"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, January 9, 2013

Eleventh Drama - Chapter 23



Linda tak menemukan Hyun Jae disampingnya saat membuka matanya keesokan hari. Ranjang disampingnya telah dingin, laki-laki itu telah pergi lama sebelum dia terbangun.

Secarik kertas tertumbuk oleh matanya di atas meja, di atas kertas itu setangkai bunga mawar merah melintang menghiasi surat yang ditinggalkan Hyun Jae untuknya.


Linda mengambilnya, membaca tulisan tangan Hyun Jae yang begitu indah hingga sulit untuk dia mengerti. Laki-laki itu memiliki sebuah tulisan tangan yang sangat buruk.

“Morning, Cantik..

Jangan bersedih karena tak menemukanku disampingmu. Aku akan menemuimu sore ini, ada beberapa hal yang harus kubereskan pagi-pagi. Jangan lupa minum obatmu setelah makan, maaf aku tak bisa menemanimu makan L

P.S : Aku mencintaimu, semalam sungguh indah. Aku tak sabar untuk mengulanginya lagi.. XXX

C.H.J”

Linda tersenyum dan membaca berulang-ulang kalimat yang Hyun Jae tuliskan padanya. Merentangkan tangannya menyambut matahari pagi yang cerah.

“Pagi ini begitu indah..aahh..”

Dia pun tersenyum sembari menunggu kedatangan pelayan untuk memandikannya. Namun tercetus dalam pikirannya untuk mencoba bangkit sendiri tanpa bantuan orang lain.

Setelah mengumpulkan seluruh tekadnya, Linda menarik nafas berkali-kali dengan cepat kemudian menghembuskannya perlahan. Dia bersiap untuk bangun dari ranjang dengan tenaganya sendiri.

Bertumpu dengan kedua tangannya, Linda menarik tubuhnya menyandar pada kepala ranjang. Dengan bersusah payah akhirnya dia berhasil, dengan sedikit latihan setiap hari, dia yakin tak akan membutuhkan bantuan pelayan lagi untuk merubah posisi tidurnya.

Tidur terlentang sepanjang malam membuat tubuhnya kaku dan tak nyaman.

Puas dengan kemajuannya merubah posisinya di atas ranjang, Linda lalu mencoba untuk turun dari ranjang dengan kekuatannya sendiri. Meski pada awalnya dia ketakutan, tapi tekadnya telah bulat, Linda ingin mendampingi Hyun Jae di depan altar dengan bertumpu pada kaki-kakinya sendiri, bukan duduk tak berdaya di atas kursi roda.

Kini kaki-kaki Linda telah memijak pada lantai, dengan berpegangan pada sudut meja disamping ranjang dia mencoba menumpukan seluruh berat tubuhnya pada kaki kanannya, merasakan sedikit demi sedikit kakinya menginjak lantai.

Saat kedua kakinya telah berdiri tegak, Linda menghela nafas panjang. Ingin mencoba kekuatannya lagi, kini dia akan berjalan menuju jendela. Mencoba melangkahkan kaki-kakinya menuju kursi malas tempat favorit Hyun Jae dikala menungguinya mengenakan pakaian.

Namun ditengah perjalanan langkahnya yang ringkih, Linda merasakan pinggangnya tak kuat lagi menopang berat tubuhnya, begitu pegal dan menyakitkan. Tanpa benda apapun di dekatnya yang bisa dia jadikan tumpuan, Linda pun terjatuh dilantai dan menciptakan suara berdebum tubuhnya yang beradu dengan lantai.

Seketika itu pula pelayan dan pengawal yang berjaga di depan pintu kamarnya masuk ke dalam dan menemukan Linda tergeletak di lantai, merintih kesakitan mencoba menyeret tubuhnya naik ke atas ranjang.

Saat tubuhnya telah dibaringkan di atas ranjang oleh pelayan-pelayan itu, Linda berpesan pada pelayan-pelayannya, agar tidak memberitahukan kejadian ini pada Hyun Jae. Dia tak ingin membuat laki-laki itu cemas.

Sore itu Hyun Jae datang sesuai janjinya. Dia menunggui Linda yang terlelap di ranjang, mengambil tempat disamping Linda dan berbaring masih mengenakan pakaian kerjanya. Melipat tangan dipangkuannya dan mendengkur halus yang di dengar Linda tak lama setelah laki-laki itu tertidur.

