"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 16, 2012

Sixth Drama - Chapter 24 (story idea by sy ana)



Rina tak bisa diam mendengar ulah Keisuke yang semakin menjadi-jadi. Suaminya itu bahkan membawa Yura datang menghadiri pesta-pesta perusahaan dan mengenalkannya sebagai istrinya. Laki-laki itu tak menganggapnya sama sekali.

“Aku harus melakukan sesuatu!!” geramnya.

Keesokan harinya Rina memesan tiket untuk pulang ke Korea. Dia akan memberi wanita sundal itu pelajaran. Dan Keisuke harus memilih diantara mereka bila dia masih ingin menjadi suaminya.


~~~~

Setibanya Rina di Korea, dia menghubungi Yura dan meminta untuk bertemu dengan wanita itu. Setelah menetapkan tempat dan waktu pertemuan mereka, dia menghubungi pengacaranya untuk membicarakan mengenai sisa-sisa kekayaannya yang belum dicuri Keisuke.

“Untuk apa istri Keisuke ingin bertemu denganku? Dia pasti akan melabrakku. Apa yang harus aku lakukan?” Yura panik dalam kamarnya. Keisuke baru saja pergi dari sana dan dia tak bisa menghubungi laki-laki itu.

Rina meminta untuk bertemu dengannya sore itu di sebuah restoran VIP, dimana hanya member restoran itu yang bisa bersantap disana. Yura belum pernah ke tempat seperti itu dan dia akan mengingatnya agar Keisuke mengajaknya lain kali.

Dia harus menyesuaikan gaya hidupnya sebelum menjadi Nyonya Keisuke Wataru.

Dia sengaja memilih pakaian buatan perancang busana terkenal dari Italia untuk dikenakannya sore itu. Perhiasan yang bersinar mencolok dan tak lupa parfum bermerek tercium dari tubuhnya.

Tak pernah dia merasa sekaya ini. Keisuke membanjirinya dengan barang-barang mewah dan tabungan puluhan juta yen.

Laki-laki itu menagih imbalan seks panas setiap hari dan dia tak keberatan. Dia menikmati penyatuan tubuh mereka sama seperti bagaimana Keisuke begitu rakus untuk menyetubuhinya. Mereka memang diciptakan untuk saling memanfaatkan satu sama lain.

~~~~

Rina telah menunggunya di sebuah meja yang telah dipesan untuk mereka. Wanita itu memandangnya penuh kebencian. Senyum tak bersahabatnya tak bisa menyembunyikan betapa dia membenci Yura.

“Aku tak punya waktu banyak. Jadi cepat katakan apa maksudmu menyuruhku kesini” kata Yura ketus. Dia tak tahan berlama-lama bersama wanita itu.

Bukannya menjawab pertanyaan Yura, Rina membuka tasnya dan melemparkan foto-foto yang diperlihatkannya pada Tetsuya sebelumnya.

“Perempuan sundal. Berani-beraninya kamu menggoda suamiku. Dasar wanita tamak. Semua laki-laki yang aku miliki kamu rebut. Wanita murahan!!” bentak Rina padanya. Semua orang kini berbisik-bisik membicarakan mereka.

Yura risih melihat pandangan mencela orang-orang disekitarnya. Dengan emosi dia balas mencaci-maki Rina.

“Siapa yang kamu bilang perempuan sundal? Jaga mulutmu. Suamimu lah yang menggodaku. Dia mengejar-ngejarku dan membanjiriku dengan uang. Wanita mana yang tak akan silau. Dan yang aku perlukan hanya membuka selangkanganku dan suamimu akan tunduk padaku” katanya tersenyum karena merasa berada di atas angin.

Dia telah membuat Rina shock mendengar pengakuannya. Dia pasti tak menyadari bagaimana tingginya kebutuhan seks suaminya bila dia berdiri di depannya sekarang. Keisuke adalah laki-laki yang sanggup bercinta seharian penuh tanpa banyak istirahat. Dia telah membuktikannya.

“Kamu!!!” tangannya telah menampar pipi Yura dan membekaskan warna merah disana.

