"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, January 8, 2013

Eleventh Drama - Chapter 21 & 22



warning 18 yo or older

“Jadi.. Maukah kamu menikahiku, cantik? Linda...?” Hyun Jae menatap wajah Linda yang sembab oleh air matanya.

“Aku tahu, saat ini kamu hanya menyukaiku..” Linda ingin menyela Hyun Jae namun laki-laki itu menghentikannya.

“..sshh.. tidak, dengarkan aku dulu.. Aku tahu saat ini kamu hanya menyukaiku, mungkin..alasan itu belum cukup untuk menerima..lamaranku ini. Aku bahkan tak punya cincin untuk kita” Hyun Jae menggertakan gerahamnya menyadari kebodohannya. Linda mengikik kecil melihat tingkah laki-laki itu.


“..Jangan menertawaiku, aku bisa gugup dan melupakan apa yang ingin aku katakan padamu” kata Hyun Jae senewen. Linda pura-pura menutup bibirnya, namun senyum masih menghiasi wajahnya.

Kemudian Hyun Jae berlutut di atas lantai disamping ranjang, tangannya memegang kedua tangan Linda.

“Linda Jun.. Meskipun hari ini kamu hanya menyukaiku.. Besok, lusa dan seterusnya.. Aku akan merubah sukamu itu menjadi cinta.. Karena kekuatan cintaku akan menular padamu. Virus cinta ini akan ku cemarkan pada hatimu hingga kamu tak bisa hidup lagi tanpa virus itu. Menikahlah denganku, Lin..” Hyun Jae merasa lamarannya tidak terlalu romantis, namun dia telah mengerahkan seluruh kemampuannya yang tak banyak untuk berbual pada Linda. Dia akan pingsan bila Linda menertawai lamarannya.

Sebagai tanda cintanya pada wanita itu, Hyun Jae melepaskan cincin dari jari manisnya, cincin milik keluarga Choi yang turun temurun diwariskan pada anak sulung keluarga itu.

“Cincin ini.. Akan aku sisipkan di jarimu, esok akan aku ganti dengan cincin pernikahan yang asli. Aku berjanji..” katanya mantap. Dia menunggu dengan cemas jawaban dari mulut Linda.

Linda tersenyum manis, memandangi tangan kanannya yang digenggam dengan erat oleh Hyun Jae. Laki-laki itu tak ingin mendengar penolakan, dia tak ingin melepaskan tangan Linda.

“Aku..mau, Choi.. Aku mau menikahimu..” katanya bahagia. Sorot kelegaan terlihat pada wajah Hyun Jae. Kemudian disisipkannya cincin emas dengan lambang keluarga Choi pada jari manis Linda. Cincin itu melorot namun Linda memeganginya hingga tak terlepas.

“..Kebesaran...” bisik Hyun Jae geli.

“Tak apa-apa.. Aku tak perduli.. Apapun yang kamu berikan padaku, aku menerimanya, Choi” Linda menarik tubuh Hyun Jae agar duduk disisi ranjangnya lagi.

“Kenapa kamu suka memanggilku Choi? Panggil aku Hyun Jae.. Aku lebih bergairah bila kamu memanggilku Hyun Jae, Lin..” katanya serak.

“Begitukah Choi.. Kamu akan lebih bergairah bila aku memanggilmu..Hyun..Jae.., Choi..?” Linda menggoda laki-laki yang baru saja diterimanya menjadi suaminya.

Hyun Jae mengerang, menyadari Linda menggodanya.

“Jangan menggodaku, cantik.. Kamu tak tahu apa yang akan kamu dapatkan bila menggoda harimau..” sorot matanya berkabut. Hyun Jae telah dikuasai oleh gairahnya yang sebentar lagi akan menghanguskannya.

Linda tak perduli, dia senang menggoda “Choi-nya”

“Begitukah, Choi.. Hyun.. Jae..?? Apa yang akan aku dapatkan bila berhasil menggodamu..?” Linda menarik kerah kemeja putih yang dipakai Hyun Jae. Menarik tubuh laki-laki itu mendekatinya.

