"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, January 11, 2013

Eleventh Drama - Chapter 25



“Apa maksudmu, yah? Apa yang harus aku ketahui?” Linda merasa ayahnya menyembunyikan sesuatu yang besar darinya.

“Dulu ayah pernah mengatakan padamu, saat ayah dituduh menggelapkan uang 500 juta Won itu, bahwa bukan ayah pelakunya. Dan ayah tidak berbohong padamu” Mr. Jun memulai perkataannya dengan menceritakan kronologi peristiwa menghilangnya teman kerjanya dan uang tunai senilai 500 juta Won dari departemen mereka.


“Aku tak mengerti..” sela Linda.

“Biarkan ayah melanjutkan perkataan ayah, itupun bila kamu ingin mengetahuinya. Ini berhubungan dengan calon suamimu” kata ayahnya tajam.

“Berhubungan dengan Hyun Jae? Bagaimana bisa?” Linda semakin tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh ayahnya.

“Tentu saja bisa, Lin. Karena dia lah dalang dari semua kekacauan ini. Dia lah yang memerintahkan rekan kerja ayah untuk menggelapkan uang itu dan menuduh ayah yang telah mencurinya” desis ayahnya penuh kebencian.

Linda tak mempercayai satupun perkataan ayahnya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengatakan kata “tidak” berulang-ulang.

“Tidak..tidak.. Hyun Jae tak mungkin dalangnya. Dia tak mungkin melakukannya. Mengapa dia harus melakukan hal itu? Dia tak perlu melakukannya, kan?” tubuh Linda gemetar, dia tak bisa mempercayai ayahnya. Ayahnya tak bisa dipercaya, ayahnya hanya ingin merusak kebahagiaan yang akan Linda raih bersama Hyun Jae.

“Kamu boleh percaya atau tidak pada perkataan ayah, tapi ayah telah menemukan orang itu. Dia kini dalam pelarian, dan Hyun Jae sedang mengejarnya. Dia ingin membunuh laki-laki itu untuk menghilangkan bukti perbuatannya. Kamu harus berhati-hati padanya, Linda” gertak ayahnya. Karena dia sendiri merasa sangat takut pada Hyun Jae.

Namun dia tak ingin laki-laki itu mendapatkan keinginannya. Mr. Jun tak ingin Hyun Jae mendapatkan anaknya Linda dengan cara sekotor itu. Seburuk apapun perbuatan ayahnya pada Linda, Hyun Jae tak berhak memutuskan hidup mati Mr. Jun dan keluarganya. Begitulah yang Mr. Jun pikir.

“Tidak.. aku tak mempercayaimu. Aku.. Hyun Jae tak akan berbuat seperti itu, dia orang baik. Orang yang sangat baik. Dia mencintaiku, yah” Linda setengah berteriak saat mengungkapkan emosinya pada ayahnya.

Ki Joon pun mendekatinya lagi. Menanyakan bila dia tak kenapa-kenapa.

“Usir.. usir mereka. Aku tak ingin bertemu dengan mereka lagi. Tidak. Ayah tak usah datang pada hari pernikahanku. Ayah hanya akan menghancurkannya. Ayah senang menghancurkanku. Semua kebahagiaanku telah ayah hancurkan, aku tak akan membiarkan ayah menghancurkan kebahagiaanku lagi. Tidak akan!!”

“Linda.. Maaf kan ayah. Ayah menyayangimu” Mr. Jun berdiri dari duduknya, bersama anak dan istrinya dia meninggalkan Linda yang terisak di kursi. Melepaskan seluruh emosinya karena bimbang dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.

“Hyun Jae tak akan melakukan hal itu, kan? Tak ada gunanya dia melakukannya. Mengapa dia harus melakukannya?” Linda mengulang-ngulang pertanyaan-pertanyaan itu dikepalanya.

Dia masih duduk melamun meski hari telah beranjak sore. Menolak semua pelayanan yang diberikan padanya. Linda bahkan melewatkan makan malam dan obatnya.

Hyun Jae yang sedang menemani seorang rekan bisnisnya di London mendapat panggilan dari Ki Joon melalui handphonenya.

“Ada apa?” tanyanya singkat. Dia terlalu sibuk untuk berbasa-basi dengan kepala pengawalnya.

Orang-orang lalu lalang menyalaminya sehingga dia hampir tak sempat mendengarkan apa yang akan Ki Joon katakan padanya, hingga telinganya mendengar nama Linda disebut.

