"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 2, 2012

Sixth Drama - Chapter 18 (story idea by sy ana)



Sudah hampir satu tahun Tetsuya berusaha membangun perusahaan konstruksinya. Dia bekerjasama dengan beberapa konstruktor dari luar negeri. Tak jarang perusahaan miliknya itu mendapat proyek besar hingga bernilai ratusan juta dollar. Namun pada detik-detik terakhir klien yang tadinya telah menyetujui perjanjian kerjasama itu akan membatalkan kerjasama mereka dengan alasan yang tidak masuk akal.

Pernah suatu ketika perusahaanya harus membayar denda karena tidak sesuainya kwalitas bahan bangunan yang dipakai dengan kwalitas yang tertulis didalam surat perjanjian mereka.


Imbasnya Tetsuya menjadi lebih sering pulang pagi bahkan berkali-kali dia menginap di kantornya. Kalaupun pada akhirnya dia pulang ke rumah mereka, Tetsuya selalu dalam keadaan mabuk. Meski dia tak pernah menyakiti Yura saat mabuk, namun Yura mulai putus asa padanya.

Dia sudah tak bisa diajak berbicara. Mereka selalu bertengkar mengenai masalah kecil sekalipun. Namun demikian, saat matahari tiba, Tetsuya akan selalu meminta maaf dan berlutut di bawah kaki Yura memohon agar wanita itu memaafkannya.

Cinta yang dulu Yura rasakan pada Tetsuya kini mulai berubah menjadi kekecewaan dan rasa tak nyaman. Seringkali dia merasa iri bila di suatu waktu sedang berjalan-jalan di shopping centre dan melihat orang kaya lain sedang berbelanja fashion terbaru atau perhiasan mahal. Dia akan menghela nafas panjang karena tak mampu untuk mengikuti gaya hidupnya yang dulu saat Tetsuya masih kaya raya.

Kini, Tetsuya mengalirkan semua kekayaannya pada perusahaan konstruksinya. Dia mempertaruhkan semua hartanya disana. Dia tetap memberikan Yura uang belanja yang tak sedikit, namun gaya hidup Yura yang hedonis dalam menghambur-hamburkan uang membuatnya selalu merasa kurang. Mereka kerap bertengkar karena masalah itu.

Meskipun itu adalah kesalahan Yura karena tak mampu untuk bersimpati pada keadaan Tetsuya, dia akan selalu menyalahkan Tetsuya karena laki-laki itu tak becus untuk membangun perusahaannya sehingga Yura merasa tersiksa dengan keadaan mereka. Dan Tetsuya yang mencintai Yura sepenuh hatinya akan berlutut di kakinya untuk meminta maaf, dia tak ingin wanita itu meninggalkannya.

Untuk menghilangkan kepenatannya terkurung di dalam rumah, Yura memutuskan untuk berjalan-jalan. Dia masuk ke dalam sebuah cafe dan memesan secangkir cappuccino. Dia tampak rileks saat menyesap cappuccinonya.

Matanya berpaling saat seseorang menyentuh pundaknya. Memijatnya. Laki-laki itu tersenyum padanya. Tanpa permisi dia mencium pipi kanan Yura. Masih dari belakang tubuhnya, laki-laki itu menunduk untuk memeluk tubuh Yura. Dia berbisik di telinga wanita itu.

“Aku sangat merindukanmu, Yura..” hangat nafasnya menggelitik telinga wanita itu.

“Aku ingin menunjukanmu sesuatu, ikutlah denganku” tanpa persetujuan Yura, laki-laki itu menggandeng tangannya menuju sebuah mobil yang diparkir di depan pintu masuk cafe. Pintu itu terbuka dan mereka berdua masuk ke dalamnya.

“Mau kamu bawa kemana aku, Keisuke?” Yura meronta ingin dilepaskan. Dia sedang menikmati cappuccinonya saat laki-laki ini menariknya dengan paksa. Entah apa yang dia mainkan sekarang.

“Kamu akan tahu saat kita sampai disana Yura..” dia merengkuh bahu Yura dan memeluknya dengan posesif.

