"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 23, 2012

Sixth Drama - Chapter 27 (story idea by sy ana)



Setelah rencananya untuk membunuh Tetsuya gagal, Keisuke semakin berang terhadap bawahannya. Dia bahkan mendapat panggilan dari pengadilan dan diperiksa oleh kejaksaan mengenai perusahaan dan dana-dana yang digelapkannya.

Polisi juga memeriksanya mengenai kasus kecelakaan yang menimpa ayah Rina dua tahun lalu. Hanya menunggu hitungan minggu laki-laki itu akan dijatuhkan hukuman, meski saat ini dia masih mendapat kebebasan karena tidak dipenjara, dia hanya diberikan penahanan dalam kota, pernikahannya dengan Yura pun terpaksa diundurnya.


Keisuke yang geram karena mengetahui Rina dan Tetsuya bersekongkol untuk menjatuhkannya mencoba untuk membunuh mereka lagi. Namun nasib sial terus menghantuinya sejak itu. Dia gagal membunuh Tetsuya lagi, hingga akhirnya pengadilan memutuskan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara padanya.

Hukuman yang sangat tak setimpal, setelah dia dengan uangnya membayar ganti masa penahanannya dipenjara.

Keisuke berteriak histeris saat petugas kepolisian memborgol tangannya dan menggiringnya masuk ke dalam mobil tahanan, yang akan mengantarkannya untuk ditahan dipenjara pusat. Dia berteriak-teriak memanggil nama Yura, mencaci maki Rina dan Tetsuya, mengatakan mereka menjerumuskan dan memfitnahnya.

Keisuke dijatuhkan hukuman atas kejahatannya menggelapkan uang perusahaan dan membalik-namakan kekayaan Akagiri untuk dirinya, namun pengadilan belum bisa menghubungkan kecelakaan yang menimpa ayah Rina dengan Keisuke. Bila tidak, maka laki-laki itu dipastikan akan dijatuhi hukuman mati.

~~~~

Yura bersedekap di dalam kamarnya, berita tentang ditahannya Keisuke membuatnya terguncang. Antara lega dan cemas.

Dia lega akhirnya bisa terbebas dari laki-laki itu. Dia tak perlu lagi untuk menikahinya, tak perlu takut lagi Keisuke akan mengancam hidup Tetsuya ataupun dirinya. Dia bisa pergi kemanapun dia mau.

Namun Yura khawatir dengan dirinya, kemanakah dia akan pergi setelah ini. Meski harta kekayaan yang telah Keisuke berikan padanya cukup untuk memulai hidup baru yang bersih diluar sana, Yura masih tak habis pikir mengapa hidupnya bisa berakhir seperti itu.

Dia teringat akan Tetsuya, masihkah laki-laki itu mau menerimanya setelah semua penderitaan dan pengkhianatan yang dia lakukan padanya? Masihkah Tetsuya mau menerima tubuhnya yang telah kotor itu?

Yura hanya bisa menangis, meratapi nasibnya yang malang.

Telephone genggamnya berbunyi, dia menghapus air matanya, kebingungan pada siapa yang menghubunginya. Telah lama dia terputus dari dunia luar dan tak berhubungan dengan siapapun.

“Hallo?” sahutnya.

“Aku ingin bertemu denganmu. Tempat yang sama” kata suara wanita itu. Rina menghubunginya, wanita itu akan berangkat kembali keluar negeri untuk bersiap-siap menyambut kelahiran anaknya.

Meski dia tak puas dengan hukuman dinegara ini untuk Keisuke, dia bisa bernafas lega akhirnya laki-laki itu telah dipenjara.

Yura mengusap matanya, membersihkan wajahnya dan memasang make-upnya. Dia akan menghadapi apapun yang Rina katakan padanya. Dia telah bebas, korban Keisuke bukan hanyalah Rina, tapi Yura.. dan dia tak akan bersedia dilecehkan karena hal itu.

