"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, January 23, 2013

Betrayal In Motion 12th Drama - Chapter 6



Tak dapat dihindarinya, Rin dan suaminya telah berada di Korea selama dua minggu. Dua minggu yang menyiksa bagi Rin. Khawatir Jin Ho akan membuktikan perkataannya dan mengganggunya. Rin tidak berani keluar apartemen mereka tanpa ditemani oleh suaminya atau kenalannya. Dia akan meringkuk di dalam apartemennya menunggu sang suami pulang. Mr. Kim tak berbicara banyak, dia masih terlalu sibuk dengan proyek barunya. Proyek yang membuatnya harus pulang-pergi Korea-Taiwan untuk melancarkan proyek itu.


“Aku akan kembali dalam tiga hari. Kamu tidak usah ikut, Rin. Aku tak ingin kamu kelelahan, karena akhir bulan pun aku harus kembali ke Taiwan. Bila saat itu kamu memang ingin ikut, kita akan berangkat bersama. Namun kali ini, aku tak akan sempat menemanimu, jadi lebih baik kamu di Korea saja, ya?” Mr. Kim sedang merangkul tubuh istrinya di atas ranjang mereka. Mereka baru saja bercinta dan untuk pertama kalinya Mr. Kim membuatnya merasakan kenikmatan itu, meski dengan jari tangannya yang menjamah daging kecil pada daerah kewanitaannya. Namun Rin merasa bahagia, dia tak perlu laki-laki lain untuk menggantikan suaminya yang amat mencintainya.

Namun saat Jin Ho berdiri di depan pintu apartemennya, dengan wajah sedingin es kutub selatan, Rin membelalakan mata dan mencoba mengusir laki-laki itu. Namun kedua tangannya dicekal dengan kasar dan tubunya didorong masuk ke dalam apartemen. Pintu dibelakang mereka dibanting dengan kasar oleh Jin Ho.

“Kamu akhirnya sendirian, Rin? Aku bisa menemuimu sekarang, kan? Suamimu sudah pergi ke Taiwan dan aku punya tiga hari untuk bersamamu, kita punya tiga hari bersama, Rin.. Dan aku telah memikirkan berulang-ulang apa saja yang ingin aku lakukan denganmu” Jin Ho mendesak tubuh Rin hingga mengurungnya dengan tubuhnya dan tembok dinding dibelakangnya.

Rin tak bisa berkutik, tangannya telah dicekal disamping tubuhnya. Hanya terdengar suara teriakan bencinya yang memekakan telinga Jin Ho. Namun suara teriakan itu menghilang saat Jin Ho dengan ganas menciumi bibir wanita itu, menguasai bibir yang telah lama diinginkannya untuk dia miliki.

Rin meronta dibawahnya, menutup rapat bibirnya dan tak ingin kalah oleh pengaruh Jin Ho pada tubuhnya yang mulai merasukinya. Hanya dengan mencium aroma parfum Jin Ho, tubuh Rin meleleh dalam pelukannya. Kini tangan yang tadinya dicekal karena melawan mendekap dada Jin Ho dan mulut mereka berpagutan dengan liar.

Tangan Jin Ho meremas payudara Rin dari balik bra nya. Menelusupkan tangan satunya ke dalam celana panjang lembut yang Rin kenakan. Tangan itu berhasil menyentuh daerah tersensitif Rin dan membuat wanita itu berjengit merasakan sensasi yang mengusik gairahnya. Jin Ho menciuminya tanpa ampun. Tangannya masih sibuk pada kedua daerah itu, menggoda dengan keahliannya bermain dan merayu hingga Rin menggelinjang-linjang mendesah akibat gelombang kenikmatan yang didapatnya.

Jin Ho mengangkat tangannya dari balik celana panjang Rin. Wanita itu kini telah berdiri lemas dalam pelukannya. Bibir mereka telah terlepas, hanya mata mereka yang bertatapan. Mata yang dibakar oleh gairah yang terlarang.

