"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 24, 2012

Sixth Drama - Chapter 28 (story idea by sy ana)



Rumah itu sederhana, halamannya ditanami berbagai tanaman bunga-bungaan. Nampak seorang wanita paruh baya sedang menyiram kebun itu. Yura memanggilnya.

“Ibu..” sapanya. Wanita yang dipanggil Yura menoleh dan menatapnya lama.

“Yura?? Kamu datang? Suamiku.. Yura datang..” teriaknya pada suaminya yang berada di dalam rumah mereka.

Seorang laki-laki tua tergopoh-gopoh keluar dari rumah itu. Wajahnya tersenyum bahagia. Dia tak menyangka anaknya akan menjenguknya setelah sekian lama mereka tak bertemu.


“Yura..” bisik ayahnya, mata laki-laki tua itu terbayang oleh air mata. Dia menangis haru.

“Ayah..” Yura memeluk ayahnya. Membagi kerinduan yang telah lama tak dia rasakan. Ayahnya telah berubah, kini dia menjadi laki-laki yang baik. Tak pernah berulah lagi, tak pernah berjudi atau mabuk-mabukan. Dia berusaha menebus semua kesalahannya dulu.

“Yura.. Apa yang membawamu kemari? Ayah khawatir karena kamu tak pernah mengabari keberadaanmu pada ayah..” ayahnya mengusap air mata dipipinya.

“Ayah.. Aku hanya mampir sebentar, ada yang harus aku lakukan setelah ini. Aku hanya ingin bertanya beberapa hal pada ayah..” Yura mengambil nafas panjang sebelum mengungkapkan maksud tujuannya datang ke rumah itu.

“Apa benar.. Tetsuya pernah mencelakakan ayah dulu?” tanya Yura akhirnya.  Jantungnya berdebar kencang menunggu jawaban ayahnya.

“Yura.. semua sudah berlalu, tak ada gunanya diungkit-ungkit kembali..” kata ayahnya pelan.

“Tidak ayah. Aku harus tahu, ini menyangkut hidup matiku, yah. Tolong beritahu aku..” pinta Yura pada ayahnya.

Laki-laki tua itu memandang wajah istrinya, ibu tiri Yura. Kemudian dia menghela nafasnya panjang.

“Benar.. Tetsuya dulu mencelakakan ayah. Karenanya lah ayah akhirnya dipenjara, tapi ayah pantas masuk penjara, Yura.. setelah semua kejahatan yang ayah lakukan padamu.. pada almarhum ibumu.. ayah pantas.. Jangan kamu menyalahkan dia, dia laki-laki yang baik” ayahnya menyentuh tangan Yura, namun Yura menepisnya.

“Aku tak bisa tinggal lama disini, yah. Aku harus pergi. Maafkan aku, aku tak mengabarimu. Lain kali aku janji, akan kembali lagi kesini untuk menghabiskan waktu bersama kalian” Yura bangkit dan berjalan menuju pintu rumah itu, keluar dari sana tanpa menghiraukan panggilan ayahnya.

Tangisnya jatuh tak tertahankan, dengan tangannya, dia menopang tubuhnya ditembok, mengeluarkan semua emosi di dadanya. Dia tak tahu harus bersikap bagaimana pada Tetsuya.

Dialah penyebab semua ini. Dia yang membuat laki-laki itu melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Andai dia tak tamak dan haus akan harta kekayaan, semua ini tak akan terjadi. Yura membenci dirinya sendiri.