Nafas Hyun Jae memburu, wajah mereka begitu dekat, dia dapat merasakan desah nafas Linda pada lehernya.

“Kamu akan menghancurkan kita berdua, cantik..” erang Hyun Jae. Kini tangannya telah bertumpu disamping tubuh Linda. Mengurung wanita itu dibawahnya.

“Aku ingin kamu menghancurkanku, Choi.. Hanya kamu..” Linda berbisik di pipinya.

Hyun Jae menahan nafasnya demi mendengar ucapan Linda. Dia sudah tak tahan lagi, dengan ganas diciuminya bibir wanita itu. Tangannya merangkum wajah Linda dan menguasai bibir gadis itu dengan rakus.

“Kamu begitu manis, cantik.. Linda-ku yang cantik..” bisik Hyun Jae di sela-sela ciumannya.

Hyun Jae semakin memagut bibir Linda, mengecap setiap jengkal bibir wanita itu dengan penuh kerinduan. Selama ini dia hanya bisa membayangkan percintaan mereka dan kini dia akhirnya bisa mengecap bibir itu lagi.

“Choi..” desah lirih Linda. Dia menginginkan laki-laki itu sekarang juga.

“Lin.. Aku begitu menginginkanmu.. Apa yang harus aku lakukan..??” tanyanya lirih. Dia tak ingin menyakiti Linda, namun dia begitu menginginkan wanita itu hingga hampir frustasi.

“Lakukanlah, Choi.. Aku juga menginginkanmu.. Aku merindukanmu..” desah Linda. Dia menarik wajah Hyun Jae hingga bibir mereka bertemu lagi. Laki-laki itupun menciuminya lagi, kini dengan lebih lembut.

“Lin.. Aku mungkin menyakitimu..” katanya terputus-putus.

“Kamu tak akan menyakitiku, Choi..”

“..Bagaimana bila aku menyakitimu..Lin.”

Linda merangkum wajah Hyun Jae diatasnya.

“Kamu tak akan, Choi.. Aku akan memberitahumu bila kamu menyakitiku..”

Hyun Jae mengerang, sangat tergoda untuk menyetujui ucapan Linda, namun dia ragu dengan dirinya. Dia tak yakin bisa mengontrol gairahnya saat melakukan hal itu dengan wanita ini.

“Lin...”

“Jangan buat aku memohon, Choi.. Aku sudah cukup menyedihkan tanpa harus memohon padamu..” meski dia berkata tak ingin memohon, tapi mata Linda menyiratkan betapa memelasnya dia pada Hyun Jae.

Hyun Jae menatap wajah wanita itu, menimbang-nimbang akibat permainan cinta mereka. Saat Linda meneteskan air mata dibawahnya, dia telah memutuskan, dia lebih tak ingin menyakiti hati wanita itu. Dia pun merebahkan tubuh Linda dengan lembut, membantu wanita itu mencari posisi yang paling nyaman untuknya.

Hyun Jae tak tahu bila ini akan berhasil, dia hanya perlu mencoba.. Dan dia akan mencobanya sekarang. Dengan sangat berhati-hati.. Hal yang tak pernah dilakukannya.

Hyun Jae membuka kancing-kancing baju Linda, Linda membantunya membukakan kancing-kancing kemejanya. Tatapan mata mereka terpaut, saling mengunci dan berbicara dalam diam.

“Aku mencintaimu..” mata Hyun Jae berbicara.

“Aku juga mencintaimu..” Linda mencoba mengungkapkan kata itu dari matanya, namun Hyun Jae terlalu gelap mata hingga tak menyadari arti tatapan itu. Gairah di dadanya begitu menggelora, dia merasa hampir kelelahan menjaga konsentrasinya agar tidak melakukannya dengan kasar pada Linda.

Hyun Jae melepaskan celana dalam Linda dengan perlahan, kain terakhir yang membungkus tubuhnya. Kini dia pun melepaskan sisa pakaiannya yang tak dapat dibuka oleh Linda. Memperlihatkan tubuhnya yang sempurna pada wanita itu.