“Kamu suka, Rin? Aku akan memberikan yang lebih nikmat lagi Rin. Lain kali. Saat kita bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama, aku berjanji akan menunjukan padamu surga dunia.. aku berjanji, Rin..” Jin Ho menciumi lagi bibir Rin. Kemudian tanpa kata dia keluar dari apartemen itu meninggalkan Rin yang terpaku disamping tembok hampir tak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Dia terguncang dengan kenikmatan yang di dapatnya. Rasanya sungguh berbeda dengan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya padanya. Dia ingin lagi.. Dia menginginkan Jin Ho.. Laki-laki itu membuatnya menginginkannya. Laki-laki itu, dia membutuhkannya.

Tapi Jin Ho telah menghilang dibalik pintu, meskipun Rin mengejarnya, laki-laki itu telah pergi dengan mobilnya. Meninggalkan Rin dengan gairahnya yang tak tersalurkan sepenuhnya.

Jin Ho menghembuskan asap rokoknya dan tersenyum licik penuh kemenangan.

“Permainan sudah dimulai, Rin. Kamu akan jatuh ke dalam pelukanku. Aku akan memilikimu..” katanya dengan ekspresi penuh kelicikan. Han Jin Ho berubah menjadi laki-laki licik dengan mengatas namakan cinta untuk memenuhi nafsu birahinya pada istri laki-laki lain.

