"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, January 12, 2013

Eleventh Drama - Chapter 28



Linda membuka matanya dan menemukan dirinya berada diruangan yang berbeda dari kamar yang disewa Hyun Jung untuk mereka. Perutnya terasa berat karena sebuah tangan kuat memeluknya posesif.

Hyun Jae.. masih berbaring disampingnya, suara dengkuran halusnya dan geliat manja laki-laki itu menghangatkan hati Linda. Tapi Linda ingin pergi ke kamar kecil, dia ingin buang air kecil dan tangan Hyun Jae menghalanginya untuk itu.


Saat dia mencoba untuk memindahkan lengan Hyun Jae dari perutnya, laki-laki itu justru memeluk tubuhnya dan menjepitnya dengan pahanya yang besar. Linda terkesiap merasakan tonjolan kejantanan Hyun Jae yang mendesak perutnya.

“Kamu mau kemana, Lin..?” tanya Hyun Jae serak.

“..Aku ingin kekamar kecil.. Aku ingin kencing..” jawabnya malu.

“emp.. Aku memiliki ide lain untuk kita pagi ini. Kamu bisa menahan kencingmu sebentar saja?” Hyun Jae sudah memulai idenya dengan menciumi payudara Linda yang merekah di depan matanya.

Dalam erangannya, akibat dari hisapan mulut Hyun Jae pada putingnya, Linda terengah-engah menjawab pertanyaan laki-laki itu.

“..Aku..tak bisa..Choi.. Aku kebelet...” tapi Hyun Jae tak menggubrisnya. Tangan laki-laki itu dengan nakal mempermainkan daerah kewanitaan Linda yang sudah kembali basah, cairan sperma Hyun Jae masih memenuhi rongga kewanitaannya.

Masih dengan posisi itu, Hyun Jae mengangkat kaki atas Linda dan memasukan pahanya sendiri ketengah selangkangan wanita itu. Mengarahkan kejantanannya pada lubang kewanitaan Linda dan mulai melakukan ritual hentakan dan hujaman yang tak kenal lelah.

Linda mendesah disampingnya, memejamkan mata merasakan kenikmatan pada kemaluannya yang semakin menumpuk dan menggoda. Payudaranya dimainkan oleh tangan Hyun Jae dan bibirnya dikuasai laki-laki itu.

“Shh.. Nikmatkah, Lin? Kamu suka, Lin..?” desis Hyun Jae saat memasukan jari tangannya pada mulut Linda, membuat wanita itu mengulum jari tangannya seperti dia mengulum kejantanan Hyun Jae sebelumnya.

“Ya..Choi.. Nikmat sekali.. Aku suka.. Aku ketagihan, Choi.. Aku tak akan pernah bosan melakukannya denganmu..ah..ah...” erangan Linda semakin keras seiring semakin kerasnya hujaman kejantanan Hyun Jae.

Laki-laki itu kini menusuk dengan kejam dan cepat ke dalam kemaluan Linda.

“Aku akan keluar, Choi..” paha Linda mulai bergetar, mengejang, kelopak matanya membuka dan menutup menikmati sensasi orgasme yang menyerang.

Mengumpat pelan, Hyun Jae lalu menggerakkan pinggangnya lebih cepat dan tak lama kemudian menyusul Linda yang masih menikmati orgasmenya dengan tak berdaya.

Setelah percintaan panas tiada henti itu, mereka baru menyadari betapa berantakannya ranjang kamar mereka. Tapi mereka tak perduli, tak ada yang bisa menggantikan pengalaman percintaan panas itu dengan apa yang baru saja mereka lakukan.

Setelah membersihkan tubuh mereka di bawah shower air hangat, akhirnya mereka bisa berbicara.

Namun Hyun Jae mengajak Linda untuk sarapan di hotel tempatnya menginap. Mengganti tenaga mereka yang terkuras habis oleh percintaan mereka semalaman dan sebuah excercise kecil di pagi hari tadi.

Saat mereka kembali ke kamar hotel Hyun Jae, ruangan itu telah bersih kembali. Seprai yang kotor dan basah telah diganti dengan yang baru. Bahkan karpet yang basah oleh cairan kenikmatan Linda yang merembes turun telah dikeringkan kembali. Sekarang mereka bisa berbicara.

Hyun Jae membuka pembicaraan mereka dengan sebuah helaan nafas. Dia mengacak rambutnya, benar-benar tak memiliki kata-kata manis dalam kepalanya. Dengan sia-sia dia berpikir, akhirnya dia mengatakan apa yang paling ingin dikatakannya saat itu.

