"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, January 7, 2013

Eleventh Drama - Chapter 19



Hyun Jae terduduk di lantai kamar mandi, punggungnya bersandar pada bath tub, Linda memandang tubuhnya sendu.

“Choi..” panggilnya.

“..Aku tidak bisa, Lin.. Aku tak ingin menyakitimu lagi” jawab Hyun Jae sedih.

Dia kemudian berdiri dan membantu Linda keluar dari bath tub. Mengangkat tubuh wanita itu ke atas sofa.


“Aku ingin berdiri..” kata Linda.

“Kamu yakin?”

Linda mengangguk, dia ingin Hyun Jae mengeringkan tubuhnya sembari meneliti seluruh bagian tubuhnya.

Dia membantu Linda berdiri, tangan wanita itu bertopang pada bahunya. Saat dirasanya dia bisa berdiri, Linda melepaskan pegangannya dari bahu Hyun Jae. Dia tersenyum pada laki-laki itu.

“Aku tak apa-apa.. Sudah tidak nyeri lagi” Linda mencoba memberikan senyum terbaiknya, meski masih terlihat samar wanita itu meringis.

Hyun Jae tak ingin mematahkan semangatnya, dia pun membalas senyum Linda. Mengambil sebuah handuk kering dan mulai mengeringkan tubuh Linda dari bagian rambutnya, wajahnya, lehernya.. Kemudian dari sana Hyun Jae turun kebawah, kepayudaranya, lengannya, perutnya, kebawah pahanya hingga ke kakinya.

Nafas Hyun Jae memburu, matanya berkabut. Dia tak bisa menyembunyikan gairah dimatanya. Namun dia memutuskan untuk membungkus Linda dengan handuk kering lain dan membopong tubuh wanita itu ke atas ranjang.

