"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, December 4, 2012

Sixth Drama - Chapter 19 (story idea by sy ana)



Persiapan pernikahan Yura dan Tetsuya telah selesai. Esok mereka akan melaksanakan pernikahan sederhana di sebuah hotel di kawasan perkotaan. Meski demikian acara pernikahan itu akan cukup meriah, karena seluruh keluarga Tetsuya akan datang, bahkan ayahnya yang berada diluar negeri menyempatkan waktunya untuk menjadi saksi pernikahan mereka.

Meski pada awalnya ayah Tetsuya menentang pernikahan mereka, namun setelah melihat Yura setia mendampingi Tetsuya dalam riuh rendah hidupnya, dia berubah pikiran. Mungkin Yura adalah wanita yang tepat untuk anaknya.


Yura memandang gaun pengantin yang tergantung di dalam lemarinya. Gaun itu sungguh anggun dan cantik. Dengan hiasan bordir berbentuk daun di sepanjang garis dadanya yang memperlihatkan pundak telanjang Yura bila memakainya.

Dia telah mengepas gaun pengantin itu dua minggu yang lalu. Meski Tetsuya tak mendampinginya saat pengepasan gaun, Yura tak kecewa. Dia mulai terbiasa dengan jarangnya Tetsuya berada di sisinya. Dia hanya berharap Tetsuya tak akan melupakan hari pernikahan mereka besok.

Undangan telah disebar seminggu yang lalu, katering, dekorasi dan hotel pun telah dibayar. Dia tak ingin sesuatu hal pun mengacaukan rencana pernikahan mereka.

Bibirnya tersenyum membayangkan dirinya mengenakan gaun pengantin itu dan berjalan menuju altar di dampingi oleh ayahnya. Kini ayahnya telah berubah, sejak keluar dari penjara dia bertemu dengan seorang wanita yang mampu merubahnya menjadi manusia yang lebih baik.

Mereka telah menikah tiga bulan yang lalu. Yura dan Tetsuya menghadiri pernikahan mereka yang sederhana di tanah kelahiran calon istri ayahnya.

Ayahnya kini tak mabuk-mabukan lagi ataupun berjudi. Dia telah bekerja di sebuah supermarket sebagai petugas keamanan.

“Apa yang sedang kamu pikirkan, Yura?” tanya Tetsuya yang baru saja kembali dari kamar mandi. Dia mengecup pipi wanita yang dia cintai itu, memeluknya dari belakang dan bersama-sama menatap gaun pengantin Yura.

“Kamu pasti cantik sekali mengenakan gaun itu. Aku tak sabar untuk menanti hari esok. Ketika kamu menjadi istriku” dia memeluk Yura dengan erat.

“Kamu juga pasti tampan sekali mengenakan tuksedo hitam itu, Tetsuya” puji Yura padanya.

Tetsuya memutar tubuh Yura dan menciumi bibir gadis itu dengan lembut.

“Sudah lama aku tak menyentuhmu, Yura. Maafkan aku. Waktuku tersita untuk mengurus perusahaan. Aku berjanji, setelah kita menikah nanti, aku akan merubah kebiasaanku ini” katanya di sela-sela ciuman mereka.

Yura membalas ciuman Tetsuya dengan panas. Dia begitu merindukan belaian tangan Tetsuya pada tubuhnya. Dia merindukan laki-laki itu mendekapnya mesra dalam pelukannya.

Tetsuya tak bisa menolak saat Yura dengan penuh gairah menciumi dadanya yang terbuka. Dia juga menginginkan wanita itu, sangat menginginkannya. Tapi sebentar lagi dia harus menghadiri rapat dengan Direktur rekan bisnisnya.

Tapi dia juga tak ingin mengecewakan Yura. Dia tahu betapa wanita itu haus akan kasih sayangnya. Dia sering meninggalkannya sendirian di atas ranjang mereka yang dingin. Hari ini, dia akan menghangatkan ranjang itu lagi.

“Oh Yura... aku tak akan pernah puas akan dirimu” kata nya sembari mengangkat tubuh Yura ke atas ranjang tanpa melepas ciuman mereka.

Tetsuya menindih tubuh Yura dan melepaskan pakaian mereka. Selama setengah jam yang panas, ranjang itu bergoyang tanpa henti. Dan saat akhirnya berhenti, Yura melenguh keras dibawah tubuh Tetsuya. Akhirnya dia mendapatkan pelepasannya. Tetsuya mencium bibirnya lagi sebelum mengangkat tubuhnya dari Yura.

“Tidurlah, cintaku”

Setelah mengenakan pakaiannya lagi, Tetsuya meninggalkan Yura dan pergi dengan mobilnya menuju tempat rapat dengan rekan bisnisnya itu.

~~~~

Di dalam kantor Presiden Direktur Akagiri Foundation, Keisuke membanting handphonenya setelah mendapat kabar dari detektif sewaannya tentang rencana pernikahan Yura dan Tetsuya. Matanya berapi-api penuh dendam, dia harus membatalkan rencana pernikahan mereka bagaimanapun caranya.

