"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, December 26, 2012

Ninth Drama - Chapter 8



warning : 18 yo or older

Pukul sebelas malam, Ji Jeong membunyikan bell apartemen wanita itu. Eun Suh mengirimkannya alamat apartemennya sebelum jadwal Ji Jeong pulang.

Wanita itu menyambutnya dengan hangat, menyuruhnya duduk di kursi meja makan yang telah terhidang makanan yang membuat perut laki-laki itu kelaparan.

“Masakanmu terlihat enak” katanya senang. Dia tak tahu Eun Suh mahir memasak.


“Aku adalah anak tertua, tentu saja masakanku enak. Akulah yang memasak untuk keluargaku sejak ibuku meninggal saat kami masih kecil. Kamu akan ketagihan dengan masakanku” kata Eun Suh senang.

“Oh ya? Benarkah?” Ji Jeong tersenyum padanya. Memperhatikan gerak lugas wanita itu di dalam dapur. Dia terlihat nyaman berada disana.

“Eun Suh.. Bolehkan aku mandi disini? Badanku terasa sangat lengket. Aku membawa pakaianku, jadi aku punya pakaian ganti” kata Ji Jeong saat bangkit dari kursinya.

“Tentu, kamar mandi ada di dalam kamarku, aku akan membawakanmu handuk baru” Eun Suh mengajak Ji Jeong masuk ke dalam kamarnya yang rapi. Ji Jeong terkesan dengan kebersihan dan kerapian apartemen milik wanita itu.

Kamar mandi itu memiliki tempat mandi shower dengan kaca transparan. Tubuh Ji Jeong yang telanjang terlihat jelas lewat kaca itu. Ketika Eun Suh membawakannya handuk baru, wajah wanita itu memerah menyaksikan pemandangan di depannya. Dengan memalingkan wajahnya, dia menyodorkan handuk itu pada Ji Jeong.

Meski menyadari tubuhnya telanjang, Ji Jeong tak merasa malu dengan ketelanjangannya. Dia memiliki tubuh yang atletis dan sempurna. Dadanya putih bersih tanpa rambut yang tumbuh diatasnya. Bila menyentuh dada itu, akan terasa halus lembut kulitnya.

Menyadari keengganan Eun Suh, Ji Jeong keluar dari kotak shower itu dan menggapai handuk yang Eun Suh berikan padanya. Kemudian wanita itu berlalu dari dalam kamar mandi, menenangkan debar jantung dalam dadanya.

Dia melihat keseluruhan tubuh telanjang Ji Jeong, otomatis tangannya mengipas-ngipas tubuhnya karena mendadak dia merasa tubuhnya berkeringat.

Setelah mengenakan pakaian penggantinya, Ji Jeong keluar dari kamar itu menemui Eun Suh yang telah menunggunya di meja makan. Mereka makan dengan tenang, hanya basa basi ringan yang dilemparkan Eun Suh padanya. Ji Jeong tak berusaha mengisi pembicaraan, pikirannya melayang pada Jung In dan apa yang sedang dilakukan gadis itu saat ini.

Namun saat mereka berdua duduk di depan televisi menyaksikan acara yang tak bermutu, pikiran Ji Jeong seutuhnya berada pada wanita disampingnya. Tubuh mereka berdekatan, tangan mulai terjalin, mereka tahu apa tujuan utama undangan makan malam itu.

Mereka hanya mencicipi menu pembuka sedangkan menu utama belum dihidangkan.

Eun Suh meletakan tangannya diatas paha Ji Jeong, meraba paha laki-laki itu dan memijatnya dengan lembut. Tangan Ji Jeong merengkuh pundak Eun Suh dan membawanya kedalam pangkuannya.

Tubuh wanita itu diterpanya, membuat tubuhnya sendiri menindih Eun Suh di atas sofa.

Ji Jeong kemudian mencium bibir itu dengan mesra, mencoba membangkitkan gairah dalam tubuh Eun Suh. Saat bibir mereka berpagutan dengan panas, tangan Ji Jeong membuka kancing-kancing blouse piyama Eun Suh dan melepaskan pakaian itu dari tubuhnya.

Kini tangannya bergerak kebelakang punggung wanita itu, mencari kait bra yang membungkus payudaranya. Sekali hentak, bra itupun teronggok di atas lantai tak berdaya.

Wajah Ji Jeong tenggelam dalam belahan dada Eun Suh. Mencium dan menghisap kedua belah payudara wanita itu dengan rakus. Mengecup ujung putingnya yang merekah berwarna merah muda. Lidahnya bermain dengan liar diatas puting itu, memilin dan menggigit kecil dan menjalarkan kenikmatan tersendiri pada Eun Suh.

Ji Jeong membuka kancing kemejanya dan melepaskannya kebawah, kini dia membuka kait ikat pinggangnya dan melepaskan celana panjangnya. Ji Jeong tidak memakai celana dalamnya.

Mata Eun Suh terbelalak menatap kejantanan Ji Jeong yang telah berdiri tegak mengeras dan tegang menantangnya. Milik laki-laki itu besar dan panjang, sangat berbeda dengan kejantanan milik laki-laki Korea pada umumnya.

