"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, January 10, 2013

Eleventh Drama - Chapter 24



Selama sebulan terakhir, Linda dengan gigih melatih tubuhnya agar bisa berdiri lebih lama dan melangkah lebih jauh. Dia telah berhasil melangkahkan kakinya sepanjang sepuluh meter sebelum merasakan pinggulnya goyah dan harus beristirahat.

Linda belum memberitahukan Hyun Jae mengenai kemajuannya. Linda ingin mengejutkan laki-laki itu pada saat hari pernikahan mereka.


Hari ini Linda akan bertemu dengan ayahnya, setelah itu Linda dan Hyun Jae berencana akan menikah sebulan kemudian. Hyun Jae telah mempersiapkan semuanya, baru kemarin lusa seorang penata busana datang mengukur tubuh Linda untuk dibuatkan pakaian pengantin khusus untuknya.

Hyun Jae memanggil seorang penata busana kenalannya yang memiliki sebuah butik terkenal di Italia. Sebulan kemudian, gaun pengantin itu akan siap untuk Linda kenakan.

Saat ini Hyun Jae sedang berada di Inggris untuk menemui saudara kembarnya, memberitahukan Hyun Jung mengenai pernikahan mereka. Hyun Jae belum mengabari Linda sejak dia tiba di London dua hari yang lalu.

Memang selain bertemu dengan Hyun Jung, Hyun Jae juga memiliki agenda pekerjaan yang harus diselesaikannya. Kenyataannya, laki-laki itu juga sedang mengambil cincin pernikahan yang telah dipesannya sebulan yang lalu dari sebuah toko pembuat hiasan dari emas dan berlian yang telah menjadi rekanan bisnis perusahaannya sejak dua puluh tahun yang lalu.

Dia khusus menjemput cincin itu untuk melihat sendiri kwalitas pekerjaan mereka, Hyun Jae tak ingin cincin itu cacat meski sekecil apapun. Setelah cincin itu beralih dengan aman ke dalam saku jas nya, Hyun Jae pun tersenyum puas dan menuju kediaman Hyun Jung. Dia akan menghadapi saudaranya untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, mereka akan berpura-pura tak saling mengenal lagi.

Mobil Limousine yang mengantarkan Hyun Jae ke kawasan istana yang dulunya adalah milik Duke of Lancaster yang telah dilelang dan didapatkan oleh Hyun Jung, kini terparkir di depan pintu masuk istana itu.

Hyun Jae melayangkan pandangannya pada hamparan bangunan-bangunan kuno era Victorian itu. Padang rumput hijau berlekuk-lekuk menggunung turun naik menghiasi kompleks istana itu bagai permadani hijau nan indah. Sebuah sungai melewati halaman belakang istana itu dengan airnya yang deras.

“You have a very nice home here, don’t you?” Hyun Jae berdecak kagum memandang kompleks istana tempat kediaman Hyun Jung.

“Hanya mengikutimu, Choi. Tak akan sebanding dengan istanamu di Korea” Hyun Jung menjabat tangan saudaranya. Bagai rekan bisnis.

Hyun Jae mendengus, mereka kemudian masuk ke dalam istana itu. Tak ada yang berubah sejak pertama kali dia menginjakan kakinya disana. Istana ini sebelum di lelang adalah milik teman lama ayah mereka. Mereka selalu diundang untuk melewati liburan musim panas disana, sesekali ayahnya akan mengajak mereka berkunjung kesini bersama dengan ibu tiri mereka dan Eun Ji.

Hyun Jung mengajak Hyun Jae duduk di dalam ruangan santai yang dipenuhi buku-buku dalam lemari yang terbuat dari kaca. Buku-buku dengan usia ratusan tahun dan puluhan tahun lebih tua dari usia mereka.

“Seleramu cukup tinggi, aku tak tahu bila kamu begitu menggemari hidup di barat” Hyun Jae menghisap cerutunya. Hyun Jung menawari cerutu itu dan menyalakannya untuk Hyun Jae sebelum menyalakan miliknya.

Bila sekarang ada seorang photographer mengambil foto mereka yang sedang duduk berhadap-hadapan di atas kursi santai dengan cerutu yang sama, maka tak akan ada yang  dapat membedakan mana Hyun Jae dan yang mana Hyun Jung. Tak ada yang berbeda dengan fisik mereka, terkecuali bekas peluru pada lengan kiri Hyun Jung yang disebabkan oleh timah panas yang ditembakkan Hyun Jae padanya.

Hyun Jung menyesap cerutunya dengan nikmat, menghembuskannya lagi ke udara. Membentuk lingkaran-lingkaran asap tebal di atas kepalanya.

“Apa yang kamu cari kesini, Choi? Bukankah kita sudah berjanji hanya akan bertemu saat hari penyerahan tiba?” Hyun Jung mengatakannya dengan dingin.