Selama perjalanan yang tak kurang dari setengah jam itu, mereka tak banyak bicara. Yura hanya mendengarkan suara nafas Keisuke yang duduk disampingnya. Laki-laki itu tak melepaskan pelukannya sekejap pun. Dia nampak menikmati kedekatan mereka.

Akhirnya mobil mereka berhenti di depan sebuah gedung kawasan apartemen mewah di dalam kota. Hanya selebritis dan konglomerat yang mampu membeli apartemen di kawasan ini. Lingkungan sekitarnya sangat strategis dan pemandangan kota metropolitan Seoul menjadi daya tarik utama mengapa apartemen ini dibangun dikawasan ini.

Yura tak tahu apa yang menyebabkan Keisuke membawanya ketempat ini. Dia hanya tersenyum padanya tanpa menjelaskan apa yang dia inginkan.

Keisuke menggandeng tangannya lagi saat mereka keluar dari dalam mobil. Dia mengajaknya masuk ke dalam lift yang membawa mereka ke lantai tiga puluh gedung itu. Lantai tempat ruangan apartemen kelas Presidential Suite berada.

Mereka berhenti di depan sebuah pintu apartemen kamar nomer 3030.

“Masukan tanggal lahirmu” katanya pada Yura.

Yura masih tak mengerti apa maksud Keisuke. Lalu laki-laki itu pun memegang jemari Yura dan membantunya memencetkan nomer-nomer disebuah mesin pasword yang ada di depan pintu.

“220287”

“cklekk” suara pintu terbuka. Pintu itu terbuka otomatis setelah pasword dimasukan.

“Masuklah” kata Keisuke padanya.

Yura menatap kedalam apartemen itu. Dia terpana melihat luas kamar apartemen itu. Hiasan emas pada furniture dan langit-langitnya membuat apartemen itu nampak bersinar elegan. Yura menutup mulutnya menatap betapa indah apartemen itu.

Keisuke menuntunnya masuk ke dalam sebuah kamar dimana terdapat lemari-lemari besar warna hitam disekelilingnya. Kamar itu hanya di isi dengan pakaian-pakaian wanita yang tampak cantik dan mahal. Berbagai desain tas dari merek terkenal berderet disana. Sepatu dengan segala warna dan corak disusun rapi dan anggun. Keisuke menarik sebuah laci dari bawah lemari. Di dalamnya terdapat berbagai perhiasan dari emas, berlian dan mutiara yang menyilaukan mata.

Yura tak dapat berkata-kata. Dia sungguh terkesima. Dia ingin tahu mengapa Keisuke memperlihatkan ini semua padanya.

“Milikmu, Yura” katanya. Yura terbelalak menatapnya.

“Apartemen ini dan segala isinya adalah milikmu. Hadiah dariku” dia tersenyum, senang dapat memberikan apa yang dia kira Yura inginkan.

Yura memandangnya tak percaya. Apartemen mewah dan semua pakaian-pakaian mahal beserta perhiasan puluhan juta won ini miliknya? Dan Keisuke memberikan padanya begitu saja? Yura tak dapat mempercayai pendengarannya.

“Tapi mengapa kamu memberikan semua ini padaku, Kei..” bisik Yura tak percaya.

“Karena aku mencintaimu, Yura. Aku pernah mengatakan padamu, aku akan memberikanmu segalanya kan? Ini hanya awalnya Yura, ini tak seberapa dari yang aku rencanakan berikutnya untukmu” jawab Keisuke.

“Tapi ini tidak benar Kei. Aku tak bisa menerimanya. Aku bahkan tak seharusnya berada di sini. Tetsuya akan marah bila mengetahuiku pergi bersamamu” jawabnya lirih.

“Jangan sebut nama laki-laki itu di depanku, Yura. Dia lah yang merusak hidupku dulu. Kamu tak tahu apa yang telah dia lakukan padaku. Tapi aku tak akan diam begitu saja Yura. Aku akan membalaskan dendamku padanya. Dia harus menerima 1000 kali lipat sakit yang aku rasakan” teriak Keisuke histeris.

