"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 10, 2012

Sixth Drama - Chapter 21 (story idea by sy ana)



Yura membuka matanya saat matahari baru saja terbit. Keisuke sedang tidur disampingnya, memeluknya. Wajahnya terlihat damai. Dia teringat percintaan mereka yang tak ada henti-hentinya.

Keisuke bercinta dengannya berulang-ulang hingga dia merasa kelelahan meladeni gairah laki-laki itu yang tak redup-redup. Kini seluruh badannya pegal dan ngilu-ngilu. Sangat berbeda dengan percintaannya dengan Tetsuya. Laki-laki itu selalu mendahulukannya, tak pernah berusaha mencari kepuasannya sendiri.


Dengan tubuh telanjangnya, Yura bangun dari ranjang dan memakai kemeja putih milik Keisuke yang melintang di lantai. Dia berjalan ke ruang tamu mencari handphone dan gaun pengantinnya. Dilihatnya puluhan panggilan tak terjawab dari Tetsuya melalui nomer telphone rumahnya.

Wajahnya tak memperlihatkan emosi sedikit pun, dia melanjutkan langkahnya ke dalam ruang ganti tempat Keisuke meletakan pakaian-pakaian dan perhiasan yang dia belikan untuknya.

“Disini kamu rupanya, Yura..” sapa Keisuke padanya. Dia memeluk tubuh wanita itu dan mencium bibirnya dengan mesra. Gairah laki-lakinya bangkit lagi, dia ingin bercinta dengan Yura di dalam ruang ganti itu.

Tiba-tiba telephone genggam milik Keisuke berbunyi dari dalam kantong celananya. Dengan kesal dia mengambil handphonenya dan wajahnya mengeras saat tahu istrinya lah yang menelphonenya.

Dia hampir melupakan wanita itu. Sebelum melepaskan pelukannya dari tubuh Yura, Keisuke mencium ringan bibir wanita itu dan pergi ke teras apartemennya untuk menjawab telphone istrinya.

“Halo..” jawabnya.

“Kei..? Kamu ada dimana? Aku diberitahu kamu meninggalkan rapat kemarin dan sampai sekarang kamu belum juga pulang. Aku mengkhawatirkanmu” kata Rina melalui telphone.

“Maafkan aku belum mengabarimu Rina. Ada keperluan mendadak sehingga aku lupa mengabarimu. Ayahku... dia masuk rumah sakit sehingga aku harus segera pulang ke kampung untuk membawanya ke rumah sakit” jawab Keisuke sekenanya.

“Apakah ayahmu tak apa-apa? Dia baik-baik saja kan?” tanya Rina.

“Ehmm.. mungkin perlu beberapa hari untuk merawatnya disini. Mungkin aku tak akan pulang sebelum akhir minggu ini Rina.. Kamu tak apa-apa kan sayang?” Keisuke merayu istrinya.

“Ya sudah. Kabari aku kalau kamu sudah mau pulang ya, Kei. I love you..” jawab Rina.

“I love you too, darling. Muachh..” balas Keisuke.

Keisuke menutup telphonenya dengan gusar. Wanita itu selalu mengganggu kesenangannya. Dia harus menyingkirkannya setelah dia mendapatkan semua miliknya dan membereskan ayahnya yang cacat itu.

Saat kembali ke dalam ruangan, matanya tertumbuk pada gaun pengantin yang tergeletak di lantai. Dia ingat bagaimana senangnya hatinya saat merobek gaun itu dari tubuh Yura dengan kedua tangannya.

Dia bukanlah laki-laki yang senang bercinta dengan kekerasan, tapi melihat gaun pengantin yang masih membungkus di tubuh Yura dan mengetahui siapa pemilik gaun pengantin itu hatinya gusar. Dia tak ingin benda yang mengingatkannya pada Tetsuya berada dalam rumahnya.

