"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 23, 2012

Ninth Drama - Chapter 3



Lee Ji Jeong POV

Kubaca lagi surat yang dikirim Presiden Direktur Choi untukku, sudah lima tahun surat itu hanya kusimpan tak tersentuh. Tapi hari ini akhirnya aku baca juga. Aku mengenal Presiden Choi di pameran arsitektur dan seni di Seoul delapan tahun lalu, ketika mengunjungi kota itu untuk mencari adik dan ayahku.

Meski tak sempat menamatkan kuliahku dibidang arsitektur, aku tak pernah mendapatkan nilai kurang dari A untuk semua mata pelajaranku. Hanya karena presentasi absen yang sangat tinggi dan perhatianku yang terpecah untuk mencari Ji Han akhirnya aku memutuskan berhenti kuliah.


Tak ada yang aku sesali, aku selalu merasa apapun mimpiku masih bisa kukejar selama aku masih bisa bernafas. Kini Ji Han telah kembali pulang, bahkan dia telah menikah dengan laki-laki yang sangat mencintainya, aku tak perlu khawatir dia tak akan bahagia, dia akan aman bersama suaminya.

Aku hanya mengkhawatirkan ibuku, ibu sudah tak muda lagi, sudah tak sekuat dulu lagi. Sering sudah aku menyarankannya untuk beristirahat, namun tak pernah digubrisnya, ibu begitu senang bekerja. Aku masih memikirkan apa yang akan aku katakan padanya saat ibu muncul di pintu kamarku, menatap surat ditanganku.

“Surat apa itu?” tanya ibu ingin tahu. Tanpa memandangnya, kulipat lagi surat itu dan memasukannya kedalam sakuku.

Sebentar lagi aku harus berangkat bekerja. Sudah seminggu aku mengambil cuti yang aku habiskan di Seoul untuk mencari informasi tentang keperluanku disana nanti.

“Bukan surat apa-apa bu” kataku tersenyum. Aku mencium pipinya yang keriput dan beranjak keluar dari kamarku yang sempit.

“Ji Jeong..” panggil ibuku pelan. Aku tahu dia ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi aku belum siap mendengarnya.

“Aku harus berangkat ke kantor dulu bu, sudah siang” elakku. Kusambar sepatuku yang terletak dipojok ruangan.

“Ibu ingin bicara dulu padamu, duduklah” dia tak ingin dibantah.

Akupun mengambil tempat kosong disampingnya, melepaskan jasku dan menyampirkannya diatas meja.

“Ibu tahu, selama ini kamu sudah berkorban segalanya untuk mencari Ji Han dan untuk menemani ibu..” ibu menyentuh tanganku, memijat-mijatnya seperti yang biasa dilakukannya.

“Ibu tahu kamu ingin mengejar mimpimu. Ibu tak ingin menjadi penghalangmu Ji Jeong..” wajahnya sedih menatapku. Aku tak berani membalas tatapan matanya. Aku takut bila melihatnya air mataku akan turun, sudah terlalu lama penderitaanku aku simpan sendiri.

“Aku tak mengerti maksudmu bu..” aku masih belum memutuskan untuk memberitahu ibu hari ini.

Aku belum menetapkan hatiku, aku tak ingin ibu tinggal sendirian dirumah ini. Ji Han masih berada di Hawaii dan ibu akan kesepian.

“Ji Jeong. Ibu tak pernah mendidikmu untuk berbohong, jangan berbohong pada ibumu ini. Sekarang Ji Han sudah punya suami, yang akan menjaganya dan mencintainya. Kini giliranmu.. Kejarlah impianmu itu, carilah seorang wanita untuk kamu nikahi. Ibu ingin segera memiliki cucu.. darimu dan dari Ji Han. Sebelum ibu mati, ibu ingin melihat cucu-cucu ibu berlari dan bermain bersama ibu..” air mata ibuku menetes, hatiku sakit melihatnya, aku tak pernah bisa membahagiakan wanita dihadapanku ini.

Kupeluk tubuhnya yang bungkuk, ibu tak pernah mau mencari pengganti ayah, ibu masih mencintai ayah. Bila aku pergi nanti, siapakah yang akan mengurus ibu? Aku tak bisa membayangkan meninggalkan ibu sendirian dirumah ini. Bagaimana bila ibu sakit? Siapa yang akan merawatnya? Ji Han tak mungkin bisa setiap hari tinggal disini, dan aku tak yakin ibu akan mau tinggal bersama mereka di rumah kediaman Park.