Namun dia mengakui pada dirinya, dia mencintai Rin dan ingin menikahi wanita itu bila dia menceraikan suaminya. Dia akan memuja dan memuaskan Rin dan memberikan apa yang tak bisa suaminya berikan padanya. Seks yang panas dan bergelora.

~~~~ 

Keesokan harinya Rin mendapat kiriman rangkaian bunga yang memenuhi apartemennya. Jin Ho membanjirinya dengan beraneka warna bunga mawar dengan setiap kartu yang ditulis tangan olehnya.

Pada kartu pertama, kedua dan ketiga, Rin hanya memandang sekilas dan merobeknya dengan geram. Dia tak mungkin menyimpan kartu itu karena suaminya bisa curiga dengan mawar-mawar ini. Namun kartu-kartu berikutnya dibacanya hingga berulang-ulang. Jin Ho menuliskan kata-kata manis untuknya, merayunya, menggodanya dengan kata-kata yang memeronakan pipinya.

Laki-laki itu bahkan membelikannya sebuah kalung dengan mata berlian sebagai hadiah pertamanya untuk Rin, seperti yang tetulis di lembar kartu pada kotak kalung mewah itu.

“Salah satu hadiah yang ingin kuberikan pada wanita berharga yang membuatku mabuk kepayang..dan akan diikuti dengan hadiah-hadiah lain sebelum kamu menerima hadiah berupa..aku..

H.J.H”

Rin dengan senang memandangi semua rangkain bunga dalam vas yang dikirimkan untuknya. Dia menghitungnya, ada sekitar dua puluh empat vas bunga mawar beraneka warna yang menghiasi apartemennya, mengeluarkan aroma semerbak yang mewangi ke seluruh ruangan apartemen. Malam itu Rin tidur dengan nyenyak, memakai kalung hadiah pemberian Jin Ho.

Hari ketiga Jin Ho menjemputnya di depan apartemennya. Mengajak Rin makan siang di tempat private dan bersenda gurau dengan obrolan-obrolan ringan tanpa menyinggung masalah yang sedang dipikirkan oleh masing-masing dari mereka. “eksekusi terakhir” karena meski mereka mebicarakan hal-hal sepele, mereka tahu apa yang mereka inginkan. Rin terlalu angkuh untuk meminta, sedang Jin Ho ingin membuat wanita itu panas dan memohon padanya.

Itulah yang sedang dilakukannya sekarang. Dia dengan sengaja membuka beberapa kancing kemeja atasnya yang memperlihatkan dadanya yang bersih pada Rin. Wanita itu akan duduk dengan gelisah diatas kursinya dan membuang pandangan berkali-kali sesaat setelah Jin Ho mendapati dirinya sedang menatap tubuhnya.

“Kamu akan merasakan tubuh ini suatu hari nanti, Rin. Hanya bukan sekarang. Dan saat hari itu tiba.. Aku akan menguasaimu sepenuhnya, tanpa khawatir suamimu akan menganggu hubungan kita..” Jin Ho menatap wajah Rin dengan senyum licik diwajahnya. Senyum iblis yang sedang mengintai mempelainya.

Meski kemudian suami Rin telah kembali ke Korea, Rin dan Jin Ho masih kerap bertemu dan makan siang bersama, menjadi kebiasaan yang mulai disukainya untuk menghabiskan waktu bersama dengan Jin Ho. Belakangan Jin Ho akan mencoba merayunya dalam bilik restoran private yang dia sewa untuk mereka dan Rin akan terjatuh dalam pelukannya dan mereka berciuman dengan panas.

Jin Ho akan dengan sengaja melepaskan pakaian atas Rin tanpa menyentuh tubuh bagian bawahnya sedikit pun. Meski demikian, laki-laki itu mampu untuk membuatnya bergelora hanya dengan ciumannya. Petualangan berbahaya itu semakin memacu adrenalin dan gairah Rin untuk lebih menikmati hidupnya. Namun sejauh apakah Rin berani mengorbankan rumah tangganya? Demi seorang bujangan tampan dan kaya seperti Jin Ho?

Sanggupkah dia mengkhianati suaminya demi nafsu sesaat dengan laki-laki yang lebih perkasa, lebih tampan dan lebih menggairahkan dibandingkan dengan suaminya yang bekerja keras untuk membahagiakannya? 


21 comments:

  1. ayo rin....berpikirlah dengan bijak...lihat semua sisi dari apa yang akan dilakukan nantinya....en jangan lupa dengan harga dirimu dan jangan lupa kasih jin ho nya sedikit pelajaran biar jin ho bisa lebih bijak lagi dalam bertindak......hmmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheehhehe... nasehat yyg sangat baik cin... smeoga Rin mendengarnya ^^

      Delete
  2. Jin Ho nakal. Minta di sentil ya. Hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah sentil apanya sistaa... kupingnyaa??

      Delete
  3. Kasihan tuan Kim.....
    Rin nakal jg ya......wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi kan masih muda cin.. punya kebutuhannn. gak dikasi ya nakal krn tergoda.. lol

      Delete
  4. rinnnn,,,lupakanlah jin ho...ingat your Hubby...adoohhh...geregetan ama rin...
    Jin Ho..,,di korea tuh kan banyak wanita,,kenapa mesti Rin yg JELAS_JELAS punya SUAMI....kalo kehabisan wanita di korea,,tinggal datang aja ke Indonesia,,,Lol...

    maaf mbak shin..esmosi saia lihat mereka...*anti perselingkuhan..rasanya di selingkuhin ituuuuu sakiiiittttt bgt..Lol..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha iya gpp cin.. aku jg gk suka perselingkuhann... anti banget dehh kecuali kl diselingkuhin ama Ji Jeong.. wkkwkwkw

      Delete
  5. Jadi ikutan galau
    Kasian tuan kim-nya kalau di khianati ma Rin
    Tapi kasian jg Rin ga di puaskan suaminya
    Huaaah
    Mba shiiiin jadi ikutan galau aku
    Hehehehe
    Mb shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha solusinya adalah poligamy eh poliandri ya istilahnya kl cewek? heueuehue

      Delete
  6. Ahhh mbak ak ndak suka cerita ini...apapun alasannya selingkuh itu salah...apalagi si Rin kasih kesempatan Jin Ho, pake acara maksi2 segala...ngakunya si ga mw selingkuh, tapi bukannya dengan maksi itu slingkuh ya...
    *malah emosi

    ReplyDelete
  7. Rin sudah termakan rayuan maut nan ganas Mr.Jin ho,,,,,! saran buat Mr.Kim,,,,jagain tuh istrinya,,hehe!!!! di tnggu crita slnjut'x !! figting

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah iya cin.. sip sip.. mdh2an minggu depan ada lanjutannya lg ya ^^>

      Delete
  8. Iih.. Jdi takut ktemu cwok kya Jin ho... Menakutkan.

    ReplyDelete
  9. aku gk tau harus bilang apa...???
    d 1 sisi aku suka rin sm jin ho tp dsisi lain aku kasihan sm tuan kim...
    gk ada jln kluar lain y mbg shin biar gk ada yg sakit hati *sambil pasang muka sedih*

    ReplyDelete
    Replies
    1. mgkn kl aku tulis Mr. Kim ternyata punya selingkuhan jg, pst banyak yg milih rin ama jinho ya? ahhauhuaauha

      Delete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. nunggu lanjutannya nie,,,udah 1 minggu ,msh belum di posting juga .... penacaran..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.