Keisuke merengkuh tubuh Yura. Tangannya mencengkeram bahu wanita itu.

“Yura, aku akan membahagiakanmu. Aku akan berikan apa yang Tetsuya tak sanggup berikan padamu. Aku mencintaimu Yura. Sejak kita di bangku kuliah, aku sudah mencintaimu. Kamu juga mencintaiku kan? Kita sudah berpacaran sejak saat itu Yura. Hanya aku yang bisa membahagiakanmu”

Yura terperdaya oleh kata-kata manis Keisuke. Dia tak menyadari saat laki-laki itu menyatukan bibir mereka. Bibir Keisuke yang basah menempel dengan penuh kerinduan. Dia memagut bibir Yura dengan mesra. Telah lama dia menanti bibir ini untuk menjadi miliknya. Miliknya yang sempat tertunda.

Yura yang bimbang dengan perasaannya, tak tahu harus menolak atau menerima pemberian Keisuke. Dia sudah bosan hidup tak pasti bersama Tetsuya, namun dia mencintai laki-laki itu.

Yura mendorong tubuh Keisuke menjauhinya.

“Aku tak bisa Kei. Aku tak ingin mengkhianati Tetsuya. Tolong antarkan aku pulang” Yura memutar tubuhnya keluar dari kamar itu.

Keisuke berdiri diam menatap punggung Yura yang perlahan-lahan hilang dibalik pintu.

“Aku akan memilikimu Yura. Kamu akan datang padaku. Aku akan memaksamu untuk datang padaku” senyum culas bermain diwajahnya yang tampan. 

20 comments:

  1. smoga rina bs menyadarinya
    tetsuya juga bs bangkit lagi
    org2 yg dulu meremehkan dia bakal nyesel termasuk keisue, rasakan pembalasan tetsuya keisuke
    hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah kok aamiinnn mba??

      *bengong bareng tetsuya :)

      Delete
    2. kan td diatas dibilang "semoga rina bs menyadarinya" ya aku jwb amin sist. hihiihih

      Delete
  2. next chapter please,,,

    #memaksa,,,xixixi

    ps,,,masa iya yura hrs jd simpanan lgi???

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiahahhahhaha.. kata Yura "selama aku bisa kaya raya? why not?" lol

      Delete
  3. nah lo harus itu,,,
    spy tetsuya ma ak,,,
    hahahahaha#tertawa ala orang jahat ala sinetron...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaaijaa... langganan sinoetron nih sist ceritanya?

      Delete
  4. langganan?hohoho,,,tidak...
    Lbh suka tdr skrg2 ini mb,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha... kl bagi ku, tidur itu bagai suatu kesempatan untuk bermimpi n menemukan sebuah ide cerita baru sist. cuman sayang, aku jarang mimpi belakangan ini. ahhahaha

      Delete
  5. aku baru baca 6th Dramany,,,-dari awal-
    dan.......aku suka ma plotnya,,,

    KEYEEEEEEn,,,

    ReplyDelete
  6. bener mb...
    Ak dpt inspirasi klo ak mau tdr...
    Tp ak msh blm berani menuangkan ide dlm bentuk tulisan...
    #payah berbahasa indonesia

    ReplyDelete
  7. hu um mb...
    Mulai nulis skrg2 ini...
    Tp tetep bertema galau,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. galau lebih mengena n membekas dihati soalnya sist. hahahaha. kl happy ending paling ingetnya sesaat aja ^__^

      Delete
  8. iya sie mb,,,
    klo endingny happy yg bc suka senyum kan?
    nah ak suka liat senyuman itu,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah... emang siapa yg km suka perhatiin sist pas baca ending happy?

      Delete
  9. aduh
    si Kei ngak nyerah ya??
    padahal dia udah dapt Rina,
    ckckckckck
    namanya juga manusia, hoohohoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha dijawab sndr.. pdhl br mau jwb "ini br awalnya sist ^__^"

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.