"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 17, 2012

Sixth Drama - Chapter 25 (story idea by sy ana)



“Kamu tahu apa yang harus dilakukan kan dokter?” tanya Keisuke pada dokter yang memeriksa kondisi Rina sebelumnya.

Dokter itu mengangguk, bibirnya tersenyum licik saat memasukan sebuah amplop tebal kedalam sakunya.

“Dia tak boleh tahu hal ini. Dan aku tak ingin dia menyadari bahwa dirinya hamil. Dia tak boleh tahu bila operasi itu adalah untuk menggugurkan kandungannya. Kerjakan dengan bersih dokter” katanya lagi sebelum berlalu dari ruangan itu.


Keisuke tersenyum sinis memikirkan rencananya yang jahat. Dia akan membunuh anak kandungnya sendiri. Buah cintanya dengan Rina. Karena laki-laki itu hanya ingin Yura yang mengandung anaknya. Tak ada wanita lain di dunia ini yang pantas mengandung darah dagingnya. Senyum kejam sekilas terlihat di wajahnya yang tampan itu.

~~~~

Sudah seminggu belakangan Keisuke tak menemui Yura sama sekali. Dia sangat merindukan kekasihnya itu. Merindukan dirinya dalam tubuh Yura. Dia membutuhkannya. Yura adalah bensinnya, penyemangat hidupnya. Jauh dari wanita itu membuatnya gila dan tak berdaya.

Tubuhnya menjerit-jerit menginginkan wanita itu. Namun dia tak mungkin menemuinya saat Rina baru saja mulai mempercayainya lagi. Wanita sialan itu selalu menelphonenya setiap satu jam dan dia sangat terganggu dengan hal itu.

Dia sudah lama ingin menyingkirkannya. Bila tak bisa dengan cara halus, dia akan menggunakan cara kasar. Seperti yang telah dia lakukan pada ayah istrinya itu.

“Dan kini saatnya mengakhiri semuanya” senyum sinis kembali terlihat dibibirnya.

“Do it!” katanya pada seseorang yang diajaknya berbicara di telphone.

~~~~

Yura menunggu gelisah kedatangan Keisuke, namun laki-laki itu tak pernah menemuinya lagi. Sehari-dua hari tanpa laki-laki itu mengganggu tidurnya memang menyenangkan. Namun setelah seminggu tanpa belaian laki-laki itu tubuhnya kesakitan merindukan permainan cinta yang sering mereka lakukan.

Keisuke hanya mengiriminya pesan singkat beberapa kali sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar lagi. Yura takut laki-laki itu akan meninggalkannya dan dia akan berakhir menyedihkan menjadi pengemis dijalanan. Dia tak ingin hal itu terjadi. Dia berteriak histeris menolak kemungkinan itu pada hidupnya.

“Tidak!! Itu tak boleh terjadi padaku!!” teriaknya tepat pada saat Keisuke membuka pintu apartemennya. Laki-laki itu berlari menghampirinya.

“Ada apa Yura?” teriaknya cemas. Dia baru saja kembali dari dokter dan menemukan Yura berteriak ketakutan. Dia mengira wanita itu terluka.

“Keisuke?? Kamu datang? Aku kira kamu tak akan datang lagi. Aku kira kamu akan meninggalkanku dan aku akan berakhir dijalanan. Aku takut Kei” katanya gemetar.

“Shh..shh.. tidak sayang.. Aku disini. Aku tak akan pernah meniggalkanmu. Aku akan selamanya bersamamu” katanya menenangkan Yura.

“Benarkah? Kamu janji?” tanya Yura.

Keisuke mengangguk dan mencium bibir yang dirindukannya itu.

Dia mengangkat tubuh Yura dan membawanya ke kamar mereka. Setelah melepaskan pakaian mereka, Keisuke menyatukan tubuhnya dengan tubuh Yura. Percintaan yang panas itu mampu membuatnya melupakan segala masalah yang telah dibuatnya.

Keisuke kembali kerumahnya saat malam telah menjelang. Rina menyambutnya di rumah mereka dengan ciuman paling mesra yang pernah diberikannya pada laki-laki itu. Mereka hampir bercinta bila pelayan tidak sengaja masuk dan mengganggu percumbuan mereka yang panas.

“Aku sudah mendapat hasil pemeriksaanmu dari dokter” kata Keisuke pelan saat mereka berada di atas ranjang.

Rina menempelkan tubuhnya yang telanjang dan meletakan tangannya di atas dada telanjang laki-laki itu. Mereka tak dapat menunggu untuk bercinta setelah mendapat gangguan kecil dari pelayan. Saat semuanya telah selesai, keisuke mulai memberitahunya tentang kondisi penyakitnya.

“Aku tak ingin membuatmu semakin khawatir setelah mengatakan apa penyakit yang kamu derita. Tapi aku harus mengatakannya Rina. Karena, bila penyakit ini tak cepat ditangani, akan sangat terlambat untuk menanganinya nanti” kata Keisuke mengawali tipuannya.

