"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, January 18, 2013

Looking To You - Chapter 4



warning : adult only please

David menyulut cerutunya dan menghisapnya disampingku.

“Giliranmu Darren” katanya menatapku penuh makna.

Aku pun mengangguk, wanita yang tadi rubuh diatas tubuhku kini telah berdiri dengan nakal menatapku.


“Kau mau seperti apa, Darren..?” wanita itu menirukan David memanggil namaku. Kini dia tahu namaku, dan aku belum tahu namanya sama sekali.

“Siapa namamu?” tanyaku.

“Samantha..” bibirnya begitu sensual saat menyebutkan namanya. David berdecak senang melihat barang bawaannya yang mulai berkicau seperti yang dia harapkan.

“Ok, Samantha.. Berbaliklah, dan duduk diatas pangkuanku” perintahku pada wanita itu.

Dia memutar tubuhnya, dengan perlahan mundur kebelakang, menjatuhkan pantatnya ke atas pahaku. Kejantananku menekan daerah kemaluannya dari bawah, dengan tangannya dia mengarahkan ujung kejantananku masuk mencari rongga kemaluannya. Diangkatnya pantatnya untuk memberi akses masuk pada kejantananku yang dengan mudah menerobos sepenuhnya ke dalam liang senggamanya.

“Ugh...” desahnya di depanku.

Kuberikan cerutuku yang masih menyala pada David, tak ingin bara api itu melukai kami saat bergumul.

“Gerakkan pantatmu” kataku pada Samantha. Dia kemudian menggoyangkan pantatnya maju mundur sembari merangsang payudaranya sendiri.

Aku hanya duduk diam menikmati gerakan-gerakan liar yang dia lakukan diatas pangkuanku. Semakin lama Samantha menemukan kenikmatannya sendiri, bergerak maju mundur, naik turun, berputar dengan kejantananku yang masih tertancap dalam tubuhnya. Melenguh nikmat sembari tangannya memainkan clitorisnya yang menyembul.

Aku menikmati setiap gerakan yang Samantha lakukan, memberi getaran-getaran pada alat kelaminku. Menghisap, menusuk dan mendesak dengan dinding kewanitaan Samantha yang terasa sempit memenjara kejantananku di dalam sana.

Puas dengan permainan Samantha, akupun mendorong pantatnya agak ke depan, mengangkat bokongnya hingga beberapa senti di atas pahaku. Dari posisi dudukku, kuhujamkan seluruh kejantananku dengan kencang dan bertubi-tubi menusuk ke dalam rongga kewanitaannya.

Samantha berteriak-teriak di atasku, semua umpatan kotor keluar dari mulutnya. Bahkan dari kemaluannya cairan orgasmenya dan cairan sperma David muncrat turun dan menetes di pahaku. Wanita ini sangat berisik bila dia mencapai klimaks. Aku menginginkan wanita yang tak terlalu banyak memaki saat kami melakukan hubungan seks.

Dengan beberapa kali hujaman lagi akupun memuntahkan cairan spermaku di dalam kemaluannya. Kubiarkan kejantananku meredakan ledakan panasnya didalam tubuh Samantha. Kutarik tubuh telanjang wanita itu hingga menempel pada dadaku.

Lalu dagunya kupegang dan mengarahkannya pada pandanganku. Bibirku mencari bibirnya lalu bibir kami berpagutan dengan rakus. Tanganku bermain-main di atas puting payudaranya, meremas dan memijat buah dadanya yang besar.

“Seperti biasa, Darren?” tanya David di depanku.

Kini kejantanan David telah berdiri tegak lagi karena menyaksikan percintaanku dengan Samantha. Matanya bergairah menunggu sesi kedua ritual kami.

“Oh ya.. Seperti biasa, Dave..” jawabku.

Kuangkat tubuh Samantha dan membaringkannya di atas ranjang. Kemudian aku ikut berbaring disampingnya. Samantha menjilati kejantananku yang telah mengendur, merangsang batang daging itu agar berdiri tegak lagi.

Tak sampai lima menit kemudian kejantananku telah berdiri seperti semula. Saat Samantha masih sibuk dengan kejantananku di mulutnya, David mengambil sebotol lubrican dan mengoleskannya pada dubur Samantha, gadis itu mengerang nakal saat sebuah jari tangan David masuk ke dalam lubang duburnya.

Aku tak pernah mencoba untuk bertanya pada David kenikmatan apa yang dia dapat saat memasukan kejantanannya pada dubur wanita-wanita itu. Kami tak pernah membahasnya, karena David tahu aku tak suka dengan ide itu. Hanya sekali kami pernah membicarakannya, dan alasan David pun tidak terlalu masuk akal bagiku.

