"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, January 19, 2013

Looking To You - Chapter 5



Aku terbangun di ranjang apartemenku pukul dua siang. Kami menghabiskan malam melakukannya berulang-ulang. Saat David tertidur, Samantha akan merangkak diatas tubuhku dan menggodaku lagi. Tak mungkin kutolak, karena aku hanya melakukannya sebulan sekali, dan aku puaskan nafsuku malam tadi.

Mulut Samantha kuikat dengan sapu tanganku agar tak kudengar lagi teriakannya yang memekakan telinga. Dia hanya bisa menggeram nakal saat tubuhku menghujamnya dari belakang, tanganku dengan bebas bisa mempermainkan payudaranya yang menggantung, terombang-ambing oleh gerakanku.


Malam itu rahim Samantha penuh dengan cairan spermaku dan David, saat dia berjongkok di ruang tamu, dia mengeluarkan semua cairan itu dan akupun mendengus. David tertawa senang melihat cairan yang tak putus-putus keluar dari liang senggamanya. Menjijikan. Ha! Aku hanya bisa tertawa masam.

Handphoneku berdering di sisi ranjang, Daniel memanggilku.

“Ada apa?” tanyaku serak. Tenggorokanku terasa nyeri karena dehidrasi.

“Kemana saja kau semalaman? Aku mencarimu ke apartemen dan menghubungi handphonemu, tapi tak ada yang mengangkat. Kau melupakan ulang tahun Dorothy?” aku memukul keningku.

Bagaimana aku bisa melupakan ulang tahun sepupuku. Dia telah memohon padaku agar tiba tepat waktu dan aku sama sekali tak ingat, aku bahkan tak membelikannya kado sama sekali. Kemana pikiranku selama ini.

“Aku akan menemuinya nanti sore” jawabku akhirnya. Aku bisa merasa Daniel kesal padaku.

“..Kau pergi bersama David lagi? Bukankah sudah kubilang agar jangan bergaul dengannya lagi. Apa yang kau inginkan sebenarnya, Darren? Demi Tuhan!” makinya padaku. Rahangku mengeras, aku tak pernah suka bila Daniel mengungkit-ngungkit persahabatanku dengan David.

“Itu bukan urusanmu, Dan. Aku tahu apa yang aku lakukan” aku mencoba mengatur nada bicaraku, tapi aku yakin Daniel bisa menangkap sedikit sarkartis disana karena dia menghela nafasnya panjang.

“Darren.. Aku menyayangimu, dik. Aku hanya tak ingin kau terjerumus dalam dunia itu. Mengapa tak kau cari saja seorang wanita baik-baik dan jalani hidupmu dengan bahagia?” Daniel nampak putus asa membujukku berulang-ulang.

Aku memang cukup keras kepala tiap kali Daniel meminta hal itu padaku.

“Kau tahu mengapa aku tak menginginkan hal itu kan Dan? Aku tak ingin kau membahasnya lagi. Tak akan pernah dalam hidupku, aku membangun rumah tangga dengan seseorang. Aku senang dengan hidupku sekarang. Aku bisa hidup sendiri” suaraku begitu ironis.

Aku mengatakan pada kakakku bahwa aku bisa hidup sendiri, pada kenyataannya akulah yang tak bisa hidup sendiri. Aku hanya tak ingin orang lain melihatku saat kejadian masa laluku menghantuiku lagi.

Suara letusan botol sampanye pun bisa membuat keringat dingin memenuhi dahiku dan duniaku akan menjadi gelap, berputar-putar hingga akhirnya aku terbangun diatas ranjangku. Hanya Daniel dan David yang tahu mengapa aku seperti itu. Dan aku tak ingin membagi rahasiaku itu pada siapapun, aku tak perlu membicarakan masa lalu mengerikan itu lagi kan?

“Kau akan menemukan wanita itu, Darren. Wanita yang bisa merubahmu. Nasib kita tak akan setragis orang tua kita. Iya, kan Darren? Kita lebih beruntung” aku hanya terdiam mendengar pertanyaan Daniel.

Entah dia menanyakan hal itu padaku atau pada dirinya sendiri. Aku tahu Daniel sendiri masih belum bisa menghilangkan tatapan jijiknya pada wanita. Entah apa yang membuatnya seperti itu, dia tak ingin membicarakannya denganku. Dia lebih tertutup karena tak memiliki siapapun yang ingin diajaknya berbagi. Tidak padaku, yang dia rasa memiliki masalah yang tak kalah banyaknya dengan dirinya. Dia tak ingin menambah beban pikiranku.