Linda memiringkan tubuhnya, memperhatikan sosok wajah di depannya, wajah yang begitu menawan, garis-garis keturunan bangsawannya terlihat jelas diwajahnya. Rahangnya yang kokoh yang menggerakan bibirnya menguasai bibir Linda saat mereka bercinta semalam.

Linda menyentuh wajah itu, mengelus pipinya sayang. Diciumnya kening Hyun Jae dan tersenyum setelahnya. Dia merasa telah jatuh cinta pada laki-laki itu.

Hyun Jae tertidur selama tiga jam disampingnya, dan selama itu pula Linda tak ingin membangunkannya. Dia mengusir pelayan yang datang untuk memandikannya, dia tak ingin membangunkan Hyun Jae.

Saat mata laki-laki itu membuka, mata mereka bertumbukan.

“Selamat petang, Choi..” bisik Linda di depan wajah Hyun Jae. Dia mengecup ringan bibir laki-laki itu.

Hyun Jae tersenyum senang, menarik wajah Linda dan berganti menciumnya lebih mesra.

“Sudah petang? Berapa lama aku ketiduran?” tanyanya di sela-sela ciuman mereka.

“Hanya sekejap, kamu pasti kelelahan..” Linda mengelus pipi Hyun Jae hingga laki-laki itu mengerang.

“..Aku begitu terpengaruh hanya dengan sentuhanmu saja, Lin” dikecupnya tangan Linda.

“Sebelum aku lupa, aku ingin memberikanmu sesuatu” katanya sembari merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru gelap dan membukanya didepan Linda.

“Cincin yang aku janjikan.. Cincin pertunangan kita. Aku sudah memesan cincin lain untuk pernikahan kita nanti.. Sekarang, kamu harus memakai cincin ini” dipegangnya tangan kiri Linda, mencopot cincin kebesaran miliknya lalu memasangkan cincin pertunangan mereka di jari manisnya.

Cincin yang sangat indah, yang terbuat dari emas kuning dua puluh dua karat dengan mata cincin dari berlian sebesar biji kacang hijau dan belasan berlian-berlian kecil yang mengelilingi mata cincinnya.

“Kamu suka?” tanya Hyun Jae serak. 

“Indah sekali, Choi. Harganya pasti mahal.. Kamu tak perlu membelikanku cincin semahal ini”

“Shh.. Jangan singgung masalah uang, milikku adalah milikmu. Tak ada yang tak akan kuberikan padamu, Lin. Aku ingin membahagiakanmu” dikecupnya tangan yang terpasang cincin itu dengan bibirnya.

Hyun Jae menyodorkan sebuah cincin lagi untuk Linda, mengisyaratkan wanita itu untuk memasangkannya di jari Hyun Jae. Dia memandang bengong saat cincin itu meluncur masuk di jari tengahnya. Terpesona menatap cincin mereka yang sepasang.

Cincin Hyun Jae tidak memiliki batu berlian seperti pada cincin Linda. Dia merasa tak cocok memakai berlian, berlian hanyalah untuk wanita. Cincinnya hanya berupa cincin emas lingkar polos dengan berat sepuluh gram, tak lebih.

“Aku..ingin memberitahukan ayahku mengenai pernikahan kita, Choi. Meski aku tak menyukai ayahku, aku tetap ingin dia mengantarkanku waktu kita menikah nanti.. Aku ingin bertemu dengannya, dengan adikku. Hyun kecil. Aku merindukannya”

Hyun Jae tak bisa menolak keinginan Linda, meski berat baginya untuk mempertemukan mereka. Hyun Jae telah menyuruh ayah Linda membawa keluarganya pergi jauh-jauh dari Seoul dan memberikan sejumlah uang agar mereka bisa membangun hidup mereka kembali.

Dia tak ingin Linda bertemu dengan ayahnya, namun dia tak ada pilihan lain bila ingin menikahi wanita itu.

“Aku akan menyuruh Ki Joon mengantarkan mereka kesini. Saat kamu siap.. Kita akan menikah, Lin.. Jangan membuatku menunggu terlalu lama, ya..?” Hyun Jae menindih tubuh Linda, memagut bibir manisnya dan memuaskan kehausannya akan bibir wanita itu.

