"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, January 20, 2013

Betrayal In Motion 12th Drama - Chapter 5



Rin kembali ke ballroom pesta mendahului Jin Ho yang menyusulnya semenit kemudian. Mereka beruntung tak ada yang merasa aneh dengan kepergian mereka yang berbarengan.

“Rin, kemana saja kamu? Aku ingin memperkenalkanmu pada Mr. Choi dan istrinya Linda. Ayo..” Tuan Kim merengkuh pinggang istrinya dan membawanya mendekat pada Presiden Choi dan istrinya. Dengan tertatih Rin mengikuti langkah suaminya, matanya menoleh pada sosok Jin Ho yang menatap sedih dibelakangnya.


“Jin Ho? Dari mana saja kamu? Ayah mencarimu dari tadi. Kita akan membuka acara puncak sebentar lagi. Bersiap-siaplah, tamu undangan sudah hadir seluruhnya” Presiden Han menepuk pundak anaknya dan mengajaknya menuju ruang duduk undangan VIP, dimana dirinya semeja dengan Tuan Kim dan Rin.

Pembawa acara telah memulai sambutan-sambutan dan pembacaan visi misi pesta, lalu diselingi dengan pementasan musik-musik dan hiburan yang berturut-turut memeriahkan jalannya pesta.

Sementara mata Jin Ho tak lepas-lepas menatap Rin yang duduk tepat dihadapannya. Wanita itu kikuk dipandangi sedemikian hingga oleh Jin Ho. Dia berusaha menghindari tatapan tajam Jin Ho dengan berbicara pada suaminya yang lebih tertarik berbicara dengan Presiden Choi mengenai bisnis mereka.

Pesta itu berjalan meriah dan sukses besar. Sejak pesta usai, Jin Ho tak melihat Rin lagi, wanita itu menghilang tanpa jejak, bahkan nomer yang dimiliki oleh Jin Ho yang di dapatnya dari suaminya kini tidak aktif lagi. Sejak kerjasama mereka berakhir, Jin Ho tidak pernah bertemu dengan Tuan Kim lagi. Kabar dari informannya mengatakan pengusaha publisher itu sedang merambah pasar usahanya di Taiwan dan berada di negeri itu selama setahun sebelum kembali lagi ke Korea.

Sering Jin Ho mencoba untuk mencari Rin di Taiwan, namun dia tak memiliki alasan yang cukup untuk berada dekat dengan wanita itu. Suaminya menjaganya dengan baik, bahkan kemanapun dia pergi, Rin diikuti oleh seorang pelayan wanita yang tak pernah lepas dari sisinya dimanapun dia berada. Jin Ho hanya bisa memandanginya dari kejauhan dan menelan segala kerinduan yang muncul dalam dadanya.

Satu setengah tahun sejak mereka pertama bertemu, Jin Ho masih tergila-gila pada Rin. Dia merasa wanita itu telah mengisi hatinya dan tak mau hengkang dari sana. Menyiksanya dengan kenyataan pahit karena tak bisa memilikinya.

Kadang Jin Ho terlihat depresi dan menyiksa dirinya dalam pelarian minuman kerasnya, meracuni tubuhnya dengan alkohol yang semakin memenuhi kandungan darah yang mengalir dalam tubuhnya.

Siang ini, Jin Ho sedang berada di Taiwan. Ayahnya menugasinya untuk melakukan sebuah transaksi dengan pengusaha David Mao dalam rangka kerjasama selama dua puluh tahun dengan perusahaan mereka. Di sela waktu luangnya, Jin Ho menyempatkan untuk mencari tahu kabar tentang Rin dan keberadaan wanita itu siang ini.

Dia beruntung, Rin sedang berada di sebuah spa dan sauna kecantikan di sebuah Mall di Taipei. Dengan tubuh berbalut handuk putih, Jin Ho masuk ke dalam kamar sauna dimana Rin sedang menikmati mandi uapnya. Matanya terpejam tak menyadari kedatangan Jin Ho yang telah duduk disampingnya.

Barulah saat laki-laki itu bersuara kemudian Rin terperanjat dan berteriak kecil.