Namun ku akui, Daniel kakakku adalah sosok yang tenang. Dia mampu menyembunyikan isi perasaannya. Dia akan tetap memasang wajah datar dan tak bersalah meskipun orang-orang menangis dan menghujatnya. Dia kejam, pada orang lain. Hanya pada keluarganya saja Daniel bisa bersikap lunak. Dia adalah kakakku, orang yang melindungiku, orang yang menyelamatkanku, orang yang menanggung semua kesalahanku.. Orang yang menghapus jejak sidik jariku dari pistol itu...

“..Mungkin Danny.. Mungkin kita lebih beruntung daripada mereka” jawabku. Aku mendengar dia menghela nafasnya lagi sebelum menutup telphonenya.

Lama kutatap dinding putih di depanku. Mengingat samar-samar kejadian itu lagi, kejadian yang merubah hidup kami sepenuhnya.

Suara sirine mobil polisi menguing-nguing mengelilingi rumah yang kutinggali lima belas tahun yang lalu. Terdengar juga suara teriakan polisi yang panik karena mendapat laporan bahwa telah terdengar suara tembakan berkali-kali dari rumah kami. Tubuh ayah dan ibuku tergeletak tak bernyawa disampingku.

Aku hanya bisa menatap ngeri saat seorang polisi pria mengangkat tubuh Daniel yang berlumuran darah karena luka tembakan di bahunya. Matanya masih terbuka, menatapku tajam. Seolah mengatakan “Aku akan menjagamu, little brother

