"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, December 27, 2012

Ninth Drama - Chapter 9



Park Jung In POV

Akhirnya aku bisa mengemudikan mobilku lagi. Setelah menghindar dari si So Bin yang menjengkelkan –bagaimana tidak, dia selalu mengajakku ke klub malam milik temannya, aku kan tidak suka bepergian ke tempat seperti itu- tapi sejak aku tendang tulang rawan di kakinya dia belum sekalipun menghubungiku lagi. Kapok!! Siapa suruh berani-beraninya mencoba menciumku waktu itu.


Hari ini aku pulang cukup sore, kuliah yang dimulai pagi ini ternyata dilanjutkan dengan kuliah pelajaran lain yang sebelumnya telah aku lewati. Bila aku melewati kuliah pelajaran ini lagi, ibu akan memarahiku karena jumlah absenku yang tinggi.

Sebelum kembali ke apartemen, aku singgah dulu ke rumah temanku untuk mengembalikan buku catatannya yang sudah kupinjam selama dua minggu. Aku hanya bisa terkekeh malu karena buku catatan yang tadinya hanya ingin kupinjam sehari, ternyata tidak menarik sama sekali untuk dibaca dan perlu waktu dua minggu bagiku untuk menyalin ulang pada buku catatanku sendiri.

Ibu temanku memasak makanan yang banyak karena hari itu adalah hari ulang tahun adiknya. Meski hanya dirayakan sederhana bersama keluarganya, mereka telah berbaik hati untuk memintaku menikmati pesta itu disana.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam saat aku mengendarai mobilku kembali ke apartemenku. Dan tiba-tiba suara ban meletus terdengar, tak lama kemudian mobilku oleng bergerak tak terkendali karena setir kemudi yang tak bisa aku kontrol. Mobilku pun menabrak trotoar pembatas di pinggir jalan. Untungnya kepalaku hanya terbentur kecil tak sampai membuatku gegar otak.

Namun malam-malam seperti ini dimana aku harus mencari mobil derek atau bengkel yang bisa membantuku memperbaiki mobil ini? Daerah ini bukan tempat lalu-lalang taksi karena jauh dari jalan utama. Di kiri kanan jalan hanya terdapat tanah kosong dan taman kota.

Aku tak mungkin menghubungi So Bin untuk menolongku, laki-laki itu pasti sangat senang karena bisa membuatku berhutang budi padanya. Tidak!! Not him!! Lalu, apa aku harus menghubungi Ji Jeong..?

“Aku bahkan tak tahu nomer telephonenya” kataku sedih.

Sejak kami berciuman pagi itu, aku tak berani menghubunginya, setidaknya untuk menjelaskan mengapa aku tak mau menatapnya saat dia pergi. Dia pun tak pernah menghubungiku “Kenapa dia juga ikut-ikutan begitu?” ughh....

Turun dari mobil, kupandangi ban mobil sebelah kanan belakang, tampak sangat menyedihkan karena lapisan luar yang pecah.

Sudah pukul sepuluh malam lebih, dipinggir jalanan yang gelap dan sepi seorang diri, aku mulai khawatir akan terjadi hal-hal yang buruk. Sedikit berlari, aku duduk kembali di dalam mobilku dan mengunci pintu rapat-rapat. Akhirnya aku menelephone Kak Jung Min.

“Kak... Mobilku kempes dijalann... Aku sendirian, sudah malam aku tidak berani pulang..” rengekku padanya.

Suara kak Jung Min terdengar aneh, nafasnya ngos-ngosan dan suaranya terputus-putus.

“APA YANG SEDANG DIA LAKUKAN?? KYAAAA” teriakku dalam hati. Apa mungkin aku telah mengganggu ritual penting Kak Jung Min dengan Ji Han unnie?? Wajahku bersemu merah karena memikirkannya. 

“Ha? Tak ada..bengkel didekat sana?” katanya masih ngos-ngosan.

“Tidak ada. Kalau ada buat apa aku menelephone-mu” jawabku merengut.

“hmm...” dia terlalu lama berpikir. Nampaknya kak Jung Min sedang tak bisa berpikir saat ini, sesuatu yang lain membuat konsentrasinya buyar.

“Aduh.. Beritahukan aku nomer telephone Kak Ji Jeong saja, aku akan meminta dia menolongku” kataku akhirnya.