“Apa yang kamu lakukan disini?” teriaknya pelan. Dia teringat tempatnya berada saat ini. Berduaan dengan laki-laki yang bukan suaminya dan dalam keadaan telanjang akan menimbulkan kehebohan dan merusak nama baik mereka.

“...Ya, aku merindukanmu juga..” bisik Jin Ho lirih.
“Apakah itu salammu padaku setelah satu setengah tahun tak bertemu, Rin?” wajah Jin Ho menyiratkan luka di hatinya.

“Aku.. Kita tidak perlu untuk berjumpa lagi. Aku sudah melupakanmu, Jin Ho. Keluarlah, bila tidak, aku akan berteriak dan mereka akan mengusirmu” ancam Rin padanya.

“..Berteriaklah, dan aku bersumpah akan memperkosamu saat ini juga, disini” suaranya dingin. Dia terluka dan tersinggung dengan pengusiran Rin padanya.

Rin tercekat, mendekap mulutnya ketakutan. Otomatis dia menutupi dadanya dengan kedua belah tangannya. Handuk putih yang dia pakai tidak sanggup menutupi pahanya yang mulus serta buah dadanya yang menyembul dari ketatnya ikatan handuk pada tubuhnya.

“Mengapa kamu masih mengikutiku, Jin Ho? Aku kira setelah setahun lebih ini kamu akan melupakanku dan mencari wanita lain yang masih bisa untuk kamu kencani. Aku.. aku tidak bisa, Jin Ho. Aku..”

“..Ya, kamu sudah memiliki seorang suami yang sangat kamu cintai dan mampu memuaskanmu sehingga kamu tak akan meleleh lagi dalam pelukanku” Jin Ho memotong ucapan Rin yang teramat sering telah didengarnya.

“Itukah yang ingin kamu katakan, Rin? Aku sudah bosan mendengarnya. Berikan aku alasan lain mengapa aku tidak boleh mendekatimu. Mengapa aku tidak boleh memilikimu saat perasaan kita jelas. Saat kita saling menginginkan, Rin” Jin Ho mengurung tubuh Rin di pojok ruangan sauna itu.

Tubuh mereka sama-sama berkeringat, ruangan itu begitu panas dan keringat yang turun dari tubuh mereka hanya semakin menambah gairah di udara.

“Tidak.. Kamu tidak akan menyentuhku lagi, Jin Ho. Kita sudah selesai, aku tak ingin berurusan denganmu lagi. Aku sudah mengatakannya berkali-kali, kamulah yang keras kepala, Jin Ho” desis Rin marah, namun dia tidak berusaha untuk kabur dari kungkungan lengan Jin Ho padanya.

“Kita bahkan belum memulai apa-apa, Rin. Apa yang sudah terburu-buru ingin kamu selesaikan? Aku akan memberitahumu bila kita sudah mulai. Aku akan menunggumu tiba di Korea, saat itu tiba.. Aku akan memulai permainan ini. Kita lihat sejauh mana kamu bisa menghindariku lagi, Rin” Jin Ho mengunci dagu Rin dan mengecup bibir wanita itu dengan mesra.

Tanpa sanggup melawannya, Rin merosot dalam duduknya. Dia masih berada di pojok ruangan meskipun Jin Ho telah meninggalkannya disana. Terpaku dalam duduknya memikirkan perkataan Jin Ho sebelumnya.

“Kita bahkan belum memulai apa-apa, Rin. Apa yang sudah terburu-buru ingin kamu selesaikan? Aku akan memberitahumu bila kita sudah mulai. Aku akan menunggumu tiba di Korea, saat itu tiba.. Aku akan memulai permainan ini. Kita lihat sejauh mana kamu bisa menghindariku lagi, Rin”


Seketika Rin merasa tak ingin kembali ke negaranya lagi. Godaan yang disiapkan Jin Ho untuknya mengusik hatinya, dia takut menyerah dalam rayuan dan godaan laki-laki rupawan itu. 