Namun, dia harus menemui Tetsuya, dia harus mendengarkan sendiri dari laki-laki itu. Mengapa dia tega melakukan itu padanya.

~~~~

Yura menyusuri tembok tinggi rumah itu dengan tangannya. Meninggalkan jejak jari tangannya disepanjang dinding putih itu. Dia kembali berjalan menyusuri jalan itu, jalan yang sempat dilaluinya selama dua tahun bahagia hidupnya bersama Tetsuya.

Rumah yang mereka tempati akan menjadi tempat terindah baginya, dimana dia mengenal cintanya, dimana dia mengkhianati cintanya.

Tetsuya telah menunggunya di depan pintu rumah itu. Dia melihat tubuh Yura dari cctv yang dipasang di sudut-sudut tembok rumahnya, memberikan akses pada wilayah disekitar rumah itu.

“Yura..” bisiknya perlahan pada wanita itu. Direngkuhnya tubuh lemah Yura, tubuh yang telah terkuras air mata dan tak ada habisnya.

Yura mengalungkan tangannya pada pinggang laki-laki itu, menghirup aroma tubuh Tetsuya yang begitu dirindukannya. Andai dia bisa mati saat itu, dia ingin mati dalam pelukan Tetsuya. Dia sudah lelah menghadapi semua masalahnya.

“Aku..ingin menanyakanmu sesuatu Tetsuya..” kata Yura dalam pelukan Tetsuya.

Tetsuya tak ingin menjawab wanita itu, dia tahu apapun yang akan Yura tanyakan padanya, semua adalah masa lalu, masa lalu yang disesalinya, masa lalu yang ingin dihapusnya. Dia tak ingin Yura membuka kembali masa lalu yang tak berharga itu.

“Apa sebenarnya tujuanmu mendekatiku? Aku..aku tahu kamulah yang mencelakakan ayahku hingga dia masuk penjara dan dihajar habis-habisan oleh mafia-mafia itu” Yura memejamkan matanya. Mencoba menutup semua indera yang dimiliki tubuhnya.

“Yura..sayang.. Itu semua sudah berlalu, tidak bisakah kita melupakannya? Tidak bisakah kita melihat ke masa kini? Ke masa depan?” Tetsuya merangkum wajah cantik itu dengan kedua tangannya. Mengecup keningnya ringan.

“Aku ingin sekali Tetsuya.. Namun aku tak pantas untuk bersanding lagi denganmu. Aku kotor Tetsuya.. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku. Aku hanya ingin tahu jawabanmu Tetsuya.. Tolong jawablah aku..” Yura memohon hingga tubuhnya merosot kebawah kaki Tetsuya, berlutut lemah dibawah kakinya.

Tetsuya ikut berlutut bersamanya, merengkuh kembali tubuh Yura yang tak bertenaga. Dia sedih melihatnya seperti itu. Dia rindu Yura-nya yang selalu melawannya, yang selalu menentangnya.

“Bila jawabanku hanya akan membuatmu pergi dari sisiku, maka aku tak mungkin menjawabnya Yura. Aku tak sebodoh itu..” bisiknya lembut ditelinga wanita itu.

“..artinya kamu mengakuinya Tetsuya? Kamu mengaku telah mencelakakan ayahku? Karena ingin memilikiku?” tanya Yura lirih.

“Yura...aku..” Tetsuya tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Yura mengusap air mata di pipinya. Menatap wajah Tetsuya dengan tersenyum, senyum yang telah lama dinantikan oleh laki-laki itu.

“Aku..aku telah membuat semuanya hancur Tetsuya.. Kamu.. Keisuke, Rina, ayahku.. semua orang hancur karena ketamakanku. Bagaimana mungkin aku bisa hidup menanggung semua ini? Aku tidak bisa tetsuya..” Yura menggeleng-gelengkan kepalanya. Mencoba bangkit berdiri diatas kakinya.

Tetsuya membantu wanita itu untuk berdiri, menopang tubuhnya yang lemah.

“Jangan katakan itu Yura, kamu membuat hidupku berarti, kamu membuat hidupku cerah. Kamu adalah permata hatiku.. Jangan tinggalkan aku Yura. Aku mencintaimu, selalu..” Tetsuya berusaha menahan tubuh Yura yang semakin jauh darinya.

“Lepaskan aku Tetsuya.. Aku tak pantas untukmu.. Hiduplah tanpaku Tetsuya.. Aku..aku akan selalu mencintaimu, tapi kita tak mungkin bersama” Yura melepaskan tangan Tetsuya dari tubuhnya. Berlari menuju taksi di depannya.

Saat Tetsuya meraih pintu taksi itu, Yura telah menguncinya dari dalam. Dia tak bisa membukanya. Yura menyuruh sopir taksi untuk pergi dari rumah itu, tangisannya jatuh semakin deras.

Dengan putus asa Tetsuya menggedor jendela taksi itu berharap Yura akan membukakan pintunya. Namun wanita itu teguh dengan pendiriannya.

Tetsuya merogoh saku celananya dan meraih telephone genggamnya. Ditekannya nomber Yura, nomber yang selalu ditelphonenya namun tak pernah diangkat oleh wanita itu.