“Aku tak akan menyerahkan apa-apa padamu, Hyun Jung. Linda milikku. Dia telah memilihku. Kami akan menikah sebulan lagi. Kamu menghormati pilihan Linda, kan?” Hyun Jae tak ingin berlama-lama disini, dia tak ingin berdebat dengan saudaranya.

Wajah Hyun Jung mengeras, otaknya berpikir keras mencari kata-kata yang diinginkannya.

“Bagaimana aku tahu dia telah memilihmu, Choi?” desisnya perlahan.

“Aku tak pernah berbohong padamu, Hyun Jung. Kamu tahu itu”

Hyun Jung mendesah panjang. “Jadi akan seperti ini lagi? Kamu akan merampas wanitaku lagi?” pandangannya menerawang pada langit-langit ruangan.

“Aku memang bersalah telah merebut wanita itu darimu dulu, tapi kali ini.. Linda bukanlah milikmu. Dia tak pernah menjadi milikmu. Dia tak akan pernah menjadi milikmu” Hyun Jae mematikan cerutunya di asbak.

“Aku mengundangmu, untuk menjadi pendamping pria ku. Setelah itu, kita adalah orang asing” dia pun berdiri dan keluar dari sana. Meninggalkan Hyun Jung dalam pikirannya sendiri. Menerima kekalahannya. Menerima sakit hati karena dikalahkan lagi.

Sementara itu di Korea, Mr. Jun bersama dengan istri dan anak laki-lakinya Hyun kecil berjalan pelan di koridor rumah mewah milik Hyun Jae, dikawal oleh Ki Joon dan anak buahnya. Wajah mereka ketakutan dan tegang.

Mereka kemudian berhenti di depan sebuah pintu besar dimana dua pengawal lain dan dua orang pelayan dengan setia menunggui pintu itu. Siap melaksanakan perintah yang diberikan Linda pada mereka.

“Buka pintunya” perintah Ki Joon pada pengawal itu. Mereka pun membukakan pintu yang membawa mereka ke dalam kamar utama rumah itu, kamar tempat Linda berada, sedang duduk dengan nyaman di sofa malas yang biasa ditempati Hyun Jae.

“Linda?” kata ayahnya pelan. Tak menyangka akan bertemu dengan putrinya yang telah lama dilupakannya.

Sejak Linda menyerahkan dirinya pada Hyun Jae, ayahnya dan keluarganya disekap didalam sebuah rumah yang cukup luas dan baru dilepaskan setelah Hyun Jae mendapatkan Linda kembali.

Setelah tiga bulan lamanya bebas dari jangkauan Hyun Jae dan pengawal-pengawalnya, kini mereka dipanggil kembali untuk menemui Hyun Jae. Namun ayahnya tak pernah menyangka justru akan bertemu dengan Linda.

“Duduklah, yah. Hyun apa kabarmu?” tanya Linda pada adiknya yang ragu untuk mendekatinya.

Tapi sesaat kemudian Hyun kecil berlari menuju Noona nya dan memeluk Linda dengan penuh kerinduan.

Noona.. Kamu kemana saja? Aku mencemaskanmu. Aku merindukanmu Noona..” rengek Hyun kecil padanya.

Noona disini.. Noona juga merindukanmu Hyun.. Sini peluk Noona..” Linda pun membuka tangannya untuk menerima tubuh Hyun yang memeluknya. Dia sungguh gembira bisa melihat adik kecilnya lagi.

“Ayah.. Duduklah” Linda tak menghiraukan istri ayahnya, namun wanita itu mengikuti Mr. Jun dan duduk dikursi disebelah suaminya.

“Apa kabarmu? Bagaimana keadaanmu?” Linda mencermati wajah ayahnya, laki-laki itu terlihat sehat dan cukup senang melihatnya. Berbeda dengan ibu tirinya yang kurang menyukainya, karena Linda juga tak menyukainya sama sekali.

“Ayah baik, kamu sendiri bagaimana keadaanmu, Lin? Ayah dengar kamu masuk rumah sakit, tapi ayah terlambat mengetahuinya sehingga ayah tidak bisa menemuimu dirumah sakit. Saat ayah ingin mencarimu, Presiden Choi melarang ayah. Mengatakan ayah telah menjualmu padanya. Ayah merasa sangat bersalah padamu, Linda. Tapi ada yang harus ayah katakan padamu...”

Linda tak merasa iba sedikitpun pada ayahnya. Laki-laki itu telah mengecewakannya dengan cara menjualnya dan membuat hidupnya jungkir balik hingga seperti ini. Meski dia bersyukur karenanya lah dia bisa bertemu dengan Hyun Jae meski dalam situasi yang paling buruk yang bisa dia bayangkan.

Namun, bukankah kini dia telah mencintai Hyun Jae? Meski laki-laki itu belum mengetahui isi hati Linda sebenarnya. Mereka saling mencintai, kan?