Dengan sekali tarikan, Ji Jeong melepas celana pendek Eun Suh sekaligus celana dalam wanita itu. Ji Jeong memandangi bagian kewanitaan Eun Suh yang berwarna merah muda, melihat bagian kewanitaannya yang telah sangat basah dengan cairan pelicinnya.

Masih di atas sofa, dia membuka lebar-lebar paha Eun Suh. Wanita itu pernah melakukan hubungan  seksual sebelumnya dengan laki-laki lain, mungkin dengan pacarnya dulu yang tak diketahui Ji Jeong.

Ji Jeong mendekatkan wajahnya pada bagian kewanitaan Eun Suh, memainkan lidahnya pada klitoris wanita itu, menghisap, memilin dan menusuk bagian kewanitaannya hingga Eun Suh mendesah-desah menahan gelombang nikmat di ujung klitorisnya.

Saat jari tangan Ji Jeong masuk ke dalam rongga kewanitaannya dan bermain bersama dengan lidahnya didalam sana, Eun Suh tak dapat menahan lagi aliran orgasme yang menderanya.

Tubuhnya menggelinjang menikmati sensasi klimaks pertama yang dirasakannya. Ji Jeong tak banyak bicara saat mereka melakukan foreplay atau pemanasan.

Setelah memberikan Eun Suh orgasme pertamanya, Ji Jeong kemudian mengangkat tubuh wanita itu dalam pangkuan di depan tubuhnya ke dalam kamar. Membaringkan tubuh Eun Suh di atas ranjang dan menyusul wanita itu kemudian.

Tubuh Ji Jeong merangkak perlahan di atas tubuh Eun Suh, mereka berciuman lagi, mulut Ji Jeong menggoda wanita itu hingga tubuhnya melengkung menginginkan penyatuan tubuh mereka.

Penyatuan yang telah ditunggu-tunggunya sejak pertama dia melihat laki-laki itu pada awal jumpa kerjasama mereka.

Setelah merasa tubuh Eun Suh siap menerimanya, Ji Jeong memegang kejantanannya dan mengarahkan pada rongga kewanitaan Eun Suh. Menahan kejantanannya agar tidak menusuk dengan tergesa-gesa dan menyakiti wanita itu.

Dengan ukuran kejantanan seperti itu, Ji Jeong harus dengan perlahan mengarahkan kejantanannya masuk ke dalam tubuh Eun Suh. Wanita itu meringis tatkala ujung kejantanan Ji Jeong berhasil menerobos rongga kewanitaannya.

Dengan gerakan perlahan, Ji Jeong mengeluar-masukan kejantanannya sedikit demi sedikit hingga menyentuh dinding rahim Eun Suh.

Wanita itu meringis karena penuhnya rongga kewanitaannya akan kejantanan Ji Jeong. Tubuhnya kaku menahan rasa nyeri yang hanya dirasakannya saat awal-awal keperawanannya hilang.

Namun kini dia merasakannya lagi, karena begitu besar dan panjangnya kejantanan laki-laki itu.

“Maafkan aku bila menyakitimu..” bisik Ji Jeong lembut ditelinganya.

Ji Jeong mencium bibir Eun Suh dengan mesra, pinggangnya mulai bergerak maju mundur dengan perlahan di atas rongga kewanitaan Eun Suh. Erangan yang keluar dari mulut Eun Suh tertahan oleh ciuman panas yang Ji Jeong berikan padanya.

Setelah merasa tubuh wanita itu rileks dibawahnya, Ji Jeong mempercepat ritme gerakan menghujamnya hingga akhirnya dia mendesah merasakan kenikmatan pada kejantanannya yang sedang bergerak keluar masuk tubuh Eun Suh dengan agresif.

Ji Jeong memejamkan matanya, menikmati gelombang yang mendesak didalam rongga kewanitaan Eun Suh. Tangannya bermain-main diatas payudara wanita itu. Memutar-mutar putingnya yang mengeras dan meremas-remas payudara itu dengan gemas.

Eun Suh mengerang keras dibawahnya, meneriakan nama Ji Jeong agar laki-laki itu semakin mempercepat gerakannya, dan dia melakukannya. Tak lama kemudian Eun Suh mencengkeram tangannya dengan kuat, mata wanita itu membelalak tanpa fokus pada pandangan di depannya. Gelombang cairan hangat yang membanjiri rongga kewanitaannya semakin menambah gairah Ji Jeong di dalam tubuh Eun Suh. Wanita itu telah mendapat orgasme keduanya.

Ji Jeong menarik lepas kejantanannya yang masih berdiri tegak dan memutar tubuh Eun Suh hingga wanita itu tertelungkup dibawahnya. Dengan meletakan bantal dibawah perut Eun Suh, Ji Jeong mengangkat pinggang wanita itu dan mengarahkan kejantanannya masuk ke dalam rongga kewanitaannya lagi.

Kini Ji Jeong berburu mencari pelepasannya sendiri. Eun Suh yang telah tersadar dari orgasmenya kini mengerang lagi merasakan kejantanan Ji Jeong yang semakin kejam keluar masuk tubuhnya.

