"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 15, 2012

Sixth Drama - Chapter 23 (story idea by sy ana)



“Uang sebanyak itu tak mungkin habis hanya untuk pesta perusahaan seperti itu Kei.. Aku harus menyelidikinya. Aku tak mau mempunyai pegawai yang menggelapkan uang perusahaan” Rina membuka halaman demi halaman berkas laporan keuangan yang diberikan sekretarisnya.

“Rina sayang.. Kamu tak usah khawatir. Kamu tak usah repot untuk mengurusi masalah sekecil ini. Aku yang akan mengurusnya. Kamu tenang saja, ya sayang?” Keisuke mengecup kening istrinya.

“Tapi Kei.. aku..”


Suaranya hilang saat bibir Keisuke menciumnya mesra. Sudah lama mereka tak berciuman sepanas itu. Keisuke selalu keluar kota dan sibuk dengan urusan perusahaan.

Rina menyalahkan dirinya karena tak punya waktu untuk menemani Keisuke. Dia harus pulang pergi ke Amerika membawa ayahnya berobat, sehingga Keisuke tak pernah mendapat perhatiannya.

“Dia pasti kesepian..” kata Rina dalam hatinya.

“Maafkan aku Kei. Aku tak akan menambah kekhawatiranmu. Aku hanya terlalu banyak berpikir belakangan ini. Ayahku.. kondisinya semakin buruk” keluh Rina dalam pelukan Keisuke.

Laki-laki itu mendekap tubuhnya erat, menyiraminya dengan kasih sayang palsu yang memabukan.

“Aku tak menyalahkanmu Rina. Aku tahu kamu pasti sangat kelelahan. Energi dan emosimu pasti terkuras karena harus merawat ayah. Aku janji, bila keadaan membaik, aku akan menemanimu di Amerika” kata Keisuke.

“Benarkah Kei? Kamu mau melakukannya?” tanya Rina bahagia.

“Iya sayang.. Demi cintaku padamu..” jawabnya sambil membawa tubuh istrinya dalam pangkuannya.

Mereka berciuman dengan mesra di atas sofa di dalam kantor Keisuke. Rina bergerak menunggangi tubuh suaminya dan memagut bibirnya dengan penuh gairah.

Tanpa memperdulikan sekretarisnya yang masih berdiri didalam ruangan itu, mereka mulai bercumbu dengan panas. Akhirnya sekretaris itu mengundurkan diri dan keluar dari kantor itu dengan kepala tergeleng-geleng.

~~~~

Yura memperhatikan gelang berlian yang terkalung di lengannya. Manik-maniknya yang indah menyilaukan matanya yang buta oleh kekayaan. Dia baru saja selesai berbelanja di sebuah shopping mall di pusat kota. Saat duduk di dalam sebuah cafe, Keisuke menelphonenya.

“Kamu dimana Yura? Aku ingin bertemu denganmu malam ini. Aku merindukanmu” katanya.

“Aku sedang berbelanja. Aku akan menunggumu di apartemen” katanya singkat.

Yura tahu apa yang Keisuke inginkan. Sejak pertengkaran terakhir mereka, Keisuke jarang menemuinya. Namun dia selalu menelphonenya. Istrinya selalu mengawasinya sehingga dia tak bisa lepas dari wanita itu.

Keisuke mengatakan dia masih harus menunggu sebentar lagi agar bisa mendapatkan semua harta Rina baru kemudian menceraikan istrinya itu. Lalu dia akan menikahi yura.

Yura merasa senang karena akhirnya dia bisa melepaskan status wanita simpanannya dan menjadi istri orang. Dia sangat membenci status itu. Namun menyadari bahwa Keisuke akan menceraikan istrinya demi dia, Yura merasa sedikit bersalah. Tapi apa perdulinya pada Rina. Wanita itu tak pernah menyukainya sejak pertama mereka bertemu di pesta itu.

~~~~

Rina melemparkan berkas-berkas dalam map hijau itu ke hadapan Tetsuya. Dia menerobos masuk ke dalam kantor laki-laki dengan penuh amarah.

“Apa-apaan Rina?” tanya Tetsuya bingung.

Dia sedang menerima telphone dari kliennya di Singapura dan Rina datang tak diundang kemudian melemparkan kertas-kertas yang kini berserakan dilantai. Dengan terpaksa dia memutus pembicaraannya dengan klien penting itu.

“Kamu bilang wanita sundal itu adalah tunanganmu. Lalu mengapa dia berada dalam foto ini sedang berciuman dengan Keisuke?!!” teriaknya kesal.

Dia memungut foto-foto yang berserakan di lantai. Foto-foto yang memperlihatkan bagaimana Keisuke dan Yura bermesraan dengan panas di sebuah hotel suite di Hokkaido.

Darah tetsuya mendidih melihat foto itu. Dengan kesal dia meremukannya dalam kepalan tangannya.

