"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, January 14, 2013

Eleventh Drama - FINAL



“Akhirnya kalian menikah juga” Hyun Jung memberi selamat pada saudara kembarnya dan Linda.

“Ya, terimakasih padamu karena telah membantu kami bersama lagi” Hyun Jae menepuk bahu saudaranya.

“Kamu masih berhutang padaku, dan aku akan menagihnya” jawab Hyun Jung licik.


“Tenang saja, permintaanmu dulu akan aku kabulkan. Lagipula perusahaan itu memang sejatinya adalah bagianmu. Jangan sampai perusahaan itu jatuh lagi, atau aku akan mengambilnya lagi darimu”

Hyun Jung mendengus senang, sudah lama memang dia menantikan saat itu, saat perusahaan miliknya dulu, kini kembali menjadi miliknya. Saat Hyun Jung di usir dari Korea dan perusahaannya gulung tikar dan disita oleh pemerintah, Hyun Jae membelinya dan memperbaikinya hingga menjadi perusahaan yang sehat lagi.

Karena bantuannya dalam memperbaiki hubungan Linda dan Hyun Jae, maka diapun mendapatkan perusahaannya kembali.

“Kalau begitu, kita impas? Aku juga sudah tak punya hutang lagi padamu, Choi. Tapi aku ingin kembali ke Korea dan kamu bisa mengabulkan permintaanku itu”

Hyun Jae dan Hyun Jung sedang duduk berdampingan, menunggu pengantin wanita selesai berias. Hari ini adalah hari pernikahan Hyun Jae dan Linda, wanita itu akhirnya kembali ke Korea dan menerima lamaran dari Hyun Jae.

Pesta yang meriah dan tertutup, tak banyak orang yang mendapat kesempatan untuk menghadiri pernikahan mereka. Pengawal-pengawal menjaga disekeliling lokasi pesta dan tamu undangan yang datang pun merupakan pengusaha-pengusaha kaya raya dalam lingkungan bangsawan-bangsawan kenalan keluarga Choi.

Hyun Jae khusus memanggil adiknya Hyun Jung untuk menyaksikan pernikahannya dengan Linda. Dia ingin Hyun Jung menjadi pendamping prianya. Melihatnya berjalan di lorong menggandeng Linda dan memiliki wanita itu untuknya sendiri.

Hyun Jung tak akan berani mengganggunya, kecuali dia ingin mati. Pameran kekuasaan dan kehebatan.

“..Akan kupikirkan. Dan sudah saatnya aku berdiri. Mempelaiku sudah siap disana. Aku telah dipanggil. Dan kamu, akan bersikap baik dan tidak membuat keributan, ya kan? Mungkin kita bisa mengambil sebuah foto keluarga bersama. Aku, istriku dan kamu, adik iparnya” senyum licik menghiasi wajah Hyun Jae. Tak menghiraukan wajah dingin adiknya yang ditinggalkannya untuk menjemput calon istrinya di ruang rias.

Disaksikan kurang lebih dua ratus tamu undangan, tak termasuk pelayan-pelayan dan pengawal-pengawal, Hyun Jae mencium istrinya setelah mereka ditasbihkan sebagai suami istri oleh pendeta. Wajah Hyun Jung masam menyaksikan pemandangan di depannya.

“Ayo kedua mempelai pengantin mengambil gambar dengan keluarga” teriak tukang foto meminta Hyun Jae dan Linda mengambil foto dengan adiknya.

Linda ditengah-tengah, diapit oleh suaminya Hyun Jae disebelah kirinya dan Hyun Jung disebelah kanannya. Bagai pinang dibelah dua, Hyun Jae dan Hyun Jung mengapit mempelai wanita. Ekspresi mereka sama, senyum mereka sama, bahkan seringai licik diwajah mereka sama. Photographer yang mengambil foto mereka terlihat takjub saat mengabadikan moment spesial itu. Tak kurang dari lima kali jepretan yang dia ambil untuk mengabadikan foto mereka.

“Kemana kalian akan berbulan madu?” tanya Hyun Jung pada mereka berdua.