“Aku menginginkanmu sekarang, Lin.. Bolehkah aku melakukannya sekarang?” tanya Hyun Jae serak.

Linda mengangguk dibawahnya, menginginkan laki-laki itu juga.

Melihat Linda mengangguk, Hyun Jae dengan rakus menciumi bibirnya sembari melepaskan satu persatu pakaiannya. Dibawahnya Linda melenguh nikmat saat Hyun Jae menyatukan tubuh mereka, dia mulai merasa kecanduan akan percintaan mereka yang menggebu-gebu. Membuatnya menginginkan laki-laki itu diranjangnya setiap hari.

Dia merasa tubuhnya sesak dan akan meledak karena gairah yang telah memuncak, Linda pun mendapatkan pelepasannya. Tubuh Hyun Jae bergetar diatasnya dan rubuh dalam pelukan hangatnya. Laki-laki itu telah mencapai klimaksnya juga. Terengah-engah merangkai kata-katanya.

“Aku mencintaimu, Lin. Apapun yang terjadi.. Ingatlah, aku selalu mencintaimu.. Selalu..” mereka pun berciuman. Linda membisikkan kata cinta pada Hyun Jae saat laki-laki itu telah terlelap disampingnya, dia mendengar kata cinta Linda hanya dalam mimpinya. 

Eleventh Drama - Chapter 24 
Eleventh Drama - Chapter 21 & 22 

16 comments:

  1. hmmmmmmm,,,another warning,,,
    really love warning,,
    ntar klo mreka merit bisa ga bareng ama si Ji Jeong, sistah?? kawin kembar gitu,,,
    pan keren tugh,,,jadi kita bisa dcarter satu pesawat kesono,,, *kemana coba???

    haiiissssssssshh,,,ga sabar nunggu pestany mereka,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. warning apa sist? kan gk aa warning 18++ tuh? ^^V

      hahaha ehem.. kyknya ndak bisa deh sist.. konfliknya baru keluar 1, yg lg 1 belum.. :ngakak trus kabur:

      tenangg.. nanti pan dibayarin ama si Jahe.. dia pan kaya ruaya cin.. lebih kaya drpd jung min.. hauhauhauhuaua

      Delete
  2. Aaaiiihhhhh...
    Hun jae cooo cweeettttt...
    Mba Shin akhrny jgn sdih2..hukz..hukz...
    Mksh Mba Shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan ada 2 ending viee.. 1 yg happy.. 1 yg original -cuman untuk kalangan terbatas aja :yg siap hatinya baca ending orisinilnya- hauhauhauuhahua

      Delete
  3. hahaaayy... pasangan kecanduan nih..
    lanjut teruusss..
    ga jadi mandi deeh..
    tp aku penasaran mbak, Hyun Jung kmn ya??
    kok dia adem ayem aja??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hyun jung menunggu dengan sabar gilirannya wkwkw. besok keliatan dia sist bentar doank tapi... maklum second lead yg gak begitu sering kesentuh ahahahahha...

      Delete
  4. Iya mbak.. Hyun Jung kmna yah?:s
    Bkanny ktny klo Linda udh mbuh gliran Hyun Jung?
    Tpi btang hdungny ga kliatan tu..--
    Jgn2 nnti Hyun Jung gagalin prnikahan Linda n Hyun Jae ya?
    *kepo + mngkhyal*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hyun Jung lagi di Inggris, nyiapin rumahnya buat menyambut LInda..

      wkt perjanjiannya ama Hyun Jae dl kan isinya gini : Hyun Jae gak akan maksa Linda buat tinggal ama dia, Linda boleh milih kemanapun dia mau, apakah ke Hyun Jung ke dirinya atau gak ke mereka. nah, skrg kan Linda milih ama Hyun Jae. jd no worries kl Hyun Jung bakal gangguin mereka lagi. si kembar ini adalah orang2 yg berpegang teguh ama ucapan mereka ;)

      Delete
  5. kirain aku ga jadi ngpost hari ini hhi
    pesta=makanan gratis
    makan makan makan
    asyik kpn mba pestanya digelar. Mau nyiapin perut biar bisa makan bnyak hha

    ReplyDelete
  6. tetp ya gerak linda terbatas, :D sabar ya lin mkanya cepet sembuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah sabar cin.. udah sabar kok.. lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.