Linda memandang takjub pada tubuh Hyun Jae yang terpelihara dengan baik, otot-ototnya yang keras dan kokoh, begitu tegap, begitu sensual menggodanya.

Kejantanannya telah berdiri tegak, mengancam. Linda menelan air liurnya melihat selangkangan Hyun Jae. Laki-laki yang dipandanginya tidak menunjukan ekspresi apapun, begitu datar. Rahangnya mengeras, dia memperhatikan wajah takjub Linda sedari tadi. Dalam dadanya jantungnya berdebar kencang, memberontak dan ingin segera melompat keatas ranjang dan bercinta dengan Linda.

Tapi tidak, dia justru merangkak dengan perlahan diatas tubuh wanita itu. Mulai menciuimi kening Linda dengan lembut, hidungnya, mengecup bibirnya ringan, dagunya, menikmati lehernya yang jenjang, menangkupkan kedua tangannya pada payudara Linda, merangkak turun mengecup perutnya yang langsing, pahanya yang mulus hingga ke ujung kakinya yang putih bersih.

Kemudian dia kembali lagi ke atas tubuh Linda, menatap mata wanita itu lagi dengan lebih intens. Mengagumi bibir Linda sebelum menciumnya dengan mesra. Kedua tangannya menelusuri lengan Linda, dari ketiaknya, lengan atasnya, hingga ke telapak tangannya, mengunci jari jemari mereka diatas kepala Linda.

Dengan lembut Hyun Jae mengecup leher Linda, menggoda leher itu dengan bibirnya yang panas, kemudian turun ke dadanya, menciumi payudara Linda lembut. Mengecup-ngecup ringan pucuk payudaranya dan menyentuhkan ujung lidahnya sekejap disana. Tangannya kini ikut bermain di atas payudara Linda, meremas-remas payudara itu pelan, tak ingin menyakiti Linda.

“Apakah aku menyakitimu..Lin..” tanya Hyun Jae serak.

Linda menggeleng. “Tidak, Choi.. Sebaliknya..”

Hyun Jae menatap mata Linda, mengerti maksud wanita itu.

Tangannya kini menyibakan paha Linda, membuka selangkangannya hingga terpampang di depannya daerah kewanitaan Linda yang telah basah. Alis Hyun Jae berkedut-kedut menatap pemandangan di depannya. Terpaku sejenak memikirkan apa yang akan dilakukannya tanpa harus menyakiti Linda.

Dia kemudian memutuskan berbungkuk disana, kedua tangannya mengangkat paha Linda, membuka lebar paha wanita itu dan memainkan lidahnya pada daerah kewanitaan Linda.

Linda melenguh saat sentuhan lidah Hyun Jae mendarat diatas klitorisnya, menghisap dan memilin daerah itu dan membuat Linda mendesah, mengerang, dan merintih tertahan. Dibantu dua jari tangannya, Hyun Jae mencari letak G-spot Linda, saat menemukannya, dia memainkan jarinya disana hingga Linda menjadi semakin basah.

“Choi..ah..Nikmat sekali..” erang Linda, dia tak bisa mengangkat tubuhnya untuk menatap apa yang dilakukan Hyun Jae pada tubuhnya. Laki-laki itu masih memainkan lidah dan jari tangannya disana.

Gerakan jari tangan Hyun Jae semakin kencang keluar masuk menggoda daerah G-spot Linda, membuat wanita itu menggelinjang gelisah, dengan rintihan tertahan Linda berkata pada Hyun Jae.

“Choi.. Aku ingin buang air kecil.. Aku tak tahan..” dia menahan tangisnya, menahan siksaan yang semakin mendera tubuhnya.

“Keluarkan Lin.. Tak apa-apa..” bisik Hyun Jae bergairah. Dia menelan ludahnya menunggu Linda mengeluarkan cairan orgasmenya.

“Tidak.. Choi.. Aku mungkin mengencingimu..” Linda kini menangis terisak, dia merasa cairannya sudah diujung tanduk.

“Tidak Lin.. Bukan air kencing.. Itu cairan kenikmatan.. Keluarkan.. Lepaskan..Lin..” bibir Hyun Jae mendesis, jari tangannya bergerak liar didalam sana.

