"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, January 19, 2013

Looking To You - Chapter 6



Aku mengangkat tanganku, ingin tertawa geli namun aku tak tega demi melihat keseriusan diwajah Dorothy. Kusimpan senyumku dan memasang wajah paling sedih yang pernah aku tampilkan. Menunggu emosinya tumpah lagi.

“Jangan coba-coba menertawaiku, Darl. Kau akan menyesal bila sebuah tawa sekecil apapun keluar dari mulutmu itu” dia menggertakan giginya berjalan bolak-bolak seperti setrikaan didepanku.


“Aku harus memikirkan apa yang akan aku lakukan padamu. Kau berhutang padaku, Darl” asal kau tahu, Dorothy memanggilku Darl, Darren yang diplesetkan menjadi Darling, Darl, olehnya.

“Dothy.. Duduklah, kau membuat kepalaku pusing” tangannya kutarik hingga dia duduk disampingku.

Dari saku kemejaku, kuambil sebuah kotak kecil sebagai permintaan maafku padanya karena tak bisa hadir pada hari ulang tahunnya yang ke sembilan belas. Sebuah gelang dari emas putih dengan inisial D. A. W. terukir disamping hiasan yang terbuat dari berlian yang menempel di sisi-sisi gelang itu.

“Sini tanganmu” kataku. Dia terdiam memandangi gelang yang aku pegang. Karena tak sabar, lalu ku tarik tangannya dan memasangkan gelang itu di pergelangan tangan kanannya.

“Cocok sekali. Kulitmu terlihat cerah memakai gelang itu” kataku sembari menyeringai dengan lebar.

“Indah sekali Darren.. Darl.. Kapan kau membuatnya untukku?” tanyanya terpesona.

“Aku membelinya, Dothy. Kau tahu aku tak bisa membuat perhiasan” gurauku, dia kembali merengut karena ucapanku.

“Apa yang Dan berikan padamu?” tanyaku ingin tahu.

“Dan berjanji mengajariku magang bila aku lulus kuliah nanti, kau tahu bagaimana pelitnya dia dengan ilmunya. Akhirnya aku berhasil membujuknya” Dorothy terkikik senang karena berhasil membuat Daniel mengizinkannya berkeliaran di kantornya.

Laki-laki itu sangat tidak menyukai wanita berlama-lama dalam kantornya, kau ingat? Dia jijik pada wanita, untungnya tidak pada Dorothy.. Well, dia menganggapnya adik tentunya, bukan seperti yang kau pikirkan.

“Bagus untukmu” tawaku tergelak.

Akan sangat menarik melihat Daniel kewalahan menghadapi mulut Dorothy yang menyerocos tanpa henti, belum lagi melihat ekspresi kakakku yang menganga bila ada wanita lain berkeliaran disana.

“Kau lupa satu hadiah lagi yang pernah kau janjikan padaku, Darl..” Dorothy mendekatkan wajahnya padaku. Aku dapat mencium aroma sabun dari tubuhnya, dia baru saja selesai mandi.

“Oh ya? Aku tidak ingat, Dot. Bukankah aku sudah memberikan kado ultah untukmu?” tanyaku tak nyaman.

Suasana dalam kamar itu berubah menjadi berat dan sesak. Mungkin hanya perasaanku, karena kini payudara Dorothy telah menekan lenganku yang duduk disampingnya.

“Kau berjanji akan menciumku saat ulang tahun ku yang ke tujuh belas, Darl.. Dan kau sudah mengelak dua kali. Kau tak akan lolos lagi kali ini”

Aku lupa mengatakan padamu, Dorothy sangat mengidolakanku. Dia mengikutiku kemana-mana seperti anak kucing yang mengikuti induknya. Kemanapun aku pergi dia akan selalu berada disampingku. Untuk menghalaunya, saat kami kanak-kanak aku menjanjikan sebuah ciuman padanya, err..di bibir. Tapi dia sepupuku, tak mungkin aku menciumnya. Paman Thomas bisa membunuhku, dan itu sungguh tak benar.

“Itu hanya gurauan, Dot. Kau tahu aku tak bersungguh-sungguh” aku mencoba bangkit dari atas ranjang, tapi lenganku ditahan oleh kedua tangan gadis ini. Celaka!

“Tega sekali kau menipu anak kecil yang sedang kasmaran, Darl. Apakah semua wanita yang dikenalkan Dave padamu juga kau tipu seperti ini?” matanya berapi-api, dia terlihat sangat gusar.

Aku tak akan menyalahkannya, Dorothy seperti anak kecil yang diberikan permen saat aku mengajukan penawaran itu padanya. Karena setelah itu, dia tak pernah mengikutiku lagi, tidak lebih dekat dari lima meter.

“Shh.. Demi Tuhan, Dot. Apa yang kau katakan? Siapa yang memberitahumu?” aku mengelus rambut dikepalaku, perbicaraan yang sangat buruk. Apakah dia mendengarnya dari Daniel? Tapi mengapa Daniel membicarakan tentang hal ini dengan Dorothy?

