"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, December 22, 2012

Sixth Drama - Chapter 26 (story idea by sy ana)



Meski akhirnya Yura menyetujui untuk menikah dengan Keisuke, laki-laki itu tak puas juga. Dengan liciknya dia membayar orang untuk mencelakakan Tetsuya seperti halnya yang dilakukannya pada ayah Rina dua tahun yang lalu.

“Aku ingin kalian membunuhnya! Aku tak ingin laki-laki itu mengganggu Yura lagi. Mengerti?!” bentak Keisuke pada orang bayarannya.

Dia duduk dikantornya, dua orang bayaran di depannya membungkuk memberi hormat sebelum mengambil amplop di atas meja dan berlalu dari sana. Perusahaan itu masih dikuasainya, Rina tak dapat mengambilnya lagi. Keisuke yang dengan licik telah menguasai hampir seluruh kekayaan Rina.


~~~~

Tetsuya sedang menyetir mobilnya saat lampu merah menyala diperempatan jalan. Dia sedang memikirkan Yura, sudah enam bulan sejak hari pernikahan mereka yang gagal. Dia masih merindukan wanita itu, dia selalu membayangkannya berada diatas ranjangnya, menunggunya pulang dari kantor. Namun itu semua hanya imajinasinya.

Hatinya masih terluka dengan pengkhianatan Yura, dia tak tahu mengapa Yura seperti itu, mereka hidup bahagia selama dua tahun meskipun tak bergelimang harta seperti dulu. Tak masuk akal bila kemudian Yura meninggalkannya dengan alasan seperti itu.

Tetsuya menghirup rokoknya, lampu lalu lintas telah berubah hijau, mobil dibelakangnya telah membunyikan klaksonnya dengan keras. Tetsuya memaki di dalam mobilnya.

Saat menginjak pedal gasnya dengan kencang, dipertengahan jalan mobilnya dilanggar oleh sebuah mobil van hitam hingga terjadi kecelakaan beruntun di perempatan itu. Mobil Tetsuya terlempar hingga menabrak sebuah toko dan masuk kedalamnya.

Beberapa pejalan kaki juga tak terhindar dari tabrakan itu. Sementara mobil van yang menjadi tersangka utama telah kabur dan sedang dikejar oleh beberapa polisi bermotor yang berpatroli di pos polisi di perempatan.

Mobil ambulans menguing-nguing, sirene yang memilukan telinga terdengar bersahutan. Ambulans-ambulans itu mengangkat tubuh-tubuh yang bergelimang darah dijalan, ada yang pingsan, ada pula yang meringis karena sekujur tubuhnya terluka.

Sebuah stasiun televisi swasta yang berada tak jauh dari tempat kejadian itu menayangkan secara langsung proses evakuasi korban-korban tabrakan, yang menelan korban pejalan kaki dan pengendara kendaraan dengan korban meninggal sebanyak delapan orang dan belasan korban luka-luka yang telah dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Satu diantaranya diketahui bernama Tetsuya Hashimoto.

Yura yang sedang menonton televisi dikamarnya menjatuhkan gelas minuman yang sedang dipegangnya demi mendengar nama Tetsuya disebut oleh reporter.

“Tetsuya Hashimoto..? Jangan katakan itu Tetsuya..??” dia berbisik frustasi.

Tanpa mematikan televisinya, Yura keluar dari apartemennya dan memanggil taksi untuk mengantarkannya ke rumah Tetsuya, rumah mereka dulu.

Meski dalam hatinya ragu, namun Yura memencet tombol bell rumah itu. Matanya nyalang dan jantungnya berdebar kencang, dia ingin tahu keadaan Tetsuya, dia tak ingin laki-laki itu celaka. Dia tak akan sanggup untuk hidup lagi bila Tetsuya mati. Karena Yura telah menghancurkan hidupnya untuk bersama Keisuke agar laki-laki itu hidup. Bila Tetsuya mati, Yura tak akan mau untuk hidup lagi.

Saat pintu rumah itu terbuka, semua kelegaan terpancar dari wajah Yura. Tetsuya masih hidup, Tetsuya berdiri disana, hanya dengan beberapa luka memar diwajah dan tangannya.

Wajah laki-laki itu terkejut, tak menyangka akan menemukan Yura di depan pintu rumahnya, lagi..

Tetsuya langsung memeluk tubuh Yura dengan erat. Mencurahkan semua kerinduannya pada wanita itu. Kerinduan yang telah menyiksanya selama ini. Dengan tak sabar diciumnya bibir Yura dengan mesra. Bibir yang telah lama mengisi mimpi-mimpinya yang sepi.

“Yura..Kamu telah kembali? Kamu akhirnya kembali?” Tetsuya berbisik padanya, menatap wajah wanita itu dengan sayu.

Tetsuya menarik tangan Yura, mengajaknya masuk kedalam rumah mereka. Telah lama Yura tak menginjakan kakinya dirumah itu. Dia rindu dengan rumah itu, dengan kamarnya yang nyaman, dengan laki-laki yang sedang menggenggam tangannya erat.

Sesampainya didalam rumah, Tetsuya memeluknya lagi, seolah pelukan mereka tak akan pernah cukup. Namun tubuhnya didorong dengan lembut oleh Yura.

“Aku sudah melihatmu, kamu baik-baik saja..Aku lega” bisik Yura lirih, tangisnya turun di pipi.

“Apa maksudmu Yura? Kamu tak akan pergi lagi kan? Tolong Yura, jangan tinggalkan aku lagi..” pinta Tetsuya, memohon pada Yura.

“Tidak bisa Tetsuya, aku harus kembali padanya, kami akan menikah..sebentar lagi..” dia menundukan wajahnya, tak berani memandangi tatapan mata Tetsuya yang kesakitan mendengar ucapannya.

“Tidak..tidak. Kamu tidak boleh menikahinya Yura, dia laki-laki jahat. Kamu tak tahu apa yang telah dilakukannya. Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi, Yura..dengarkan lah aku” bujuk Tetsuya, namun Yura semakin menepis tangannya.

“Aku harus pergi Tetsuya, jika tidak dia akan..” dia memandang wajah Tetsuya untuk yang terakhir kalinya. Kemudian berlalu dari rumah itu, berlari dengan kencang menuju taksi yang masih menunggunya di depan.

Tetsuya mengejarnya namun tak cukup cepat karena pengaruh luka tabrakan yang dialaminya.

“Aku harus pergi Tetsuya, jika tidak dia akan..membunuhmu..” air matanya jatuh di pipi.

Tangisan terisak mengisi sepanjang jalan pulang kembali ke apartemennya, apartemen yang dibelikan Keisuke untuknya.

