"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, December 24, 2012

Sixth Drama - FINAL (story idea by sy ana)



4 tahun kemudian

Seorang laki-laki melangkahkan kakinya disebuah jalan setapak dipinggir sungai, tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Disebuah kursi tak jauh dari sana, seorang laki-laki lain sedang duduk memandangi air sungai yang mengalir didepannya.

Dia mendekat menghampiri laki-laki yang sedang duduk itu.

Mereka bertemu, saling menyapa. Namun tak ingin memandang wajah masing-masing. Terlalu banyak kebencian diantara mereka.

“Kapan kamu keluar?” tanya laki-laki yang berdiri, dia memandang jauh ke depan.


“Minggu lalu. Dimana Yura?” tanyanya tanpa menatap wajah laki-laki dibelakangnya.

“Aku tak tahu. Setelah kecelakaan itu dia menghilang, tak ada kabar yang kudengar tentangnya lagi” rahangnya mengeras menahan emosi dalam jiwanya.

“..Aku akan mencarinya. Akan terus kucari dimanapun dia berada. Saat aku menemukan Yura lagi, akan aku berikan segala-galanya padanya. Kami akan bersatu kembali” laki-laki itu bangkit dari duduknya, meninggalkan Tetsuya berdiri mematung tanpa ekspresi.

Tetsuya mengambil arah yang berbeda dengan Keisuke, laki-laki yang duduk dibangku tadi. Dia berharap tak akan pernah bertemu dengan laki-laki itu lagi. Sepanjang jalan menuju parkir mobilnya, Tetsuya terkenang akan Yura, dia begitu merindukan wanita itu.

Pikirannya terbang mengingat kejadian setelah kecelakaan itu. Kecelakaan yang menimpa Yura dan menghilangkan memorinya tentang masa lalunya, masa lalu yang pahit. Mungkin di alam bawah sadarnya Yura tak ingin mengingat semuanya lagi.

Tidak Tetsuya, ataupun Keisuke. Wanita itu ingin terlepas dari beban yang memberati jiwanya.

Tetsuya membawa mobilnya masuk kedalam jalan kecil dipedesaan. Terdapat sebuah bangunan tua yang ramai dipenuhi anak-anak kecil yang sedang bermain.

“Panti Asuhan Shohei-Ko”

Begitu tulisan papan nama yang menyambut kedatangan Tetsuya di gedung itu.

Seorang wanita berparas cantik dan lembut sedang dikerumuni oleh anak-anak kecil yang manis dan manja. Mereka meminta wanita itu untuk mengajari mereka bernyanyi atau sekedar bermain kelereng bersama. Senyum simpul terukir diwajah Tetsuya kala melihat wanita itu dari kejauhan.

“Kak Yura.. ayo kita main disana..” ajak seorang bocah perempuan sambil menarik tangan Yura agar wanita itu berdiri mengikutinya ke arah taman.

Yura tertawa riang dan mengikuti anak kecil itu. Seorang laki-laki tua menghampirinya. Laki-laki dengan wajah ramah menepuk pundak Yura dengan penuh kasih.

“Mereka sangat senang karena kedatanganmu Yura..” kata laki-laki itu pada Yura.

Wanita itu hanya tersenyum, senyum yang meneduhkan hati gundah Tetsuya. Dia sangat merindukan wanita itu, selama empat tahun ini dia berusaha agar tidak mendekati Yura, wanita itu tak mengenalinya lagi.

Tetsuya tak ingin menakuti Yura dengan memeluknya tiba-tiba. Dia tak akan sanggup berada di dekat wanita itu tanpa menyentuh tubuhnya, tanpa memeluknya dalam dekapannya yang merindu.

“Yura.. Bapak punya seorang kenalan dokter bedah yang bisa membantumu mengobati cidera dikepalamu, mungkin dengan operasi kamu bisa mengingat kembali masa lalumu..” kata laki-laki tua itu lembut. Terlihat dia sangat menyayangi Yura.