~~~~ 

“Duduklah” Rina menunjuk kursi di depannya.

“Apa yang kamu inginkan?” tanya Yura tanpa basa-basi.

“Kini Keisuke telah dipenjara, aku yakin semua keuanganmu telah dihentikan. Mengapa kamu tak meninggalkan Keisuke, Yura?” Rina meniup kopi ditangannya.

“Apa yang kamu tahu tentang aku, Rina? Kamu tak tahu apa-apa, jadi jangan berlagak seperti tahu segalanya” Yura membelalak, kesal dengan wanita didepannya.

Rina hanya terkekeh, dia merasa diatas angin. Dia gembira karena akhirnya wanita yang pernah menghancurkan rumah tangganya kini tak berdaya, tak punya penyokong lagi.

“Aku tahu banyak hal tentangmu, Yura. Kamu wanita menjijikan. Bila kamu tidak tamak akan uang, Tetsuya dan Keisuke tak akan berebut untuk memilikimu. Mereka terobsesi padamu. Mereka hanya menginginkan tubuhmu. Tak ada yang benar-benar mencintaimu” desis Rina marah.

“Kamu tak perlu memberitahuku hal itu, tak soal mereka mencintaiku atau tidak. Itu bukan urusanmu” balas Yura. Dia membenci Rina sedari dulu.

“Huh!!” Rina mendengus. “Tapi aku senang, kamu tak jadi menikah dengan Keisuke. Kamu tak tahu apa saja yang dia lakukan agar bisa memilikimu hah? Kamu ingat ketika aku terjatuh pingsan disini? Saat itu aku mengetahui diriku hamil. Ya.. aku sedang mengandung anak Keisuke. Dan kamu tahu?? Dia ingin menggugurkan kandunganku. Anaknya sendiri. Aku heran bagaimana kamu bisa nyaman hidup dengan laki-laki seperti itu selama ini Yura. Aku merasa mual karena pernah memiliki perasaan padanya” Rina membuang mukanya.

Matanya tersirat sakit hati yang telah lama dipendamnya. Mungkin jauh didalam hatinya, dia masih memikirkan Keisuke.

Yura terkejut dalam duduknya, dia tak menyangka Keisuke akan melakukan hal itu juga pada bayinya sendiri. Meski dia sanggup untuk membunuh orang lain, tapi anaknya sendiri? Yura tak habis pikir mengapa Keisuke bisa berubah sekejam itu. Karena dirinyakah? Begitu hebatkah pengaruh dirinya pada laki-laki itu?

Rina memandangnya sinis. “Aku akan pergi keluar negeri, sebentar lagi anakku akan lahir. Saranku padamu, pergilah dari sini. Hapuslah semua kenanganmu pada apa yang telah terjadi. Tetsuya adalah laki-laki baik, jangan kamu dekati dia lagi. Dia mulai bisa bangkit lagi, jangan kamu hancurkan dia. Kamu tak pantas mendapatkan Tetsuya” dengan itu Rina pergi dari sana. Meninggalkan Yura yang mematung, dipenuhi pikiran-pikiran tentang kata-kata yang baru saja Rina ucapkan.

Bila dia tak ada, maka Tetsuya dan Keisuke tak akan berakhir seperti ini. Bila dia tak tamak akan uang dan harta, dia tak akan menyebabkan dua laki-laki itu sengsara dan gila padanya.

