"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 24, 2012

Ninth Drama - Chapter 4



Lee Ji Jeong POV

Hari ini aku berada di Seoul, bertemu dengan Presiden Choi dan membicarakan pekerjaan yang akan aku tangani. Dia menyambutku dengan suka cita meskipun aku baru menerima tawarannya lima tahun kemudian, setelah dia mengirimkanku surat terakhir untuk membujukku.

Aku akan bekerja diperusahaan milik Presiden Choi. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan alat-alat konstruksi dan bangunan. Presiden Choi juga memiliki perusahaan lain, namun aku tak pernah mencari tahu tentang perusahaan-perusahaan yang dimilikinya.


Meski dia terkenal bertangan besi dan tanpa belas kasihan, namun aku tahu dia tak seperti itu. Dia adalah laki-laki yang sangat baik. Setidaknya delapan tahun lalu saat pertama aku mengenalnya. Dia telah banyak berubah enam tahun belakangan, aku tak akan menyalahkannya, terlalu banyak cobaan yang telah dia hadapi.

Dia laki-laki yang tangguh dan pantang menyerah. Dan dia berhasil membangun kembali perusahaannya yang sempat berada diujung tanduk.

Sebuah flat apartemen kecil diberikan sebagai tempat tinggalku di Seoul, aku tak perlu khawatir akan tidur dijalanan karenanya. Flat itu tak sekecil bayanganku, meski hanya terdiri dari sebuah kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu beserta dapur. Ruangannya cukup luas, bisa ditempati oleh empat orang dewasa tanpa merasa flat itu sempit.

Salah satu bukti kebaikan laki-laki itu. Dia bahkan mengangkatku sebagai Manajer. Jabatan yang harus digeluti oleh seorang arsitek selama puluhan tahun sebelum mendapat jabatan itu. Aku bisa langsung membangun gedung-gedung impianku pada saat hari pertama bekerja.

Telephone genggamku bergetar, aku memang tak pernah mengaktifkan suaranya, terlalu berisik menurutku.

“Ji Han? Kamu sudah kembali dari Hawaii?” tanyaku langsung.

“Kakak.. Mengapa kamu di Seoul? Aku baru saja pulang, aku mampir kerumah membawa oleh-oleh dan ibu mengatakan kakak sedang di Seoul” jawabnya.

“Oh, aku ada urusan disini. Nanti akan aku ceritakan setelah kembali kerumah. Bagaimana kabarmu? Suamimu mana?” tanyaku, aku senang mendengar suara adikku. Aku senang dia baik-baik saja.

“Aku baik kak, kakak apa kabar? Aku rindu pada kakak. Jung Min sedang mengobrol dengan ibu, ibu senang sekali aku bawakan oleh-oleh” aku tahu dia pasti sedang tersenyum.

“Kakak baik, besok kakak akan pulang, kakak akan mencarimu kesana ya. Titip salam pada ibu. Sekarang kakak harus pergi” lima menit lagi aku akan bertemu dengan Presiden Choi dan membicarakan proyek pertama yang akan aku tangani.

“Baiklah kak, kakak jaga diri baik-baik ya. Aku sayang kakak..”