Saat laki-laki itu mengerang diatasnya, dia merasa kehilangan karena Ji Jeong mencabut kejantanannya dari rongga kewanitaan Eun Suh dan mengeluarkan pelepasannya pada punggung wanita itu. Dia tak ingin mengeluarkannya di dalam tubuh Eun Suh. 

Namun demikian tubuh Eun Suh terlalu lemas untuk protes. Dia ingin merasakan semburan cairan Ji Jeong memenuhi rahimnya, sensasi yang akan memberikannya orgasmenya yang ketiga.

Setelah Ji Jeong membersihkan punggung Eun Suh dengan tissue, mereka berbaring berdampingan. Eun Suh memeluk tubuh Ji Jeong begitupula sebaliknya. Tak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka. Karena mereka tahu, mereka sama-sama terpuaskan.


Ji Jeong mengecup kening Eun Suh saat menyelimuti tubuh mereka dengan selimut dari kaki ranjang, mereka tidur berpelukan hingga matahari pagi menyingsing di esok hari.

Ninth Drama - Chapter 9 
Ninth Drama - Chapter 7 

28 comments:

  1. ah males ah,bt ma mba shin.ksian jung in :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ampyun.. kan jung in forbidden lovenya jijeong sist... gk boleh disentuh... trus musti kemana donk lampiasinnya.. wkwkkwkwkkw :ngakak:

      Delete
    2. wkwkwkwkkw.. apa nama eunsuh aku ganti aja ya jadi.....??? wkwkwkkwkw

      Delete
  2. eyaaaa....kurang panjang mbk shin...hahaha (>y<)

    ReplyDelete
    Replies
    1. apanya kurang panjang nene?? kan tadi dah dibilang... "panjang dan besar" wkwkwkwkwkwkw :kabur:

      Delete
  3. Hai, mba Shin.. I'm new comer, krn pornov, jd tertarik buka blog ini.. Kirain tdnya film korea beneran, hehehe.. Wuih.. Jd gak kerja neh, bolak balik baca drama d sini, *ssttt, diam di pojokan pura2 liat komputer pdhl yg dibaca laen, ;-)*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai jg sist christinee.. met datang ya. semoga betah mampir kesini ^^. makasi jg udah nyempetin waktunya buat baca2 cerita picisan bikinanku. mudah2an suka ya. hahaha jgn sampe ketahuan lhoo bacanya ntar semua pada pengen rebutin komputermu ikutan baca.. hehehehhee

      Delete
  4. Haiks.. Kok jd sm si Eun Suh mba Shin????

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya sist.. alasannya sih simple.. JiJeong laki-laki dewasa, butuh penyaluran. n dia ama jungin belum saling cinta di chapter ini. akan aneh kl partnernya jungin kan? sementara hubungan jijeong n eunsuh jg hanya berdasarkan karena saling membutuhkan.. jd bukan cinta jg, tp eun suh kan udah dewasa.. jd jijeong merasa fine2 aja ama eunsuh..secara jung in kan masih baby.... udah gt.. jijeong jg takut kl dia deketin jung in ntr malah hubungan keluarga mereka jd rusak...

      Delete
  5. Hai, mba Shin.. I'm new comer, krn pornov, jd tertarik buka blog ini.. Kirain tdnya film korea beneran, hehehe.. Wuih.. Jd gak kerja neh, bolak balik baca drama d sini, *ssttt, diam di pojokan pura2 liat komputer pdhl yg dibaca laen, ;-)*

    ReplyDelete
  6. astaga mba shin ga ikhlas ga ridho deh ji jeong nyalurinnya ke eun suh takut nantinya jadi boomerang bwt jung in sama ji jeong..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhahaha.... ^__^ peace sista..

      Delete
    2. setuju sama leli,,,,, lel, kita demo ke rumahnya mba shin yuk,,, lol.....


      mba shin awas yah kalo eun suh bikin kacau, tak cegat nti mba shin,,,,

      Delete
    3. wadohh drtd komennya ngancem2 aja ni anak satu.. ckckckck

      Delete
    4. biarin aja :P

      aku belajar dari jung min, mw apa??

      Delete
    5. ketularan virus jung min rupanya.. kok gak mau ketularan virus keisuke aja??

      Delete
    6. keisuke jahat,,,

      jung min baik,,, :P

      Delete
  7. ah ji jeong jahat ma jung in.

    hikshisk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kok bisa sis.. mereka kan belum pacaran.. lol..

      Delete
  8. Iya deh, gpp, jijeong sm jung in kan blm pacaran..
    penyalurannya jijeong mantabs dunk sis?? Xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantabs donk kan dah pengalaman huahuahuaa...

      Delete
  9. Sis, biasanya ad warning, for 18th +, hahahaha.. Seumuran si Jijeong, ya udah wajar ya sis pengalaman, kayak kita2..xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha lupa aku sist... lol... hahahahaha iya donk.. dah banyak makan asam, asin garem kehidupan. apa coba..

      Delete
  10. Hadoh aku pura pura g denger ah kan blm 17 msh imut" kyak jung in
    (tutuo kuping pake 2 tgn tp baca mimik)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.