“Aku tak ingin meninggalkanmu bu. Maukah ibu pergi bersamaku ke Seoul? Hanya itu jalan satu-satunya yang bisa aku pikirkan. Aku tak bisa meninggalkanmu sendirian disini” kataku masih memeluk tubuh ibu.

“Kamu anak bodoh. Mengapa kamu kira ibumu ini tak bisa hidup sendiri? Lagipula ada bibimu di desa sebelah, ibu tak akan kesepian. Ibu bisa mengajak sepupumu Ji Sung untuk tinggal disini, dia pasti senang karena tak perlu lagi jauh-jauh untuk pergi kesekolahnya. Kamu tak usah khawatir” ibu merangkum wajahku. Aku benar-benar tak yakin dengan ide itu.

“Ibu menyayangimu Ji Jeong, ibu menyayangi semua anak-anak ibu, dan ibu ingin yang terbaik untuk kalian. Sudah, jangan khawatirkan ibu, ibumu ini tak selemah bayanganmu” dia menepuk pipiku lembut.

Beranikah aku meninggalkannya? Pekerjaan di lapangan tak seperti pekerjaan dikantoran, sebuah proyek bisa memakan waktu setengah tahun hingga dua tahun penuh. Meski aku bisa pulang beberapa bulan sekali, tetap saja itu tak akan cukup. Nafasku begitu sesak, aku merasa bersalah pada ibuku.