“Angkatlah Yura!!!” teriaknya frustasi di depan rumahnya. Mobil taksi yang membawa Yura telah jauh menghilang di ujung jalan. Namun Yura tak pernah mengangkat panggilannya.

Matanya kabur dibayangi air mata, Yura mematikan handphonenya, menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Akhirnya dia melepaskan Tetsuya dari hatinya, melepaskan laki-laki itu dari penderitaannya. Yura tak ingin Tetsuya membebani hidupnya dengan pikiran mereka akan bersama lagi. Yura akan memulai hidupnya yang baru tanpa Tetsuya. Sehingga tak ada lagi yang akan sakit hati karenanya.

Malang bagi taksi yang dikendarainya, sebuah truk pengangkut bahan bakar cair menyenggol bagian samping taksi itu dan membuatnya terlempar berkali-kali diatas aspal.

Dengan putus asa sopir taksi itu menarik tubuh Yura yang berlumuran darah, wanita itu pingsan akibat benturan yang mencederai kepalanya. Bensin yang keluar dari tangki truk yang terbuka semakin membuat sopir itu panik.

Dengan bantuan orang-orang yang melihat kecelakaan itu, mereka mengeluarkan Yura sesaat sebelum kedua kendaraan itu meledak, menimbulkan suara berdebum yang mengerikan dan letupan api besar menjulang ke angkasa.

Tetsuya menatap nanar ledakan api di angkasa, jantungnya berdebar kencang memikirkan keselamatan Yura. Dengan kakinya yang pincang akibat kecelakaannya sebelumnya, Tetsuya berlari mencari asal suara ledakan itu.

Dilihatnya tubuh Yura yang penuh darah, hatinya mencelos seketika. Tetsuya merasa jiwanya dicabut dari dalam raganya. Tak kuasa melihat wanita yang dicintainya terbaring tak berdaya dengan darah tergenang dibawahnya.


“YURAAA.....!!!” teriaknya saat merengkuh tubuh wanita itu kedalam pelukannya. 

28 comments:

  1. kok malam ini sedih sedih semua ya mbk shin
    huaaaa *nangis2 dpelukan DG*

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha?? bukanny tadi dagh pamit bobo, Tika??
      habis lanjutin nangis yagh?? #menatap~curiga

      Delete
    2. @ertika : kopmak artinya sist :)

      @riska : hahaahha....

      Delete
  2. Replies
    1. jangan mati dong riska
      nti tetsuya sama siapa??

      Delete
    2. @fathy : balik lg ama rina.. biar anaknya keisuke ada yg ngakuin wkwkwkkwwkw

      Delete
    3. gak boleh,,,,
      rin biar sama yg laen aja :P

      Delete
    4. lho janda2 gt kan maut sist. udah pengalaman. gak perlu susah2 lagi bikinin anak, udah hamil to.. wkkwkwk :peace: gk ada maksud lain ya: maaf kl ada yg tersinggung :)

      Delete
  3. yura jangan mati....
    tetsuya jahat sih,,,,

    kasihankan yura jadinya sedih,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia ketawa,,,,
      ikutan ah,,,
      hahahahhahahahahaha

      Delete
    2. ketawanya pasti ngopy paste tu ya hee..

      Delete
    3. hee... :ngantukk..:perut mules..: pengen ngelanjutin cerita.. tpi... :(

      Delete
    4. biar kamu gak penasaran sist.. jd aku jawabin aja semuanya :p

      Delete
    5. hadeh.....

      penasaran mah tinggal teriak2 aja depan rumah mba
      hahahaha

      Delete
    6. ati2 ntr cowok cakep keluar. dibelakang rumahku ada jung nam lagi indekost lho.. setelah ditinggal ama Rossy keluar negeri, Jung Nam mengembara keseluruh belahan bumi mencari wanita itu. akhirnya terdampar di pulau dewata, dan indekos dibelakang rumah mpok Shin haido. wkkwkw cuman dia masih ngutang nih bayar sewa tiga bulan. mau dibayar pake apa? dia gak punya duit lg.. terpaksa deh aku musti nerima -tubuhnya- ehem.. buat jd tukang kebun... hee..

      Delete
    7. hahahahahahahhahahahahahaha

      gak berenti ketawa nih...
      padahal kmrn jung nam abis aku gunakan loh mba,,,, sbgi tukang angkat beras and aer, masa gak punya uang juga.......

      Delete
    8. kata si jungnam, duit yg kamu kasi duit monopoli sist.. gk bisa dibelanjain, dah dikasi ke anak2 buat mainan tuh

      Delete
    9. ihhh odong tuh si jung nam....
      aku kan kasih uangnya euro, mba
      kaseupay nih dia....

      Delete
    10. jiaiaijahaahaiaiiha... bisa aje jawabnya. :ngakak:

      Delete
    11. lah beneran mba, aku
      mana si jung nam??
      biar aku jewer dia....

      Delete
  4. semua tokoh udah dapat azab tinggal tetsuya.... (∩_∩) *deg-degan nunggu bab terakhir...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.