~~~~

Kini kehamilan Rina telah memasuki bulan ke empat, perutnya telah membesar hingga dia merasa mulai susah bergerak. Sejak berada di luar negeri, Rina mulai mengusut tentang semua kejahatan yang Keisuke lakukan terhadap perusahaannya. Alangkah terguncangnya dia saat mengetahui laki-laki itu pulalah yang menjadi dalang kematian ayahnya. Dia juga mengetahui tentang rencana pernikahan Keisuke dengan Yura.

Dengan berbekal semua bukti yang dimilikinya, Rina kembali ke Jepang dan mengajukan tuntutan hukum pada mantan suaminya itu. Keisuke tak akan bisa berkutik lagi dan menghindar dari semua kejahatannya.

Saat Rina berada di Jepang, dia menemui Tetsuya, dari Tetsuya lah Rina tahu mengenai rencana pernikahan Keisuke dengan Yura.

“Tetsuya, Kamu sungguh menyedihkan” katanya saat melihat Tetsuya yang semakin terpuruk dengan berita pernikahan Yura.

“Aku perlu bantuanmu, mungkin dengan rencana ini, pernikahan mereka akan batal” katanya pada Tetsuya. Laki-laki itu menatapnya, bingung dengan ucapan Rina.

“Apa maksudmu?” tanya Tetsuya kemudian.

Rina menyerahkan berkas-berkas yang dimilikinya tentang semua kejahatan Keisuke. Tetsuya memandangnya tak percaya.

“Dia membunuh ayahku, dia jugalah yang mencelakakanmu beberapa hari yang lalu. Kita harus balas dendam, Tetsuya, kamu harus membantuku. Bila kamu masih menginginkan wanita itu” desisnya penuh kebencian.

“Dia bahkan ingin membunuh anaknya sendiri, aku tak akan pernah memaafkan laki-laki itu. Bila dia tidak mati, aku tak akan puas” matanya membelalak berapi-api.

Tetsuya hanya memandangnya, masih memikirkan apa yang akan dia lakukan. Tentu dia sangat menginginkan Yura kembali padanya, sekaligus untuk menyingkirkan Keisuke dari muka bumi ini.

10 comments:

  1. rasain tuh tetsuya, mangnya enak...

    rina, i love you girl....
    happy mother's day Rina
    *mba, Rina ngerayain mother's day kan??
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak donk cin.. rasa stlobeli kata Keisuke. ahhahaha

      Delete
    2. gimana kalo rasa yg asem2 gitu, mba???
      lebih seger gimana gitu mba...

      wkwkwkwk

      Delete
    3. wah bisa2 melek tuh 24 jam sist :D

      Delete
    4. ya tapi bsok nya matku kaya panda mba hehehe

      Delete
    5. hahahahahah kyk mataku donk, sejak kenal ama anak2 PN.. kantung mataku kyk kantung mata panda mulu ckckkckc

      Delete
  2. aloha....salam kenal y shin haido ^^

    tau blog ini dr temen, pas baca crtnya2 wow >.< aq cukup suka dengan jalan ceritanya. aq dah baca yg Eight drama & fifth drama, 2 2 nya suka ^^ tapiiiiiii yg pg bikin penasaran tuch cerita iniiiiii sixth drama :)

    pleaseeeee jgn lama2 lanjutannya penasaran.com & mupeng,com >.<

    btw kl blh tau ini sixth drama smp brp chapter?

    thx >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, salam kenal jg sist. :D makasi ama pujiannya. :D kebetulan sixth drama -season 1- sampe chapter 30 aja. jd tinggal beberap chapter lg. mudah2an besok bisa aku posting lg 1 chapter berikutnya ya :) n makasi udah nyempetin baca2 cerita2 disini hehehehehe

      Delete
    2. hiks...hiks....hiks....gk sabar bgt nunggu 4 bab lagi wkwkwkwk abis penasaran bgt, gimana nasibnya Yuna sama Tetsuya...

      ngareppp bgt bsk diposting lg >.< smangkaaaaaaaa smangkaaaaaa sist shin

      Nb: pengen cekik si keisuke bgt, jahat bgt abisnya wkwkwk

      Delete
    3. hahaha sabar sista.. ^^... karma pasti berlaku. lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.