Sedikit berharap kak Jung Min tak akan berpikir macam-macam. Bukankah kami keluarga? Tidak akan aneh kan bila aku meminta bantuan keluarga? Senyum manis terukir diwajahku, aku pasti bisa..

Setelah mendapat nomer telephone Ji Jeong, akupun memencet nomer-nomer yang diberikan Kak Jung Min padaku. Sekali pandang dan aku langsung mengingatnya, beda sekali dengan pelajaran-pelajaran yang membingungkan di kampus.

Aku menarik nafas panjang sebelum memencet tombol dial. Semoga dia bisa menolongku..

Suara dering ke enam dan tak ada yang mengangkat panggilanku. Harapanku kian sirna seiring panjangnya nada sambung telephoneku. Hatiku menjadi sedih dan tenggorokanku tercekat, aku ingin menangis..

Saat akhirnya air mataku menetes dan sebuah isakan terlepas dari mulutku, suara Ji Jeong terdengar dari speaker handphoneku. Mungkin dia mendengar suara isak tangisku karena setelah itu dia terdengar cemas.

“Halo? Siapa ini?” tanya Ji Jeong.

Entah mengapa tak ada suara yang terdengar dari mulutku. Aku tak mampu berkata-kata, saat ini tak ada yang paling kuinginkan selain menangis di dadanya. Aku begitu sedih hingga lupa pada apa yang ingin kukatakan padanya.

“...Jung In...?”

“dia tahu ini aku?!!” teriakku dalam hati.

Tangisku semakin menjadi-jadi, aku tak bisa mengungkapkan mengapa tangisku semakin keras. Aku tak bermaksud untuk membuat Ji Jeong panik dengan mendengar suara tangisanku. Aku menutup mulutku dengan sia-sia, isak tangis itu masih tercetus samar-samar.

