"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, January 2, 2013

Ninth Drama - Chapter 23



Park Jung In POV

Ji Jeong mencintaiku? Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku? Benarkah ini Tuhan? Ji Jeong-ku akhirnya mencintaiku? Hatiku sungguh gembira, Ji Jeong menyatakan cintanya padaku.. Aku bisa menari kegirangan saat ini. Namun, kekasih hatiku ini sedang bersedih dipundakku. Aku telah memaksanya, aku membuatnya tergesa-gesa untuk mengambil keputusan.


Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Haruskah aku bersembunyi terus dan menunggu keluarga kami menemukan hubungan kami dari orang lain? Apakah tidak akan lebih buruk akibatnya bagi kami?

Ji Jeong menyandarkan tubuhnya kembali di punggung sofa. Menyeka air matanya yang turun, tangisnya telah berhenti.

“Akhir bulan ini.. dua minggu lagi, kita akan pulang ke Ulsan bersama-sama. Aku..aku akan mengunjungi keluargamu secara resmi. Aku akan memberitahukan tentang hubungan kita pada ibumu, pada kakakmu, pada keluargaku. Apapun hasilnya, akan aku terima dan perjuangkan hubungan kita ini. Aku berjanji, Jung In. Selama kamu masih berdiri disampingku, aku akan kuat. Kamu akan selalu disampingku kan, Jung In?” Ji Jeong memandangku menunggu jawaban dariku.

“Selalu.. Aku akan selalu ada disampingmu, Jeong. Terima kasih.. Aku mencintaimu..” jawabku bahagia. Air mata kebahagiaan mengalir dari kedua belah mataku saat Ji Jeong merengkuh tubuhku dalam pelukannya.

Kami berciuman mesra dan lama. Tak ingin tergesa-gesa, kami ingin menikmati ciuman ini seolah inilah ciuman terakhir kamu. Mengecap setiap rasa yang mengalir dari pagutan-pagutan bibir kami yang menyatu, saling menginginkan.

“Aku mencintaimu, Lee Ji Jeong..” bisikku disela-sela ciuman kami.

Ji Jeong mengangkat wajahku, wajahnya yang selama ini menghiasi mimpiku kini tersenyum lagi. Senyumnya yang sempurna menghiasi wajah tampan dan maskulinnya. Bibirnya yang seksi terbuka menggodaku.