“Temanku Shelton melihatmu masuk ke dalam ruangan khusus milik Dave diklabnya, aku tahu kau selalu bersamanya dengan beberapa orang wanita dan kalian tak akan keluar lagi sampai pagi” nada suara Dorothy menuduhku.

Dia semakin mirip dengan seorang istri cerewet yang telah menangkap basah suaminya yang berbuat curang dibelakangnya. Hello..

“Shelton? Security itu?” aku menggelengkan kepalaku.

Siapa saja yang mengetahui kebiasaanku selama dua tahun ini?!

“Ayah dan Ibuku tidak ada yang tahu. Hanya aku, entah Daniel. Aku yakin dia tahu, kalian seharusnya membagi percakapan antar lelaki, kan?” selidik Dorothy.

Tangan Dorothy yang memegangi tanganku kini aku lepaskan dan aku duduk lagi disampingnya. Tubuh kami saling berhadapan, tanganku memegang kedua bahunya yang terbuka.

“Dorothy, honey.. Kau harus melupakan hal itu, apapun yang dikatakan Shelton, bukan urusanmu. Maksudku, itu tak perlu kau pikirkan. Aku pria dewasa dan aku tahu apa yang aku lakukan. Dan demi Tuhan, kita bersaudara. Dalam tubuh kita mengalir darah yang sama, apa yang kau pikirkan dengan meminta ciuman dari kakakmu?” aku hampir frustasi dibuatnya.

Seorang gadis remaja yang begitu ingin tahu tentang fungsi-fungsi masing-masing tubuhnya. Dan aku yakin dia telah mengenal kata-kata seperti masturbasi, onani, ataupun istilah-istilah seks lain yang bisa dengan mudah di ketahuinya dari internet.

“Aku tak memintanya, Darl. Aku menagih apa yang kau janjikan padaku. Kau lah yang tak bisa memegang kata-katamu” dia tak berkedip menatap mataku.

Kupejamkan mataku, gadis ini begitu kukuh. Aku tak bisa berada dalam ruangan ini lagi. Tak ada gunanya berdebat dengan gadis keras kepala sepertinya.

“Aku menyerah, Dot. Aku akan turun” kulepaskan peganganku dari bahunya dan berdiri, tapi gadis ini melompat ke atas punggungku. Tubuhnya yang mungil dengan mudah mendekap pinggangku, tangannya mengunci leherku, mencekikku layaknya monyet yang nakal.

“Lepaskan, Dot. Aku tak ingin menyakitimu” kataku sambil mencoba melepaskan cekikan tangan Dorothy dari leherku. Aku terbatuk-batuk dibuatnya, gadis mungil ini memiliki tenaga yang sangat kuat dan dia begitu gigih demi mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Aku sudah memperingatimu, Dot. Aku tak akan segan-segan lagi” ancamku marah.

“Aku tak akan melepaskanmu, Darren. Kau harus memberiku ciuman yang kau janjikan. Aku telah sengaja menyimpan ciuman pertamaku untukmu. Dan kau tak akan mengingkari janjimu lagi kali ini. Cium aku atau keluar dari sini tak bernafas”

“Oh..Aku sungguh takut..” ejekku. Rupanya dia terpancing, kakinya serta merta memiting pinggangku, dengan sengaja tumitnya memukul selangkanganku dan membuatku jatuh berlutut.

“Ouch, my ball!!” teriakku sengit sambil mendekap benda berhargaku.

Kau ingin tahu rasanya? Ngilu, nyeri dan menyakitkan. Air mataku menitik menahan ngilu pada kemaluanku.

Dorothy tersenyum licik dibelakangku, kini dia memutar tubuhnya dan berkacak pinggang didepanku. Tubuhnya yang tak seberapa tinggi berdiri menantangku.

“Tunggu pembalasanku, Dot. Aku akan membalasnya nanti” kataku geram sembari mengelus-elus kemaluanku. Mulutku mendesis kesakitan.

“Kau akan menciumku kan, Darl? Atau kau ingin merasakan tendangan mautku lagi?” tanyanya licik.

“Kau gila? Kau akan mengenyahkan keturunanku bila menendangku lagi” sungutku kesal.

Dorothy mengikik pelan, dia ikut berlutut di depanku. Wajahnya kini mendongak menatap wajahku, bahkan dalam posisi berlutut pun dia masih begitu pendek dibawahku. Dia membuka mulutnya, hendak mengatakan sesuatu. Tapi justru mulutnya membuka dan memagut bibirku tanpa peringatan.

Tubuhku kaku dan mataku membelalak. Aku tak bisa menggerakan tubuhku. Terguncang karena gadis ini berani menciumku. Sungguh liar!

Tak membuang waktu, Dorothy mencium bibirku dengan rakus. Saat aku kembali pada kewarasanku, kudorong bahunya dan ciuman kami pun terlepas. Aku bisa merasakan bibirku basah oleh ciuman Dorothy. Nafasku berat, dia mencuri nafasku.

“Bukan begitu cara berciuman, Dot..” bisikku pelan.