“Nona Linda, menolak semua pelayanan yang diberikan padanya. Dia tidak mau makan ataupun minum obatnya. Nona Linda hanya terduduk di kursi seharian, baru kemudian beberapa menit yang lalu nona Linda kembali ke atas ranjang. Dia belum menyentuh segelas air pun sejak siang”

“Apa? Mengapa? Apa yang terjadi? Dia sakit?” suaranya cemas. Hyun Jae mengkhawatirkan Linda.

“Nona Linda berubah sejak keluarganya datang berkunjung. Nampaknya nona Linda mendengarkan sesuatu dari ayahnya. Namun saya tidak yakin apa yang mereka bicarakan” jelas Ki Joon.

“Baiklah. Aku akan mengambil penerbangan paling cepat untuk kembali ke Seoul. Perhatikan dia baik-baik. Jangan sampai dia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Aku tak akan mengampuni kalian bila terjadi lagi hal itu” Hyun Jae menutup handphonenya.

Dengan segan dia berpamitan pada rekan bisnisnya dan menuju bandara untuk mengejar penerbangan tercepat kembali ke Korea.

Perjalanan itu membutuhkan waktu kurang lebih sebelas jam. Hyun Jae tiba di Incheon Internasional Airport di Seoul pada pukul lima di pagi hari. Tanpa menghabiskan banyak waktu, dia tiba di rumahnya satu jam kemudian. Hyun Jae tak bisa memejamkan matanya sekejap pun dalam pesawat.

Pikirannya nyalang membawanya kemana-mana. Dia mencemaskan apa yang paling ditakutkannya telah terjadi. Hal yang dia tak ingin Linda ketahui.

Bola matanya merah karena membuka semalaman, matanya menyipit karena tidak tidur semalaman. Namun Hyun Jae melangkah ke dalam kamar utama tempat Linda sedang duduk di atas ranjangnya, merenung dan sama sekali tak tidur.

Hyun Jae membuka pintu itu dengan kedua tangannya. Menatap pada tubuh Linda yang membeku saat menyadari kedatangannya. Pertemuan mereka seharusnya hangat, saling melepaskan kerinduan dengan penuh suka cita.

Setelah berhari-hari tak bertemu ataupun mengucap salam rindu, mereka seharusnya saling menyapa dan menanyakan kabar masing-masing.

Tapi saat ini, hanya kesunyian menusuk yang menemani mereka. Hyun Jae menutup pintu dibelakangnya perlahan. Membuka tirai tebal yang menghalangi cahaya redup sinar mentari masuk ke dalam kamar. Langit pagi memang indah, berwarna abu kekuningan. Bersiap menyambut matahari pagi yang hangat. Agar bisa menghangatkan kamar yang dingin ini.

“Apa benar.. Kamu dalang semua ini? Kamulah yang memfitnah ayahku?” suara pelan Linda menusuk telak jantung Hyun Jae. Ketakutan terbesarnya terjadi sudah.

“Aku tak mengerti apa yang kamu maksud, Lin..” Hyun Jae memunggungi Linda, tubuhnya menghadap ke jendela, menatap gelisah pada awan mendung yang bermunculan di langit. Awan tebal gelap yang menghalangi sinar mentari menerobos masuk menerangi bumi.

“Tak usah berpura-pura lagi, Choi. Aku sudah mengetahui semuanya. Aku tak menyangka kamu tak berubah sama sekali. Kamu selicik yang aku kenal. Kamu tak akan pernah berubah Choi”

Hyun Jae merasakan darahnya mendidih, amarahnya menguasai dadanya. Jantungnya berdebar kencang, tinjunya mengepal disamping. Matanya memandang tajam ke depan, sorot matanya begitu dingin. Sorot wajah yang teramat sangat mengerikan. Namun di dalam hatinya, dia hancur. Harapan satu-satunya kini telah musnah.

Namun dia juga merasa lega. Karena akhirnya Linda mengetahui rahasia terbesarnya yang telah disimpannya dengan penuh penderitaan. Setiap kali Hyun Jae menatap wajah Linda, setiap itu pula dia diingatkan akan kelicikannya dalam mendapatkan wanita itu.