“Bukan urusanmu, Hyun Jung. Kemana kami berbulan madu, tak ada hubungannya denganmu” jawab Hyun Jae santai.

Dia tak bisa tidak tergoda untuk mempermainkan adiknya saat laki-laki itu tak berdaya melawannya. Merasa kalah karena Linda telah menjatuhkan pilihannya pada Hyun Jae. Pada kakaknya, rival dan sahabatnya sepanjang masa.

“Well, kalau begitu aku doakan kalian bahagia. Aku harus pergi, mempersiapkan keberangkatanku kembali ke Inggris. Jangan lupa kirimkan aku foto bulan madu kalian, meski Linda tidak menjadi istriku, setidaknya wajahku ada dalam foto itu” ketusnya senang.

“Hei! Jangan menipu dirimu. Linda tak akan pernah jadi milikmu” teriak Hyun Jae pada adiknya yng telah berlalu dengan tersenyum.

“Shh.. Manusia itu. Benar-benar..” sungut Hyun Jae. Linda yang sedari tadi berdiri disampingnya hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat pertengkaran saudara kembar itu.

Dia merasa berbicara pada orang yang sama. Hanya pakaian merekalah yang membedakan Hyun Jae dan Hyun Jung dari mempelai pria dan pendamping pria.

“Sudahlah. Banyak tamu undangan yang harus kamu temui, Choi..” bisik Linda pada telinga suaminya.

“Kamu membuatku terangsang dengan memanggilku seperti itu, Lin.. Lima menit di kamar rias mungkin? Tidak? Tiga menit? Aku akan melakukannya dengan cepat hingga tak ada yang tahu kita menghilang.. Bagaimana..?” tanya Hyun Jae pada Linda.

“Kamu laki-laki penuh gairah, Choi.. Tidak puaskah kamu semalam dan tadi pagi..?” Linda tertawa renyah mengingat nafsu suaminya yang menggelora dan hampir membuatnya kewalahan.

“Aku tak akan pernah puas untuk merasakanmu, Lin.. Ikutlah denganku..” Hyun Jae menarik tangan istrinya ke dalam sebuah ruangan sempit.

Tempat para pelayan meletakkan piring-piring dan gelas-gelas untuk pesta.

Di dalam ruang sempit itu, Hyun Jae menciumi bibir istrinya penuh nafsu, tangannya bergerak menyingkap gaun pengantin yang Linda kenakan. Menarik celana dalam berendanya hingga batas lutut.

Tangan kirinya kini membuka ikat pinggang dan retsleting celananya, menurunkan celana boxernya yang membuat kejantanannya mencuat keluar, tegak dan keras. Diarahkannya ujung kejantanannya pada selangkangan Linda yang telah membuka lebar siap untuknya.

“Kamu sudah basah, Lin.. Ini akan mudah dan cepat. Aku akan membuat kita berdua keluar bersamaan” nafas panas Hyun Jae meniup lehernya, suaminya itu telah terangsang hingga batas akhirnya.

Melihat Linda dalam balutan gaun pengantin seksi itu telah membuat kejantanannya mendesak sejak dia menggandeng lengan Linda dilorong. Gaun pengantin itu menonjolkan belahan dadanya yang besar, menyembul dan mengundang mata laki-laki manapun.

Dalam hati Hyun Jae mengingatkan dirinya agar menghukum perancang busana yang membuatkan gaun ini untuk Linda, namun dalam hati kecilnya dia bersungut karena gaun itu membuat istrinya terlihat begitu memukau, anggun dan glamor.

Linda bersandar didinding, merasakan kulit punggungnya yang telanjang menempel pada dinding yang dingin. Bergerak menghantam dinding itu dengan kejam saat Hyun Jae dengan kesetanan menghujamkan kejantanannya dalam tubuh Linda.

Dia menutup mulutnya agar erangan nikmatnya tak terdengar dari luar. Akan sangat memalukan bila ada yang melihat apa yang sedang mereka lakukan dan mengambil gambar. Dalam sekejap foto mereka akan terpampang di seluruh media masa baik koran, televisi ataupun internet.

