"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, January 8, 2013

Eyes on You - Short Story



warning 18 yo or older

“Bill apa yang kamu lakukan padaku?” teriakku pada laki-laki yang sedang menggerayangi tubuhku. Laki-laki besar dengan kemaluan yang tak bisa dibilang kecil.

“Aku hanya ingin menyentuhmu, Jane..” dia berbisik disamping telingaku, mengunci tanganku diatas bantal.

“Tidak! Keluargaku akan mendengar kita. Turun dari tubuhku” bentakku kesal.


“Empphh.. Tidak Jane, kamu begitu menggairahkan.. Aku tak bisa menolak godaan saat melihat tubuh telanjangmu di atas ranjang. Aku menginginkanmu, Jane..”

“Jangan! Kamu adalah tunangan kakakku, bagaimana mungkin kamu melakukan ini! Bill!! Hentikan!!”

“Sshh.. Tidak apa-apa, Jane.. Kamu tahu kami tidak saling mencintai.. Aku lebih tertarik padamu..” dia menciumi tubuhku dengan bertubi-tubi. Tangannya yang lebar meremas payudaraku dengan sekali genggam. Nafasku tercekat.

“Bill..” aku hanya bisa menjerit lirih saat William mulai menciumi kemaluanku dengan penuh nafsu. Dia begitu pintar memainkan lidahnya dibawah sana. Suara lidahnya dan erangan gemasnya menikmati kemaluanku membuatku terangsang.

Aku tak bisa menyembunyikan gairahku lagi, sudah sejak dulu aku mengagumi laki-laki ini. Rekan bisnis ayahku, dia begitu dewasa, maskulin dan menggairahkan. Tubuh atletisnya yang terbungkus setelan formal yang selalu terlihat rapi, tak bisa menyembunyikan tubuhnya yang seksi.

Sering aku berfantasi liar dengan laki-laki ini dalam mimpiku. Meski dia telah bertunangan dengan kakak perempuanku Anna, pertunangan yang terjadi karena alasan bisnis semata.

“Lepaskan pakaianmu, Bill..” perintahku padanya. Diapun membuka satu per satu kemeja  dan celana pantalon berwarna birunya.

Dirumahku sedang diadakan sebuah pesta, aku sedikit khawatir keluargaku akan menanyakan tentang William yang menghilang dari samping mereka. Kami harus bergegas.

“Kamu menginginkanku juga kan, Jane? Aku tahu.. Kamu selalu mencuri pandang padaku.. Aku tahu Jane.. Aku juga selalu berfantasi liar denganmu. Kini akan kuwujudkan fantasi itu..” dia meraup tubuhku, mengetatkan pelukannya pada punggungku, wajahnya tenggelam dalam payudaraku.

Bibirnya tanpa malu mempermainkan buah dadaku, begitu asyik dengan putingku dengan lidahnya yang lincah.

“Pegang kejantananku, Jane. Lakukan apa yang biasanya kamu fantasikan mengenai kejantananku..” dia mengundangku untuk mengecap kejantanannya yang begitu besar, lebih besar dari khayalanku selama ini.

Matanya mengawasiku dengan tajam, memperhatikan setiap gerak gerikku saat mendekatinya. Dia kini duduk dihadapanku, masih di atas ranjang. Ku tatap matanya, mencari tahu apa yang diharapkannya akan kulakukan.

Aku membungkuk di atas selangkangannya, menahan rambut coklat gelapku yang panjang, yang tergerai jatuh menghalangi pandangan William pada wajahku. Dengan lembut dia membantuku menahan rambutku, mendesis nikmat saat kukulum batang kejantanannya masuk dalam mulutku. Mata birunya semakin bulat, mulutnya mengerucut dengan suara-suara desisan sesekali lidahnya menjilati bibirnya.

“Tak ada yang bisa menandingi permainan mulutmu, Jane. Kamu begitu lihai” William memperbaiki rambutku yang jatuh. Kemudian diangkatnya tubuhku ke atas pangkuannya.