Hyun Jae mengambil kemejanya dan berlalu pergi dari sana. Para pelayan bergegas masuk ke dalam kamar untuk membantu Linda mengenakan pakaiannnya. Dengan wajah sedih Linda mengikuti gerakan punggung Hyun Jae yang menjauh dan keluar dari rumah itu.

~~~~

“Kamu tidak apa-apa? Semua pasti akan beres” kata Hyun Jae pada Ji Jeong.

Mereka berada di kantor polisi untuk melapor tentang kejadian di proyek konstruksi, seorang pekerja jatuh karena kecelakaan kerja dan harus dibawa ke rumah sakit. Ji Jeong di temani Hyun Jae menghadap untuk melapor.

“Pengacara Yoon akan membereskan semuanya” Hyun Jae menepuk punggung sahabatnya. Dia kemudian mengambil tempat dan duduk disamping Ji Jeong.

“Ada apa? Kamu terlihat berantakan” Hyun Jae memperhatikan wajah sahabatnya itu.

“..Aku belum tahu apa yang terjadi. Semua begitu cepat. Aku tidak tahu bagaimana harus membereskan masalah ini” Ji Jeong menekuk tubuhnya, sikunya bertumpu pada pahanya, tangannya menopang pada dagunya.

“Kamu tidak membicarakan masalah di kantor polisi ini kan? Karena sudah ada pengacara Yoon.. Wanita? Kekasihmu?” Hyun Jae memandangi wajah Ji Jeong.

“..wanita yg aku lihat di lokasi proyek kemarin?” tanyanya lagi.

Ji Jeong tidak menjawab, pikirannya begitu kalut.

“..wanita lain?” Hyun Jae benar-benar ingin tahu.

“Adik kandung suami adikku” jawab Ji Jeong pendek.

“...Ha? Apa? Apa?” Hyun Jae hanya sekelebat mendengar ucapan Ji Jeong.

“ssshh.. Aku mencintai anak besanku,  Jae..” Ji Jeong melemparkan punggungnya hingga bersandar pada kursi. Wajahnya murung, kesusahan terlihat jelas diwajah lelahnya.

Hyun Jae terdiam, menyadari peliknya masalah Ji Jeong. Dia menepuk pundak laki-laki disampingnya itu.

“Kamu bisa mengandalkanku, Ji. Katakan saja dan aku akan membantumu. Kamu tak perlu sungkan”

Thanks buddy. Kamu selalu menolongku” Ji Jeong meringis mengingat semua pertolongan yang Hyun Jae berikan padanya.

Don’t mention it. Kita kan friend” Hyun Jae mengedipkan sebelah matanya pada Ji Jeong. Mereka kemudian tertawa kecil. Menyadari kegalauan masing-masing.

Hari sudah sore saat Hyun Jae menjenguk kakak tirinya Eun Ji dirumah keluarga mereka. Rumah termegah yang dimiliki keluarga Choi sejak turun temurun.

“Dimana Eun Ji?” tanya Hyun Jae pada pelayannya.

“Nyonya sedang makan di kebun, tuan”

“Di kebun?” Hyun Jae tersenyum, tidak menyangka Eun Ji akan bersedia keluar dari kamarnya.

Dia melangkah ke arah kebun tempat Eun Ji sedang duduk menikmati makan malamnya. Namun, bukan wanita itu saja yang sedang berada disana. Ki Joon, kepala pengawalnya yang dia tugaskan untuk merawat Eun Ji menggantikan dirinya juga sedang duduk disamping Eun Ji, menyuapi wanita itu dengan penuh cinta kasih.

Hyun Jae menghentikan langkahnya, memandang pada dua insan itu. Tangannya didalam saku, ragu melangkahkan kakinya untuk menemui mereka. Namun Hyun Jae sudah lama tidak menjenguk Eun Ji, dan dia merasa bersalah pada kakaknya.

Diapun melanjutkan langkahnya menghampiri mereka.

Ki Joon berdiri dengan cepat saat menyadari kedatangan Hyun Jae. Membungkuk memberi hormat, wajahnya memerah, nampak dia malu karena tertangkap sedang menyuapi Eun Ji. Namun, Hyun Jae tak menghiraukannya.

Hyun Jae mengambil tempat duduk untuknya, menatap wajah Eun Ji yang bersemu merah di depannya. Dia menyentuh kening wanita itu.

Katanya “Kamu demam?” sambil tangannya masih merasakan suhu tubuh Eun Ji.

Eun Ji menggelengkan kepalanya. Reaksi yang tak Hyun Jae sangka-sangka, Eun Ji membalas ucapannya. Hyun Jae berdecak senang.

“Kemajuan yang sangat pesat. Sejak Ki Joon merawatmu, kamu terlihat lebih baik, Eun Ji” Hyun Jae tersenyum senang.

