"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, December 11, 2012

Sixth Drama - Chapter 22 (story idea by sy ana)



“Kamu tidak pergi bekerja Kei?” tanya Yura pada Keisuke yang sedang tidur disampingnya. Mereka baru saja selesai bercinta.

Sudah dua minggu laki-laki itu bersamanya, Keisuke jarang masuk kerja ataupun pulang kerumahnya. Dia lebih senang menghabiskan waktunya bersama Yura.

“Istriku sedang keluar negeri, mengantarkan ayahnya berobat, jadi aku bebas kemana saja tanpa ada yang mengawasi” katanya sambil meremas buah dada Yura dengan tangannya. Dia mulai menciumi perut wanita itu dan memainkan lidahnya dengan bergairah.


“Aku ingin mengajakmu pergi ke pesta yang aku adakan untuk menyambut rekan bisnisku dari China. Aku juga telah menyiapkan gaun yang akan kamu pakai saat itu. Kamu pasti suka, Yura” katanya lagi saat menindih tubuh telanjang Yura.

Tanpa menghiraukan keberatan Yura, Keisuke memuaskan nafsunya pada tubuh Yura. Wanita itu hanya diam tanpa bisa menikmati penyatuan tubuh mereka. Dia menjadi budak seks Keisuke. Sungguh hidup yang tak lebih baik daripada menjadi wanita tuna susila.

~~~~

“Perkenalkan, Mister Keisuke Wataru dan Nyonya Yura Wataru. Pasangan suami istri yang sangat serasi” kata seorang rekan bisnis Keisuke yang mengenalkan mereka sebagai pasangan kepada para tamu undangan.

Semua tamu undangan berdecak kagum melihat kecantikan Yura. Mereka berbisik-bisik dan berkata betapa beruntungnya Keisuke memiliki istri secantik dia. Tak mereka ketahui bahwa Keisuke telah menikah dengan Rina dan bukan Yura.

“Kei, aku akan pergi ke toilet sebentar memperbaiki riasanku” kata Yura saat meninggalkan tempat itu.

Keisuke melanjutkan percakapannya dengan tuan rumah pesta itu karena mereka sedang menunggu pimpinan proyek perwakilan perusahaan China yang bekerjasama dengan perusahaan milik Keisuke.

Namun alangkah terkejutnya dia saat tuan tumah itu mengenalkannya pada Tetsuya yang baru saja masuk ke dalam rumah itu bersama dengan seorang wanita yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Keisuke berusaha menyembunyikan kebenciannya pada Tetsuya, begitu pula sebaliknya. Mereka berbasa-basi tak tertarik dengan masing-masing pihak. Hingga kemudian Keisuke melihat Yura keluar dari toilet dan menghampiri mereka.

Dengan gesit dia menarik pinggang wanita itu kesampingnya. Tangannya melingkar posesif hingga Yura menoleh padanya bingung. Barulah kemudian dia melihat Tetsuya berdiri di depannya.

Yura sedikit cemburu melihat Tetsuya bersama wanita lain, dalam hati kecilnya dia berharap wanita yang bersama dengan Tetsuya saat ini adalah dirinya.

Suasana menjadi tegang, kini hanya mereka bertiga yang berada disana. Wanita yang menemani Tetsuya telah pergi bersama dengan tuan rumah untuk mengambil minuman untuk Tetsuya.

Tak ada yang bersuara, Keisuke menatap wajah Tetsuya dengan tajam, tangannya masih posesif dipinggang Yura. Sedangkan Yura hanya menunduk memperhatikan bentuk sepatu yang dikenakannya, dia sungguh tak menyangka akan bertemu Tetsuya dipesta ini.

Sementara Tetsuya menatap Yura dengan penuh kerinduan, dia tak memperdulikan tatapan penuh dendam Keisuke padanya. Laki-laki itu pasti memakai siasat licik untuk merebut Yura darinya.

Saat semua kejutan itu belum cukup, Keisuke dikejutkan oleh panggilan istrinya dari pintu masuk. Dengan cepat dia melepaskan pegangan tangannya dari pinggang Yura. Dia menyambut istrinya yang tersenyum riang padanya.

“Rina..? Aku kira kamu sedang diluar negeri sekarang?” tanyanya terkejut.