Seperti dugaannya, tak lama kemudian Linda mengeluarkan cairan bening dari kemaluannya, wanita itu bergetar dibawahnya, masih dengan tangisnya. Cairan bening yang seperti air kencing itu muncrat dari bawah klitorisnya dan membasahi leher Hyun Jae.

Wajah laki-laki itu puas, dia berhasil memberikan Linda kenikmatan yang paling diinginkan oleh seorang wanita. Orgasme yang tak terkira. Tubuh Linda mengejang dibawahnya, menangis tersedu-sedu karena orgasme yang tak pernah dirasakannya. Saat dia tersadar, Linda menatap wajah puas Hyun Jae dengan lemah.

“Apa yang telah kamu lakukan pada tubuhku, Choi.. Aku tak bisa menggerakan tubuhku sama sekali.. Perasaan ini begitu indah.. Aku merasa..lega..” bisik Linda dibawahnya.

Hyun Jae berdecak, memandang sendu pada wajah Linda.

“Aku hanya ingin membuatmu bahagia, Lin.. Hanya untukmu..” Hyun Jae mengecup tangan Linda yang paling dekat dengan tubuhnya.

Kemudian dia beranjak turun, namun Linda menarik tangannya.

“Kamu mau kemana?” tanya Linda terkejut.

Hyun Jae menjawabnya dengan suara parau.

“Aku.. tak bisa, Lin.. Aku tak ingin menyakitimu.. Aku masih bisa bertahan. Aku..” dia tak bisa melanjutkan kata-katanya. Sungguh bohong bila dia mengatakan dirinya bisa bertahan setelah semua godaan yang dilihatnya.

Dia begitu keras, dan sangat menyakitkan menahan sesuatu yang begitu keras dan berdenyut-denyut saat di depannya Linda dengan pasrah menunggunya.

“Bodoh... Jangan kamu bohongi dirimu, Choi..”

“Lin..” tubuh Hyun Jae membeku di sisi ranjang, nafasnya berat. Hatinya terbelah antara tinggal disana atau meninggalkan kamar itu untuk mencari pelampiasannya sendiri.

“Aku tak akan menawarimu lain kali, Choi.. Bila kamu menolak melakukannya malam ini.. Tak akan ada lain kali..lagi..” Hyun Jae terperanjat mendengar ancaman Linda. Terguncang karena kemungkinan seperti itu.

“Tidak..Lin.. Kamu bisa membunuhku. Tidak.. Maksudku.. Aku tidak bermaksud memaksamu, aku.. bukannya aku tidak ingin.. hanya aku tidak.. aku...” Hyun Jae menjadi panik dan tak bisa merangkai kata-katanya. Dia tak tahu apa yang sedang dibicarakannya.

“Kemari.. Choi.. Aku memerintahkanmu” suara tegas Linda memecahkan kepanikannya. Hyun Jae menatap Linda takjub.

“Bila aku bisa bergerak sesukaku, akulah yang akan memaksamu” kata Linda geram.

Hyun Jae meringis, menyadari kebenaran kata-kata Linda.

“Kamu akan menghancurkan kita, Lin..” Hyun Jae kini merangkak ke atas tubuh Linda lagi.

“Aku tahu, Choi.. Kamu sudah mengatakannya berkali-kali.. Dan aku bosan mendengar alasan yang sama..” Linda merengkuh leher Hyun Jae dan mencium bibir laki-laki itu.

“Kamu memaksaku, Lin.. Aku sudah akan pergi..” bisik Hyun Jae diatasnya.

“Ya Choi.. Terserah katamu. Aku memang memaksamu..”

Hyun Jae pun tersenyum penuh kemenangan, Linda menginginkannya, dia pun menginginkan wanita itu. Untuk bersatu bersamanya meraih kenikmatan yang mereka inginkan.

Meski dalam hatinya ragu, namun Hyun Jae tak ingin membangkitkan kemarahan Linda. Dia tak ingin menyiksa dirinya lebih lama lagi karena menginginkan wanita ini.