“Maafkan aku karena jarang menengokmu. Aku berjanji aku akan lebih sering menemanimu, bila kamu memerlukanku” kata Hyun Jae sambil menoleh pada Ki Joon yang masih tertunduk wajahnya.

“Baiklah, aku tak akan mengganggu makanmu, aku ingin mengambil sesuatu dikamar. Kalian lanjutkanlah. Ki Joon, temui aku sepuluh menit lagi di kantorku” kata Hyun Jae sebelum pergi dari sana menuju kamarnya.

Meninggalkan Ki Joon dan Eun Ji menghela nafas panjang. Ki Joon tersenyum menenangkan pada Eun Ji, nampaknya mereka saling mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi diantara mereka berdua.

“Masuk” kata Hyun Jae pada Ki Joon yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.

“Duduklah” perintahnya lagi.

Hyun Jae sedang mengambil beberapa berkas-berkas dari dalam brangkasnya, menyusunnya dalam sebuah map biru dan memasukannya ke dalam koper.

Ki Joon duduk di kursi di depan meja kerjanya.

“Baiklah. Apa saja perkembangan Eun Ji? Katakan semuanya padaku” kata Hyun Jae sembari menekankan kata semuanya hingga Ki Joon mengerti maksud laki-laki itu.

“..Nyonya Eun Ji.. Dia sudah mau makan sendiri tanpa diminta, juga sudah mau mandi sendiri. Mulai bisa mengerti pembicaraan orang-orang disekitarnya. Nyonya Eun Ji juga mulai belajar berdiri lagi” jawab Ki Joon.

“..Bagus. kemajuan yang sangat bagus selama tiga bulan terakhir. Apa yang kamu lakukan hingga Eun Ji bisa mengalami kemajuan sepesat itu? Bila aku tahu sedari dulu, aku pasti memintamu untuk merawat Eun Ji” Hyun Jae menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya yang lebar.

“Terima kasih, tuan. Saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan pada saya. Nyonya Eun Ji memiliki semangat tinggi untuk sembuh. Saya hanya membantunya mengikuti keinginannya”

“Dan apakah kamu menginginkannya juga, Joon?” tanya Hyun Jae kepada kepala pengawalnya itu. Wajahnya serius menatap Ki Joon yang mendongakan kepalanya demi mendengar pertanyaan Hyun Jae.

“Saya tidak mengerti maksud pertanyaan anda, tuan” jawabnya ragu.

“Aku tahu kamu mengerti, Ki Joon. Aku tahu arti tatapan matamu pada Eun Ji. Sayangnya aku baru menyadari belakangan ini. Aku terlalu sibuk dengan diriku tanpa memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingku” Hyun Jae membantah Ki Joon.

“Kamu mencintai kakakku, Joon?” tanyanya lagi.

Ki Joon tercekat, tak bisa menjawab pertanyaan Hyun Jae.

“..Saya tidak berani, tuan” suaranya ketakutan.

“..Aku akan sangat senang bila kamu mencintainya, kalian terlihat saling melengkapi, saling menyayangi.. Itulah yang aku lihat, kecuali mataku menipuku” kata Hyun Jae tajam.

Ki Joon memandang Hyun Jae bingung. Mulutnya membuka hendak bertanya.

“Aku meminta bantuanmu, Joon. Hanya kamu yang bisa. Rawatlah kakakku. Sayangilah dia, bila kamu mencintainya. Aku merestui hubungan kalian” kata Hyun Jae pelan.

“Tapi.. itu bila kamu mencintainya, bila tidak.. Aku tak akan memaksamu..” katanya lagi.

Ki Joon bangkit dari kursinya, menatap serius pada Hyun Jae.

“Aku mencintainya, tuan. Aku sangat mencintai Nyonya Eun Ji.. Aku.. Maafkan aku karena memiliki perasaan ini. Aku tak pantas” Ki Joon menunduk, menahan perasaannya.

“Aku tak pernah memandang rendah cinta, Joon. Cinta tidak memandang bulu. Kamu bisa mencintai musuhmu sekalipun, cinta datang pada saat yang tak kamu sangka-sangka. Cinta itu posesif Joon. Omong kosong bila ada yang mengatakan cinta tak harus saling memiliki. Bagiku, cintaku harus kumiliki. Apapun akan aku lakukan, aku harus memiliki cintaku..” Hyun Jae memandang keluar pintu ruang kerjanya. Teringat pada Linda yang terbaring lemah di atas ranjang kamarnya.