“Aku baru saja kembali. Suamiku mendapat proyek sebesar ini mana mungkin aku tak hadir untuk merayakannya bersamanya” katanya bahagia. Dia mencium bibir Keisuke dengan mesra.

“Sudah lama aku tak menciummu, Kei..” bisik istrinya.

Dengan gelisah, Keisuke melirik Yura yang sedang cemberut. Dia memperhatikan Keisuke dengan istrinya, dia merasa cemburu karena semua laki-laki yang menyukainya kini telah memiliki perempuan lain yang mendampinginya. Dia hanyalah simpanan yang dipakai bila diperlukan dan dibuang bila sudah tak diinginkan.

“Kenapa kamu bisa tahu aku mendapat proyek ini Rina? Aku belum memberitahumu, kurasa” kata Keisuke curiga.

“Iya, Tetsuya memberitahuku. Dia mengabariku bahwa kalian bekerjasama dalam proyek ini. Aku sungguh senang” jawabnya.

Keisuke menoleh pada Tetsuya yang sedang tersenyum licik. Mata Keisuke semakin berapi-api karena mengetahui laki-laki itu mulai mencampuri hidup rumah tangganya. Dia akan membalaskan dendamnya sekaligus.

“Siapakah wanita cantik yang sedang aku lihat ini?” kata Rina sambil menatap Tetsuya dan suaminya untuk mendapatkan jawaban.

Keisuke dengan gelisah mencoba menjawab namun tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Tetsuya kemudian mengambil kesempatan itu. Dia memeluk pinggang Yura dan mengatakan pada Rina bahwa wanita itu adalah tunangannya.

“Yura? Wanita yang dulu itu? Yang membuatmu tak memperdulikanku dan akhirnya merebutmu dariku Tetsuya?” tanya Rina tak percaya. Dia mengamati Yura dengan seksama.

“Kamu memang cantik, tak heran Tetsuya jatuh hati padamu” tambahnya lagi.

Yura menatap heran pada Rina, dia tak mengerti apa maksud perkataan wanita itu.

“Wanita yang sedang kamu lihat ini adalah Rina, tunanganku dulu sebelum kita bersama” jawab Tetsuya untuknya.

Yura memandangnya, ekspresinya tak terbaca. Yura kemudian menoleh pada Keisuke yang membuang mukanya tak ingin menjawab tatapan mata Yura.

“Tapi itu bukan masalah lagi, tak usah dipikirkan. Tetsuya adalah masa laluku, kini.. aku sudah memiliki suamiku yang sangat mencintaiku. Iya kan sayang?” kata Rina pada Keisuke. Keisuke tersenyum mesra padanya.

“Baiklah... Yura, lebih baik kita pergi dari sini, kita tak ingin mengganggu pasangan suami-istri yang sedang dimabuk asmara ini kan?” kata Tetsuya sambil menarik tangan Yura menjauh. Keisuke hanya bisa menggertakan giginya karena tak bisa mengejar mereka. Istrinya masih memeluk tubuhnya sehingga dia tak bisa melepaskan diri.

“Lepaskan aku” kata Yura setelah mereka cukup jauh dari Keisuke dan istrinya.

“Apakah ini hidup yang kamu inginkan Yura? Beginikah? Menjadi simpanan laki-laki yang sudah beristri??” teriak Tetsuya marah. Dia tak bisa memaafkan wanita ini. Dia telah berubah menjadi wanita murahan dan dia jijik melihatnya.

“Itu bukan urusanmu, Tetsuya. Lepaskan aku” pintanya.

“Tidak!! Aku akan membawamu pulang. Aku tak akan membiarkanmu bersama laki-laki itu dan menghancurkan rumah tangga Rina” bentaknya. Kesabarannya telah habis untuk wanita ini.

“Apa kamu tahu mengapa Keisuke mendekati Rina? Dia ingin balas dendam padaku karena telah menyetop beasiswanya ketika di Amerika. Dia lah yang menghancurkan perusahaanku agar kamu pergi dari sisiku. Kamu tak tahu apa yang telah dia lakukan untuk mendapatkan tempatnya sekarang. Apakah kamu bisa menanggung dosanya juga?” Tetsuya berusaha membujuknya.

Pikiran Yura bimbang saat mengetahui motif Keisuke mendekatinya dan apa yang telah laki-laki itu lakukan untuk mendapatkan keinginannya. Apa bedanya dia dengan Tetsuya? Bukankah mereka menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan dirinya?