Aku tak bisa melihat dengan jelas lagi setelah itu, mataku telah mengatup, tubuhku lemas karena banyaknya darah yang keluar dari dadaku yang tertembak peluru, yang tak sengaja tercetus saat orang tua kami bertengkar merebutkan pistol itu.

~~~~

Aku memarkirkan mobilku di depan rumah asri milik Paman dan Bibiku. Pamanku adalah kakak kandung dari ayah kami. Pasangan suami istri inilah yang menjadi orang tua kami setelah kejadian mengenaskan itu. Mereka membanjiri kami dengan kasih sayang yang tak pernah kami dapatkan dari orang tua kami sebelumnya.

Saat Daniel dan diriku masih bersama kedua orang tua kami pun Paman Thomas telah mengancam akan mengambil kami bila orang tuaku tak merubah  perlakuan mereka pada kami. Dan kalian tak akan bisa membayangkan betapa menderitanya Paman Thomas saat mengangkat tubuhku yang pingsan dan berlumuran darah dari atas lantai rumahku kala itu.

Bibiku menceritakan pada kami bahwa Paman Thomas tak pernah tidur selama menunggui kami di rumah sakit hingga kami siuman.

Saat Daniel dan aku meringkuk ketakutan karena orang tua yang selalu bertengkar, kami selalu berharap Paman Thomas lah ayah kami. Berharap liburan musim panas akan segera datang sehingga kami bisa berlibur dirumahnya di Washington.

Rumah paman sangat sejuk disana, kami biasa memancing di danau dan berperahu selama musim panas. Melupakan kehidupan kami yang menyedihkan disini.

Sejak peristiwa itu Paman Thomas dan Bibi Amanda beserta sepupu kami Dorothy pindah ke New York. Merawat luka-luka kami dan mengurus perusahaan yang ditinggalkan ayah untuk kami sebelum kami berusia delapan belas tahun. Laki-laki tua itu lebih senang hidup sederhana di Washington, meskipun dia memiliki harta berlimpah yang tak pernah dipamerkannya.

Hanya karena Dorothy mendesak agar mereka tetap tinggal disini Paman dan Bibiku bersedia lebih lama menetap di New York. Karena kesibukanku dan Daniel, acara makan malam bersama yang dulunya berlangsung seminggu sekali kini hanya bisa kami lakukan sebulan sekali, bahkan aku..terkadang hanya pulang saat malam Natal dan hari Thanksgiving. Aku tak akan melewatkan Turkey panggang buatan bibiku yang sangat lezat.

“Darren.. Kemana saja kau kemarin, bocah? Dorothy pasti mencak-mencak saat melihatmu sebentar lagi. Nah, ini dia turun dari kamarnya” Paman Thomas menyingkir dari hadapanku, memberikan celah bagi anaknya untuk menarik telingaku dan menyeretku ke lantai dua, ke kamarnya.

“Hei..hei.. Tenang Dorothy.. Aku bisa menjelaskannya” aku meringis kesakitan, Dorothy nampaknya benar-benar kesal padaku.

Dia mendorong tubuhku hingga terduduk di atas ranjangnya. Wajahnya cemberut dan masam saat bersedekap di depanku. Menatapku tajam dan merengut. Kuperlihatkan gigi-gigiku yang putih bersih agar dia tak memarahiku, mana mungkin...

“Kau mengecewakanku Darl, kau tahu betapa bencinya aku pada dirimu sekarang?” gadis berusia sembilan belas tahun ini merengut dan menumpahkan seluruh kekesalannya padaku.

Dia tak mengizinkanku untuk berbicara, sama sekali.

“Kau tahu betapa malunya aku pada teman-temanku yang menunggu kedatangan sepupuku yang kugembor-gemborkan tampan dan maskulin? Dan saat kau tak datang mereka mengolok-ngolokku karena membohongi mereka? Dosamu sungguh besar Darren Phillips Stupid White!!!” teriaknya berapi-api. Hingga nama tengahku pun dia tambahkan dengan kata stupid.. Oh Darren.. Kau dalam masalah sekarang.. 


25 comments:

  1. nah, kalo yg ini bcaanku mba hha *ketauan anak kecilnya*
    darren yakin ga bakalan takluk sama calley nih? Gkgkgk
    calley nya mana mba? Kok blm keceritain lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ya lama kok bakal bisa kamu baca lagi sista.. wkwkkww... Calley sebentar lg. tenang..tenang.. ahaahhaha

      Delete
  2. Iya, calley ny mana nih?:)
    Salam kenal,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Calley 2 chapter lg kl gak salah udah keluar lg :D

      salam kenal jg Siska.. :D

      Delete
  3. Jully say:

    akhirnya.....muncul lagi si darren,
    lagi dong mbak......???
    Plissss.............*pasang wajah memelas*
    saranghye mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ntar malem lg sekali ya cin ;)

      Delete
  4. Hahhahahaaa,,,trnyata Darren bisa takut juga ama spupuny yg galak??
    Hmmm,,,mesti sering2 dmarahi si Darren,,

    Aaahhh,,,nemu calon misua baru aq,,
    Daniel White,,hmmm,,,

    Sistaaaaahhh,,danke so much,,mmmuuuaaacchhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... asikkk... kebih gampang diingat kan cin namanya skrg?? Darren White. wkwkkwkw... mwahh jg ^^

      Delete
    2. Aq ama kakany adja, sistah,,
      Kakany lebih ngemong,,
      Aq butuh itu,,Aq kan manja -bukan mandi jarang lho-,,,wkwkwkwkkkwkkkk

      Delete
    3. hauhauahuha... tp kakaknya jijik liat wanita cin.. ntr gk disentuh2 kamunya bisa kyk Ririn ntr.. lol. gak mau ama Dave aja? lol

      Delete
    4. Jgn ama Dave ah,,
      He's Kinky stres,,,
      Ama daniel adja,,
      Pasti klo dterapi ma aq dy bakal luluh, sistah,,

      #ga rela klo Daniel akhirny -gay-,,,

      Delete
    5. wkkwkwkw... kl ama Dave ntr diajak main pachinko lho di kasinonya di vegas... asoy kan.. siapa tahu bisa ketemu ama Mr. Grey..

      hahaha wah.. kl kamu baca Daniel di chapter ke 7 pst tambah demen ama dia.. lol.. dia jago masak cin..

      tp yah.. kl dia gay sih.. ehm... kyk matt bomer deh jdnya. lol

      Delete
    6. Aaahh,,,beneran Daniel jago masak??
      Whooaaaa,,,,manteph bangetz dy,,
      Pliiiisss sistah,,jgn jadikan Daniel Gay,,
      #aq ga Relaaaaa,,,

      Delete
    7. heuheueuhu... benell.. ciyus dehhh

      Delete
  5. love love love love it !!! Please please please yang ini jgn terlalu wild sista

    ReplyDelete
    Replies
    1. whhwhwwhhwhw... no more wild cin.. maybe if Darren do it again next month ^^.

      Delete
  6. ouahahahaha... darren stupid white??
    nice name dorothy..
    ayo, jewer yg keras, klo perlu yg bawah sekalian di jewer biar kapok, hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahahaa... Merry nakall yaa.. ihhh...

      Delete
  7. Yach... Calley Kok lma ngumpet Πγª Shin.... Ga sabar nunggu dia sma Darren

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sabar cin.. lg 2 episode langsung puanasss.... eh.. 2 chapter dink.. lol

      Delete
  8. Ooo ternyata darren punya masa lalu y kelam
    semakin menarik story y mba Shin
    Gak sabar nunggu £an¿uttanya ^^~~^^

    ReplyDelete
  9. iya si calley mana? malah dorothy yang ada. mereka akrab ya sist :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sist, mereka udah akrab dr kecil :D ntar calley pst muncul :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.