Yura geram dan hendak membalas namun tangannya dicekal dengan kasar oleh Rina. Tamparannya hanya mengenai angin.

“Berani-beraninya kamu!! Setelah Tetsuya, kini kamu mau merebut Keisuke juga? Dasar wanita murahan!!” bentaknya.

“Bila aku lihat lagi kamu mendekati suamiku, aku tak akan memaafkanmu” ancamnya.

Lalu dia melepaskan cekalan tangan Yura. Saat hendak meninggalkan tempat itu, Rina merasa kepalanya pening, matanya berkunang-kunang.

Dia terjatuh di lantai dan semua orang berteriak ketakutan.

Yura tak kalah shock melihat wanita itu terkapar pingsan di bawahnya. Disentuhnya pundak Rina dan memastikan wanita itu belum mati.

“Panggilkan ambulan. Dia pingsan!” teriaknya pada pelayan.

Yura mengikuti mobil ambulan yang membawa pergi Rina. Dalam perjalanan, dia menelphone Keisuke dan mengabarkannya tentang kondisi Rina. Keisuke tak habis pikir mengapa Rina bisa tahu tentang Yura dan hubungan mereka. Sejauh mana istrinya tahu? Dia harus menyelidikinya.

~~~~

“Yura!! Kamu tak apa-apa?” tanya Keisuke cemas saat melihat wanita itu duduk diruang tunggu rumah sakit. Rina masih berada dalam perawatan dokter.

“Aku tak apa-apa. Tapi istrimu. Dia pingsan didepanku. Aku tak melakukan apa-apa padanya. Justru dia yang telah menamparku. Aku..” dia tak bisa menghentikan kata-katanya namun Keisuke menutup mulutnya menyuruhnya diam.

“Sudahlah. Yang penting kamu tak apa-apa. Aku akan mengurus semuanya. Pulanglah. Tunggulah aku. Aku akan mencarimu nanti” perintahnya.

Keisuke mencium bibir Yura sebelum masuk ke dalam ruang perawatan untuk melihat istrinya. Dia berpapasan dengan dokter yang memeriksa kondisi Rina.

“Bagaimana keadaan istriku dokter?” tanya Keisuke pada dokter itu.

“Anda suami dari nona Rina Akagiri?”

“Benar dokter” jawab Keisuke.

“Selamat.. Istri anda sedang hamil tiga minggu. Namun dia tak boleh lelah dan banyak pikiran. Karena kandungannya sangat rentan dan bisa mengalami keguguran. Anda harus benar-benar memperhatikannya” kata dokter pada Keisuke.

Keisuke merasa kepalanya disiram dengan air es saat mengetahui Rina sedang hamil. Dia tak mungkin membiarkan hal itu terjadi. Bagaimana kalau Yura tahu dan meninggalkannya?

“Tidak.. Itu tak boleh terjadi. Dia tak boleh hamil. Kami akan bercerai” kata Keisuke dalam hati.

“Baik dokter. Tapi tolong jangan beritahu istriku. Aku tak ingin membuatnya cemas dengan kondisi kandungannya. Aku akan memberitahunya pelan-pelan saat kondisinya sudah membaik” pinta Keisuke pada dokter itu.

Dokter itupun mengangguk, mengerti sepenuhnya dengan kekhawatiran Keisuke karena takut kehilangan calon anaknya.

Keisuke menemui Rina yang sedang berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Wajah wanita itu pucat dan nampak kelelahan. Penerbangannya yang panjang dari Amerika telah membuatnya kehabisan tenaganya dan pingsan. Begitulah yang Keisuke katakan padanya.

“Kamu harus beristirahat, ya.. Jangan kecapekan. Aku tak bisa hidup tanpamu Rina” kata Keisuke sambil mencium tangan istrinya.

“Tapi bagaimana dengan wanita itu? Kamu juga akan menemuinya?” tanya Rina sedih. Dia tak sanggup menatap mata suaminya tanpa merasa hatinya sakit.

“Aku tak akan menemuinya lagi. Dia lah yang selama ini mengejar-ngejarku. Kami dikenalkan oleh seorang teman bisnis, dan dia mencampurkan minumanku dengan obat sehingga aku berakhir di kamar hotel. Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi sejak saat itu dia selalu memerasku Rina. Aku tak ingin kamu tahu hal ini. Aku takut kamu akan meninggalkanku setelah mengetahui hal ini Rina. Maafkanlah aku. Aku tak akan menemuinya lagi. Aku akan mengusirnya dan menyuruhnya meninggalkanku. Bila perlu akan kubayar orang untuk menakutinya” kata Keisuke untuk meyakini istrinya bahwa dia serius dengan kata-katanya.

“Kamu mau melakukan itu untukku Kei..?” tanya Rina padanya. Air mata wanita itu menetes di pipinya.

“Iya sayang. Aku akan melakukannya. Hanya kamulah wanita yang aku cintai. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku tak ingin kehilanganmu” dia mengecup tangan istrinya lagi.

Mereka pun berpelukan dan Rina menangis bahagia karena akhirnya dia mendapatkan suaminya kembali. Wanita murahan itu tak akan bisa menyentuh suaminya lagi selama dia masih hidup.