“Yura.. Kembalilah bersamaku. Bukankah kita bisa bahagia meski tak bergelimang harta? Bukankah kamu juga tak keberatan saat aku masih merangkak membenahi perusahaannku? Aku berjanji.. Akan berusaha semaximal mungkin agar kita kaya lagi” Tetsuya menggenggam tangannya.

Melihat kebimbangan Yura, Tetsuya memeluk tubuhnya. Dia sangat merindukan wanita itu, minggu-minggu tanpanya membuatnya gila. Hanya pekerjaan yang bisa membuatnya tetap waras. Namun akan lebih baik bila Yura mau kembali padanya lagi.

Yura mulai ragu dengan pilihan yang telah dia buat. Dia juga merindukan laki-laki itu. Namun saat dia melihat Keisuke keluar dari dalam hotel dan melihat mereka berpelukan, dia mendorong tubuh Tetsuya menjauh.

Dengan marah Keisuke menarik tangan Yura menjauh dari Tetsuya.

Tapi Tetsuya menarik tangan Yura yang lain, kini mereka memperebutkan tangan wanita itu.

“Jangan kamu ganggu Yura lagi” teriak Tetsuya padanya. Dia tak ingin Keisuke mengambil Yura lagi.

“Apa kamu tidak takut Rina mengetahui kelakuanmu ini dibelakangnya?” tanyanya kemudian.

“Bila kamu tak memberitahunya, dia tak akan tahu. Kecuali kamu ingin mencelakakan Yura, kamu tak akan memberitahunya kan?” Keisuke tersenyum licik padanya.

Keisuke kemudian menarik tangan Yura dan pergi dari sana. Saat berada di basement parkir, Yura menghentakan tangannya.

“Mengapa istrimu bisa ada disana? Dan mengapa kamu tidak memberitahuku bahwa dia adalah bekas tunangan Tetsuya?” Yura sangat kesal karena Keisuke tak memberitahunya sama sekali.

“Aku rasa itu bukan hal penting, jadi aku tak merasa perlu untuk memberitahumu, Yura. Sudahlah.. Lupakanlah..” bujuknya.

“Bagaimana bila istrimu tahu tentang hubungan kita? Dia akan menuntutmu, dan parahnya lagi kamu akan masuk penjara dan berakhir menjadi gelandangan dijalan” Yura menuntut jawaban dari Keisuke. Laki-laki itu hanya melanjutkan langkahnya menuju mobil mereka. Saat membuka pintu mobilnya, dia menarik tubuh Yura dan mengurung tubuh gadis itu diantara mobil dan tubuhnya.

“Tenanglah.. Itu urusanku. Sedikit lagi, setelah aku mendapatkan semua kekayaan wanita itu. Aku akan menceraikannya dan dia tak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Tak usah kamu khawatirkan” Keisuke mencoba mencium bibir Yura namun wanita itu menepiskan wajahnya.

Dengan kesal Keisuke mendorong tubuhnya ke dalam mobil. Mereka tak berbicara selama dalam perjalanan. Keisuke pun hanya mengantarkannya sampai di parkiran apartemen dan tak ikut masuk bersamanya ke dalam gedung. 

12 comments:

  1. rasain Keisuke..
    bentar lagi tamat riwayatmu..
    hahahahaha..

    ayo Yura, sadarlah.. jgn plin plan gitu..
    *jitak Yura!!

    mbaaak.. makasiiiih ^___^

    ReplyDelete
  2. cewek matre-cewek matre kelaut aje........ (●⌒∇⌒●) thanks mbk shin......

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah lagunya sesuatuh.. sama2 sistah..

      Delete
  3. cewek matre-cewek matre kelaut aje........ (●⌒∇⌒●) thanks mbk shin......

    ReplyDelete
  4. ak kok bingung ma sikapnya yura...
    Confused girl...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah.. aku jg bingung sist.. mgkn emang sifat aslinya begono.. lol...

      Delete
  5. dasar yura,sadar woyy *pukul pala yura pake toa* kl ga sadar jg gw ambil tu tetsuya

    ReplyDelete
    Replies
    1. galakk... :jadi tatutt... hihiihi :peace sistahh..:

      Delete
  6. Huaa kesel super duper kesel... Si yura ini bkin esmosi he.,
    entah apa bgusnya si YURA nih sampe sgtunya dperebutin ama 2 cow kece. Hufft...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.