“Karena kau tak ingin lewat belakang, maka aku yang melakukannya. Aku melakukan apa yang tak mau kau lakukan, Darren. Seperti biasa” dia kemudian tersenyum misterius.

Aku tak sempat menanyakan maksud dari senyumannya itu. Hingga dua tahun telah lewat, kami tak pernah membicarakannya lagi. Aku hanya bisa melihat betapa David menikmatinya dan aku tak pernah memikirkannya lagi. Mungkin David memang senang melakukannya, karena lebih sempit?

Samantha nampaknya sudah pernah melakukan *nal seks sebelumnya, sehingga David tak terlalu susah payah untuk melemaskan otot-otot dubur wanita itu. Aku tak bisa mebayangkan tubuhku memasuki bagian itu tanpa merasa mual.

“Kau siap Darren? Karena Samantha telah siap.. Dia sangat basah. Kau sangat basah kan, bitch!!” bentak David pada Samantha, dan herannya wanita itu semakin terangsang mendengar makian David padanya.

“Kapanpun kau siap, Dave. Aku pun siap” jawabku kemudian.

Samantha seolah telah mengerti posisinya, dia berdiri diatas tubuhku dan menyelangkangiku, kemudian berjongkok diatas tubuhku yang berbaring santai diatas ranjang. Tangannya membimbing kejantananku yang telah mengeras memasuki kemaluannya, kemudian dia bergerak maju mundur menikmati gesekan klitorisnya dengan selangkanganku.

“Oh yeah..baby.. uhh... Nikmat sekali..” katanya nakal.

Dari belakang Samantha, David berlutut diatas ranjang, mendorong tubuh wanita itu hingga telungkup didadaku. Dadanya yang kenyal mendesak tubuhku tanpa ampun. Kamipun berciuman lagi, memainkan lidah dan memilin saling hisap sementara David melakukan urusannya dibelakang sana.

Setelah memakai kondomnya, David mengoleskan sedikit lubrican pada sisi luar kondomnya sebelum mendorong perlahan-lahan kejantanannya masuk ke dalam lubang dubur Samantha. Wanita itu mengerang dan mendesis hebat saat David mulai bergoyang diatasnya. Kaki David berlutut sebelah sementara kaki satunya bertumpu menahan berat tubuhnya agar tidak limbung saat menghujam tubuh Samantha.

“Ugh..ouchh.. Fuck me harder!!” bentak Samantha dari mulutnya. Bibirnya mengerucut mendesis nikmat.

Mataku terpejam merasakan sempitnya himpitan dinding kemaluan Samantha yang didesak oleh kejantanan David. Tubuhku hanya diam menerima setiap gesekan yang David lakukan pada tubuh wanita itu. Kenikmatan yang aku dapat tak terlukiskan, kejantananku berdenyut-denyut karena begitu ketatnya celah yang kumasuki.

Gerak tubuh David semakin cepat diatas kami, matanya pun ikut terpejam. Makian demi makian keluar dari mulut mereka saling bersahutan. Dapat kurasakan rabaan tangan David pada payudara Samantha yang menempel pada tubuhku, tangannya meremas payudara itu dan sesekali mengenai putingku yang ikut terangsang. Aku merasa panas...

Setengah perjalanan aku mulai menghujamkan kejantananku perlahan-lahan agar tak terlepas dari kemaluan Samantha. Wanita itu kini menggeleng-gelengkan kepalanya menahan ledakan sensasi yang menghujamnya. Bergantian dengan David, kejantananku menusuk tubuh Samantha hingga membuat wanita itu mengejang ditengah-tengah kami.

“Darren, aku akan keluar. Kau sudah dekat, Man?” tanya David padaku terengah-engah.

“Sedikit lagi, Dave. Keluarlah lebih dulu, aku akan menyusulmu” desisku.

Aku hampir tak kuat lagi menahan sempitnya kemaluan Samantha yang meluluh-lantakkan pertahanku.

“Shit!! Aku keluar Darren. Ough!!” erang David diatasku.

Dia mencabut kejantanannya dan melepaskan sarung kondomnya. Cairan spermanya pun muncrat di belahan pantat Samantha yang terbuka. Wanita itu hampir kolaps karena orgasme yang tak henti-henti menerjangnya.

Tak ambil pusing, akupun menghujamkan kejantananku hingga menyemburkan cairan lagi dalam tubuhnya. Bibirku mendesis dan dahiku berkerut menikmati setiap getaran orgasme yang aku dapat. Sebulan sekali, hubungan seks seperti ini memang perlu untukku. Setidaknya aku tak akan frustasi lagi bila kembali ke kantor dan memandangi tubuh Calley lalu lalang di depan hidungku. 