Dengan kasar dikoyaknya gaun itu di tangannya dan membakarnya di tong sampah teras apartemennya. Asapnya yang hitam tertiup angin hingga menghilang saat gaun itu tak lagi berbentuk. Gaun itu telah menjadi abu.

~~~~

Tak terasa seminggu telah berlalu sejak Yura kabur dari upacara pernikahan mereka. Tetsuya yang terpuruk kini berusaha untuk bangkit lagi, dia menghabiskan waktunya untuk bergelut dalam pekerjaannya.

Dia tak ingin pulang kerumah, karena ingatan akan Yura selalu datang menyiksanya. Dia sangat kesepian dan malu. Malu pada keluarganya dan pada publik. Begitu buruk namanya dimata media masa.

“Tetsuya Hashimoto ditinggal kabur oleh mempelai wanitanya”

Dia melempar koran ditangannya saat keesokan harinya berita tentang pernikahannya menjadi berita utama di surat kabar. Dia tak tahu harus menyembunyikan wajahnya dimana. Tapi untungnya dia tak terlalu lama larut dalam kesedihannya. Dia kini telah bangkit lagi, bahkan lebih baik. Peristiwa ini memecutnya untuk menjadi lebih daripada sebelumnya.

Dia akan mengalahkan Keisuke. Dia tahu Yura bersama dengan Keisuke saat ini, tapi dia tak tahu dimana laki-laki itu menyembunyikannya.

Meski dia telah membayar orang untuk mengikutinya, orang bayarannya itu akhirnya dihajar habis-habisan oleh bodyguard-bodyguard milik Keisuke. Laki-laki itu kini tak pernah terlihat tanpa bodyguard di sampingnya. Sehingga sangat sulit untuk membuntutinya tanpa ketahuan.

Tetsuya bangkit dari kursinya, dia harus melupakan semua yang telah terjadi dan maju melangkah ke depan. Dia pasti masih bisa hidup tanpa Yura disisinya.

~~~~

Yura sedang duduk di sebuah cafe ternama di Hokkaido, dia dan Keisuke sedang berlibur disana. Sejak Yura menjadi miliknya, Keisuke selalu pulang pergi untuk menemuinya meski terhalang jarak yang sangat jauh. Kini mereka telah tiga hari berlibur disini. Menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan berbelanja.

Tiap malam pun tak kalah panasnya karena Yura mulai terbiasa dengan gairah Keisuke yang menggebu-gebu. Mereka bisa bercinta sepanjang malam dan masih melakukannya saat pagi tiba. Keisuke tak pernah memakai pengaman dengannya, dia tak ingin rasa nikmat saat tubuh mereka bersatu berkurang.

Meski demikian, Yura telah meminum pil agar dirinya tidak hamil. Dia tak ingin memiliki anak diluar nikah dengan siapapun.

Saat menyesap kopinya, sudut mata Yura menangkap sosok Tetsuya di kejauhan. Dia sedang berjabat tangan dengan seseorang yang terlihat seperti pengusaha. Tapi mengapa dia berada disini, di Hokkaido?!

Yura menutupi wajahnya dengan tas miliknya. Dia tak ingin Tetsuya melihatnya. Saat laki-laki itu berlalu dan menempati kursi yang berlawanan dengannya, Yura mencuri-curi lihat ke arah Tetsuya. Laki-laki itu tampak ceria, tak terlihat seperti sedang terluka meski dalam hatinya sedang berdarah-darah karena kekejaman Yura.

Yura tersenyum sedih, dia senang Tetsuya telah kembali ceria dan bersemangat. Dia tak akan mampu memikirkan laki-laki itu mencoba untuk bunuh diri setelah apa yang dia lakukan padanya.

“Tetsuya, kuatlah” lirihnya pelan. Dia bangkit dari kursinya dan keluar dari cafe itu menuju hotel tempatnya dan Keisuke menginap. Laki-laki itu sedang berada di Tokyo dan akan mencarinya malam nanti. Mereka akan menghabiskan akhir pekan bersama.

Sekilas Tetsuya merasa melihat seseorang yang mirip dengan Yura keluar dari cafe itu. Tanpa pikir panjang, dia berlari keluar dan melihat sekelilingnya. Namun dia tak menemukan apa yang dia cari.

“Mungkin cuma khayalanku saja” katanya sedih. 

13 comments:

  1. mang dasar keisuke gak punya perasaan, sok ganteng pula

    lempariiiiiinnnn keisuke.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha :kabur biar gk kena timpuk jg ah:

      Delete
  2. lah mang mba keisuke?? kok ikutan kabur mba??

    hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan aku yg megangin kopernya Keisuke. isi duit milyaran yen tuh sist. lumayan... kali aja aku dikasi bonus ^__^

      Delete
  3. bawa kabur aja mba....
    klo gak salah ada surat2 berharganya juga,,,,

    biar cepet kaya kita mba,,,,,
    abis itu kita ancurin keisuke....

    ReplyDelete
  4. y ampun..akhry nongol jg..bhari2 aku tungguin mba..he..mksh mb shin,kl tetsuya lupain yura,sini ksh aku aja tetsuya nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa maaf ya sist jarang2 bs posting yg ini. lumayan meres otak soalnya "kebencian" yg ada dlm cerita ini. ahhahahah

      Delete
  5. Mbaaa,,,,bisa ga si Kei di pancung adja trus dbakar hidup2???
    Kayak vampir2 gituuuu,,,,*ngusul*

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.