“Tak bisa menjawabku, Choi? Jadi kamu mengakui semua kelicikanmu itu? Kamu laki-laki berengsek, Choi!! Membusuklah di neraka. Aku tak akan menikah denganmu. Cincin ini, aku kembalikan”

Dengan berat hati Linda melepaskan cincin cantik itu dari jari manisnya. Hatinya menangis di dalam, berpisah dengan cincin itu seperti melepaskan seluruh cintanya pada laki-laki itu. Dan dia tak bisa, dia tak mungkin bisa melupakan rasa cinta yang telah tumbuh subur dalam hatinya untuk Hyun Jae.

Hyun Jae memutar tubuhnya, menatap tajam ke arah Linda. Langkahnya perlahan menghampiri wanita itu. Dengan tangan kirinya dia meraup cincin itu dan memasukannya ke dalam saku celananya. Dia mengambil tempatnya yang biasa, di sisi ranjang Linda. Lama mereka saling berpandangan, tak ada yang berkedip, mereka sama-sama kelelahan karena kurangnya tidur dan pikiran-pikiran yang mengganggu ketenangan mereka.

“Berikanlah aku kesempatan untuk menjelaskannya. Sekali lagi?” Hyun Jae menatap wajah Linda, mencari persetujuan wanita itu. Namun Linda mengecewakannya. Dia tak ingin memberikan Hyun Jae kesempatan itu lagi. Semua ini hanya sandiwara bagi laki-laki itu.

“Seperti katamu dulu sebelum membawaku kerumah ini, Choi. Aku berhak memutuskan keinginanku saat aku sembuh nanti. Aku memutuskan untuk pergi dari sini”

Rahang Hyun Jae mengeras, gerahamnya saling menggesek kuat.

“Kamu akan bersama Hyun Jung?” katanya tajam.

“..Bukan urusanmu aku dengan siapa. Setidaknya bukan dengan dirimu. Aku tak bisa mempercayaimu lagi”

“Mengapa? Tidakkah kamu mempercayai perasaanku padamu? Tidakkah itu cukup, Lin?” Hyun Jae menangkap pergelangan tangan Linda, mencoba meraih tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

Namun Linda memberontak sekuat tenaganya. Mengumpat dan memaki Hyun Jae karena mencoba memaksanya lagi.

“Lepaskan!! Aku tak ingin diperkosa lagi!!” ucapan penuh ketakutan Linda membekukan tubuh Hyun Jae.

Itulah kali terakhir Hyun Jae mencoba untuk menjelaskan perbuatannya pada Linda. Sejak saat itu, dia tak pernah menginjakan kakinya dalam kamar itu lagi. Sejak itu dia selalu mengurung diri dalam kamarnya dan bermabuk-mabukan hingga badannya tak kuat lagi dan pingsan.

Hingga sebulan kemudian Linda keluar dari rumah itu, dia tak pernah melihat sosok Hyun Jae lagi di depannya. Laki-laki itu bagai menghilang ditelan bumi.

Linda merindukan laki-laki itu. Tapi dia telah membuat keputusannya. Dia akan pergi meninggalkannya. Cinta saja tak cukup untuk memaafkan seseorang, Linda butuh kejujuran dari laki-laki itu yang tak pernah didapatkannya.

Hyun Jae menatap kepergian Linda dari kejauhan. Dari jendela hitam gelap loteng lantai tiga rumahnya yang menyembunyikan tubuhnya dengan sempurna dari pengelihatan siapapun dibawahnya. Hyun Jae tak akan heran bila Linda telah ditunggu oleh Hyun Jung di depan pintu rumahnya, dialah yang memberitahukan laki-laki itu bahwa Linda telah meninggalkannya.

Dia tak bisa bersama Linda lagi, namun dia tak ingin wanita itu hidup seorang diri diluar sana tanpa perlindungan siapapun. Dengan berat hati dia menyerahkan Linda pada saudaranya. Menyerahkan hatinya dan mencoba melupakan wanita itu untuk selama-lamanya. 


46 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. jae belajar menerima kalo semua'a gak bisa dia beli dengan uang dan kekuasaan tapi mau gimana lagi sbgi anak tertua dia hanya diajarkan cara itu sama ortu nya, setidaknya jae belajar dari kesalahannya,,,

    itulah jae walau di luar dia tegar, jahat, angkuh tpi di dalamya rapuh, skt, butuh kasih sayang dan cinta sejati yg bisa menopangnya,,

    dia menunggu cinta sejatinya, cinta yang akhirnya membuat dia harus rela melepaskannya....

