"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, December 25, 2012

Ninth Drama - Chapter 6



Lee Ji Jeong POV

Seperti janjiku, akhirnya aku bisa meluangkan waktu untuk menjenguk ibu di Ulsan. Namun hanya dua hari yang sangat singkat yang bisa kulewatkan bersama ibu dan Ji Han yang datang kerumah untuk melihatku.

Perutnya kini terlihat jelas karena badannya yang mungil. Jung Min selalu menemaninya kemanapun dia pergi meskipun suaminya itu sedang bekerja. Dia tak pernah meninggalkan Ji Han sendirian tanpa pengawasan. Terkadang bila dia tak bisa menemani Ji Han, nyonya Park atau Bi Ra Ni yang bertugas untuk menemaninya.


Sore ini aku harus kembali lagi ke Seoul, melanjutkan proyek yang tertunda. Tak lupa aku mampir ke rumah keluarga Park untuk berpamitan pada Ji Han dan keluarganya.

Paman Ok Gil menyambutku di depan pintu gerbang rumah itu. Dia mengantarkanku masuk ke dalam rumah dan mempersilahkanku duduk dikursi ruang tamu. Jung Min dan Ji Han segera turun dari kamar mereka dan menyambutku.

“Kamu baik-baik saja?” tanyaku pada Ji Han. Dia terlihat pucat meski senyum diwajahnya tak pernah sirna.

“Aku baik-baik, kak. Baru saja aku muntah lagi” katanya lemah.

“Kata dokter memang wanita hamil seperti ini, namun aku khawatir dengan kesehatan Ji Han. Bila dia memuntahkan semua makanan yang habis dimakannya, dia tak akan punya energi lagi” Jung Min merengut disamping istrinya.

Aku tak tahu bila wanita begitu tersiksa saat mereka hamil. Wanita-wanita yang telah menjadi seorang ibu pastilah sangat kuat karena mampu melewati semua cobaan selama kehamilan mereka. Aku hanya bisa memijat tangan adikku, berharap pijatanku membuatnya tenang dan merasa lebih baik. Wajahnya tersenyum lemah padaku.

“Ji Jeong?” sapa nyonya Park dari arah kamarnya. Dibelakangnya Jung In mengikutinya, wajah gadis itu selalu cemberut setiap kali aku melihatnya.

“Nyonya Park..” balasku.

Nyonya Park mengambil tempat duduk disamping Ji Han, mengelus tangannya lembut dan menghiburnya.

“Mengapa Jung In masih belum berangkat bu?” tanya Jung Min pada ibunya.

“Haiss.. Bocah nakal ini ketiduran dan ketinggalan pesawatnya. Dan dia begitu bodoh hingga tak menyadari harus berada di Seoul besok pagi. Semua penerbangan ke Seoul telah penuh hingga nanti pukul lima pagi. Anak ini benar-benar membuat masalah” keluh ibunya.

Aku memandang wajah Jung In yang memerah, dia terlihat menahan tangisnya agar tak keluar didepan kami semua.

“Ji Jeong..” panggil Jung Min padaku.

Aku mengalihkan pandanganku pada laki-laki itu.

“Bagaimana kalau Jung In menemanimu ke Seoul? Bukankah akan lebih baik bila kamu punya teman dalam perjalanan? Kalian bisa mengobrol sehingga tidak sampai ketiduran kan?” dia merasa telah memberikan ide yang sangat baik untuk masalah Jung In.

“Oh.. Aku tak keberatan, tapi.. Apa tidak apa-apa? Perjalanan ke Seoul memakan waktu enam jam, meski kami bisa sampai sebelum tengah malam, tapi akan tidak nyaman bagi Jung In untuk duduk selama itu didalam mobil” kataku sambil memandang wajah gadis itu.

Dia kini mengalihkan pandangannya menatapku. Matanya membelalak seolah dia terkejut dengan gagasan kakaknya.

Well, aku tak akan tersinggung bila dia menolak berduaan dengan seorang ajusshi selama enam jam perjalanan di dalam mobil.

“Bagaimana Jung In? Apa kamu mau? Daripada kamu terlambat?” tanya Jung Min pada adik perempuannya.

Ibunya mengiyakan, ikut menunggu jawaban dari mulut Jung In. Ji Han hanya memandang kami berdua dengan tatapan khawatir. Aku tak tahu mengapa dia harus khawatir. Bila Ji Han mencemaskan keselamatan Jung In, aku rasa dia terlalu berlebihan. Aku bukanlah pengemudi yang sembrono.

“A..aku.. mau..” katanya tergagap. “..daripada terlambat kan..” sambungnya lagi sebelum berlari menuju kamarnya. Tak lama kemudian dia muncul kembali dengan pakaian hangat dan koper ditangannya.

Maka berangkatlah kami berdua menuju Seoul. Aku tak pernah membayangkan akan ditemani oleh seseorang dalam setiap perjalananku. Apalagi gadis kecil ini. Aku merasa salah tingkah berada di dekatnya. Gugupkah aku? Pada anak kecil?

