"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, January 7, 2013

Eleventh Drama - Chapter 20



Pukul sepuluh malam lebih ketika Hyun Jae tiba dirumahnya, menginstruksikan beberapa hal pada pengawalnya lalu masuk ke dalam kamarnya, membersihkan diri. Pukul sebelas malam, dia membuka perlahan pintu kamar Linda, mendekati wanita itu tanpa membangunkannya.

Lama dia memperhatikan wajah terlelap Linda, begitu sendu, penuh kerinduan, merasakan siksa di dadanya. Dia pun mengecup kening Linda, mengucapkan selamat tidur pada wanita itu dan beranjak pergi dari sana. Namun Linda memanggilnya, dia bepura-pura tidur saat Hyun Jae membuka pintu kamarnya, wanita itu telah menunggunya sedari sore.


“Choi..” panggilnya pelan yang terdengar oleh telinga Hyun Jae. Laki-laki itupun menghentikan langkahnya.

“Lin..” balasnya tanpa memutar tubuhnya menghadap wanita itu.

Linda dengan susah payah mencoba bangkit dari ranjangnya hingga akhirnya dia berhasil duduk dan bersandar dipunggung ranjang, Hyun Jae mendekatinya, khawatir dengan keadaannya setelah memaksakan diri bergerak seperti itu.

“Apa yang kamu lakukan? Bagaimana bila kamu terluka? Katakan saja padaku, maka aku akan membantumu” katanya cemas.

“Aku tak apa-apa, bila kamu terus membantuku, kapan aku akan mandiri? Aku ingin berjalan lagi seperti sebelumnya, Choi. Aku ingin menemani disampingmu saat kamu bermain piano untukku..”

“Lin..”

“Kamu sudah berbuat banyak untukku, Choi. Aku tak ingin menyusahkanmu lagi..” katanya lirih.

Hyun Jae duduk di sisi ranjang Linda, menggenggam tangan wanita itu.

“Kamu tak pernah menyusahkanku, Lin. Akulah yang telah membuatmu susah, membuatmu seperti ini. Akulah penyebabnya, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu kembali seperti dulu”

Linda menghela nafasnya. “Akulah yang membuat diriku seperti ini, Choi. Aku hanya ingin terlepas dari semua bebanku, namun aku rasa aku salah. Beban itu akan selalu disana, meski aku mati, tak akan menyelesaikan masalah”

“Lin.. Jangan katakan kamu ingin mati lagi. Aku takut mendengarnya. Kamu tidak boleh mati, kamu tahu?” Hyun Jae menaikan nada suaranya. Tak ingin Linda berbuat hal-hal aneh yang akan melukai dirinya lagi.

“..Tidak, Choi. Aku sudah tak ingin mati. Aku ingin hidup, aku ingin menikmati hidupku, susah derita akan aku tanggung. Bukankah itu yang membuat hidup lebih berwarna?”

“Lin.. Kamu tak perlu memaksakan dirimu. Sekarang kamu hanya perlu beristirahat, kamu tak usah mengkhawatirkan hal lain, fokuslah pada kesembuhanmu” Hyun Jae menekan tangan Linda, mencoba menyemangati wanita itu.

“Kamu..mencintaiku, Choi?” tanyanya tiba-tiba.

“..Ya. Aku mencintaimu” Hyun Jae ingin menanyakan hal yang sama pada Linda, namun tak ingin merusak suasana yang telah membaik diantara mereka. Dia tak ingin mempertaruhkan keberuntungannya.

“Aku rasa.. Aku juga mulai menyukaimu” jawab Linda pelan. Menatap mata Hyun Jae yang terkejut. Mulut laki-laki itu menganga, hendak berbicara, namun tak ada suara yang keluar dari sana.

Dia hanya terpaku memandang tak percaya, dalam hatinya dia berharap ini semua bukanlah khayalannya semata. Sudah terlalu lama dia memimpikan Linda akan membalas perasaannya. Saat wanita itu mengisyaratkan demikian, dia tak berani mempercayai pendengarannya begitu saja.

“Benarkah?” tanyanya tanpa menatap mata Linda. Tak ingin wanita itu melihat harapan membuncah dalam sorot matanya.