“Aku akan memasukannya sekarang, Jane. Kamu sudah siap?”

Kejantanan William kuarahkan pada lubang kemaluanku, menuntun kepala yang telah licin itu masuk dengan mulus ke dalam tubuhku. Aku tak ingin menjawab pertanyaan William, tanganku lah yang menjawabnya. Matanya berbinar menyukai perbuatanku.

William mengangkat tubuhku, dia lalu berdiri, masih memangkuku, kakiku mengunci diatas pinggangnya. Dengan cepat dia menggerakan tubuhnya menghujamku, kemaluan kami bertubrukan dengan berisik. Memperdengarkan suara “prok..prok..prok..” tiap kali William menghantam tubuhku dengan kencang.

Dia mengerang keras, keringat membanjiri wajah dan dadanya yang berbulu jarang, begitu seksi.

Tubuhku kemudian diletakan di atas meja kerjaku, dia membuka selangkanganku lebar-lebar, kakiku dicekalnya dengan kedua tangannya. Memberikan akses lebar bagi pinggangnya untuk masuk ke dalam selangkanganku. Kejantanannya masih di dalam kemaluanku, terkubur setengahnya.

Lalu pinggangnya bergerak lagi, maju mundur semakin cepat menghujam ke dalam kemaluanku. Cairan putih keluar dari lubang kemaluanku, membantu melicinkan jalan keluar masuk kejantanan William pada lubang kemaluanku.

“Oh, yeah Jane.. Kamu sungguh ketat, baby..”

Aku hanya bisa mengerang nikmat merasakan kejantanan William menyundul-nyundul rahimku, menggesek dinding kemaluanku dan melumatkan klitorisku dengan intens. Tanganku menelusuri perutnya yang berotot langsing, begitu kokoh, perut yang ingin kutunggangi suatu waktu nanti.

Aku merasakan hentakan yang semakin menjadi-jadi di dalam kemaluanku, sebentar lagi aku akan mencapai klimaksku, bagian dalam kemaluanku mulai berdenyut-denyut mengalirkan sensasi tiada tara keseluruh tubuhku. Saat aliran gelombang kenikmatan menerpaku bagai tsunami, aku meneriakan nama William, lalu diapun mengejang diatas tubuhku. Mengeluarkan seluruh cairan spermanya di dalam rahimku. Memuntahkan benih-benihnya di dalam tubuhku.

“Ugh..ugh..” erangnya di atas tubuhku. Matanya terpejam menikmati sensasi orgasme yang dirasakan tubuhnya.

Aku memandanginya hingga dia kembali dari sensasi orgasmenya. Gemetar dan lemas. Dia mengeluarkan kejantanannya dari tubuhku, seketika cairan kami tumpah ke lantai, begitu hangat menetes dibelahan pantatku.

“Kamu sungguh menakjubkan, Jane. Aku tak pernah bercinta sedahsyat ini sebelumnya” dia mengecup ujung hidungku. Menarik beberapa helai tissue dengan gemas dan membersihkan tubuhku, kemudian tubuhnya.

Keringat di pelipisnya masih menetes, dia terlihat sungguh menggairahkan saat berdiri dengan tubuh telanjangnya yang lengket. Aku menyukai pemandangan di depan mataku.

Aku kembali berbaring di atas ranjangku, melanjutkan tidurku yang diganggunya. Dengan mata setengah terpejam aku memperhatikan  Willliam aka Billy merapikan kembali pakaiannya, memperbaiki letak dasi di lehernya.

Dia mendekatiku, mencium keningku sebelum keluar dari kamarku yang tak terkunci. Mengapa aku harus lupa mengunci kamarku malam ini, dan dia.. dia datang bagaikan fantasiku yang menjadi kenyataan.

Percintaanku dengan William tak akan terulang lagi, kan? Membayangkan bercinta dengan laki-laki itu dan membandingkannya dengan percintaan kami barusan seperti mengecilkan pedasnya cabe yang ditempelkan pada matamu. Begitu panas dan tak akan hilang. Bahkan kemaluanku masih berdenyut-denyut mengingat perlakuan kejantanan William yang menghujamku lima menit yang lalu.