“Menikahlah denganku, Lin.. Setelah kamu memaafkanku.. Maafkanlah aku.. Aku sangat mencintaimu. Berpisah denganmu membuatku gila. Aku membutuhkanmu, Lin. Sangat..” Hyun Jae menggenggam tangan Linda dan mengelus jari-jari tangan wanita itu.

“..Aku tak tahu bila aku bisa memaafkanmu atau tidak, Choi.. Aku..”

“Kamu memaafkanku, Lin. Bila tidak, kamu tak akan mengizikanku bercinta denganmu semalam, pagi tadi.. Bukankah itu bukti bawah kamu mencintaiku, Lin? Aku memang laki-laki naif, tapi aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu. Aku menginginkanmu, karena aku mencintaimu.. Lin..” Hyun Jae memohon pada Linda agar mau mengabulkan permintaannya, menikah dengannya.

“..Bagaimana dengan Hyun Jung, Choi? Dia.. Dia mengira, dia bahkan tak tahu keberadaanku semalam dan hari ini. Dia akan panik, Choi. Aku harus segera kembali” Linda bergegas hendak keluar dari kamar itu.

“Lin..Lin.. shhh..shh.. Tidakkah kamu bisa membedakan aku dan adikku? Laki-laki yang menciummu dengan penuh nafsu dua hari yang lalu..adalah aku..” Hyun Jae menatap mata Linda, mata itu membelalak tak mempercayai pendengarannya.

“Apa? Aku kira itu Hyun Jung. Tapi mengapa kamu melakukannya, Choi? Kamu ingin menipuku lagi?” Linda meronta mencoba membebaskan diri dari Hyun Jae.

“Shh.. Tidak, aku tidak menipumu. Hyun Jung, dia tahu.. Akulah yang memintanya untuk memberikanku kesempatan untuk meminta maaf padamu, Lin.. Pertemuan kita di Piazza sudah aku rencanakan. Aku begitu merindukanmu, jangan..tolong jangan salahkan aku karena begitu merindukanmu. Kamu tak memberikanku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, aku hanya bisa melakukan hal ini, Lin. Aku tak tahu bagaimana harus mendekatimu lagi. Tapi.. saat kamu membalas ciumanku malam itu, aku tahu.. Kamu mencintaiku, Lin. Kamu tak akan mencium Hyun Jung seperti itu, karena ciuman mu hanyalah milikku” Hyun Jae merengkuh Linda ke dalam pelukannya.

“Choi Hyun Jae bodoh. Barukah kamu menyadari betapa aku mencintaimu? Kamu sungguh tak berguna” bisik Linda pelan. Dia cemberut, namun bibirnya yang merengut menyunggingkan sebuah senyum simpul diwajahnya.

Hyun Jae mendengus, tak terima dikatakan bodoh. Namun dia terlalu senang untuk mempermasalahkan hal kecil itu.

“Tidakkah kamu ingin tahu mengapa aku melakukan hal itu, Lin..?” tanya Hyun Jae pada Linda mengenai mengapa Hyun Jae memfitnah ayahnya.

“..Tidak.. Aku tak ingin tahu, semua sudah berlalu, Choi. Aku tak ingin mengingatnya. Kecuali kamu ingin membangkitkan kemarahanku lagi karena telah membuatku merasakan semua sakit, penderitaan ini. Namun, aku bersyukur. Karena perbuatanmu ini.. Aku bisa merasakan cinta kasih darimu, Choi. Bila aku tak melompat dari sana, akankah kamu merubah sifatmu padaku? Akankah kamu memperlakukanku seperti budak seks-mu?”

“Ya, Tuhan, Lin. Aku tak pernah memiliki budak seks. Itu semua hanyalah karanganku untuk menakutimu yang begitu susah untuk ditakhlukan. Aku hanya ingin membuatmu merasa akulah boss nya. Aku tak ingin kamu membantahku dan menghalangi langkahku untuk membuatmu jatuh cinta padaku” jawab Hyun Jae.

“Tapi kamu menembak Hyun Jung, adik kembarmu”

Hyun Jae menghela nafas. “Hyun Jung, dia pantas mendapatkannya, karena dia berani menculikmu. Namun aku berjanji, tak akan menembakkan pistol lagi di depanmu” Linda membelalak mendengar ucapan Hyun Jae.

“Dan apa artinya itu? Kamu pernah membunuh orang?” tanya Linda tak percaya.