“Tidak perlu repot pak.. Mungkin ada alasan mengapa aku belum juga sanggup mengingat masa laluku. Sudah empat tahun dokter mengobatiku, namun sama sekali tak ada ingatan yang muncul dikepalaku” kata Yura pelan. Dia berjongkok di tanah sambil mengaduk-ngaduk isi pot ditangannya.

“Dokter memang berkata kemungkinan kamu tidak bisa mengingat karena kamu takut dengan masa lalumu Yura. Namun, apa kamu tidak ingin mengingat siapa dirimu sebenarnya? Hanya sebuah nama, apa kamu puas?” tanya bapak itu lagi. Matanya memandang sedih pada Yura.

“Aku tak apa-apa pak. Aku bahagia seperti ini. Berada disini dengan anak-anak ini, aku bahagia. Mereka mengisi hari-hariku yang murung, hingga aku merasakan diperlukan lagi didunia ini. Bila aku mengingat siapa diriku lagi, aku takut ingatan itu tak sesuai harapanku. Mungkin memang aku melupakannya karena ada hal-hal yang tak ingin aku ingat lagi..” Yura tersenyum pahit membayangkan masa lalunya yang mungkin tak seindah bayangannya.

“..Baiklah bila kamu bersikeras. Bapak hanya bisa mendoakanmu agar kamu bahagia Yura” bapak itu memeluk tubuh Yura kemudian masuk kembali ke dalam bangunan panti asuhan itu.

~~~~

Tetsuya mengingat kembali saat-saat dirinya memeluk tubuh Yura yang berlumuran darah. Laki-laki itu mengangkat tubuh Yura ke dalam ambulans dan mengikutinya hingga ke rumah sakit. Setelah operasi yang sangat rumit selama lebih dari enam jam, akhirnya Yura bisa diselamatkan. Namun dokter tidak bisa menjamin Yura bisa kembali seperti dulu.

Siang malam Tetsuya menungguinya dirumah sakit. Membersihkan tubuhnya dan merawat wanita itu tanpa memperdulikan kesehatannya. Tetsuya bersyukur Yura masih bisa diselamatkan, berhari-hari dilaluinya bersama dengan wanita itu.

Ketika hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, Yura belum juga siuman. Semakin pupuslah harapan dalam hati Tetsuya. Namun dia tak ingin menyerah, tidak sebelum Yura menghembuskan nafas terakhirnya.

Namun hatinya sedikit terluka tatkala tiga bulan setelah kecelakaan itu akhirnya Yura siuman, tapi wanita itu tak bisa mengingat apapun. Tetsuya terpikir kembali kata-kata Yura sebelum dia meninggalkannya, Yura merasa dirinya lah penyebab semua masalah dalam hidup Tetsuya dan Keisuke.

Wanita itu ingin lenyap dan pergi, mungkin akan lebih baik baginya bila ingatannya hilang.

Tanpa sepengetahuan Yura, Tetsuya menolongnya selama empat tahun ini. Dengan sabar laki-laki itu menunggunya, menunggu hingga ingatan Yura pulih kembali, sehingga mereka bisa bersatu, karena mereka memang masih saling mencintai.

~~~~

“Kak Yura.. Ada yang memberikanmu bunga bakung..” kata seorang anak kecil padanya. Dia menyerahkan bunga itu pada Yura.

Hari itu adalah hari kelahiran Yura dan seseorang dengan sengaja mengirim bunga itu setiap tahunnya. Sudah empat kali Yura menerima kiriman bunga itu.

“Mungkin bunga ini dikirim oleh penggemarmu kak..” kata si bocah itu sok tahu. Dia menyeringai pada Yura.

“Dimana orang yang memberikan bunga ini?” tanya Yura padanya.

“Dia ada diluar kak, dia memakai mobil sedan warna hitam. Dia masih diluar, ayo kita cari” ajak anak kecil itu sambil berlari di depan Yura.