“Terima kasih, tuan. Terima kasih..” Ki Joon menangis sesenggukan mendapat persetujuan dari Hyun Jae. Dia semakin menghormati Bossnya ini.


Setelah Ki Joon keluar dari ruang kerjanya, Hyun Jae pun keluar dari rumah itu, membawa koper yang berisi berkas-berkas dalam map biru yang diambilnya dari brangkas rumahnya.

Eleventh Drama - Chapter 20 
Eleventh Drama - Chapter 18 

38 comments:

  1. mba ,, untuk kali ini aku bilang kentangggggggggggg
    aku mau lagi, jae what will you do, honey bunny??
    jgn melakukan apapu yg bikin kamu menyesal yah sayang,,, love u jae
    hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha hani bani.switi stroberi.. hehehehe kok gak dikomentar yg pernyataan Jae tentang cinta itu sis?? huhuuhuhuhhu

      Delete
  2. itu komenku mba ata pernyataan cintanya jae... tak hrs memiliki tapi tlg hati2, jgn bikin linda sedih lgi. jae dh lbh dewasa jg g mw manfaatin keadaannya linda... love u so much jae

    ReplyDelete
    Replies
    1. haahha jae kan akan lakuin apapun sist biar dapetin linda.. or "sudah" meski skrg dia mau berubah.. tp udah terlambat... ada Hyun Jung yang sedang menunggu gilirannya :D

      Delete
    2. @mbak shin : gliran sih gliran mbak.. Tpi ak ga ska hyun jung.. Tralu mnfaatin.. Ak lbih ska hyun jae..<3<3
      Dia rela brubah gtu.. Kn jdi sweet gtu mbak..;;)

      Delete
    3. ahhahahahahaha... so sweettt.. mgkn krn pribadi hyun jung belum keliatan ya sist? nanti jg keliatan kok kl hyun jung gak beda jauh dr kakak kembarnya hyun jahee... ahaka..ahak..kemiri.tumbar jahe.. ^^

      Delete
    4. Iya kli ya mbak.. Hhaha..

      Wduh.. Bwt ak ngakak aj..=)). Msa nmany d hub2ngin sma bumbu dapur sih.. Wkwkwkwk

      Delete
    5. ahhahaha... iya tuh ndak tau, pdhl kan udah cakep hyun jae.. hiihihhiih

      Delete
  3. syg nya linda bkn barang, mba...
    dia py hati n dia g bs bohongin hatinya, uhuyyyyy hehehe....
    hyun jung jg pasti mengerti asalkan linda bs bahagia hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah asik.. kl gini.. terpaksa aku bikin 2 ending nih sist..
      ending happy aku posting di blog. ending yg sebenarnya by request. ahahahhaha seru kyknya tuh :D

      Delete
    2. @mbak shin : ak request dong mbak yg ending sbenarny..:D
      Seru tu..:D.. Lwat email aj..:D

      Delete
    3. hahaha endingnya belum bikin sist.. nanti kl dah mau final, br deh aku bikin 2 endingnya. nanti aku kasiin pesan, yg mau ending biar komen sekalian emailnya ahahhaha... jd ketahuan.. siapa yg mau n gak xixixiix.. asekkk...

      Delete
  4. by request? mang siapa yg request mba? tpi mba, diawalnya mereka udah sad2n jd kl endingnya sad juga kshn mba... mang sih hdp g sll indah, apalagi mengutip kata2nya ti pat kai "beginilah cinta, deritanya tak prnh berakhir" ...

    mlm ini knp suka bgt yah ma kt2 itu???? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. by request maksudnya kl ada pembaca yg pengen baca dia bisa request/minta ke aku sist misal

      "Mbak shin.. tolong kirimin ke emailku donk ending originalnya..." getoo.. jd gak akan semua org tahu ending asli yg pertama aku bikin untuk drama ini,..kecuali dia mau.. krn ending aslinya shocked. wkkwkw hohoohohohhooh... :ngakak kuntilanak:

      jiajiahaihiaa ti pat kai..ai lagi galau ya sist? krn jae akhirnya akan gollllll besok??ehemmm... eh udah gol dink sebelumnya ^^

      Delete
    2. @mbak shin : gmna endingny mbak? Spoiler dkit dong..=))
      Shock gmna? Mngeriknkah?

      Delete
    3. hahaha ndak boleh sist... soalnya masih panjang, kl dispoilerin takut ntr aku malah lupa endingnya karena udah kecetus :kebiasaan buruk, mengeluarkan sesuatu n gk inget lg apa itu ahahha:

      mengerikan sih enggak, tp cukup mengguncang nalar sehat. tp kl aku sih excited tentang endingnya, justru seneng ending originalnya aahhahaha

      Delete
  5. shocked? berarti dh g bgs sprtinya hmmm let me think?? awas ja kl gak bgs, aku ambil mack booknya hahahaha :ngakak dg puassssss:

    jae bakal gol again? oh no... pth hati lgi deh aku, mojok bareng hugi deh aku. sambil liatin jae n linda maen gol2n. hihihihihi... ku suka itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hwhhwhwhw bagus kok :bagiku:kita satu selera gak nih>: ahhahaha

      wkkwkwkwkwkw bukannya itu yg disukain?? nge-golin gawang lagi?? oh yes.. oh no.. lol

      Delete
  6. Ngomong2.. Ad brp chap nih mbak?:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum tahu sist.. mgkn 30? :D ni jg belum ngetik chapter 20 yg buat besok. ahhahaha...

      Delete
  7. seleraku indomie rasa kari, mba hehehe....
    mksd nya g bgs bukan berarti crta'a g bgs y mba,,, pengertiannya itu sad or happy ending gitu, mba....
    kl mba bikin drama ini sad ending, untuk kali ini kita beda selera....
    namun begitu, aku berterimakasih bs bw pulang jae, hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitchu... hahaha indomie ya sist? pake selera beda lol.. sbnrnya sih semua happy ending, cuman agak ironis aja ;)

      Delete
  8. ya jae tiba2 berubah jadi puitis :D
    aduh mba endingnya jangan sad2 ya. aku pecinta happy ending loh *gak ada yang nanya bodo amat*
    yahh walaupun dalam kenyataan gak ad yang lurur dan happy2 gt setidaknya ada di fiksi *ealah ngomong apa sie*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... semua happy ending kok sist.. dengan caranya masing2. hahahaha...

      Delete
  9. emm aku kepoin obrolannya mba shin sama mba fathy aah.. :D
    mba shin aku setuju sama mba fathy. Please happy ending dong. Ini baca sampai part ini aja nyeseknya ga ketulungan. Please please. Tpi, aku juga mau dong dikirimin ending yg ori nya hhe
    pengen tau bakalan bikin aku seshock apa hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah.. jgn dikeboin sist. eh jgn dikepoin.. nanti kepikiran trus.. hehhehee.. nanti ya, kl jadi bikin 2 ending ^^

      Delete
  10. hello darl',, "cinta posesif yg m'buat org m'jadi gila"
    Hmmmm,,dr awal nie kn thriller gitu kan??aq ngarapny endingny bakal tragis bin dramatis,,,kyk endingny 5th drama yg versi sad-ny,,,
    Soal by request ending,,,aq request satu, sistah,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyaa.. thriller cin.. jd endingnya jg musti rada2... aneh.. lol..

      Delete
  11. hdeuh mkn galau,pknya aq ttp mw ending originalnya.kalau shocked mpe sketerlaluan,aq kan cr mba shin dmanapun kau brada.aq mw pke kekuatan bln,wkakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.... wah.. jd tatutt.... :kabur duluan ah:kyk sailormoon aja rena..

      Delete
  12. whhhh ak terlambat pake sangat,,,
    mba shin mau tanya,,,
    isi kopernya jae apaan y?jahe bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwk mau jualan wedang jahe dl si jaee... lol

      Delete
  13. Wah kali kali si jae mau nawarin perjanjian pra nikah ni ya mbak shin...
    (hehehe ngarang ending sendiri)
    abis kts mbak shin endingnya ironis sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... emang ada ya sist? boleh jg tuh jd ide cerita berikutnya. lol

      Delete
  14. Wah kyaknya si jae mau ngajuin perjanjian pranikah ma linda y mbak shin..
    Hehehe..ngarang ending sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehhehee... ndak kok. kl nikah, ya nikah beneran.. kalo..nikah..

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.