“Aku juga mencintaimu, Park Jung In. Malaikat kecilku..” diapun kembali memagut bibirku dengan lembut. Mencumbu tubuhku hingga kami lupa akan waktu. Ji Jeong menginap di apartemenku malam ini.

~~~~

Lee Ji Jeong POV

Pagi ini aku berangkat ke tempat kerja dengan penuh semangat. Semua beban dihatiku telah aku angkat. Aku akan berjuang untuk cinta kami. Yah.. dua hari lalu Jung In telah mengatakan dia mencintaiku. Aku tak bisa menghilangkan senyumku sedari tadi. Semua terasa indah, bahkan umpatan dan caci maki dari klien tidak sanggup merubah suasana hatiku yang sedang gembira. Nothing can ruin my mood today, sir.

Aku berjalan santai mengawasi proyek yang aku kepalai, kini pondasi telah berdiri kokoh, para pekerja sedang menyelesaikan pengecoran tembok-tembok dan pemasangan besi baja pada lantai berikutnya. Proyek berjalan sesuai target, dan aku sangat senang karenanya.

Seseorang bersiul dibelakangku. Eun Suh. Sejak dia kembali bekerja, dia tak pernah membahas tentang hubungan kami dulu. Dia berlaku seperti dia yang biasa sebelum kami berhubungan. Ceria dan optimis. Aku senang aku tidak harus berurusan dengan kegalauan seorang wanita lain yang aku yakin akan merusak konsentrasiku ditempat kerja ataupun pada saat bersama Jung In.

“Seminggu yang lalu, kamu begitu murung.. Namun lihatlah dirimu kini, sudah beberapa hari aku perhatikan, senyum diwajahmu tidak hilang-hilang. Kamu sengaja melakukannya agar aku jatuh hati padamu, Ji?” Eun Suh tertawa renyah, ciri khas cerianya.

Tawa wanita ini mengingatkanku pada artis Korea tahun enam puluhan yang terkenal. Dia begitu dipuja karena keahlian dan tawanya yang khas. Tawa yang mampu menarik banyak orang.

“Aku hanya sedang gembira” kataku pendek. Aku memperhatikan Eun Suh, dia terlihat jauh lebih baik dibandingkan kondisinya saat aku menemuinya di apartemennya terakhir kali. Dia sudah kembali, dan sehat.

“Nampaknya kamu meraih jackpot.. Apakah dia mengatakan kalau dia mencintaimu? Karena setahuku dulu kamu mengatakan bila hubungan kalian belum jelas?” Eun Suh sedang membaca kertas laporan ditangannya, namun aku yakin dia sangat ingin tahu jawabanku. Dia masih memiliki perasaan terhadapku.

“Kamu bisa mengatakan demikian. Ya, dia mengatakan dia mencintaiku” jawabku kemudian.

Aku duduk dikursi kerjaku, menarik sebuah buku laporan lain yang harus aku tanda tangani.

“Dan kamu mengatakan kalau kamu mencintainya juga, Ji?” tanya Eun Suh lagi.

“...Ya, aku mengatakannya, Eun Suh. Aku bilang padanya, aku mencintainya” jawabku pelan. Apakah Eun Suh akan menangis setelah mengetahui jawabanku?

Tidak, dia hanya tertawa riang. Memberiku selamat atas berhasilnya hubunganku dengan Jung In. Kemudian dia keluar dari kantorku. Dari kaca jendela, aku melihat tubuhnya membungkuk lesu. Dia masuk ke dalam mobilnya, berdiam sejenak didalam sana, sebelum melaju kendaraannya pergi dari lokasi proyek. Aku tahu, dia sedang menangis.

“hhhh....” ku hela nafasku panjang. Aku sungguh kejam, kan? Begini lebih baik, dia akan sadar bahwa dihatiku sudah ada wanita lain, dan tak mungkin untuk digantikan.

“Manajer Lee.. Presiden Direktur Choi datang. Beliau mencarimu” kata anak buahku.

Akupun bergegas keluar, tak biasanya Presiden Choi Hyun Jae datang sesore ini.

“Ji..” sapa Presiden Choi padaku.

“Hyun Jae, ada apa? Tidak biasanya kamu datang sesore ini” kataku.

“Kebetulan aku sedang lewat daerah ini, dari rumah sakit” jawabnya pelan.

“Rumah sakit? Kamu sakit?” tanyaku padanya.

“Bukan, seorang teman.. Dia masih tak sadarkan diri. Tapi aku senang dia selamat. Dia begini karenaku” Presiden Choi menatap kebawah, dia terlihat sedih.

Kuperhatikan, dibalik wajahnya yang tenang, matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam.

“Apakah kamu ingin mengatakannya, padaku? Mungkin kita bisa minum-minum? Seperti dulu?” saranku, aku tahu dia sangat memerlukan seseorang untuk mendengar semua keluh kesahnya.

“Ide yang brilian, tapi aku rasa aku tidak bisa. Aku harus kembali ke rumah sakit, aku..menungguinya. Aku ingin akulah orang pertama yang dilihatnya saat dia sadar” dia tersenyum miris. Akupun tidak mendesaknya lagi.

Presiden Choi Hyun Jae akan mengatakannya padaku bila dirasanya waktunya telah tiba. Aku mempercayainya. Dia bukanlah orang jahat.

“Baiklah kalau begitu. Katakan saja kapan, dan aku akan menemuimu” kataku kemudian.

“Apalah aku tanpamu, Ji. You’re my damn best friend. I hate and love you to the max” dia meninju lenganku.

“Huh..? Obatmu habis?” kataku.

Kamipun tertawa bersama. Sudah lama kami tidak tertawa sekeras ini.


Kami kemudian melihat-lihat perkembangan proyek bangunan rumah sakit yang aku kerjakan. Setelah memberikanku beberapa masukan, Presiden Choi pun berpamitan dan pergi dari sini. Aku hanya berharap dia akan memutuskan untuk menelephoneku. Dia perlu seseorang untuk mendengarkan masalah-masalahnya. Bila tidak, dia akan gila. 

Ninth Drama - Chapter 24 
Ninth Drama - Chapter 22 

15 comments:

  1. Horaaaaaaaaayy... akhir Ji Jeong jadian RESMI sama Jung In... horaaaaaaaaaayy..
    *bakar kembang api, tiup terompet..
    selamat menempuh hubungan baruuuuuuuuuuuu...
    semoga keluarga merestui yaaa...
    amiiiiiiinn..

    mbak shiiiiiiiinn.. sangkiyuuuuuuuuuuu.....muah muah mmmuuuaahhh

    ReplyDelete
  2. eun suh cantik blg sma mba shin sgra pertemukan dirimu sama kim in biar kamu bs bahagia.
    jeong cpt ajak kim in ke seoul...

    hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha maunyaa...... itu nanti.. masih jauuhhh...

      Delete
    2. hadeh en=un suh kita nongrkong depan rumahnya mba shin yuk,,, kita demo, demo masak wkwkwkwkw

      Delete
  3. yey akhirnya. Mudah2an ga ada penghalang lgi. Jangan sampe ke duluan sama si so jin ya mba namanya? Lupa lgi aku..
    pelis jangan bikin aku galau lgi, ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. haahahah.. itu so bin sisst.. bukan so jin..

      Delete
  4. nah mb shin bagaimana rasanya menanggapi penggemar2 fanatik anda ini?sudah mendahului pengarangny dlm menentukan alur cerita???

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru cin... bisa nambah wawasan.. wkkwkwkwkkw

      Delete
  5. susah bnget mau reply jadi komen yg bru aja deh..
    maklum mba saya benci sama karakternya dia jadi lupa namanya. *padahal mah emang lupa lgi namanya LOL*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. iya lel.. mau bikin komen yg baru gpp.. silahkan.. sebanyak2 nya jg boleh sampe pegel.. lol

      Delete
    2. tenang mba nanti aku bikin tangan baru biar tangan 2 yang aku bisa istirahat tangan yang lain bisa terus komen LOL

      Delete
    3. hahahha.. walah.. bisa dicopot trus dipasang lg ya sist? :seremmm:

      Delete
  6. Satu pertanyaan : sapa nama artis jaman 60's yg mirip Eun Suh???

    Dear Merry,,,mreka blom merryt,,bru resmi pacaran,,itupun blom mnta restu ke orang tua,,,jd masih ada kesempatan utk kita (baca : aku ) untuk bersaing secra sehat memperebutkan Ji Jeong,,,

    Junjung Tinggi Semangat Sportifitas,,
    MERDEKA !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawabannya : mau tau aja.. wkkwkwkwkw :lol:
      MERDEKA!!!

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.