Kurangkum wajah Dorothy dengan kedua tanganku, meneleng wajahnya miring. Bibirku kudekatkan perlahan pada bibirnya, pertama kusentuh bibir Dorothy dengan pucuk kecil ujung bibirku, mengecup ringan, kemudian kubuka mulutku lebih lebar dan kukuasai bibir bawahnya, kupagut dan kuhisap dengan penuh perasaan, mata kamipun terpejam.

Bibir bawahnya kulepaskan, bibirku kubuka lebih lebar lagi dan kukuasai kedua belah bibirnya dalam mulutku. Kumasukan lidahku mencari lidah Dorothy, memilin-milin lidahnya dan mengelus langit-langit mulut Dorothy yang bisa dijangkau oleh lidahku.

Kini ciuman kami semakin panas, jari-jari tangan Dorothy telah meremas rambutku dan menariknya pelan. Namun, ciuman itu hanya berlangsung satu menit. Satu menit yang bisa aku tolerir untuk sebuah ciuman pada sepupuku. Aku tak ingin lebih dari itu, karena saat satu menit itu lewat, gadis yang sedang menatapku dalam mata sayu karena terangsang ini akan berubah menjadi gadis yang tak aku kenal.

Aku tak akan mengenalinya lagi sebagai sepupuku, aku hanya akan mengenalinya sebagai wanita..yang ingin aku gauli. Saat nafsu berbicara, kau akan melupakan dengan siapa kau bergumul di atas ranjang. Percayalah padaku. 


31 comments:

  1. Mw donk diajari teknik kissing ma Darren,,,
    Kira2 dy buka private class ga yagh??

    ReplyDelete
    Replies
    1. bayar pastinya cin.. aku manajernya wkkwkwkwkkww

      Delete
    2. Harga corporate kan kitaaa???
      Whuahahaaaaa,,,
      Diskonny 75% kan cyiiinn???

      Delete
    3. wkwkwkkw.. sip bisa dicicil kok cin.. lol

      Delete
    4. kalo sama aku diskon 75% + 20% ka

      Delete
    5. Skalian gratis adjah mbak Fathy,,
      Nanggung amat cuma bayar 5%,,wkwwkkwkkwwkkwkk

      Dcicil yagh,sistah??hmm,,drpd dcicil,,aq bayar cash adjah,, #pke duit monopoli,,,hhahaaaahaahahhaaa

      Delete
    6. @fathy : hahahaha.. brp total jdnya harus bayar tuh??
      @riska : hahaha.. duit monopolinya bsa buat beli martabak gak tuh?

      Delete
    7. Owh,,bisa sekalii,,,
      Martabak monopoli,,whuahahahahahaaa

      Delete
    8. yah.. gk bs dimakan dunk cin hahaha

      Delete
  2. whoahh
    gile masa sama sepupu sendiri?
    mba jangan bilang doroty bukan skdar mengidolakan darren? Oh no *lebay*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. tunggu jawabannya di chapter berikutnya....dan berikutnya.. hehehehe

      Delete
  3. Haduuu knp malah ama dorothy? Tidaaakkkkkkkk *menjerit pilu

    ReplyDelete
  4. dorothy emang hebat.....hehehehehehe.....
    selagi darren lengah, ambil kesempatan,
    wah kayaknya bakalan ada cerita ke-13 nih
    asyik.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah..... cerita ke 13 apa sist?

      Delete
    2. ada deh mbak...tunggu aja tgl mainnya...hehehehehehe

      Delete
    3. kwkwkkwkw bikin penasaran ajaa..

      Delete
  5. ya ya I do believe u darl lol :p

    ReplyDelete
  6. hdeuh knp jd ma dorothy :( aq percya pd mu my darl,hahaha

    ReplyDelete
  7. Akhiry di cipox juga tu si dorothy:-)
    Kang darren fira juga antri nii mau private ke akang,,
    di jamin 10000% deh masih first kiss°°~~~°°

    Kak $hin | like pic gif^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.first kissss.... iya gif nya sesuatuhhh.. jd bayangin ciuman yg diajarin Darren ke Dothy.. lol

      Delete
  8. dari awal aku ya curiga kok mereka akrab ya, ternyata eh ternyata :p
    mereka melakukannya kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. melakukan apaaaa sisstttaaaa?? :menjerit histeris: hauauauhuahua

      Delete
  9. Percaya tuch Darren... Klo nafsu Ʊϑɑ̤̈̊ħ di ubun2.. Anjing mengonggong kafilah ttp berlalu. Ga perduli.com. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkkw... pengalaman berbicara ya cin?? wkkwkwkw... bau asem jg gk peduli.. asin2 jg jadi manis.. wkwkkwkw :ngakak:

      Delete
  10. Kok tau Jga Shin... Pengalaman jga ya. Hahahah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkw :kabur sebelum dikorek lebih jauh: wkwkkwkwkw

      Delete
  11. Aku juga percaya padamu darl...
    Apalagi ciuman mu meyakinkan buangeet
    coba dari dulu kenal darl mbak shin..
    Ting ting.. Membayangkan yg dah lewat

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.