    jae sabar yah,,, jae pasti kuat,,,
    jae itu orang baik, mencintai seseorang dg sepenuh hati, jiwa raga pun ia rela berikan,,,

    love u jae,,,
    thanks mba shin, love u very much

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhuii.. inilah fans nomer 1 nya jae.. tau jae luar ehem dalem...

      bahasamu sist.. bikin darahku mendesir bacanya. wkkwkwkwkkww..

      love u jahe..
      sam2 sista.. makasi jg atas komen yg mengharu biru ini..

      lop u too... ^^*

      Delete
    2. Sudah q bilang di chapt sblumnya,,,klo si jahe BATAL KAWIN ma Linda,,maka kita kawinkan saja JAHE dg mbak Fathy,,,
      Pasti degh lgsg kluar kalimat,,oh Yesss,, I Do, my Dear Lophly JAHE,,,,

      Delete
    3. riska and mba shin minta dijitak pake apa? pacul, martil atau apa??
      ayang jae itu gak pake "h"......

      Delete
    4. dijitak pake punyanya jahee aja.. ^^V

      Delete
    5. mba shiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

      jaeeeeeeeeeeeeeeeeee bukan jahhhhhhhhhhhheeeeeeeeeeeeeeee

      Delete
  3. Serius seseriusnya mba nyeredet kana manah alias sakit bnget dihati bcanya.
    walaupun sama hyun jung tpi, hati te2p bwt hyun jae #eaaa hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhahaa.. :cuit cuit... cuit..: makasi sist ya.. mdh2an masih kuat bacanya... tenang.. happy ending kok ^^

      Delete
    2. yeayyy tuh kan mba shin seburuk2nya jae, dialah yg tlah mencuri hati ku n leli...

      mba shin, jae itu baik cuma dia gak pernah diajarin gmna cr mendapatkan sesuatu dg baik,,,
      dia wlw pun begitu, dia sayang bgt sama linda,,,

      kurelakan dirimu untuk linda, my lovely jae,,,

      Delete
    3. uhuiii. gt ya sist?? trus bedanya ama hyun jung apa? mereka kan sama2 dibesarkan dgn cara yg sama :D

      Delete
    4. beban jae lebih besar sebagai anak pertama mba,,,

      dia memendam semua rasa yang dia punya, kecewa, sedih, marah, disalahkan atas sesuatu yang tidak dilakukannya, merawat seseorag dengan kasih sayang,,,,

      aku ngomong apa yah?
      *tb2 lupa ingatan...

      Delete
    5. wah sist fathy pengertian banget lhoo ama Jahe... duh coba kalian kenal lebih dulu ya.. ckckkck... pastii...

      Delete
    6. mba shin, jae bukan jahe,,,,
      nih authornya sendiri knp lupaan trs yah??

      Delete
    7. setuju sama mba fathy hyun jae itu anak pertama yang terkadang harus nelen semua kepahitan sendiri beda sama hyun jung yang bisa ngeluarin semua uneg2nya dengan semau hatinya *pengalaman

      Delete
    8. hahahaha.. cit cuit pengalaman berbicara.. kalah deh kita... ^^

      Delete
  4. Akhirnya terkuak jg.
    Itulah kl caranya mendapatkan sesuatuh itu dgn cara kotor pasti penuh liku??
    Like this ciiin :*
    Mudah2n ya clbk lg deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... iya sist.. apa ya itu peribahasanya, sepandai2nya menyimpan bangkai, pst akan tercium jg baunya :D

      ehhehee makasi ya. :D mwah

      Delete
    2. Iya bgtu deh pribahasanya
      Ini jae segalau galaunya cow nih.
      Bayangin mantan calon istrinya pergi dgn pria lain? Puk puk tabah jae

      Delete
    3. hahahahaha.... duhhh jelek bgt sih sebutannya?? mantan calon istri? wkwkwkkwkw.. sist, bbm ku dah habis langganannya nih. too bad. hahahah mdh2an besok dah beli pulsa hmm.... pulsa jg habis soalnya. ckckckc...

      Delete
    4. Iya sementara sebutannya itu dlu hehe
      Iya td mb fathy ™ aku, pantes tiba2 tanda silang gitu. Hehee
      Siiip lah gpp :*

      Delete
    5. hahahahah... iya, mantan calon istri... lol sip sip sip

      Delete
    6. mba ina tpi jae baik loh,,, dia masih ngerelain linda bahagia walau gak sama dia,,, sakit hati bgt dia cuma dia ikhlas demi melihat lindanya bahagia,,,,

      dia dh dpt pelajaran kok mba, ciyus deh, nih lgi nangis sama aku,,,

      Delete
    7. wkwkwkkwkwkwkw... ciyus migorengggg

      Delete
    8. gak mau mba shin dah kenyang aku,,,,

      Delete
  5. dengan berlalunya waktu,masih adanya cinta di hati,dan terimalah keadaan yang terjadi, rasa sakit bisa jalani.
    mbak shin tambah 1 chapter lagi ya...ya...ya....(merayu ni ye...)
    hihihihiihihi........