Tapi dia tak akan menjadi milikku, walau aku mencintainya tapi dia memilih kakakku, dia tak pernah melirikku. Aku hanyalah bayang-bayang gelap kakakku, dari dulu semua laki-laki yang kupuja memilih Anna, begitu pula yang terjadi pada bujangan paling diminati di Britania Raya ini. William Paul Thomas Becksinfire.

Tangisku terisak memikirkan kesialanku. Hanya bantalku yang empuk yang bisa kujejalkan pada wajahku yang menyedihkan karena air mata yang tak mau berhenti menetes. Biarlah ini menjadi kenangan terindah yang kumiliki bersama laki-laki itu.

Namun sebulan kemudian, tak ada yang menyangka saat kartu undangan pernikahan telah dibagi-bagikan kepada seluruh keluarga kami. Bukan nama Anna yang disandingkan disana. Tapi namaku..

Jane Marie Louis Stanfords

Dengan 

William Paul Thomas Becksinfire.

Aku berteriak histeris. Tak ada yang memberitahukanku apapun, dan mengapa namaku bisa berada disana? Apa yang telah William lakukan? Apa dia telah merubah rencana pernikahannya?

Aku tak bisa menjawab semua pertanyaanku karena sepasang lengan kokoh telah memeluk tubuhku dari belakang. Mengecup leherku dengan penuh gairah. Aku mengenal aroma tubuhnya, William..

“Bill.. Kartu undangan pernikahanmu?? Mengapa namaku? Bukan nama Anna?” cerocosku tanpa henti, hanya ciuman William-lah yang menghentikan kata-kataku. Bibirnya begitu lekat menguasai bibirku, membawaku melayang ke langit ketujuh.

“Karena aku mencintaimu, Jane.. Angelku... Yang begitu susah untuk didekati, sampai aku harus merancang pertunangan pura-pura ini dengan Anna, setidaknya dia aktris yang hebat. Kamu tidak bisa membedakan akting kami kan?” dia mencolek hidungku, tangannya masih mengunci pinggangku.

“Apa? Tapi.. Kamu bahkan tidak melamarku. Kamu memutuskan semuanya sendiri, aku bahkan tak mencintaimu” ketusku kesal. Laki-laki ini memutuskan segalanya sendiri, hanya karena dia merasa mampu.

Aku mengira dia akan meledak marah karena aku mengatakan aku tak mencintainya, sebaliknya. Dia berlutut dihadapanku, meraih tanganku. Tangan kirinya merogoh sesuatu dari kantong saku jasnya.

Sebuah kotak berwarna merah beludru dibukanya. Sepasang cincin indah dari emas putih dengan bertahtakan berlian. Aku menahan nafasku. Apakah dia akan melakukan apa yang aku pikirkan? Dia akan melamarku?

“Ya, Jane.. Aku akan melamarmu. Sudah lama aku mencintaimu, wanita keras kepala, angkuh dan sombong. Begitu susah untuk didekati, namun akhirnya kamu jatuh kedalam pelukanku, juga”

“Aku tak akan menerima lamaranmu bila hanya itu kehebatanmu dalam mengejekku, Bill” aku memelototinya. Mungkin dia merasa lucu melihat bola mata hijauku mendelik menatapnya karena dia tertawa.

Diambilnya sebuah cincin yang berukuran lebih kecil dan memasangkannya pada jari manis kiriku. Begitu pas, entah kapan dia mengukur jari tanganku, jangan katakan pada saat kami bercinta, karena aku tak ingat kapan dia menyentuh tanganku kecuali saat.. sudah lupakan saja.

“Aku melamarmu, Jane Marie Louis Stanfords, untuk menjadi istriku, kekasih hatiku, ibu anak-anakku, pendamping hidupku, hingga maut memisahkan. Maukah kamu menerima semua beban itu?” dia begitu tampan saat wajahnya serius. Wanita mana yang tak akan luluh oleh sorot matanya itu.