Dengan cepat langkah kaki Yura mengikuti anak kecil itu, namun mobil yang ditunjuknya telah pergi meninggalkan panti asuhan itu. Samar Yura dapat melihat sosok dibalik kemudi melalui kaca spion disampingnya. Laki-laki tampan yang belum pernah dilihatnya.

Entah mengapa air mata jatuh dipipinya saat melihat laki-laki itu pergi meninggalkannya.

Sejenak dalam kepalanya terlintas sebuah ingatan yang tak pernah dilihatnya sebelumnya. Sebuah ingatan yang membawanya pada kehidupannya dulu di kala masih kuliah.

Saat itu dia bertubrukan dengan seorang laki-laki kutu buku dengan kacamata tebal dan bertumpuk-tumpuk buku ditangannya. Saat buku-buku itu jatuh berhamburan, Yura meminta maaf pada laki-laki itu dan membantunya memungut kembali buku-bukunya yang jatuh.

Disamping buku-buku itu Yura menemukan seikat bunga bakung kuning indah yang telah disiapkan laki-laki itu untuknya tanpa sepengetahuan Yura. Yura sangat menyukai bunga bakung itu karena bunga itu mengingatkannya pada masa kanak-kanaknya yang bahagia sebelum semuanya hancur.

Namun Yura tak dapat menyapa laki-laki itu, saat sesosok laki-laki lain menghampirinya dan menanyakan apa yang dia lakukan. Laki-laki itu menggandeng tangannya menjauh dari pemuda kutu buku yang sedang memandangnya penuh damba.