“Katakan Kei.. Aku siap mendengarnya”

“Dokter..dokter mengatakan di dalam rahimmu terdapat tumor, namun masih jinak. Tapi bila tidak segera dioperasi, dokter khawatir kejadian seperti lalu akan terulang lagi dan kamu akan semakin menderita..” kata-katanya terputus-putus saat mengatakan hal itu pada istrinya. Dia memang aktor yang sangat handal.

“Apa yang harus aku lakukan Kei? Aku tak ingin memiliki tumor dalam rahimku. Aku ingin mengandung anakmu. Anak kita..” tangis Rina mulai turun.

Keisuke memeluk erat tubuh istrinya. Mengecup keningnya, menghiburnya.

“Lakukan operasi itu Rina. Dokter akan mengangkat tumor dari dalam rahimmu. Dan setelah sembuh, kita akan mengisinya dengan bayi kita..” dia mengecup pipi Rina. Menghapus air mata yang turun di pipi wanita itu.

“Apa katamu saja Kei.. Aku hanya ingin semuanya cepat berlalu. Aku sudah tak sabar untuk menjadi seorang ibu.. Ibu dari anak-anakmu..” Rina memeluk tubuh Keisuke erat.

Dia tak tahu bagaimana Keisuke bisa begitu terangsang hanya dengan mendengar kata-katanya. Laki-laki itu memang bejat. Dia menyetubuhi lagi istrinya untuk kesekian kalinya malam itu.

~~~~

Saat Keisuke menemani istrinya memeriksakan rahimnya di rumah sakit, telphone Rina berdering yang mengabarkan tentang kematian ayahnya. Laki-laki tua itu tak sanggup bertahan setelah setahun lebih menggantungkan hidupnya pada selang-selang yang terhubung dengan tubuhnya.

Akhirnya Keisuke mendapat keinginannya. Dia akan menjadi pewaris semua harta Akagiri. Tanpa diketahuinya Rina telah mengubah wasiat ayahnya yang akan membuat laki-laki itu gusar.

“Kei... Ayahku.. Ayahku telah pergi..” tangis Rina meledak di dada suaminya. Keisuke memeluknya erat, mencoba menenangkannya.

Pemeriksaan yang rencananya akan dilakukan hari itu diundur karena Rina harus mengurus pemakaman ayahnya. Jenazah ayahnya akan diperabukan dan ditaburkan di laut.

Saat Rina berdiri di atas perahu sambil menaburkan abu jenazah ayahnya di laut, hatinya sangat hancur. Satu-satunya keluarga yang dimilikinya telah pergi meninggalkannya. Dia tak tahu bila dia bisa berharap pada Keisuke. Dia belum mempercayai laki-laki itu seutuhnya.

“Kamu harus kuat Rina. Ayahmu pasti tak ingin kamu bersedih terus-terusan. Aku disini. Aku akan menjagamu” kata Keisuke saat membimbing tubuh istrinya masuk ke dalam mobil.

Mereka tak berbicara hingga tiba dirumah. Rina langsung menuju tempat tidur dan tak bangkit dari ranjang hingga keesokan harinya. Keisuke berada di dalam ruang kerjanya, memikirkan Yura dan bagaimana rindunya dia pada wanita itu.

~~~~

“Kamu siap Rina?” tanya Keisuke pada istrinya.

Rina telah berganti pakaian menggunakan pakaian operasinya. Dia akan dioperasi sesaat lagi. Dokter telah siap dengan pakaian bedahnya dan mengisyaratkan Keisuke untuk meninggalkan mereka.

“Aku akan menunggumu diluar Rina. Aku akan menungumu. Aku mencintaimu, sayang.. “ katanya lalu mencium bibir Rina sebelum perawat menghalaunya keluar dari kamar operasi.

Air mata Rina terjatuh setelah Keisuke menghilang dibalik pintu ruang operasi itu. Dia tak tahu mengapa hatinya begitu sakit. Dia tak menyangka Keisuke akan begitu kejam. Dia tak memikirkan apapun selain wanita sundal itu.

Dia bahkan tega membunuh anak kandungnya sendiri. Laki-laki itu begitu tergila-gila pada Yura.

Tanpa sepengetahuan Keisuke, dokter dan Rina telah berpura-pura selama ini di depannya. Dokter memberitahu Keisuke bahwa operasi berjalan dengan sukses dan bayi dalam kandungan Rina telah dimusnahkan. Keisuke tak menyembunyikan kegembiraannya di depan dokter itu.

Saat tubuh dokter itu berbalik, senyum jijik terpasang diwajah dokter tua itu.

~~~~

“Kamu tak apa-apa sayang?” tanya Keisuke pada istrinya. Kini dia telah dipindahkan ke kamar VIP untuk menyembuhkan luka operasinya.

“Aku baik-baik saja Keisuke” jawabnya sambil tersenyum.

Dia akan meladeni permainan laki-laki itu hingga dia sanggup lepas dari cengkeramannya dan akan menghilang ke luar negeri.