“Jung In, kamu kenapa?? Dimana kamu sekarang? Jung In, jawab aku!!” teriak Ji Jeong panik.

~~~~

Lee Ji Jeong POV

Ada apa dengan gadis itu? Mengapa dia menangis seperti itu? Aku tak habis pikir apa yang terjadi padanya saat menyambar jas ku dari kursi kantorku. Sudah pukul sebelas malam dan apa yang dilakukan Jung In diluar sana? Gadis itu sedang berada dipinggir jalanan yang sepi, daerah itu rawan sekali, mungkin saja orang iseng mengganggunya, bila terjadi apa-apa padanya apa yang harus aku katakan pada keluarganya.

Tak pernah aku mengendarai mobil seperti ini sebelumnya. Tanpa melihat dua kali, aku menyebrangi jalan di depanku, memacu mobil diantara jalanan perkotaan yang padat. Aku bahkan tak perduli saat banyak orang membunyikan klakson mobilnya dengan kencang karena terganggu dengan caraku menyetir. Perduli setan!! Aku harus menolong seorang gadis, setiap detiknya sangat berharga.

Mobil itu terparkir dijalan, tepatnya terpaksa untuk berhenti karena bempernya menyentuh trotoar pembatas jalan sehingga mobilnya terangkat. Kuhentikan mobilku di belakang mobil itu, mataku nyalang mencari sosok Jung In di dalam mobil. Tak ada siapa-siapa disana. Kemana gadis itu?!

“Jung IN??!!” teriakku sembari memandangi sekelilingku.

Dari arah belakangku berlari seorang gadis yang ketakutan. Dia masih menangis, entah apa yang dia takutkan.

“Ji Jeoonggg...” teriaknya sambil berlari ke arahku. Kubuka lenganku agar Jung In memelukku. Gadis itu memerlukan pelukan seseorang saat ini. Tak heran, gadis sekecil dia pasti akan ketakutan di kota besar seperti Seoul, sendirian, terdampar, tak ada keluarga yang bisa menolongnya.

Tidak, meski tak ada hubungan darah, tapi aku adalah keluarganya..

“Shh..sudah tak apa-apa. Aku sudah disini. Tak ada lagi yang perlu kamu takutkan” hiburku agar tangisnya mereda.

Tubuh kami terasa begitu dekat, aku bisa merasakan otot payudaranya yang lunak tertekan di perutku. Dia begitu mungil, ujung rambutnya bahkan tak sampai di atas pundakku.

“Mengapa wangi tubuh gadis ini begitu membuaiku?” aku menarik nafas kesakitan. Hatiku sedih menyadari kami tak mungkin bisa bersama.

Kulepaskan pelukan kami dan membimbingnya masuk ke dalam mobilku. Sebelum meninggalkan mobil milik Jung In disana, kutekan remote  dan mengunci pintu mobil itu. Jung In masih terisak disampingku saat mobil kuarahkan menuju apartemennya. Aku tak bertanya mengapa dia menangis, dia hanya memandang ke arah jendela tanpa berusaha berbicara padaku.

Sesampainya di depan gedung apartemen Jung In, akupun meninggalkannya, aku tak mungkin singgah ke apartemennya malam itu, melihat dia tak terluka sudah cukup bagiku.

Namun tak sampai lima menit handphoneku bergetar, Jung In memanggilku lagi.

“Jung In? Ada apa?” tanyaku padanya.

“Tas ku ketinggalan di dalam mobil, aku lupa mengambilnya.. Kunci apartemenku disana..”

“Aku akan mencarimu, tunggulah di depan apartemenmu, jangan menunggu di depan gedung. Sudah malam”

Setir mobil kuputar, melupakan kenyataan aku tak sendirian di jalan raya, hampir saja sebuah mobil menyerempet badan mobilku. Kudengar makian marah dari jendela mobil itu untukku. Aku harus memperhatikan jalanku, sejak bersama gadis ini fokusku selalu teralihkan.

Jung In tidak mendengarkan apa kataku, karena kulihat dari kejauhan dia telah menungguku di depan gedung apartemennya.

“Apa yang dipikirkan anak kecil ini?” sungutku dalam mobil. Dia membahayakan dirinya, bila ada laki-laki hidung belang yang melihatnya, mereka akan mengganggunya.

Ku buka jendela mobil saat mobilku berhenti disampingnya. “Mengapa kamu menunggu disini?? Bagaimana kalau ada orang jahat melihatmu?” dia mulai membuatku khawatir.

“Aku tak ingin membuatmu cemas..” katanya sambil menundukan kepalanya.

Terpaksa aku menarik nafas panjang, aku tak ingin emosi menghadapi anak kecil ini. “Berikan aku kunci mobilmu, aku akan mengambil tasmu. Kamu tunggulah didalam lobby, setidaknya ada petugas yang bisa kamu ajak bicara, kan?”

Aku harus kembali mengambil tas didalam mobil itu, butuh setengah jam untuk pulang-pergi ke tempat itu dari sini, jam tanganku sudah menunjukan pukul dua belas malam. Sudah terlalu malam bila dia berdiri diluaran seperti ini sendirian, aku juga tak mungkin meninggalkannya di lobby gedung itu bersama seorang petugas laki-laki.

Entah pikiran apa yang bisa muncul dalam kepala seorang laki-laki dewasa saat melihat gadis tak berdosa sepertinya.

Ninth Drama - Chapter 10 
Ninth Drama - Chapter 8 

8 comments:

  1. Jadi nigh si Jung In b'cinta ma Ji Jeong,,,pasti next chap,,,iya kan sistah???

    #kabulin donk,,,,pliiiisss,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... aih aih.. kok secepat itu cinnn... kl mereka udah saling bilang "i love you" baru dehhhhh bakalan begitchuann... :mungkin: heuheueue

      Delete
    2. kepo ahh
      mba shin kpn dong mrk hot2an? Hha
      kasian aku sama mrk. Kasih tak sampai :(

      Delete
    3. @leli : chapter 10 sedikit HOt sist. hhahhhh..kl gk salah lol...

      Delete
  2. Huaaaa,,knp Jung Min bgtuuuu??? Hukz,,hukz..
    Mba Shin,,11th tayang kpn?? *kedip2*
    #modus

    ReplyDelete
    Replies
    1. mana Jung Min sist?? aigooo... 11th drama ntr jam 8 ame jam 10 ye.. hee..

      Delete
  3. Ntuh ms nongol2 ngos2n bgtu??
    Lg hamiiilll jg si Ji Han *geleng2 kepala*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. lho gpp kok sist pas hamil begituan.. coba aja tanya yg dah pengalaman hehehee....

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.