Hyun Jae kemudian mengarahkan kejantanannya pada rongga kewanitaan Linda yang telah basah, menusuk dengan mantap ke dalam daerah kewanitaan itu, terdengar rintihan perlahan dari bibir Linda.

“Aku menyakitimu, Lin..?” tanya Hyun Jae cemas.

“Tidak, Choi.. Aku belum terbiasa dengan..mu..”

Hyun Jae berdecak, suaranya semakin berat.

“Kamu ingin terbiasa, Lin..? Kamu akan menghancurkan kita...”

“Aku tahu, Choi.. Dan jangan ulangi kata-kata itu lagi. Kamu benar-benar membosankan dengan kata-kata itu..” Linda tertawa kecut karena harus mengingatkan Hyun Jae pada kenyataan itu lagi.

“Kamu benar-benar tahu bagaimana membungkamku..cantik..” Hyun Jae kemudian menusukan kejantanannya lebih dalam lagi hingga seluruh kejantanannya amblas berada dalam lubang senggama Linda.

“Aghh...” jerit Linda pelan.

Hyun Jae menggertakan rahangnya, menahan keinginan untuk memacu tubuhnya dengan liar diatas tubuh Linda. Sebaliknya dia bergerak perlahan, mengukur kekuatannya dan memperhatikan mimik wajah kesakitan Linda.

“Beritahu aku bila aku menyakitimu, Lin..”

“Teruskan, Choi.. Kamu terlalu pelan..” desak Linda, wajahnya meringis menahan desakan kejantanan laki-laki itu didalam tubuhnya.

“...Kamu memerintahkanku, Lin..”

“Ya, aku memerintahkanmu, Choi. Lakukan seperti kataku!” desis bibir Linda saat merasakan gerakan menghujam Hyun Jae semakin cepat.

“Ya, Lin.. Aku akan melakukannya sesuai perintahmu. Aku akan melakukannya dengan cepat.. sangat cepat...” Hyun Jae semakin bergairah mendengar erangan tertahan yang keluar dari mulut Linda. Mata wanita itu terpejam dan bibirnya mendesis, mengerang, sesekali mengumpat dalam bahasa yang tak dikenalnya.

Tubuh Hyun Jae bergerak dengan teratur dan terkontrol, rithme hujaman yang semakin cepat dan kencang keluar masuk daerah kewanitaan Linda. Dibawahnya dia merasa Linda akan mencapai pelepasannya lagi, tubuh wanita itu semakin gelisah dibawahnya, tangannya mencekal bahu Hyun Jae yang menumpu tubuhnya agar tidak menindih tubuh wanita itu.

Linda pun mengerang panjang dibawahnya, tubuhnya mengejang lagi, Hyun Jae mulai merasakan hisapan dinding-dinding kewanitaan Linda pada kejantanannya, saat itulah dia melepaskan cairan kenikmatannya, bertepatan dengan pelepasan Linda.

“Aghh...Ahh...ahh...” erang Hyun Jae diatas tubuh Linda. Merasakan hisapan dinding kewanitaan Linda pada kejantanannya, menghisap habis spermanya yang hangat memenuhi rahim wanita itu.

Hyun Jae membiarkan tubuhnya diam diatas tubuh Linda, memberikan wanita itu kesempatan untuk menenangkan debar jantung mereka, menunggu hingga dinding-dinding kewanitaan Linda melepaskan cengkeramannya pada kejantanan Hyun Jae.

Meski demikian, Linda tetap mengerang saat Hyun Jae akhirnya mencabut kejantanannya dari lubang kewanitaan Linda. Kejantanannya telah mengendur, bergelayut lemas diselangkangannya.

Sebelum berguling ke samping Linda, Hyun Jae mencium bibir wanita itu dengan mesra. Mengucapkan kata yang melegakan hati wanita itu.

“Terima kasih, Lin.. Karena memberikanku kesempatan itu lagi.. Aku mencintaimu..” dikecupnya kening Linda dan berguling kesamping, mengambil tempat yang diinginkannya selalu, berada disamping Linda, untuk selama-lamanya.