“...Kamu tak ingin tahu jawabannya, Lin. Lebih baik jangan tanyakan.. Aku tak ingin menjerumuskanmu dalam dunia itu. Aku hanya ingin tahu jawabanmu atas pertanyaanku tadi.. Maukah kamu menerima lamaranku, lagi? Cincin itu..masih kusimpan hanya untukmu”

“Aku mau, Choi... tapi kamu harus melakukan apapun yang aku perintahkan padamu.. Kamu mengerti kan, maksudku..Choi..?” Linda menarik garis dengan jari tangannya dari bawah dagu Hyun Jae hingga ke dada mulus laki-laki itu yang menyembul lewat kerah kemejanya yang tak terkancing sepenuhnya.

“..Dengan senang hati, Cantik..” mereka pun berciuman, dan sepanjang hari itu diwarnai dengan percintaan mereka yang tiada akhir.


Mengganti waktu yang terbuang selama seratus delapan puluh hari mereka berpisah, tanpa mampu untuk melampiaskan gairah yang berkobar-kobar dalam dada mereka. 


20 comments:

  1. tunggu dulu kenapa hyun jung mau melakukan itu?
    sik asik sik asik dgn hyun jae hha
    mba shin i love u so much muah muah hha
    jung in ada 1 chap lagi atw nunggu besok, mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nunggu lusa cin... wkwkwkkwkww...

      Delete
    2. nunggu lusa? Wah berarti besok aku gigit jari dong :D

      Delete
    3. ya doakan aja aku bs ngetik malam ini ya sist.. kl ada pasti aku post. kl gk mgkn aku ngetik short story aja buat selingan biar gak bosen hehehehe

      Delete
  2. ye....akunya yang ketipu nih...
    wkwkwkwkwkwk.....
    keren mbak shin, aku kasih 4 thumb ( 2 tangan, 2 nya lagi dari mana yaa.? terpaksa deh pake kaki) hehehehhehehe....
    pokoknya baguuuusss...bangetttt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhaha... gimana rasanya sist kena tipu?? mudah2an gak kapok2 ya aku tipu. wkwkkwkwkw :ketawa ngakak saking senengnya: wkkwkwkwkwkwwkw kaburr....

      Delete
  3. Wah mbak shin, ini si linda bakat dominan ya?
    Si jae kyaknya menikmati jadi sub misiv..
    Hehehe..
    XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa.... bisa aja sista.nya.. lol.. tp selama ini mah di ranjang si jae aja tuh yg dominan. lol..

      Delete
  4. linda kalo kabur lgi aku borgol nih,,,

    jung need a shoulder to cry on??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa jadi gituuu ya.. dr jae skrg mau ke jungg nih.... hu`uh

      Delete
    2. jiah mbak fathy,,,
      jahe tak didapat,,,jung pun dsambar,,,hahhhahahhahaaa,,,
      tinggal nyari kunyit mbak,,,hhehhehehheee

      Delete
    3. @mba shin n riska : aku kan gak bilang pundak aku,,,,
      aku cuma tanya jung butuh pudak untuk menangis gak???
      kalo ya, aku mau kasih dia k mba shin or riska,,, :P

      Delete
    4. hahaha gpp lah.. kembarannya Jae.. gk beda jauh dari jae. toh sama2 kaya. bruakakakakaka

      Delete
    5. gak mau tetep mas jae the one n only,,,,

      Delete
  5. sistaaaaaahhhh,,,astagaaah,,,
    ternyata oh ternyata,,,
    teteup b'cinta ma si Jahe si Lindany??
    identical twin emang bener2 membingungkan untuk orang awam,,

    u did a great job, sistah,,,loph u puulllll,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. even kembar identik pasti ada bedanya, sekecil apa pun itu,,,,
      apalagi linda dah tau tatapannya jae n jeog kan beda bgt begitu pula sama aroma tubuhnya, jae mmmmm wangi bgt,,,,

      Delete
    2. @riska : haha oiya donk cin. ama jahe.. lebih panas jahe drpd jung soalnya. dr namanya aja udah keliatan hahahaa.. thank you sista.. dirimu terlalu memujiku :malu:

      @fathy : pasti lah.. tp di drama bisa donk dibuat gk ada bedanya? ahahhahaa.. nah yoo...

      kyk sist fathy tau aromanya jahee.. eh salah dink.. jahe kan emang dijual dipasar2 secara bebas.. jd aromanya mah udah pasaran.. wkkwwkww

      Delete
    3. mba shin : bisa sih namanya juga drama heheheh...
      mba disini itu jae bukan jahe,,, jitak nih hehehe

      Delete
  6. Ya kn itu Kang Jae... Fisik boleh sma tpi perasaan dn gairah ga bsa dbohongi... Hbs ML ga bersih2 ga lengket ya Lind.. Hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahai... cuit cuit...

      ndak lengket kok cin.. kata Linda lebih asik.. kyk ada kodoknya. wkwkwkkwkw

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.