“Aku akan memikirkannya bu. Aku hanya tak ingin ibu kesusahan” aku masih menunduk, ibuku begitu baik dan aku ingin meninggalkannya untuk mengejar impianku, berdosakah aku padanya?

~~~~

“Kamu terlihat murung, ada apa? Sudah merindukan adikmu? Dia baru saja satu minggu berbulan madu dan kamu sudah begitu?” tanya Kim In, dia sungguh tak mengerti suasana.

“Aku tak memikirkan adikku. Aku memikirkan ibuku. Aku tak tahu bila aku bisa meninggalkannya untuk bekerja di Seoul” kataku sambil memutar-mutar gelas kopi ditangan.

“Jadi, kamu akhirnya akan pergi ke Seoul? Bukankah itu cita-citamu dari dulu Ji? Kamu tak boleh melewatkannya lagi. Tak akan ada kesempatan lagi Ji” dia tahu tentang impianku, terkadang dia mendesakku agar segera meraih mimpiku saat aku tak bisa menemukan Ji Han dalam setiap pencaharianku.

“Aku kasihan pada ibuku” kataku pelan.

“Aku akan menjaga ibumu, aku akan menjenguknya seminggu sekali dan mengabarkan keadaannya padamu. Bagaimana? Lagipula sebentar lagi Ji Han akan kembali, dia bisa mengunjungi ibumu setiap hari kan? Jung Min tak akan keberatan”

“Bisakah kamu melakukannya Kim In?” tanyaku, semangatku mulai bangkit lagi.

“Kita sahabat kan? Sahabat selalu membantu Ji. Kini saatnya aku membalas budi padamu” dia meninju lenganku. Dia tahu harus menggunakan kata-kata itu agar aku tak bisa menolaknya.

“You’re my best friend, buddy” kataku memeluk Kim In.

“Ya.. Aku bukan homo. Lepaskan aku, nanti ada yang lihat” teriaknya bercanda. Aku mengacak-acak rambutnya gemas. Kamipun tertawa dan berlalu dari ruangan itu menuju tempat kerja kami masing-masing.

Park Jung In POV

“Kenapa aku harus kuliah disana, bu? Terlalu ketat disana, aku tak akan bisa mengikuti semua pelajarannya” rengekku manja pada ibuku.

Semua universitas yang dia tawarkan tak ada yang aku setujui, terlalu high class, terlalu eksklusif, terlalu banyak aturan. Aku tak suka dengan perkumpulan-perkumpulan anak-anak orang kaya yang arogan dan merasa seolah kampus itu adalah milik mereka. Begitu banyak perkumpulan seperti itu berkembang di dalam kampus saat ini. Aku tak ingin terpaksa bergabung didalamnya.

“Dengan nilai-nilai pelajaran yang kamu miliki, tidak ada satupun universitas negeri yang mau menerimamu Jung In. Hanya karena ibu kenal dengan pemilik universitas itulah kamu bisa diterima disana. Sudah jangan membantah, kecuali kamu mau kuliah di luar negeri?” ibuku tahu aku tak suka kuliah diluar negeri, disini saja semua nilaiku hancur, kuliah diluar negeri hanya akan membuatku tambah stres.

“Yah..Ibu.. Ibu tahu aku tak mau kuliah diluar negeri kan..” aku mencoba merajuk seperti biasa, ibu selalu mempan dengan caraku ini.

“Kalau begitu, kamu harus kuliah disini. Tamna University, titik” ibuku kadang bisa terlihat kejam, inilah salah satu kesempatan ibu bisa berbuat kejam padaku.

Aku berpura-pura menangis terisak, tapi ibu menggeleng-gelengkan kepalanya, tak akan tertipu dengan tangisanku lagi. Diapun keluar meninggalkanku dengan tangisan palsuku.

“Kyaaa...Aku tak mau kuliah....” teriakku histeris. 

Ninth Drama - Chapter 4 
Ninth Drama - Chapter 2 

26 comments:

  1. jung in makanya belajar biar pinter kaya ji jeong...
    gmna klo jeong jadi mentornya jung in??
    ide yg bgs bukan mba shin???
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha ntr dikasi private lesson ama Ji Jeong donk sist.. ehemm...ide bagus emang ^^

      Delete
  2. nti dulu private lesson nya apa dulu nih mba??
    jadi curiga....
    *mikir dipinggir pintu ditemenin hugo....

    ReplyDelete
    Replies
    1. private lesson ehem ehem kali hhihihi *peace

      Delete
    2. apa ya?? ntr aku buka2 DVD nya dulu. judulnya "Private Lesson with my Sexy Teacher" wkwkkwkwkw

      Delete
    3. sexy teacher apa sexy student mba????hhe
      pengen tau kalo ji jeong se HOT jung min ga yah??? gkgkgk
      secara dia kan org yang kalem....

      Delete
    4. widihhhhhhhhhhhhhhhhhhhh mantapzzzzzzzz

      aku juga mau dong mba daftar
      hehehe

      Delete
    5. boleh boleh.. teachernya boleh dipilih lho.. mau siapa?? 1? 2? 3? 4? 5? 10? ^^

      Delete
    6. aku mau sama jung nam n jung min biar mantap ilmu nya
      hahahaha

      apa sih aku....

      Delete
    7. wah, mumpung mereka style _ngajar_ nya kan beda2 ya sist ^^

      Delete
    8. ya mba,,,,

      kan makin lengkap jadinya ilmuku
      hihihihi

      mau ampe ngerasain kaya si rossy waktu di mobil
      rasanya pasti seru mba...

      Delete
    9. wkwkwk wah terbayang2 selalu ya sist chapter 34? hihihih

      Delete
    10. always mba...

      apalagi kata2nya rossy, aku rekam di otak
      wkwkwkwkwk

      Delete
    11. wah aku yakin nanti sist bakal ngucapin kata2 itu jg pada calon :ehem:nya nih hihihiihhih

      Delete
    12. hahaha,,,,
      pas malam pertama aku langsung nomprok mba
      wkwkwkwk

      Delete
    13. nabrakin diri ke pasanganku kelak mba
      hahahha

      Delete
    14. hati hati bengkak sist abis ditabrakin ke pasangannya wkkwkw

      Delete
    15. bengkak yg mananya dulu mba??
      hehehe

      Delete
    16. tengah mana mba?
      tengah laut
      wkwkwkwk

      Delete
    17. bukan, tengah rawa2, yg ada padang ilalangnya itu tuh dibawah dua bukit kembar di atas hutan lebat.. hmm,,, hutan amazon kl gk salah. wkwkwkwkw :p

      Delete
  3. komen ku di chap 2 kok ga masuk :(
    mbak makin menarik aja ceritanya.. entar mereka berdua ketemu di seoul yah??? hhe
    kenapa jung in nggak sepinter kakanya yah ? hha
    peace jung in #kabur dulu deh sebelum dijitak jung in# hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah turut berduka cita sist krn komenmu gak masuk hahahahah....

      makasi ya sist ceritanya dah dianggap menarik :jd seneng: iya, kali ini banyakan di seoul :D

      jung in terlalu dimanja sih.. sukanya maen aja. ndak pernah belajar. ehhehehe...

      Delete
    2. sini aku yang kasih private tapi bukan makin pinter di pelajaran pinter nya di bidang KPOP hha. terutama tentang donghae hhi

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.