Eleventh Drama - Chapter 23 
Eleventh Drama - Chapter 20 

32 comments:

  1. panaaasssss,,hoottttt,,emang nie eonni pinter bwt org kepanasan,,,hahaha,,but i like it,^^


    terimah ksihh ya eonni,,ud berbagi crita2 yg bgus2 in,,q seneng bgt bsa mmpir d blog in,,,critanya banyaakk,,n pastinya menghibur,,^^
    lanjutkan,,,,
    ##fighting eonni,,^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. bisa aj sis satu ini, makasi pujiannya ya sist ^^.

      makasi banyak jg udah mampir n baca2 blog ini, apalah jdnya cerita tanpa pembaca. ;)

      fighting!!!

      Delete
  2. selama2nya kan mba? Iya kan mba? *maksa

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama-lamanya ngapain leli??
      cape nti mereka,,,,

      Delete
    2. @leli : iya sist seperti kata sist fathy, kl selama-lamanya ntr kecapean mereka.. istirahat bentar br deh lanjutin ya ahhahaa

      Delete
  3. golnya cuma sekali mba,,,,
    berarti cuma 1-0 yah
    hheeheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, maklum donk cin. Linda pan masih encokkk

      Delete
    2. mangya linda nenek, mba??
      xixixixi

      Delete
  4. aiiihhhh.... Hyu Jae coooo cweeetttt... xixixi....
    mksh Mba Shin..

    ReplyDelete
  5. wahhhhhh........udah baikan lagi nih linda ama hyun jae. tapi masih penasaran nih mbak shin, tambah lagi 2 chapter lagi ya...yaa...yaa...

    ReplyDelete
  6. @ mbak fathy: emangnya sepak bola,,hahaha
    trus yg dapat scor stu sapa hayoo,,,^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. hayoo siapaa......... kyk nya sih LInda.. lol

      Delete
    2. bener kata mba shin, dias cos untuk kali ini linda yang semangat heheheheh

      Delete
  7. hyun jae sama linda bersama2 untuk selamanya. Maksudnya itu mba shin. Rada alay yah kata2nya hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... kyk cerita dongeng donk sist.. happily ever after.. tp ngomong gt Jung Min & Ji Han di ending nya isi kok Happily ever after.. tp berantem jg ahahhaa

      Delete
    2. kalo hidup gak da berantemya kan seraa sayur tanpa garam, mba,,, wkwkwkwwk
      *sotoy.com*

      Delete
  8. hahah mba fathy gol gol mlu ni,mantab.keren euy,jd mw.loh,heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha apa sist? bikin?? di golin? eh..

      Delete
  9. Tmbah mbak.. Tmbah...

    Dkit bgt sih.. Hiks..

    ReplyDelete
  10. wah.. panas yaa,gak nyangka walaupun linda lagi sakit tetep kuat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... tp gk bs banyak gerak sist.. gayanya terbatas lol

      Delete
    2. haha iya,, pasrah aja linda cuma satu gaya :D

      Delete
    3. wkkwkwkwkw... yg penting kan kenikmatannya bergaya2 sist.. lol

      Delete
  11. Ga pa2 gerakn terbatas Shin ... Ɣªήğ ptg Hyun Jae Ʊϑɑ̤̈̊ħ lega sdkit. =))HªªHªª=DHªªHªªª;)HªªHªª=D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haiahihaiaiha iyaa... udah legaaa *dikit*

      Delete
  12. Hmmmm,,,,Hyun Jae b'cinta ma Linda???
    andaikan Linda nda terjun bebas kmren,,pasti lebih dari 1-0,,,dpastikan Linda bakal pingsan b'ulang2 kali,,,
    Ga sabar aq nunggu Hyun Jung pulang nghadiri pesta kawinny Jae & Linda,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapa bilang 1-0? 2-1 tuh... coba aja dibaca ulang. ketemu ndak? lol... wkwkkww.. punyanya jae gak segede punyanya jeong sist.. gk bakalan pingsan dhe kyknya. wkwkkwkwkw

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.