“Aku mau, Bill.. Aku mau” dia tersenyum padaku, senyum angkuh yang ingin aku hilangkan dari bibirnya karena begitu yakin aku akan menerima lamarannya. Iblis jahanam, ketusku senang.

Dia lalu memberikan sebuah cincin lagi untuk aku pasangkan pada jari manisnya.

William meraup tubuhku dari bawah. Dengan nakal dia berbisik.

“Bolehkah bulan madunya dimajukan? Mempelai pria sudah tak tahan ingin mencicipi mempelai wanitanya..” katanya serak.

Aku hanya tergelak, dia ternyata begitu menggairahkan, kehidupan rumah tangga kami tak akan pernah sepi oleh gairah yang meletup-letup diantara kami. 

43 comments:

  1. cuma 3 kata mba shin. WOW FANTASTIS BABY

    ReplyDelete
  2. like,, love,, and fall for it !! Great job hun !! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you hon... because of u nih i finally write this kind of story :meski sbnrnya cuman gantiin namanya doank ahahahha:

      Delete
  3. waaaa bagus bangeeetttt aku senang banget main di sini kalo jam istirahat :) langsung menghilangkan penat di kantor, bagus banget dear, mnakasih yaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mbak Santhy terlalu memuji.. makasi banyak lho mbak udah mampir kesini.. :jadi malu: ^^ :hug:

      Delete
    2. Wahhhh kak santhy mampir jg ya disini. Xixixixixi...
      Slm knl mbak shin. Bgs2 smw ceritanya, palagi jung min. Hihihi.

      Delete
    3. salam kenal jg sist Nur Hayati.. met datang disini ya. semoga betah :D

      Delete
    4. Bagus2 ceritanya. Aq lg nyimak ji jeong.....

      Kalian hbt2 yah, pny blog bgs ky gini......

      Delete
    5. km juga bisa kok sist.. ^^ ayooo... ngeblog bareng ^^

      Delete
  4. great mbak shin,hawa dingin jadi anget xixixixixi.nice story.

    ReplyDelete
  5. Haish,,,,,western story sistah???
    Iihh,,,namany keren2,,,
    nama 3 org yg dpke di 1 org,,,,sedaaaappp,,,
    Will a.k.a Bill??? Omg,,,u'r amazing sistah,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha coba deh gnt tu william jd nama Dae Jun, pst ceritanya aneh. kwkwkwkw. ternyata sebuah nama bisa merubah pandangan kita pada suatu cerita ya. lol.. :kecup-kecup:

      Delete
    2. Yg ada Dae Jun ngrubah jadi Bill,,,whuahahahhahaaaa,,,
      Pan kbiasaan tugh Org Korea namany banyak,,,ada Nama Lahirny,,nama tenarny,,nama buleny,,,,beudz dagh,,,rempong cyiiinn,,,

      Delete
    3. ahahhaha betul sekali. lol...

      Delete
  6. Hahaha,,,keyeennnn,,short story pdhl... Untung g gntunggg n bkin galau...
    Xixixix...
    Mba Shin keyeennnn,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha vie bisa aja. makasi vie.. :mwah:

      Delete
  7. Kak,Shin Haido
    so sweet bangetz ceritay,,
    I like this story,,

    ReplyDelete
  8. mantap mbak shin
    langsung melompat...tapi ngak langsung berhenti
    hehehehhehehe.....i like it

    ReplyDelete
    Replies
    1. apanya melompat sist? ceritanya? ahahhahaha. makasi..makasi..makasi..

      Delete
    2. iya mbak ceritanya, jadi seperti naik trombolin masih tetap lompat walaupun ngak terlalu jauh lagi lompatannya.
      aku kasih 2 thumb buat mbak shin...(buat ngerayu mbak shin biar nambah short story nya yang lain lagi)

      Delete
    3. hahahaha bisa aja istilahmu. sip sip.. nanti kl pas muncul ilham.. pst aku bikin lg sist. kyknya lebih banyak yg seeng dengan tokoh bule ya?? wkwkkwkw...