“Choi.. Lihat aku. Tatap mataku..” pintanya. Hyun Jae melakukannya, dia menatap mata Linda. Mata yang menghanyutkannya.

“Aku bersungguh-sungguh..” lanjut Linda pelan.

Hyun Jae menelan ludahnya, menyadari dirinya tidak dibohongi kali ini. Pernah suatu kali seorang wanita lain membohonginya saat mengatakan dia menyukainya, saat mengatakan dia mencintainya. Dia tak ingin dibohongi lagi.

“Linda..” Hyun Jae merengkuh tubuh Linda, membawanya ke dalam pelukannya.

“Aku ingin mempercayainya, katakanlah aku tidak sedang bermimpi. Aku tak akan bisa menerima kenyataan bila ini semua hanya mimpi..” katanya lirih. Hyun Jae merasa jantungnya berdebar kencang saat mengetahui Linda menyukainya. Orang yang paling Linda benci, kini disukainya..

Linda mengangguk, berbisik ditelinga Hyun Jae. “Aku menyukaimu Choi..Choi Hyun Jae..”

Mungkin kata-kata tak bisa mengungkapkan kebahagiaan dalam hati Hyun Jae, dadanya begitu sesak penuh dengan suka cita.

“Lin..” katanya parau.

“Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini. Aku tak akan melepaskanmu pada orang lain, tinggalah bersamaku, Lin.. Menikahlah denganku..” Hyun Jae menatap mata Linda.

Meski dia tahu ini terlalu cepat, dia tak ingin Linda merubah pikirannya di kemudian hari. Saat dia sembuh, Linda akan memilih dirinya, atau Hyun Jung.. atau bahkan tidak keduanya. Dia bisa saja pergi dari kedua laki-laki ini tanpa berhubungan dengan mereka lagi. Namun Hyun Jung.. adiknya masih memiliki kesempatan untuk mendekati Linda.

Dia harus memiliki Linda sepenuhnya, dia tak akan memberikan Linda pada Hyun Jung. Tak akan pernah.

“Choi..Aku.. Aku tak mungkin bisa menjadi istrimu.. Aku..bahkan tidak bisa berdiri.. Aku hanya akan memberatkanmu..” kata Linda sedih.

“Tidak..tidak.. Jangan katakan kamu memberatiku, Lin.. Kamulah yang menyemangati hidupku, kamulah alasan aku masih waras hingga saat ini. Lin.. dengarkan.. Aku mencintaimu, dari dulu.. Sejak aku melihatmu di rumah sakit itu, menangisi kematian ibumu.. Aku jatuh cinta padamu, pada matamu yang begitu tulus, pada semangatmu yang tak kenal menyerah, pada kebaikanmu, pada kemanusiaanmu.. Pada apa yang tak ada pada diriku.. Aku ingin memilikimu Lin.. Aku membutuhkanmu, hanya kamu yang bisa membuatku waras Lin.. Hanya kamu pijakan hidupku, kamulah yang menstabilkan diriku..” Hyun Jae merangkum wajah Linda, mencoba meyakinkan wanita itu bahwa dia bukanlah bebannya.

“Choi.. Aku.. Bagaimana aku bisa bersanding denganmu.. Cinta saja tak akan cukup kan, Choi? Bisakah aku melayanimu diatas ranjang? Aku tak tahu bila aku bisa bergerak seperti dulu lagi.. Mengandung anakmu..”

“Lin.. Lin.. Tatap mataku. Aku laki-laki normal, sungguh normal. Hanya berdekatan denganmu seperti ini membuatku bergairah. Tapi aku tak akan memintamu untuk melayaniku bila kamu tak menginginkannya, Lin. Bukan itu tujuan utamaku menginginkanmu untuk menjadi istriku.. Aku ingin kamu berada disampingku.. Aku ingin berada disampingmu, Lin.. Menemanimu..” Hyun Jae menatap air mata yang menetes di pipi Linda. Menghapusnya dengan jari-jari tangannya.

“Jangan menangis cantik. Aku tak ingin membuatmu menangis.. Aku mencintaimu, aku menyayangimu.. Aku tak ingin menyakitimu, tak pernah aku ingin menyakitimu.. Aku hanya..terkadang lepas kendali akan emosiku..”