“Aku juga sayang kamu Ji Han, berikan salamku pada suamimu ya” aku ingin bertemu dengan mereka. Aku merasa hari-hari pertama di Seoul pasti akan sangat berat karena jauh dari keluargaku.

~~~~

Presiden Choi mengajakku melihat lahan yang akan dibangun diatasnya sebuah rumah sakit milik pemerintah dengan taraf Internasional. Proyek yang aku tangani. Rumah sakit itu akan dibangun diatas lahan seluas 1 kilometer persegi, dengan tinggi bangunan sebanyak sepuluh lantai. Salah satu bangunan rumah sakit termahal di Korea.

Aku tak yakin dengan semua jadwal yang padat ini aku bisa kembali besok siang, perjalanan ke Busan memakan waktu hampir setengah hari mengendarai mobil. Sehingga saat aku muncul seminggu kemudian di depan pintu rumah kediaman keluarga Park, Ji Han merengut karena aku tak mengabarinya.

Aku telah bertemu dengan ibuku dan berpamitan padanya dengan berat hati. Setelah ini aku akan tinggal di Seoul dan berjanji untuk pulang kerumah sebulan sekali.

“Kakak bohong, aku sudah menunggu kakak minggu lalu dan kakak tak mengabariku sama sekali” kami mengobrol di dapur rumah itu, Ji Han sedang mengupas buah untuk suaminya. Jung Min hanya tersenyum melihat istrinya merajuk.

“Ji Han.. Kakakmu sudah datang malah kamu seperti ini, bukannya tadi kamu senang sekali karena akhirnya Ji Jeong pulang?” Jung Min tergelak melihat tingkah istrinya.

“Iya, kakak minta maaf. Tapi kakak tak bisa tinggal lama, kakak harus kembali ke Seoul sebentar lagi” kataku.

“Yah.. Kakak tidak bisa menginap disini semalam saja? Padahal ada yang ingin aku kabarkan” wajahnya murung. Dia terlihat sedih.

“Ada apa Ji Han? Kamu tidak apa-apa kan? Jung Min?” tanyaku pada mereka.

Jung Min memeluk istrinya, entah mengapa Ji Han menangis. Apakah dia sakit?

“Katakan pada kakakmu Ji Han.. Bukankah kamu ingin menceritakannya sendiri?” Jung Min mencium kening Ji Han, ada apa dengan mereka?

“Kak Ji Jeong.. Aku.. sedang hamil dua minggu...” dia tersipu malu mengatakan kabar itu padaku.

Aku kaget, mulutku menganga, tak menyangka akan secepat itu. Aku pun merengkuh tubuh Ji Han, Jung Min berdiri dibelakangnya.

“Benarkah?? Wah.. Kakak akan jadi paman? Selamat Ji Han.. Kamu akan jadi ibu. Apakah ibu sudah tahu?” Ji Han mengangguk, tangis haru turun di pipinya.

“Ya Jung Min.. Kamu benar-benar licin. Untung kalian sudah menikah, kalau tidak aku pasti menghajarmu” candaku.

Jung Min hanya mendengus mendengar ancamanku, mulutnya menyeringai licik.

“Baik-baiklah pada Ji Han. Aku tak bisa sering-sering melihatnya. Sekarang, dia tanggung jawabmu sepenuhnya” aku memeluk pundak besanku, Jung Min.

Setelah berpamitan pada Ji Han, adikku langsung kembali ke kamarnya. Mungkin dia sedang menangisi kepergianku.

“Kamu benar-benar tak apa berangkat semalam ini? Tak ada yang bisa menemanimu? Kamu bisa mengantuk dijalan” katanya cemas.

“Tak apa. Aku akan beristirahat bila aku mengantuk. Tak usah mencemaskanku. Masuklah, Ji Han membutuhkanmu” kataku sebelum masuk kedalam mobil.

“Terimakasih Ji Jeong. Untuk semuanya. Bila kamu perlu sesuatu, jangan segan menghubungiku. Kita adalah keluarga” katanya lagi.

Aku hanya mengangguk padanya kemudian mengemudikan mobilku menjauh dari rumah itu. Selamat tinggal Ulsan, selamat datang Seoul. Aku akan mengejar impianku. Senyum terbingkai diwajahku selama perjalanan panjang menuju kota Seoul yang menjanjikan masa depan yang kuimpikan.

~~~~

Park Jung In POV

Ibu memaksaku untuk tinggal di apartemen ini sendirian, meskipun seorang pelayan akan datang setiap hari senin untuk membersihkan apartemen ini dan mengisi bahan-bahan makanan untukku, aku tetap tak bisa memikirkan akan hidup sendirian di Seoul.

Kak Jung Nam memang memiliki sebuah apartemen juga di dekat sini, namun apartemen itu telah dia sewakan pada orang lain. Aku hanya akan tinggal seorang diri di Seoul dan ibuku akan kembali ke Busan esok pagi.

Bagaimana dia bisa begitu kejam meninggalkan anak gadisnya yang lugu ini di ibukota sendirian, aku bahkan tak bisa memasak. Apa yang akan aku makannn...

“Ibuuu.... Aku tak mau tinggal sendirian. Siapa yang akan masak untukku? Mencuci bajuku? Aku tak mau bu...” rengekku mengikuti langkah ibuku yang membenahi pakaianku dilemari.

“Jung In.. Jangan begini. Sudah waktunya kamu mandiri, jangan seperti anak kecil lagi. Tidak akan ada laki-laki yang mau pada gadis cengeng sepertimu”  ibu sungguh kejam mengatakan hal itu padaku.

“Ibu kejam. Tak berperasaan” sungutku.

“Jiz... anak ini” ibu memelukku, ibu tak tahu betapa malasnya aku tinggal disini.

“Jangan manja.. Ibu tak akan selalu ada untukmu, kakak-kakakmu juga akan menikah, kelak bila kamu tak bisa mengurus dirimu, siapa yang akan mengurusmu kalau bukan dirimu sendiri?” kata ibu lembut. Aku mengerti maksud ibu, tapi aku belum siap hidup seperti ini.

“Tapi bu.. aku tak punya siapa-siapa disini.. Pada siapa aku harus meminta pertolongan bila aku tertimpa musibah?” sekarang aku cemberut, mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk karena tinggal sendirian di apartemen luas ini.

“Kamu akan baik-baik saja Jung In. Kan ada So Bin, kalian sudah kenal juga kan. Dia juga kuliah disana. Universitas itu milik ayahnya, jadi kamu akan aman bersamanya. Ibu meminta So Bin untuk menjagamu selama di Seoul” ibu tak tahu betapa aku membenci So Bin karena dia sering menggodaku waktu aku kecil.

Dia adalah kakak kelasku di SMP. Kami satu sekolah waktu keluargaku tinggal di Seoul sebelum kembali ke Ulsan. Dia laki-laki pervert!!

“Ibu.. Aku benci So Bin. Mengapa malah dia yang harus ibu suruh menjagaku?” ibu sungguh tak pengertian.