33 comments:

  1. woowwww.......
    emang lain dari yang biasanya.
    hehehhehehhe...

    ReplyDelete
  2. wow,omg,hahahah gmana dng calley? want to know about her :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah Rena bagun2 bacaannya lhoo.. sesuatuh.. hahaha. Calley di chapter berikutnya baru mulai lagi ren. :D hhehee

      Delete
  3. Replies
    1. aduh kenapa cin??? LTY emang rada2 beda... ehm.. kl kurang sreg jgn dibaca ya cin. takut aku ntr km mual. ahuauauhahua

      Delete
    2. Aduh kurang banyak #penasaran =)) Waªªkkªªkaªªkkªªkaªªkk =))

      Kabuuuurr

      Delete
    3. hahahaha... akunya bingung mau ngetikin kyk gmn.. kl terlalu vulgar ntr malah muntah wkkwkwkw...

      Delete
    4. Versi full vulgarnya kirim imel aja mbak *khusus dibikinin yak =)) Waªªkkªªkaªªkkªªkaªªkk =))

      :Peace:

      Delete
    5. wkwkwkwk tunggu kepalaku eror dl ya sist.. musti baca yg eror2 dulu biar eror jg nih kepalaku wkwkkwkw.. nanti kl pas erorr.. aku akan bikin yg vulgar.. yg mau bisa request via email wkwkkwkw. :hadeh... eike kan penulis dramastory cin.. bukan vulgar story: wkwkkwkw

      Delete
    6. Buat nemenin drama nya...:D"̮♡hϱϱ♡:Dhϱϱ♡hϱϱ♡"̮:D itung2 buat asik2 (•˘з˘) ♬◦°◦♬

      Delete
  4. Hhuuffhhh,,,,gilaaa,,
    3someny sesuatu bangetzz,,,
    Penasaran ma chapt brikutny,,
    Satu pertanyaan,,brendam dmana cyiiin wktu ngetik nie??
    hhehheheee,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.. gak sampe segitunya cin.. aku cuman panas wkt ngetik eight drama, jeong jg yg adegan di sofanya. lainnya ndak perlu berendemm.. wkwkkwkwkw..

      Delete
  5. Panasssss ....... Jdi deg2n mbca Πγª Shin. Heheh.

    ReplyDelete
  6. nahan napas sampe akhir,,,
    suhu shin emang joss gandos critany,,,

    ReplyDelete
  7. penasaran sama lanjutannya. Hhe
    ude mba nikahin aja sama calley biar ga frustasi hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkww.. baca endingnya aja nanti sist biar gak penasaran. wkwkkw. habis ini lama kok gak bakalan ada beginian lagi. jadi aman.. hahahaa...

      Delete
  8. Wow,jarang2 ni yg cerita ttg *nal segini jelasnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha masak sih sist? mungkin belum nemu aja gak?? wkkwkwkw.. :malu:padahal aku ya baca yg *nal jg belum pernah: khayalan tingkat tinggi: lol

      Delete
  9. Kak fira bener2 §uper kepo bacany
    Emg lgi pengiritan yaa mereka

    Kok 1:2 hahahha
    can't wait next chapter ¿¿°°

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. yah kl mau lamaa.. seminggu sekali baru keluar 1 sist.. lol.. mumpung jung nam belum mulai nih. kl jung nam udah mulai, LTY mundur lagi dah.. musti ngalah ama drama story ;)

      hehe sip sip. makasi ya udah mampir :)

      Delete
  10. hahahaha hebat bgt nih.... sist...

    ReplyDelete
  11. ough new request , romance story without sex scene lol :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. are you kidding me? go read teenlite.. lol... wkkwkwkwkw :peace:

      Delete
  12. its so hot sist.hahaha...woww calley? kita liat chap berikutnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa iyaa.. eh kl gk salah dirimu bukan ya sist yg mnt alamat fb nya si JHJ? sorry ya kl bukan, kl iya.. ini nih alamatnya :

      http://www.facebook.com/officialjhj http://www.facebook.com/prissymom4JHJ http://johyunjae1980.wordpress.com

      Delete
  13. Wow....
    G kepikir d otakku klo trisom seditail itu..
    Pusing...pusing...

    Tp si deren ini awet jg ya mbak shin, sebulan sekali g kyak cowo korea koleksi mbak shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah awet gmn?? nahan sebulan ndak nyentuh2 gt? wkkwkwkw...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.