Yura keluar dari restoran itu dan berjalan kaki tanpa menghiraukan sekitarnya. Matanya nyalang menatap kosong jalan didepannya.

~~~~

Sudah sebulan lebih sejak pertemuan terakhirnya dengan Rina di restoran mewah itu. Yura masih berdiam diri di apartemennya. Terkadang temannya Michan mengunjunginya kesana, namun karena Yura melarangnya, Michan tak pernah memberitahukan Tetsuya tentang keberadaan Yura.

Laki-laki itu selalu menghubungi Michan, memintanya untuk menghubunginya kembali bila mengetahui keberadaan Yura.

Sejak Keisuke dipenjara, Tetsuya semakin gencar mencari keberadaan Yura, namun dia tak pernah berhasil. Yura tak pernah keluar dari apartemennya, wanita itu membayar orang untuk membawakan kebutuhannya sehari-hari. Yura kini menghabiskan waktunya di depan internet, berusaha mencari pekerjaan lewat dunia maya itu.

Ketika akhirnya dia bertemu dengan sebuah komunitas sosial yang mengajaknya bergabung untuk menjual barang-barang online. Dari sana Yura bertugas untuk menerima pesanan dan mengaturnya sehingga semua pesanan masuk ke kantor pusat dan bisa dikirimkan kepada alamat pembeli.

Meski dia baru melakoni pekerjaan ini selama dua minggu, namun Yura merasa bersemangat dan tak terpuruk dalam hidupnya yang menyedihkan. Dia mendengar tentang kondisi Keisuke yang memburuk. Laki-laki itu mengamuk di dalam penjara, berkelahi dengan tahanan lain dan terpaksa ditenangkan dengan jarum suntik.

Kini Keisuke terpaksa dirawat di rumah sakit jiwa. Hati Yura semakin sedih memikirkan laki-laki itu, bagaimana dia telah merusak masa depan cerah yang dulu dimiliki Keisuke. Dia semestinya tak membuat laki-laki itu seperti ini.

“tok..tok..tok.” suara langkah kaki sepatu hak tinggi di koridor rumah sakit.

Pukul sembilan pagi, Yura menengok jam tangannya. Hari ini dia akan menjenguk Keisuke, laki-laki itu pasti kesepian karena harus dirawat dirumah sakit ini.

Dia dipersilahkan masuk ke dalam kamar perawatan Keisuke, kamar itu dijaga oleh dua orang polisi berseragam yang duduk di depan pintu kamar perawatan.

Pintu dibelakangnya tertutup saat Yura masuk ke dalam kamar. Keisuke sedang duduk disamping jendela, memandang ke arah halaman yang dipenuhi pasien yang sedang berolahraga.

“Kei..” panggil Yura pelan.

Laki-laki itu tidak menggubrisnya. Yura menghampiri kursi tempat Keisuke duduk. Mencoba menatap wajahnya yang kosong. Tangisnya turun menyadari semua kesalahan yang telah diperbuatnya pada laki-laki itu.

“Maafkan aku Kei..” bisiknya tertahan.

“Seandainya aku tak gila harta dan memaksamu menjadi kaya, semua ini tak akan terjadi. Kamu akan masih Keisuke yang dulu, Keisuke yang baik, yang selalu mendukungku” isak tangisnya semakin keras.

Keisuke kini memandangnya, seolah tak mengenal wajah didepannya. Tatapan matanya kosong, semakin menambah kesedihan dalam hati Yura.

Tiba-tiba laki-laki itu memeluknya dengan erat. Tangannya menepuk punggung Yura dengan lembut. Tapi apa yang akan dia katakan kemudian membuat dunia Yura seakan jungkir balik.

“Jangan menangis Yura.. Aku tidak gila. Aku akan keluar dari rumah sakit sial ini. Akan aku bunuh laki-laki itu sehingga dia tak menghalangi hubungan kita. Setelah itu kita akan bersama selamanya...” desis Keisuke ditelinga Yura.

“Apa maksudmu Keisuke? Aku tak mengerti..” tanya Yura setelah pelukan mereka lepas.

“Yura.. hanya aku yang mencintaimu. Laki-laki itu hanya terobsesi padamu. Dia tidak mencintaimu. Demi mendapatkanmu dia telah mencelakakan ayahmu.. Kamu tidak tahu itu kan? Hah!! Dia telah menipumu mentah-mentah Yura. Bila kamu tak percaya, TANYAKAN PADA AYAHMU!!!!” teriak Keisuke seperti orang kerasukan.