Linda menangis terisak, merasa begitu terharu akan pengakuan cinta Hyun Jae padanya. Mengapa mereka harus berkenalan seperti itu, tidak bisakah dia melihat sisi Hyun Jae yang seperti ini pada awal perjumpaan mereka? Linda menyesali pertemuan-pertemuan mereka yang penuh kontroversi dan amarah.

“Aku bersumpah akan menjagamu, tak akan aku biarkan siapapun menyakitimu, tidak pula keluargamu. Aku tahu betapa buruknya perlakuan ayahmu padamu. Aku tahu.. Aku begitu geram saat mengetahuinya, Lin.. Aku tak ingin mereka memperlakukanmu seperti itu. Mereka tak akan mengganggumu lagi, Lin”

“Ayahku melakukannya karena dia tidak punya pilihan lain, Choi. Jangan menyalahkan ayahku. Memang nasibku kurang beruntung, setidaknya karena ayahku aku bisa bertemu denganmu, kan..?” Linda tersenyum lirih.

Hyun Jae hanya memandangi wajahnya, sesuatu dalam matanya menyiratkan ketakutan. Dia memeluk tubuh Linda, menghela nafasnya dan mencium leher wanita itu.

“Kamu benar cantik.. Karena ayahmu lah akhirnya kita bisa bertemu.. Karena ayahmu lah.. Ya..karena dia kita bisa bertemu..” katanya mengulang-ulang ucapan Linda untuk dirinya.

Eleventh Drama - Chapter 21 & 22 
Eleventh Drama - Chapter 19 

24 comments:

  1. aaiiihhhhhh,,, Hyun Jaeeeeee...... dr kmrn2 gt ky giniii... xixixixi...mksh Mba Shin...
    #dance

    ReplyDelete
  2. "Kamu pijakan hidupku",,,unana,,,,si Jae top markotop abis degh,,

    Ntar next chapt pasti bakal ad warning,,,
    Danke sistah,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadinya aku ngetik "kamu pijakan kakiku" wkwkkwkwkwkw sadis..

      ndak kok, besok gk akan aku kasiin warning.. biar kagok yg baca. hauhauauhhuahua

      Delete
    2. trus klo gitu warningnya kapan mbak??

      *denger yg warning2an, radar lgsg nangkep*

      Delete
  3. mulai mekar nih bunga cintanya.
    lanjutannya lagi donk mbak shin.....hehehehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah besok ya cin.. 2 chapter langsung dehhh..

      Delete
    2. @mbak shin : sungguh mbak 2 chapter?:D *dancing*

      Delete
    3. ditunggu ya mbak...
      tapi jangan malam ya postingnya mbak.
      ntar ileran nih nunggunya...huahahahahaha

      Delete
    4. @mendy : cungguhhhh... ^^
      @zhuzhy : seperti biasa sist.. jam2 10-an wita. :D

      Delete
  4. Top mbak shin..:')
    Trharu..:')
    Hyun Jae na lho sweet pol..<3<3

    ReplyDelete
  5. sussah suwitttt.. :D
    udah kan ya linda udah milih jae ini jadi jung gak perlu balik lagi dari amerika :D
    duh sist agak curiga nih sama rasa ketakutan jae pas ngebhas ayahnya linda, apa mungkin ada sesuatu yang dia sembunyiin? or semua ini hanya akal2an jae buat dapetin linda *idih sotoy aku* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhehehe balik dr inggris cin,, bukan amrik.

      hehehe... kita liat aja nanti ya sist... :tp pengamatanmu jeli sekali ^^

      Delete
    2. oiyaa.. inggris maksudnya :D
      eh jadi malu,hehe s

      Delete
  6. haduh dari kemarin susah kali mau komen.. Mba shin udah nikahin aja bang hyun jae sama linda. Hyun jung tendang aja jauh2 hhe
    perjalanan msh panjang cin, ga mau nebak2 dulu sama ending nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha iya sist... nanti jg nikah.. kl jodoh ^^

      Delete
    2. kalo jodoh? maksudnya??? pelis banget mba bikin mereka jodoh... *tangkupin 2 tangan memohon sama mba shin* :D

      Delete
    3. haahahhaa... nikah kok nikah. di penghulu kan? ^^

      Delete
  7. jadi terharu denger pengakuan cinta hyung jae.....

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.