“Pakai sabuk pengamanmu” kataku saat kami berada di dalam mobil.

Rumah Park terlihat semakin kecil dibelakang kami. Mobil yang kupacu dengan kecepatan normal perlahan-lahan meninggalkan kota kecil itu menuju Seoul. Waktu menunjukan pukul enam sore saat kami berangkat.

“Kamu sudah makan?” tanyaku padanya.

Dia hanya menggeleng, namun cepat-cepat dirubahnya dengan anggukan berkali-kali. Aku tak dapat tidak memandangnya, tak sadar aku tertawa geli melihat kelakukannya. Perjalanan ini akan sangat menyenangkan.

~~~~

Park Jung In POV

Hatiku berteriak gembira saat akhirnya mobil ini melaju dengan cepat keluar dari rumahku. Meninggalkan kakak dan ibuku yang memandang kepergian kami. Kak Ji Han telah kembali ke kamarnya sebelum sempat mengantarkan kami ke pintu gerbang.

Kehamilannya sangat buruk, aku kasihan padanya. Untunglah Kak Jung Min selalu ada untuknya. Dia adalah suami yang baik.

Jantungku berdebar-debar kencang, laki-laki yang aku sukai berada disampingku, hanya berjarak setengah meter dan aku bisa menyentuh tangannya yang sedang berada di atas perseneling mobil.

Aku bisa mencium wangi parfum yang dipakainya, begitu lembut dan halus namun masih mencirikan kemaskulinannya yang jelas terlihat dari paras wajahnya yang dewasa.

“Oh, Ji Jeong.. Mengapa kamu begitu memabukanku dengan pesonamu..” hatiku memuja laki-laki ini.

Ingin kujatuhkan diriku dalam pelukannya. Ingin kurasakan pelukannya yang erat pada tubuhku. Kemudian bibir kami akan bersentuhan dan.. dan dia mengagetkanku dengan pertanyaannya.

“Kamu sudah makan?” pertanyaan yang sangat merusak suasana. Akupun menggeleng, namun segera kusadari kekeliruanku.

Akupun mengangguk dengan cepat, tak ingin dia menertawaiku karena kebodohanku. Di depan laki-laki ini aku merasa selalu terlihat bodoh. Bagaimana mungkin dia akan jatuh hati padaku. Aku meringis didalam hati.

Kami tidak banyak bicara sepanjang jalan itu, kantukpun menyerangku. Aku seharusnya menemani Ji Jeong mengobrol agar laki-laki itu tidak ketiduran saat mengendarai mobil, namun justru akulah yang tertidur disampingnya.

Aku tak menyadari bila kepalaku telah bertumpu pada pundaknya. Pundak Ji Jeong yang kokoh kini menjadi bantal tidurku. Saat mataku terbuka kembali dan menyadari bagaimana Ji Jeong mencoba menahan kepalaku selama lebih dari dua jam tidurku, akupun tersipu malu.

“Maafkan aku.. Tanganmu pasti kebas sekarang” kataku malu. Mengapa aku harus membuat diriku terlihat lebih bodoh lagi.

“Oh tidak... Mami...” tangisku dalam hati.

~~~~ 

3rd Person POV

Mobil itu akhirnya tiba di depan lobby apartemen tempat Jung In tinggal pada pukul satu dini hari. Karena merasa Ji Jeong terlihat lelah dan mengantuk, Jung In mengundangnya untuk masuk ke dalam apartemennya dan menawarkan laki-laki itu secangkir kopi.


Awalnya Ji Jeong mencoba untuk menolak, namun dia tak dapat mengingkari matanya yang telah terkantuk. Hingga akhirnya dia setuju untuk masuk ke dalam kamar apartemen Jung In dan berjanji pada dirinya agar segera pergi setelah meminum secangkir kopi dan mungkin menghisap sebatang rokok.

Ninth Drama - Chapter 7 
Ninth Drama - Chapter 5 

15 comments:

  1. yes, mba shin ng post lagi.. Cie bakalan ada apa nih di apartemen jung in? Pliss mba jangan sampe ga terjadi apa2 harus terjadi apa2 ya mba *maksa dgn alay nya* hha
    sesuatu yg baik jung in mau pun ji jeong ga bisa lupain.. Kkkkk *bnyak permintaan* :D

    ReplyDelete
  2. masa pake pngarang POV???
    ngakak aku bacanya,,,hahhhaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah diketawain hiks... T__T mustinya aku tulis third person POV hadehh... edit dah ntr lol

      Delete
    2. jiah,,,dganti euy....whuahahhahahhaaa,,,

      ga pke ngambek kan sistah???

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
    4. klo aku biasanya pake *Author POV*

      _ikut nimbrung_

      Delete
    5. hahaha kan udah tuh "pengarang POV" cuman pake bahasa indonesia diledek ama sis Riska hiks...

      Delete
  3. widih nanggung amat y,bz num kopi pain y?heheh lanjut *gaya ariel :D

    ReplyDelete
  4. Ji Han kshn.. Jung Min cm sbntr bgtz mnculny *slh fokus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha naniti belakang2 jg muncul lg sist :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.