    ReplyDelete
    Replies
    1. another great advice. sembah pujut sifuuu... ^^

      kasiin ndak ya.. hmm...

      Delete
    2. itu kalo resepku buat hilangin rasa sakit hati mbak...
      tapi kan setiap orang punya cara yang berbeda2...
      ayo dong mbak...sattttttuuuu chapter lagi ya......hehehehehehe

      Delete
    3. hahahaha iya deh.. ntr ya besok libur artinya aku. wkwkwkkwkw

      Delete
  6. aaaaa.. lindaaaa..
    knp mesti pergi..
    tp itukan masa lalu nya jae, dia kan udah buktiin k kamu klo dia tuh cinta bgt sama kamu...
    tapi ia sih, klo ga jujur itu pasti menyakitkan..
    aku juga lbh memilih lbh baik jujur walaupun menyakitkan, dari pada berbohong krena itu pengkhianatan...

    mbak shiiiiiiiiinn... ini bakalan panjang lagi ya??? *menggalaaauu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha Merryyy sini sini peluk ciumm mwah mwah.. ndak kok, udah mau selesai. paling banyak sampe chapter 35 ;) ndak bs ngejar chapternya jung min n jihan, si jeong ama jung in aja kalah dr jungmin ahahahaha...

      betul.. kl gk jujur buat apa? :( cinta tp diboongin trus?? hemm...

      Delete
  7. Batal q restock utk bsok,,
    Penasaran ma bapakny Linda si genderuwo itu,,,

    Jahe matany merah,,,mw jadi Vampir dy??
    Skalian gigitin mbak Fathy yagh, Jae,,,spya kalian abadi slamany,,, amiiiiiiinnn

    Sistah,,,danke so mad yagh,,,nunggu manis konflik Linda VS Hyun Jung,,
    Apakah happily ever after atwkah sama dg si Jahe,,,??? We'll see then,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahaha... mbak fathy mana yaahhh.. mau dijadiin vampire nih.. :kabur:

      sip sip.. ntr lg aku posting lg 1. lg sejam mgkn D:

      Delete
    2. linda bakal hidup bahagia kalo sama jae, hatinya dah milik jae,,,
      aku ikhlas melepas jae asal dia bahagia dan bisa tersenyum....

      Delete
    3. Beneran mbak Fathy??
      Ga bakal sakit hari nigh??
      Takutny hbis nie malah nyanyi laguny Nazareth yg Love Hurts lagi,,,,,wwkkkwkwkwkwkkk..

      Delete
    4. Typo,,,,sakit hati,,not sakit hari,,whuahahahahahaa

      Delete
    5. @riska : aku udah serius untuk bisa melepas jae, riska,,, ikhlas lahir batin,,,,

      Delete
    6. Aaaaaaaaaaaaaaaa,,,macaci, mbak Fathy???
      Enelan???ciyus???miapah???
      Mi ayam, mi dog-dog, mi tek-tek, indoMi goyeng, indoMi kuah,,,

      Delete
  8. jae gara2 kamu juga sih -_- tapi jangan sama hyunjung lagi donk >,<
    moga aja mereka balik lagi,,,

    ReplyDelete
  9. Hyun Jae.... Sabar yach, kmu sich suka mhalalkn sgala cara utk mdptkn sesuatu,, nach skrg kn kena batu Πγª ... Tpi klo ga bsa brsma Sma Linda. Mba Riska Ʊϑɑ̤̈̊ħ siap menunggu mu dgn Cinta ... Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkwww... kl jae mah bagiannya sist fathy.. kl riska bagiannya jeong cin..

      Delete
  10. hyun jae kamu cahattt....dech hanya cinta sejati yg bisa jae memberi tanpa harus menerima*itu klo kata pepatah :) klo menurutku cinta sejati harus saling memberi dan menerima....eyaaa <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. eyaa... betul nene... cinta itu memang harus memberi n menerima.. krn cinta itu posesif.. hehehehehhee.....

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.