22 comments:

  1. org blm mulai main,hahah give me more :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hauhauahuua... asikk. mari kita mulai permainannya Rena.. ayo ambil kelerengnya.. lol

      Delete
    2. Kelerengny mw yg gede atw yg kecil???
      Wkwkwkwkkwkwkwkkk,,

      Delete
    3. wkkwkwkw yg gede aja cin.. biar bs difungsikan sebagai benda lain ^^

      Delete
  2. Hhuuu,,,ada cameo,,Jahe & Linda,,
    kira2 apa yg drencanakan oleh Jin Ho utk Ririn yagh???
    Hmmmmm,,,*b'pikir keras,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha.. apa yaa.. yg jelas hasil akhirnya seperti pada chapter 1 sist. wkwkwkkw

      Delete
    2. Ough,,,then it'll be hawt,,
      Can't imagine that sistah,,

      Delete
  3. sist foto ini karakter jin ho ya? Siapa?
    Ehmmm.. ini juga godaan berat buat rin di balik kejenuhan di dalam rumah tangganya siapa yang gak nahan godaan jin ho yang menawarkan kepuasan yang gak di dapet dari suami nya? :D well dia juga emang butuh kebahagiaan, tapi sebenernya ada cara lain buat itu dengan dia komunikasi sama suaminya tentang masalah yang dia rasakan atau nggak konsultasi ke on-clinic -____-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa ini karakter Jin Ho. menurtku matanya cocok.. rada2 sangar, posesif, tp isi rapuhnya, cocok deh jd Jin Ho. heuehueh.. nama aslinya Joo Jin Mo.

      iya, godaan berat bgt. hiiihihiih.. betul itu sista.. dlm hubungan berumah tangga memang harus berkomunikasi, apalagi mslh sensitif begini. atau mgkn saja, krn usia mereka yg berbeda cukup jauh, Rin segan membicarakan hal itu dengan suaminya. apalagi suaminya bukan type yg agresif. laki2 seusia Mr. Kim sudah kalem.. menikmati kehidupan normal dan tidak ingin ada kejutan2 yg semstinya dia lebih perhatikan krn memiliki istri yang msih bersuia 25 tahun heuehuhue.. apalagi belum pernah dipuaskan cin.. hadehh.. di Korea emang udah ada on clinic sist? hauauhahuhua

      Delete
    2. haha.. ya kali aja ada sist, kalo nggak klinik tongfang -___-
      hmm aku paham sih, rin emang kan masih jiwa muda ya jadi masih menginginkan romansa2 di rumah tangganya, suaminya yang kurang peka dan nganggap biasa2 aja seolah mikir toh udah nikah ini udah dewasa udah tua dan gak perlu kek pacaran lagi... tapi rin terbilang sabar kalo sikapnya kek gitu,duh tuan kim saling mencintai aja gak cukup buat memperpanjang hubungan kalian >.< hadeh kok rumit ya :D

      Delete
    3. hahahaha klinik tongpeng monet mgkn ada sist lol..
      hahaha betul betul.. u've got what i want to tell.. hehehe.. memang cinta aja gk cukup lah.. kl gk ada pengertian, mengalah, kesabaran, kejujuran, keterbukaan n uang. hauauhahuhua

      Delete
    4. yess yess... dapet hadiah donk sist.hahaha

      Delete
    5. hadiahnya kapan2 ya cin.. lol.. yg BIM belum aku lanjutin, msh fokus ama LTY n Jung Nam nih..

      Delete
    6. ok sist, apa aja aku tetep tunggu :D

      Delete
  4. eniwey foto joo jin mo yang di atas emang bener ya sangar matanya, dan keliatan agak ambisius dan hmmm sedikit manja keknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha betul.. cocok dah jd JIn Ho. lol

      Delete
  5. Ohhh .. Jin ho knpa kmu bgitu terobsesi mendptkn Rin Ɣªήğ Ʊϑɑ̤̈̊ħ punya suami.. Kn ada dsni Ɣªήğ bsedia mnunggu mu. Hahahh

    ReplyDelete
  6. Ohhh .. Jin ho knpa kmu bgitu terobsesi mendptkn Rin Ɣªήğ Ʊϑɑ̤̈̊ħ punya suami.. Kn ada q dsni Ɣªήğ bsedia mnunggu mu. Hahahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah siapa tuhhh yg bersedia mennggu disini... ihiihih

      Delete
  7. Suka sama type cowok yg pemaksa gini deh :3
    Hihihihihi

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.