Petugas rumah sakit pun masuk ke dalam kamar itu, menarik tubuh Keisuke dan melepaskannya dari Yura. Wanita itu masih terguncang dengan pernyataan Keisuke. Tetsuya tak akan berbuat seperti itu padanya. Tetsuya sangat mencintainya, dia tak mungkin mencelakakan ayahnya.

Yura menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak percaya dengan pernyataan Keisuke.

Laki-laki itu menyeringai, masih berteriak-teriak memanggil nama Yura. Yura telah keluar dari kamar itu, tangisnya runtuh saat berdiri di lobby rumah sakit.

“Tetsuya tak mungkin berbuat seperti itu. Dia tak mungkin mencelakakan ayahku..” Yura menutup wajahnya dengan telapak tangannya, menangis tersedu-sedu ditengah tontonan publik yang lalu-lalang.

28 comments:

  1. ini kenapa jadi jahat semua ya???

    hati nuraninya pd kemana???
    dijual di pasar saham kali yah....
    hehehehehe....


    pisss mba shin,
    kasihan bpk nya yura n rina yg pd dibunuh....

    cowo2 gak punya perasaan, lemparin juga nih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatinya lg dibikin kari sist. enak kali ya makan kari ati.. bapaknya yura idup kok, bapaknya rina doank yg mati hee...

      Delete
    2. iya mbk fathy, dsini semua orang2nya jahat, gak ad yg baek, ato emng dunia skrng kyk gt ya *mikir*
      mbk shin, emng yura ya yg bikin keisuke jd gila harta gt, krn cintanya pd yura

      Delete
    3. iya. kl yura gak berulang kali nyuruh Keisuke "kl kamu kaya mgkn aku mau sama kamu" nah... tp keisuke jg jd kyk gini krn tetsuya nyetop beasiswanya, n dia pengen balas dendam krn tetsuya yg udah kyk gt jg rebut yura yg tadinya adalah pacarnya keisuke wkt mereka kuliah...

      Delete
    4. ya mba tika terutama si keisuke, uh rasanya pengen nyeburin dia k kolam renang dari lanti 50
      heheheheh


      tapi klo da cowo kaya keisuke di dunia nyata n tuh org deket sama aku, aku katain dong2 mba shin
      hihihihi

      Delete
    5. brondong jagung enak mba.....

      sayang bukan yang itu tapi dong2 disini sama dengan bodoh bin stupid

      hehehehe

      Delete
    6. odong2 itu mainan mba....

      ini otaknya hihihihi

      Delete
    7. emang punya otak ikan tenggirinya?

      Delete
    8. punya mba secuillllllllllllllllll bgt..

      alamat mw nulis gak jadi kayanya nih....

      Delete
    9. nulis2 aja mba hehehe
      malah skrg ngantuk pula,,,
      legkappppppppp

      Delete
    10. udah bangun belum? apa skrg malah lg ngorok nih??

      Delete
    11. mau bubu,,, sebellllllllllllll sama mba shin :P

      Delete
  2. penyesalan selalu datang diakhir yura so....jgn pernah bilang klo kmu menyesal :-[

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo di awal namanya peringatan, nene

      Delete
    2. salah sist.. diawal itu pendaftaran ^^

      Delete
    3. anak sekolaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh kali mba pake pendaftaran hihihihi

      Delete
  3. penyesalan selalu datang diakhir yura so....jgn pernah bilang klo kmu menyesal :-[

    ReplyDelete
  4. penyesalan selalu datang diakhir yura so....jgn pernah bilang klo kmu menyesal :-[

    ReplyDelete
  5. can wait for next chapter >.<

    thx mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ntr malem lg 1 chapter sist ya ^^ trus besok endingnya ;)

      Delete
    2. and u can be freeeeeeeee!lol

      Delete
    3. @ana : i'm free already. i've finished sixth drama. just need to post it after this and tomorow for the ending.

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.