“Sebentar lagi, Lin.. Ah.. Tak lama lagi..” Hyun Jae memejamkan matanya menikmati setiap gesekan tubuh mereka yang menyatu.

Ruangan sempit dan panas itu membuat suhu tubuh mereka semakin meningkat, menambah intensnya penyatuan tubuh mereka.

“Oh, Choi.. Aku akan keluar.. Ouch..ouch...” erang Linda saat merasa klimaks akan mencapainya.

Lenguhan tertahannya terketus juga saat dia telah mencapai pelepasannya. Sesaat kemudian Hyun Jae pun melepaskan cairannya dalam tubuh Linda. Memeluk dengan kencang tubuh istrinya dan melenguh lega ketika semua sensasi itu akhirnya mereda.

“...Kita harus sering-sering mengulang bercinta ditempat seperti ini, Lin. Begitu luar biasa. Adrenalin dan ketakutan memompa perasaanmu sehingga rasanya sungguh luar biasa” Hyun Jae berdecak kagum pada dirinya.

Linda hanya tertawa senang, Hyun Jae menemukan hoby dan cara baru untuk mereka bercinta.

“Tentu saja, Choi. Dan aku yang akan memilih dimana kita bisa melakukannya lagi..” Linda memagut bibir suaminya posesif.

“Sekarang kita harus keluar. Orang-orang pasti mencari kita. Aku rasa ini sudah lebih dari sepuluh menit” erang Hyun Jae saat melirik jam tangan emasnya.

Mereka pun merapikan kembali pakaian mereka, Hyun Jae telah memakai celana panjangnya lagi, mengikatkan ikat pinggangnya dan berjalan menyapa tamu undangan. Sedangkan Linda, kembali ke kamar riasnya dan memperbaiki riasan wajahnya yang kacau. Untungnya penata riasnya tidak bertanya apa yang membuat riasan wajahnya berantakan.

~~~~

Mereka sedang berbaring di atas ranjang lebar di sebuah rumah klasik di Amerika. Sudah tiga hari mereka berbulan madu disini. Mereka hanya menghabiskan waktu di atas ranjang, kamar mandi, kolam renang, dapur, bahkan ruang tamu.

Tak perduli dengan lingkungan luarnya meskipun pemandangan diluar rumah itu sangatlah menakjubkan. Bagi mereka berdua, tiada yang lebih menakjubkan daripada penyatuan tubuh mereka yang terasa semakin menggebu-gebu seiring banyaknya waktu mereka bersama.

Linda tak menyangka Hyun Jae begitu panas di atas ranjang, dia mungkin telah menyiapkan bulan madu mereka dengan baik. Linda bahkan bersumpah dia melihat Hyun Jae sengaja meminum obat penambah gairah agar lebih lama di atas ranjang.

Suaminya itu sangat menyadari gairah terpendam Linda yang selama ini hanya bersembunyi dari permukaan.

Saat dia berada dibawah, Linda akan menjadi seorang putri, lemah lembut, manis bagaikan madu, desahan nikmatnya mampu membangkitkan gairah Hyun Jae semalaman.

Namun saat dia memegang kendali, Hyun Jae yang berada dibawahnya pun akan kewalahan hingga memerlukan obat penambah gairah itu.

“Apa yang kamu tertawakan?” tanya Hyun Jae yang berbaring disampingnya.

“Aku tertawa membayangkan ternyata aku bisa menaklukanmu. Seorang Choi Hyun Jae harus meminum obat penambah gairah untuk meladeni istrinya diatas ranjang” kini tangan Linda menari-nari diatas perut Hyun Jae.

“Oh, begitu.. Jadi kamu meledekku.. Tunggu pembalasanku.. Aku akan membuatmu memohon-mohon dikakiku agar menyatukan tubuh kita. Dan kita akan lihat siapa yang tertakhlukan, ha?” Hyun Jae menindih tubuh istrinya lagi meskipun baru lima menit yang lalu mereka mencapai klimaks.

Dan dia harus berterimakasih pada obat yang diminumnya karena kejantanannya masih tegak berdiri dan sangat keras. Linda pun menahan nafas merasakan gesekan benda itu pada selangkangannya.

“Oh, Choi.. Kamu sungguh tahu bagaimana membuatku memohon..” rintih Linda.

“Ya.. Aku tahu, Lin. Aku tahu bagaimana cara memuaskanmu. Karena aku mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu, Choi..” bisik Linda saat perlahan-lahan Hyun Jae membawanya kembali melayang di atas langit ketujuh, membawa mereka tenggelam dalam surga dunia yang teramat sangat nikmat. 