“Semua sudah lewat. Aku ingin bertemu kalian karena harus memberitahukan satu hal. Aku akan menikah dengan Choi Hyun Jae sebulan lagi. Aku ingin ayah mendampingiku” Linda tak menunjukan ekspresi apa-apa pada ayahnya. Pandangannya datar, pada pintu kamarnya yang terbuka.

“Apa? Kamu akan menikahi laki-laki itu? Tapi mengapa, Lin? Bukankah kamu membencinya? Dia yang menyebabkan hidup kita seperti ini” kata ayahnya.

“Ayahlah yang menyebabkan hidup kita seperti ini. Ayahlah yang menjualku padanya, dan aku bersyukur ayah tidak menjualku pada lintah darat hidung belang yang bisa saja membuat hidupku lebih sengsara dan menjadikanku pelacur!” Linda mengucapkannya dengan berapi-api hingga Ki Joon menghampirinya, menanyakannya bila dia perlu bantuannya.

“Tidak apa-apa. Kembalilah ke tempatmu” perintah Linda pada Ki Joon. Kepala pengawal itu menatap tajam pada Mr. Jun dan istrinya yang saling pandang ketakutan. Kemudian dia mundur kembali ke posisinya agak jauh dibelakang Linda.

“Linda.. Kamu harus dengarkan ayah. Ayah benar-benar tak bersalah. Kamu harus tahu satu hal sebelum kamu menikah dengan laki-laki itu” kata ayahnya sambil berbisik.

Tak ingin Ki Joon mendengar apa yang akan dikatakannya kemudian. 

28 comments:

  1. wah...ternyata konfliknya masih berlanjut
    loncat2 lagi nih emosinya, tapi aku suka mbak..
    lagi mbakkkkk.......hehehehehehe

    ReplyDelete
  2. mr jun,,,,,
    membela diri boleh tapi jgn keterlaluan,,,
    dari awal mr jung yg salah sama anak istrinya,,,

    jae apapun yg terjadi i lope u beibeh,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. he lope u too bibeh..

      Delete
    2. asyik berarti nti ada aku y mba disini hehehe

      Delete
    3. ada.. jd pembacanya :p~~~ wkkwkwkw :p gak keliatan cin.. maklum komennya dimana2 eike pusingg cin balas semua.. kwkwkwkwk peace:

      Delete
  3. Replies
    1. dibisikin apa sist?lelembut? ahhahahaa

      Delete
  4. wah ngajak berantem nih bpk nya linda...

    jangan sampe linda berubah pikiran... aminnnnnnnnn

    ReplyDelete
  5. waduhhh,,,,waduuhhh apaaaa tuhh??jangaaannnnn bilaaangggg mrk g jd nkah nnti gr2 omongn Bpkny Lin... aarrgggg Mba Shiiiinnnn jg lakukaaannn ituuuu...hukz..hukz..hukz....

    ReplyDelete
  6. lalu apa yg akan dilakukan hyun jung akankah dia menyerah dan mengaku kalah??? jeng jeng jeng......nantikan bab berikutnya hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. jeng jeng jeng.. nantikan setelah pesan-pesan berikut ini..

      Delete
  7. konfliknya keluar lagi :D si ayah tar aja ceritanya pas mereka udah nikah ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kl pas dah nikah keluar malah parah dunk cin?? yg ada mereka cere... lol

      Delete
  8. Iya nich... Ada rahasia apa lgi Bpk Πγª Linda. jdi deg2an klo Linda batal nikah. Nti Hyun Jung merebut Linda lgi.. Q ga sanggup mliat Hyun Jae mnderita lgi Shin. Heheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.. sabar cin.. ntr lg jg kelar drama ini ^^...

      Delete
  9. Ntar klo si Linda batal merit ma Jae, gegara bapakny yg genderuwo itu,,,
    Si Jahe kita kawinin adja dg mbak Fathy,,,pasti mbak Fathy lgsg bilang "I do, my lophly Jahe",,,,:lol
    Pesta degh kita di Buaran,,,,gimenong cyiiinnn???

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan gt jawabannya mbak fathy sist tp gini "Oh yes.. Oh No Jahee..miri tumbarr.." wllwlwlwlw :kaburr...:

      Delete
    2. Masak apa kita malam nie, sistah???
      Wkwkkwkkwkwkwkwkkk,,,

      Delete
    3. wkwkkwkww.. yg ada kita yg dimasak cinnnn.. :kaburr:

      Delete
  10. Wuahh ad udang d balik sepatu...
    Ad apa gerangan dgn jahe yg gak aku tau...
    Kasih tau donk mbak shin...
    Penasaran!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan tinggal baca next episode nya sist.. gitu aja kok repot.. wkwkwkkwkwkw :kabur sebelum ada yg ngambek:

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.