“Jadi kamu sudah tahu?? Lalu kenapa kamu tak memberitahuku?? Itu suamiku, Tetsuya!! Keisuke!! Dia memiliki wanita lain!! Oh aku hampir gila” wanita itu mengacak rambutnya.

Tetsuya hanya diam memandang keluar jendelanya. Tak ingin memberi penjelasan yang telah diketahui Rina. Wanita itu menyewa detektif bayaran untuk mengikuti Keisuke saat Rina meninggalkannya keluar negeri.

Betapa terkejutnya dia saat kemudian melihat foto-foto itu. Keisuke yang dia kira mencintainya tega menduakannya dengan wanita sundal perebut laki-laki.

“Perempuan sundal. Aku ingin membunuhnya” teriak wanita itu lagi.

“Itu bukan kesalahan Yura. Keisukelah yang mengejar-ngejarnya” kata Tetsuya mencoba membela wanita yang hampir dinikahinya itu.

“Apa?? Kamu masih membelanya Tetsuya?? Wanita itu? Dia telah meninggalkanmu di hari pernikahan kalian dan kamu masih membelanya?? Apa yang kamu pikirkan? Kamu kira dia akan kembali padamu lagi?? Dia itu wanita mata duitan. Dia hanya mencari hartamu. Saat kamu terjatuh dia akan dengan cepat meninggalkanmu, tak memperdulikanmu hancur” Rina tak habis pikir mengapa semua laki-laki yang dikenalnya bisa dibutakan oleh perempuan sundal yang hanya menggunakan tubuhnya untuk menggaet laki-laki berduit.

“Apa kelebihan wanita yang bernama Yura itu sehingga kalian memperebutkannya? Apakah dia hebat di atas ranjang? Menjijikan. Apa kamu menyadari sudah berapa laki-laki yang menidurinya???” katanya meracau sendirian karena Tetsuya tak menggubrisnya.

“Sudahlah Rina. Lupakanlah. Sekarang kamu sudah tahu betapa berengseknya suamimu. Maka pergilah. Ceraikan dia. Mulailah hidup baru” kata Tetsuya.

“Cerai?? Memulai hidup baru? Aku tak bisa Tetsuya!! Aku sudah tak punya apa-apa lagi” jawabnya setengah berteriak.

Tetsuya tak mengerti apa maksud wanita itu. Tak diketahuinya bahwa Keisuke telah mengambil alih seluruh aset perusahaan milik keluarga Rina. Dia belum menceraikan Rina karena wanita itu masih memegang saham-saham perusahaan lama Tetsuya, Hashimoto Financial Group yang di daftar atas nama ayahnya.

Namun bila ayahnya mati, maka seluruh saham-saham itu akan jatuh ke tangan Keisuke. Kemudian dia hanya perlu menceraikan wanita itu dan membuangnya ke jalan.

“Maafkan semua yang aku lakukan padamu dulu Rina. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu sekarang. Aku harap kamu segera meninggalkan Keisuke. Dia hanya akan menyakitimu. Sebelum terlambat”

“Tidak.. Aku akan mempertahankan suamiku. Dia pasti akan berubah. Aku akan membuatnya berubah Tetsuya. Kamu akan lihat dia akan berubah” Rina pergi dari kantor itu dengan tergesa-gesa. Sebentar lagi pesawatnya akan berangkat ke Amerika.

~~~~ 

Keisuke memeluk tubuh telanjang Yura dipangkuannya. Mereka baru saja bercinta di dalam bath tub. Sambil meneguk minumannya, Keisuke memainkan tangannya di payudara gadis itu.

“Sebentar lagi aku bisa mengatakan pada dunia bahwa kamu milikku Yura. Kita akan segera menikah” katanya. Mulutnya penuh merasakan nikmat buah dada wanita itu.

Yura meremas rambut laki-laki itu karena gairahnya bangkit lagi.

“Ya Keisuke.. Aku akan menikahimu..” dia mengerang dan mendesah saat mulut Keisuke bermain dengan gemas.

“Kamu dan semua milikmu akan menjadi milikku juga Kei..” katanya lagi. Senang dengan status dan kekayaan yang akan dia nikmati saat Keisuke resmi menikahinya setelah menceraikan istrinya yang menyebalkan.

8 comments:

  1. bagus rina bunuh tu si yura,,,,,,hahahah *sadis

    ReplyDelete
  2. (╯︵╰,) sebel sama si kei sama si yura !!!

    ReplyDelete
  3. kl kt aku c yura boongan tuh,kawin ma kei trz ambil smw hartanya trz buang kei,balik lg deh ama akang tetsu

    ReplyDelete
  4. Hufft bner2 wanita matre si Yura.,
    meledak2 emosi ku bacanya. Minta dcekik si yura. Oh pity rina.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.