Tanpa sanggup mencerna arti ingatannya itu, Yura menangis terisak dan menutup mulutnya, tak ingin isakan itu terlepas keluar. Air mata yang menetes dipipinya terjatuh di atas bunga bakung yang sedang digenggamnya. Bunga bakung kuning yang akan mempertemukannya kembali dengan laki-laki yang pernah dicintainya.



~~~~#The End#~~~~

44 comments:

  1. KYAAAAA,,,, endingny happy untuk masing2 castnyaa,,,,
    Eyke suka skli degh,,,
    Danke sistah,,,

    Keep writing yagh??? Semangkaa,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah yg ini bilang happy, yg bawah bilang sad. wkwkkwkw ya emang sad sih, krn meski akhirnya konflik sudah mereda n Yura kembali "normal dan lebih manusiawi" tp kita tidak/belum melihat mereka bersatu. mgkn di season 2. hauauhauahuahau...

      Delete
    2. Aq sih elebih milih yg nie,,,
      Smuany tenang,,trutama si Yurany,,
      Walo si Kei masih gila m'cari Yura,,,
      Tapi minimal si Tetsu tau t4 tinggalny Yura,,

      Delete
    3. kalo aku pengennya si kei gila beneran, ka....

      uhhhh sebel liat dia..

      Delete
    4. @riska : hahaha setuju setuju..

      @fathy : emang gila kok dia sist.. cuman baru setengah gila..

      Delete
    5. kenpa gak dibikin gila seluruhnya mba??

      trus pas dia ngamuk, dia ditembak ma polisi ampe mati ti ti
      kaya di tulisanku mba
      hahahah

      Delete
    6. hahahahaha kamu mah kl ngasi ending suka sadis sist. wkwkkwkww

      Delete
    7. biarin aja mba,,,,

      abis dia juga jahat mba
      nasib nya kaya si brett nanti nya
      wkwkwkwk

      Delete
  2. Replies
    1. mba tika sedih yah,,,,
      jitak aja mba shin nya mba tika
      hehehehe

      *kaburrrrrrrrrrrrr

      Delete
    2. weleh kejammmm... baru sendalnya diumpetin ama Hugo semalem. ahahhahaa

      Delete
    3. kalo untuk hugo sumph aku ikhlas mba...

      lah ini aku liat mba shin yg pake, hu...!!!!!!

      Delete
    4. halah.. sendal kita ukurannya beda sist.. sendalmu diumpetin amanda noh..

      Delete
    5. ih dibilang aku kemaren nyeker mba, gk pke sendal ke rumah mba shin,,,
      susah dikasih tau aku kasih jacko nih...

      Delete
    6. yah ngapain jacko disebut2? jacko dah mati. mikel jekson kan?

      Delete
    7. bukan mba,,,,
      tuh donut jacko, mba enak deh sumpah...

      Delete
    8. aku enak?? masak sist? ciyus? miapah?

      Delete
    9. mba,,,
      matanya dah minus yah??
      ayo ke dokter....

      Delete
  3. yaaaahhh udahaaaann...mksh mab shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista... makasi jg udah bertahan hingga chapter terakhir ^^

      Delete
  4. Melooonnnn ajjaa Mba Ris,,hahaha
    Mksh Mba Shin...
    Jangaaannn lupz yg eleventh drama-ny yakz.. *kedip2 genit*
    #piss

    ReplyDelete
  5. ah,,,,kirain endingnya keisuke gila,yura meningal karena kecelakaan trs tetsuya bunuh diri,,,,benar2 penuh kejutan,,,,thanks mbk shin ditunggu drama2 berikutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nene... ndak puas rupanya. wkkwkwkwk :peace:

      Delete
  6. thankyuuuuu mba shin,,,
    cinta segitiga memang susah buat nentuin ending tanpa membuat sakit salah stu tokoh,,,
    ini ending yg adil buat ketiganya,,,

    ReplyDelete
  7. hiks....kepengennya Yura tetep sama tetsuya :(

    thx mba Shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ^__^ sama2 sista..makasi jg udah nongkrongin sampe finish ;)

      Delete
    2. pengen baca yg lain, tapi takut penasaran, so nunggu tamat aja d baru baca >.< takut kaya yg ini pnasaran wkwkwkwk

      Delete
    3. hehehe jgn takut sist. aku usahakan drama2 yg baru2 update tiap hari meski cuman 1 chapter ^^

      Delete
  8. Huaa kentang bangeeett
    Nanggung, lanjutin donk sist, pliiiss
    Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa rencananya sih emang bakal ada season 2 nya, tp masih aku pertimbangkan mau ditulis apa enggak. lumayan menguras pikiran soalnya drama satu ini

      Delete
  9. mba shin! aku Fina, mau komentar: ini bagus bgt deh ceritanya. bikin epilogue nya dooong! bersatunya yura sm tetsuya! minimal sampe yura mau menerima tetsuya lagi deeeh hehehe. ato sekalian bikin season 2 nya! makasi mba buat ceritanya yg bikin emosi naik turun nih! hehehe sukses selalu mba~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahahaha ini kebetulan ceritanya ide nya dari sy ana sist (nama orang ni ya sy ana), si doi sih rencana bikin season 2 nya, cuman aku belum ngasi jawaban bakal mau nulis lagi atau ndak.. lumayan nguras emosi n otak soalnya ceritanya hauauahuaa...

      Delete
  10. ya.... sis di lanjutin ke season 2.soalnya masih penasaran siapa yg di pilih yura tetsuya apa keisuke ( berharap dengan sangat tetsuya ) salam buat sis ana semoga cepet kelar season 2nya ( itupun kalau jadi )

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. scriptnya udah selesai sist.. cuman aku belum sempet n belum ada mood untuk ngerangkai jadi cerita... tema cerita ini berat dan moodku pasti ancur kl udah ngetik cerita ini. entah lah.. mdh2an bisa aku buat. lol...

      Delete
  11. endingnya bagus,..pdhl crtnya menguras emosi bgt

    ReplyDelete
  12. Endingnya oke bget mbake..
    Gk biasanya aku snang dgn ending yg tdak myatukan tokohnya seperti ini. Thanks fos storynya mbak

    ReplyDelete
  13. Keren mbak Shin! Aq gabisa bayangin klo hdup dkelilingi cowo psyco kyk Yura..
    Good job sist! Anda berhasil mengaduk2 perasaan sayaaa!! Nangis saya ini *hiks*

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.