“Sudah..sudah. Ibu tak ingin mendengar rengekanmu. Ibu mau tidur. Besok ibu harus kembali ke Ulsan, ibu ingin memberi selamat pada menantu ibu.. Ibu akan segera punya cucu..” dengan riang ibuku masuk ke dalam kamarnya.

Apartemenku memiliki dua buah kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi, kemudian sebuah kamar tempat menaruh pakaian, ruang tamu yang luas tempat meja belajarku diletakan dan dapur yang mungkin tak akan pernah kusentuh.

“Aku benci kuliahhhh” dengan gemas kulempari buku-buku ke atas meja. Memeluk Piko dan masuk ke kamarku.

“Apa yang sedang Ji Jeong lakukan ya sekarang?”


Dengan kesal kujatuhkan badanku ke atas ranjang. Aku tak ingin pagi segera datang. Aku tak ingin kuliah...

Ninth Drama - Chapter 5 
Ninth Drama - Chapter 3 

32 comments:

  1. Sini,,,aq adja yg kuliah,,nti pan aq bakal ktmuan ma akang Ji Jeong,,,hehheheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru aku mw bilang eh riska udah duluan...

      aku ngkak baca pandangannya si jung in,,,,
      lucu kalo dia ada beneran yah....

      Delete
    2. @riska : ahhahahaa...

      @fathy : :D pastinya sist...

      Delete
    3. kalo jung in ada di dunia nyata dah aku cubitin trs mba,,,,

      Delete
    4. awas ntr digaplok ama jijeong wkwkkwkw

      Delete
    5. digaplok pake bibirnya ji jeong y mba??

      mau bgt gitu loh mba, aku....
      hahahaha

      Delete
    6. hahahaha pornoooooo... mas bale mau diapainnn

      Delete
    7. kok porno sih mba??
      *mikir dr mna pornonya??
      mas bale lagi balik k london, mau natalan dia...

      Delete
    8. sist gk diajakin natalan? pan biar bs liat salju

      Delete
    9. gak mba....

      aku nti pas tahun baru di ajak untuk liat rumah di londo
      hehehehe

      Delete
    10. cieh.. londo apa londok wkkwkwkw

      Delete
  2. ji han udah hamil? Cie selamat jung min jadi bpk.. ^^
    kpn nih mba ji jeong sama jung in ketemu? Dah ga sbr :D
    so bin kayaknya org yg belagu ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba mereka mau selametan, ikutan gak?
      heheheh tiba2 nimbrung maaf mba

      Delete
    2. @Leli : ehhehe sebentar lg sist.. lg 2 chapter kl gk salah :D

      @fathy : gubrag dehhh...

      Delete
    3. mba jatuh??
      bangun mba, malu ma ji jeong, aku...

      Delete
    4. iya nih sist aku habis mimpi b*s*h kyk Diandra. wkwkwkwkkwkwkkw

      Delete
    5. wkwkwkwkwkkk

      kirain abis diceburin k kolam kaya lana, mba

      Delete
    6. lah kan nyambungnya bunyi gedubrag,,,

      Delete
    7. salah mba....
      bunyinya jadi "BYURRRR""
      byur byur ayam
      hahahaha

      Delete
    8. ikut nimbrung juga ahhh hhe
      mending bubur aya mba... :D
      jadi laper aku...makan yo....
      mba shin traktir dong #lah kkkkkkk~

      Delete
    9. @fathy : wkwkkwkwkw gebleg dahhhh. kirain byur byur apa. :ngakak:sumpeh:

      @Leli : ntr ya nunggu fee eight drama ditransfer dulu sist br aku traktir bubur ayam dah.. wwkwkwkkw

      Delete
    10. nah yah,,, mba shin mikir apa???
      ayo ngaku,,,,

      leli,,, ayo makan,,, msh da gak ya tukang bubur ayam jam segini???

      Delete
    11. @fathy kayaknya masih ada deh... hhe #ketauan suka makan malem2#
      @mba shin ditunggu traktirannya ya mba :D

      Delete
    12. @fathy : gak ada, gk ngira aja bakal diplesetin
      @leli : traktiran fotonya aja ya biar lebih gampang buat dikirim ^^

      Delete
    13. laeli : wew daerah mana?? daerah rumahku dh g da yg lewat tukang makanannya nih,,,,



      wah knp mula serius dia y.....
      mba shin kebawa alurnya ji jeong yah....

      Delete
    14. ditempat ku jam segitu masih suka banyak tukang dagang yang lewat mba fathy.. mau ngebaso tengah malem aja ada hhihhi

      Delete
  3. mba shin, ini smp brp chapter y? >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum tahu sist. hihihihi... keep update trus ya biar tahu sampe chapter brp lol... ^^

      Delete
  4. mba shin mksh y ttp da ji han,dan sdg hamil pula.aih :D lg dunk,heheh mba fathy privatin jung in tuh.ji jeong nya ma aq jag.heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.. iya bakal ikut nentuin masa depannya jijeong n jung in kok jihannya, ^^

      Delete
    2. rena,,,,,

      gak boleh ini khusus mereka berdua aja,,,,
      rena masih cilik

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.