~~~~

“Haloo..?” jawab Yura pelan. Dia terbangun dari tidurnya saat handphonenya berbunyi. Tanpa melihat nama pemanggilnya, dia menjawab telphone itu.

“Siapa ini?” tanyanya lagi.

“Batalkan pernikahanmu, atau aku akan membunuh Tetsuya” suara itu dingin menusuk hingga Yura tersadar dari kantuknya.

Dia bangkit dari tidurnya dan duduk di atas ranjang. Tubuhnya masih telanjang setelah percintaannya yang panas dengan Tetsuya.

“Si..siapa kamu?” teriaknya.

“Yura, kamu tahu siapa aku” jawab Keisuke.

“Keisuke..?? Apa maumu kali ini?” tanya Yura marah.

“Sudah ku katakan, aku ingin kamu membatalkan pernikahan itu atau aku akan membunuh Tetsuya” suaranya datar tanpa ekspresi.

“Kamu?? Kamu berani???” Yura tak mempercayai Keisuke akan melakukan hal itu.

“Jangan tantang aku Yura. Aku akan melakukan apa saja asal kamu menjadi milikku. Nampaknya cara halus sudah tak mempan untukmu, ha?” jawabnya sinis.

“Kamu!!!” Yura tak bisa berkata-kata.

“Ingat Yura. Hidup Tetsuya ada ditanganmu. Bila besok kamu tak datang ke apartemen yang kubelikan untukmu dan membatalkan pernikahanmu dengan Tetsuya, jangan salahkan aku bila kamu tak melihatnya lagi” kata Keisuke tanpa ampun.

“Kamu sungguh kejam, Kei!! Aku tak akan menuruti keinginanmu. Aku mencintai Tetsuya, aku tak mencintaimu!!” Yura mencoba memberitahu hubungan mereka tak akan berhasil.

“Kamu tak mencintainya Yura. Kamu hanya simpati padanya. Kamu hanya mencintaiku. Kita dulu saling mencintai, sekarang pun kita saling mencintai. Tapi laki-laki itu membutakanmu dengan hartanya. Tapi sekarang dia sudah tak punya apa-apa lagi Yura. Aku.. Aku bisa memberikanmu segalanya” Keisuke membujuknya dengan segala cara.

“Yura.. apa kamu ingin kembali hidup miskin seperti dulu? Meski kini ayahmu telah berubah, tapi dia tetap harus membayar semua hutang-hutangnya. Dan bila kamu sudah tak bisa menolongnya lagi, apa kamu akan kembali bekerja di kelab malam itu?? Kembalilah padaku Yura. Aku akan mengurus semua hutang-hutang ayahmu dan memberikanmu hidup yang kamu inginkan” kata Keisuke lagi.

Yura larut dalam pikirannya. Keisuke benar, dia tak ingin kembali bekerja di kelab malam itu dan menjadi wanita penghibur laki-laki hidung belang yang mungkin akan dengan senang hati melecehkannya bahkan membunuhnya bila dia tak mau melayani mereka. Hidup di dunia malam sangatlah kejam.

“Yura.. pikirkanlah baik-baik. Jangan sampai salah mengambil keputusan. Aku tak akan meminta jawabanmu sekarang. Tapi besok.. Apabila besok kamu tak mengabariku, maka jangan salahkan aku bila aku mengambilmu dengan paksa” Keisuke menutup telphonenya tanpa menunggu jawaban Yura.

Masih dengan handphone ditangan, Yura berdiri menuju kamar mandi. Dia menghidupkan air shower dan membasahi tubuhnya yang telanjang. Namun matanya kosong, dia memikirkan perkataan Keisuke. Sanggupkah dia hidup menderita lagi? sanggupkah dia melihat Tetsuya mati di depan matanya, oleh karenanya? Air matanya turun bercampur dengan air dingin yang turun dari shower.

13 comments:

  1. jangaaann Yura, jgn plin plan, jgn kmakan omongan keisuke..ayo ngomong sm tetsuya klo dy mau d bunuh... LOOH kok ak emosi bgt ya...

    ReplyDelete
  2. haaaaaaa.. Yuraaaa... kok kamu jd ga percaya gitu sama Tetsuya?? dia mencintaimu, aaa.. Yuraa. pliiss.. jgn tinggalkan tetsuya, dia bisa hancur...
    Keisuke.. tunggu akan aku bawa buldozer untuk nembak kamu..
    GRRRR.. ><

    mbaaakk... aku makin geregetaaaaannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi aku jg gregetan sist nih... ^__^

      Delete
  3. Yuraaa kenapa dirimu jd bimbang gini
    Makin penasaran diriku
    Ga rela kalo ampe yura g jd nikah ma tetsuya... T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahaha... jgn nangis sist... namanya jg drama... kl org indonesia bilang "namanya jg sinetronnnn" lol

      Delete
  4. ya ampun~~~~~~
    jadi nikahngak ni???
    ah penasaran lanjut dulu ah~~~

    ReplyDelete
  5. Aduuh yuraa
    Plin plan gituuuu
    *geregetan*

    ReplyDelete
  6. Ahh yura kenapa jadi matrialitis sii aku gk suka

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.