~~~~

“Apa kata dokter, Kei?” tanya Rina pada Keisuke saat mereka telah diperbolehkan untuk pulang kerumah.

“Aku belum mendapat kabar lagi dari dokter, laporan pemeriksaanmu belum keluar. Kita pulang dulu, nanti aku akan menemui dokter dan menanyakan dengan jelas tentang kondisimu, ok?” katanya tersenyum sambil mencium bibir istrinya dengan lembut.

Rina merasa dadanya penuh dengan cinta karena Keisuke telah kembali seperti Keisukenya yang dulu. Keisuke yang pertama kali dia kenal yang begitu menyayangi dan membanjirinya dengan cinta kasih.

16 comments:

  1. heuu...dasar kei nyebelin..tetsu kmn c mba shin..kangen sm bcintanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha? kangen ama bcintanya? apa tu artinya sist? ahhaha maklum kagak ngerti eike..

      Delete
    2. iyaaa Raa,,, Apa yang dimaksud dengan kangen dg b'cinta ala Tetsuya??? #tanda tanya BESAR,,,

      Delete
    3. hahahaha... yg ada burung hantu itu kali sist...

      Delete
  2. wkwkwk...mba shiiiiin...nyebelin ah,y uda minta jung min ajalah kl g dksh akang tetsu c

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh orang ciyus kagak ngerti.. apa coba? :kedip-kedip:

      Delete
  3. Rina bodoh percya gtu aj...esmosi aq esmosi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. kadang memang kehidupan seperti itu jg sist. karena si istri takut untuk memulai hidup baru, karena merasa gak bisa bangkit lagi, dia menipu dirinya sendiri dengan mempercayai suaminya akan berubah. pdhl laki-laki umunya kl udah pernah selingkuh sekali -yg ketahuan- suatu saat nanti pasti tergoda lagi dengan pikiran -gak bakal ketahuan lg- ;) :just my 2 cents:

      Delete
    2. si Rina geblek sigh,,,, dagh dibutakan oleh gemerlapny Cinta kasih si kei,,,
      pengen gw bikin ayam kremes si Kei itu,,ggggrr,,,

      Delete
    3. xixiixi... ayam kremes enakkk yaaa bt dmakan

      Delete
    4. +riska : haahahhaa namanya juga cinta... tai kucing aja serasa coklat.. katanya... +ertika : enak buat diliat diatas piring sist ^__^V

      Delete
    5. iya Tikaaaaa,,,,mana barusan aq Lunchny pke Ayam,,,rasa nambah degh kayakny,,,xixiixiiixii

      Delete
  4. aduh yang goblok itu Rina apa Yura sich???
    kok mau aja di kebulin ma Keisuke...
    hm~~~~~

    ReplyDelete
  5. Huaa pengen bnuh org saking kselnya.. Wkokok bodo apa bego sih tu rina.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.