~~~~#@@The End@@#~~~~


26 comments:

  1. mbaaaakkkkk shiiinnnn.....
    i'm comingggg,,,,*teriak sekencang2nya...
    Lol...

    tak kusangka kisah linda lebih cepat dibanding dgn kisah jung in...ehmmm...
    senang..senang,,,senang...
    tak jadi di buat thriller yg menggemparkan toh???
    hihihihi...

    thanks ya mbak...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi donk.. tuh epilogue nya khusus buat itu dah kkwkwkwkkww

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nene ngamuk bikin komen. ahahhahahahaha sip sip makasi nene... ^^

      Delete
  3. wow....sweet story and hot ending...cogratulation jaelin:) thanks mbk shin...ditunggu karya berikutnyasemangatt...dan lanjutkan hehehe

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. wowww. Mba shin, ini GILA,HOT, apalagi yah hha
    pokoknya hot hot deh..
    bisa2 ni 2 org jadi pasangan maniak hhe *peace mba*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw Leliii... bahasamu... hahahaha...

      Delete
  6. Hmmm,,,kykny ada yg patah hati gegara Jahe nigh?? lol
    Sistah,,,danke so much yagh,,
    Saran~~Maybe another drama story for Hyun Jung,,,spya sama2 senang,,,gimenong cyiinn??
    But over all,,,i like this story,,
    I loph all ur stories, sistah,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah ada yg patah hati habis baca epilogue sist...

      no, Hyun Jung is already finish. lol... thank you sistahhh... :mwah:

      Delete
  7. akhirnyaaaaaaa...
    selamat menempuh hidup baru Linda dan Hyun Jae..
    semoga bahagia selamanya..

    maksih mbak shiiin..
    btw Hyun Jung nnti bakalan ada kisahnya juga mbak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin.. hahahahhahha.. ndak ada Mer.. cukup 1 aja. lol..

      Delete
  8. wow,tkt tp bc epilog.thx y mba shin keren euy,always be waiting ur next drama

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehhe trus skrg udah jd baca apa belum Ren?

      Delete
  9. pengantennya gak sabaran ya, dimana aja jadi,yeayy... happy ending :D tapi penasaran sama epilognya tapi belum siap >,< *duh apa deh ini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahahaha iyaaa... lol.... jgn deh sist kl belum siap... ntr hancur semuanya. lol

      Delete
  10. mbaaaa, itu yg epilog nya gila. Sumpah gila bnget. Sampe mulut ku nganga bcanya. Astaga DAEBAK mba.. Haduh mau ngomong apalagi ini? Geleng2 kpl mba suer dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. wah ekspresif sekali dirimu sist.. ehhehee... sini sini toss dulu.. lol..

      Delete
  11. akhirnya bisa happy ending...
    choi hyun jung datanglah padaku,aku akan selalu menerima bagaimanapun keadaanmu.....jiah ngarep banget...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkwkww.... aminnn...aminin aja deh.. lol

      Delete
  12. Woaaaa hooot
    Keren banget mbaaa
    Sumpah
    Kereeennnn :D

    ReplyDelete
  13. iya Shinn gw baru baca sampe sini , ga ada epilognyaaa, ada yaaa moooo

    ReplyDelete
  14. Aku tak tahu Harus koment Apa ...
    Wowwowoowowow... Keren bgt endingnya aku sukaaaaaaaaaaaa mbak shin.... Teriak sekuat kuatnya.... Aaaaaaaa
    Tengkyu....

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.