      Delete
  9. mba shin,wow bgt.like this,mba knp g djadiin nvel? sesuatu bgt western kan,dkmbangin dunk mba :* heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... kita liat nanti ya sist.. aku gk pernah lancong ke england soalnya jd gak tau nama2 tempat disana. ahahhahaha

      Delete
  10. eonni,,,aq smpeg gag kedip bacanya,,kereendd,,>_<

    wkwk,,siip,,,happy ending,,^^
    cob dijadikan novel,,beh bakalan jdii pneruss mbak santhy nie,,^^

    jd pgn bsa nulis kyk gnee,,:'(
    aq biasanya cuman nulis FF dikit2,,hehe#curcol

    boleh nie,,aq jdi murid eonni,,hihi
    apakah sya harus bertapa dolo ya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. aturan pertama saat membaca di internet/laptop/hp adalah sering2 lah berkedip2 siapa tahu foto cowok cakepnya ikut ngedipin kita dr dalam layar sist. ahhahaha ;jk:

      wah.. aku ndak pantas sist dijadiin penerus mbak Santhy.. belum pantas.. ^^

      justru kl nulis FF itu lebih susah lho, krn apa? krn pembacanya orang2 fanatik artis itu sndr, n kl bisa bikin ff yg memancing semua pembaca buat seneng ama itu cerita, ff buatanmu gak cuma sekedar ff sist.. lagipula, untuk nulis ff musti tahu banyak info tentang artis yg digemari, n tentunya info itu musti dicari n diikutin terus kan. meski.. untuk bikin suatu ff gak musti harus menggambarkan kehidupan aslinya tu artis. jd pingin tahu sist Diias ff nya seperti apa. :D

      nama blogmu apa sist? nanti aku coba mampir

      hahahha mari kita bertapa sama-sama. aku sndr gak belajar sist, otodidak, dari baca2 novel lain jg, awal2 nulis jg kyk karangan anak TK.. alhamdulilah skrg udah lebih baik jd gak bikin malu diri sendiri.. naik lepel jd anak SD kelas 1 :hadeh:

      nb : kebetulan aja ceritaku isi hot2nya, jd lebih mecetar membahana, lol, cb biasa aja.. ya biasa aja :(

      Delete
  11. @ mbak shin : hmmmmm,,gmana gag mau kedip,,pict nya menggoda hott,,apalgi pas ad pict artis koreanya,yg gnteng2 lg,,rasanya gag rela rasanya nie mata bwt kedip,,hahaha
    kalau liat artis co korea apalagi yg aku sukai,,bawaannya pgen aq bwa pulang tu orang,,hihi

    hihi,,siipp,,emang mbakk,,aq smpeg ngorek2 tntang it artis kalau mau aq jadiin tokoh d FF qu,tapii kebanyakan tokohnya aq pilih yg aq idolain dloo,,hihi

    buih,,,beneran bertapa nie,,
    aq mau bertapa,,asalkan ditemeni oppa kim soo hyun,or jung il woo jg boleh,wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahahaa... andai bs beneran dibawa pulang yaa.. pst banyak model KW 1 nya bertebaran dijalan2 di Indonesia. wkkwkwkwk

      nah itu dia sist, tp kl emang ngidolain pst nya tahu donk mereka kyk gmn. jd penjiwaannya lebih cakep :D

      Kl bertapa ditemenin fotonya br bisa lancar jaya, kl ditemenin ama orgnya ntr malah gk jd bertapa... malah..

      Delete
  12. sweeettt.. romantis juga ya bil :D mau.. mau.. mau..

    ReplyDelete
  13. mbak, ini g ada smbunggannya lg? kurang panjang ceritanya. xi..xi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha gk ada sist.. udah ending, udah nikah mereka. lol

      Delete
  14. akh happy ending
    aku suka sis
    thanks

    ReplyDelete
  15. HOT BANGET. Mbak ;;)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.