~~~~

Setelah kepulangannya dari rumah sakit, Rina menyelinap pergi dari rumah itu dan menghubungi pengacaranya yang telah mengurus segalanya untuknya. Dia akan pergi ke luar negeri dimana Keisuke tak akan menemukannya. Surat gugatan cerai telah disiapkannya untuk Keisuke.

Dia tak ingin berhubungan dengan laki-laki itu lagi. Laki-laki yang begitu tega dengan kejam merencanakan untuk membunuh darah dagingnya sendiri. Rina sangat muak dan jijik karena pernah mencintai laki-laki itu.

Keisuke yang sebulan kemudian ditemui oleh pengacara Rina dengan gembira menandatangani surat gugatan cerai itu. Dia akhirnya bebas dan bisa menikahi Yura secepatnya. Rina tak dapat mengklaim kepemilikannya atas perusahaan dan harta-harta yang telah Keisuke balik namakan atas namanya sendiri.

Namun pengadilan memberikannya pembagian 50% untuknya dan itu cukup untuknya memulai hidupnya lagi.

Sedangkan bagi Keisuke, 50% kekayaan yang dimilikinya sekarang tak akan habis meski tujuh turunan dia tak bekerja.

Dengan tak sabar dia menemui Yura dan memberitahunya kabar gembira itu. Namun seperti biasa, dia tak akan melewatkan sebuah percintaan panas dengan wanita itu sebelum memberitahunya.

Yura masih duduk diatas pangkuannya. Tubuh keisuke masih menancap dalam tubuh Yura. Nafas mereka masih terputus-putus saat Keisuke mengatakan apa yang ingin dikatakannya dari tadi.

“Menikahlah denganku Yura. Aku telah bercerai. Kini aku bisa menikahimu” katanya bergairah.

Dia begitu yakin Yura akan menerima lamarannya. Namun saat wanita itu bangkit dari tubuhnya dan duduk disisinya, dia menjadi panik.

“Kenapa Yura? Aku kira kamu ingin menikahiku juga? Kita bisa menikah besok, sekarang. Kapanpun” katanya bingung.

“Aku tak tahu Kei.. Ini terlalu cepat bagiku. Baru saja kemarin kamu bercerai dan sudah ingin menikah denganku, aku tak tahu. Aku merasa kurang baik bagiku. Orang-orang akan mengira kamu menceraikan istrimu karena ingin menikahiku. Mereka akan menganggapku wanita murahan” katanya merajuk.

Keisuke membelai punggung Yura. Merayunya dengan ciumannya di leher wanita itu.

“..Baiklah.. Aku akan menunggu jawabanmu. Tapi jangan membuatku menunggu lama Yura. Aku telah menunggu terlalu lama untuk memilikimu..” dia tak akan melepaskan setiap kesempatan untuk bercinta dengan wanita itu.

Saat tubuhnya menindih tubuh Yura lagi. Dia tahu dirinya akan sangat senang bila Tetsuya mati. Laki-laki itulah yang menjadi duri dalam dagingnya. Yura masih mencintai laki-laki itu. keisuke teringat bagaimana dia harus mengancam Yura agar mau bersamanya. Dan kini, saat dia melamarnya pun Yura menjadi ragu.

“Aku harus membunuhnya. Sehingga Yura tak akan ragu lagi padaku. Hanya aku yang bisa memiliki Yura. Hanya AKU!!” geramnya dalam hati.

18 comments:

  1. keisukkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

    mau nunuh tetsuya, berhadapan dulu sama mba shin
    wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. nunuh apaan sist? nunuh nunuhan? hee..

      Delete
  2. eh salah deh y aku saking keselnya sama keisuke....
    bunuh maksudnya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh bunuh... bunuh itu semacam binatang kan ya sist? yg bisa terbang itu kan??

      Delete
    2. mba shin,,,,,,,,,,,,,,


      grrrrrrrrrrr,,,,, grrrrrrrrrrrrr,,,,,

      hugo, mamanya nakal nih............

      Delete
    3. hugo dah tidur gk denger dia hee..

      Delete
  3. aku teriak di kupingnya pake toa yyg ukuran jumbo....

    ReplyDelete
    Replies
    1. toanya gk mau bunyi. gak ada batrenya :D

      Delete
    2. yeeeeeeeeeee toanya gak pake baterai :P

      Delete
    3. la iya, gk pake batre kan? makanya gk bs bunyi ahahhaah

      Delete
  4. mbk shin endingnya buat kyk memoris of bali mbk,,,,dimana semua tokohnya ditembak mati sama tetsuya....trs tetsuya bunuh diri.....*sadis....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... endingnya dah dibikinin sist, aku cuman ngikutin plot yg dah ada aja ;)

      Delete
  5. Seneng degh baca yg ini,,,,walo ktinggalan lagi,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee... ganti merek motornya sist biar gk ketinggalan mulu... ^__^

      Delete
  6. Ending nya happy kan mba shin :D

    Gak suabar nunggu ending nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe kita lihat saja nanti ok? hihi ^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.