delete
    3. Whuahahahaaaa,,,,
      Bala bantuan???
      #ngayal pke seragam army,,,
      Mbak Fathy-ku saiank,,, si Eun Suh ga bakal ngapa2in bin ngarepin yg muluk2 lagi ma si Ji Jeong,,
      klo dy masih teteup kekeuh,,,yagh One Night Stand adja,,,
      Sama2 enak,,,
      Tapi ga bakal mau si Ji Jeongny,,,
      Dy kan cinta bangetz ma aq,,, eehh salah,,ma Jung In kamsudny,,

      Delete
    4. hahahahaahha wah.. benar2 banyak yg perlu dipikirkan ternyata ya sist... kl gt kita liat jawabannya besok ya ^^. sama2 sista... lop u su mat too... ^^

      Delete
    5. @fathy : kita akan bahas setelah pesan2 berikut ini. ahhaha.

      @leli : amin.. terimakasih atas doanya :D

      @riska : one nite stand sounds fine.. lol

      Delete
    6. pesen opo toh yo??

      gak da konflik g enak, daha kaya jalan tol hehehehe

      eun suh juga cinta mati kok sama jeong, dia baik sumpah deh makanya aku bilang cepet pertemukan eun suh sama kim in biar sama2 enak

      Delete
    7. one night stand??? jangan mba ampun dah. walau sama2 enak kalo ketauan mah ga bakalan enak lagi kali mbak.. babak belur di hajar jung nam baru tau rasa...

      Delete
    8. one night stand menyelamatkan smuanya ladiesssss,,

      Delete
    9. @fathy : hahaha... tunggu kapan2 ya cin..

      @leli : hahahahaa... kan ada duo jung... buat hajar jeong..

      @riska : lol..

      Delete
    10. tunggu apa y mba?? tunngu aku di kotamu, gitu??
      ongkosnya jgn lupa ditransfer kalo gitu, ya...

      Delete
  2. leganyaaaaaaaaa ternyata ji jeong yang dateng. siapa nih yang selanjutnya ngerestuin hubungan mrk?? ji han kah???? *mulai tebak2an lagi* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahaa... tebak2 buah manggis... siapa dia..si hitam manis.. tet..teretetetett..

      Delete
    2. hhahahaha aku mah bukan si hitam manis mbak tapi cewek kuning langsat asli sunda hhahha

      Delete
    3. wah kl gt aku yg hitam manisnya donk sist? ahhahahah

      Delete
  3. akhirnyaaa... Ji Jeong yg dateeng..
    aigoo, Ji Jeong baik bgt siih.. lembut juga orgnya
    pinter bgt nenangin Jung In yg masih labil dan sensitif..
    ngapain ya mereka selanjutnya??
    mari kita tunggu di episode selanjutnya..

    mbak shiiin... gomawoyoooo... jongmal gomawoyooo..
    *hug and kiss*

    HAPPY NEW YEAR...... *tiup terompet yang kenceng*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkw ngapain yaaa...ehm.. kasi tau gak ya..?? :berpikir dengan keras:

      gomawo too sist :gak pernah inget kata balasanya: ahahha:

      happy nu yer too sista..

      Delete
    2. cheonmaneyo mba balasannya hhihhi *kepoin mba shin*

      Delete
    3. hahahah cheonmaneyo.. susah e diinget..

      Delete
  4. Ji Jeong.. U're so cool.. Sist Shin, thank u so much for this chapter, like it so much..;-)
    Happy New Year, sist.. #tiup terompet kenceng-kenceng# mmmuachh. Big hugs for u..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sist.. ehhehehe.. Happy New Year tooooo..... ^^ ;hug:

      Delete
  5. aku ngerasa "wanita" yg di maksud antara ji jeong n jung nam bukanlah rossy,,tetapi eun suh..benarkah???*mulai main rasa2 ni mbak shin...

    thanks mbak dah di kasih jung nam hri nih...
    ku pikir tadi udah muncul yg Loves in the Parks 3,,hihihi...

    oh..iya...Happy New Year ya mbak shin,.,dan semua mbak2 yang lain...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bukan dua2nya cinn... aahh... lol. Rossy pan lg di luar negeri... eun suh gk kenal jung nam..

      iya sist, sama2, hahahaha loves in the parks 3 masih luamaa.. biar kelar parks 2 dl. nyambung disana semuanya soalnya,

      Happy new year jg sist.. GBU n fam ya :)

      Delete
  6. I lope u jung nam...
    Klo suka peluk klo benci tonjok... Wah ptaktis bgt hidup si jung nam ini mbak shin!

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.