"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, January 3, 2013

Ninth Drama - Chapter 25



Tangan mereka masih bertautan saat Jung In membuka matanya, kepala Ji Jeong terlelap disisi ranjang Jung In, bertumpu pada tangannya. Tubuhnya terduduk dilantai, bersandar pada dinding meja tidur yang terletak disamping ranjang.

Jung In membelai lembut rambut-rambut halus di dahi laki-laki itu, menyisir perlahan rambut hitam legamnya dan merasakan rambut itu disela-sela jari tangannya. Kemudian jari tangannya turun, mengelus alis tebal Ji Jeong, memainkan helai demi helainya kemudian menyentuh pipi laki-laki itu.


Lama Jung In memperhatikan wajah pulas Ji Jeong, laki-laki itu tak dapat memejamkan matanya semalaman, menunggui Jung In tertidur diatas ranjang dan mengawasi gerak-gerik tubuh gadis itu hingga akhirnya dia tertidur pula.

Ji Jeong perlahan membuka matanya, mengijap-ngijap masih mengantuk.

“Naiklah, badanmu akan kesakitan bila tidur seperti ini” kata Jung In padanya.

Ji Jeong tidak memahami perkataan Jung In, dia masih setengah sadar saat gadis itu berbicara padanya. Matanya tertutup lagi dan kembali tidur seperti semula. Jung In hanya tertawa geli melihat tingkah laku kekasihnya. Dia kemudian menggoyangkan tubuh Ji Jeong, membangunkan laki-laki itu agar naik ke atas ranjang. Ji Jeong menggeliat malas karena tidurnya terusik.

“Tidurlah disampingku. Aku ingin memeluk tubuhmu” Ji Jeong pun mendengarkan Jung In sepenuhnya dan bergerak merangkak di samping tubuh Jung In setelah melepaskan jas dan dasinya.

Dia melepaskan sepatu dan kaos kakinya kemudian masuk ke dalam selimut, tangannya melingkar pada pinggang Jung In, memeluk erat tubuh gadis itu, merengkuhnya dalam dadanya. Jung In bergelung memeluk tangan Ji Jeong.

“Jeong..” bisik Jung In padanya.

“emm..?”

“Aku mencintaimu..” Jung In mengetatkan pelukannya pada tangan laki-laki itu.

Ji Jeong terdiam sejenak, dia menarik tubuh Jung In lebih dekat lagi, dagunya masuk melewati bahu Jung In, berbisik di telinga gadis itu.

“Aku juga mencintaimu, manis..” katanya serak.

“Maukah kamu melakukannya sekarang denganku, Jeong..? Aku ingin kamulah yang pertama” Ji Jeong diam membisu, pikirannya berkecamuk dalam kepalanya.

“Jeong..” Jung In memelas.

“Kamu yakin..Jung In? Karena tak akan ada yang bisa menghentikanku saat kita telah bersatu. Rasanya akan sangat sakit..” bisiknya pelan. Nafasnya berat ditelinga Jung In.

Badan Jung In menggigil, namun dia tidak kedinginan, dia membayangkan kata-kata yang baru saja Ji Jeong ucapkan.

“Ya..aku yakin..Jeong.. Aku akan melewatinya, kamu akan membantuku melewatinya, kan?” tanyanya berbisik.

“..Tentu saja manis..tentu saja..”

“..Perlukah kita man..di..?” tanya Jung In ragu-ragu.

Ji Jeong tergelak kecil, dia tidak mengharapkan Jung In akan mengucapkan pertanyaan itu.

“Ahh.. Iya, mandi.. Kita tak ingin kehilangan minat kan ditengah-tengah percumbuan kita? Meski aku sesungguhnya tak perduli, bagiku aromamu selalu menggairahkanku, manis.. Namun, aku tak yakin kamu akan berpikiran sama mengenai bau tubuhku..terutama dibagian sana..” Jung In tersipu malu mendengar ucapan Ji Jeong.

“..Aku tak akan berpikir begitu” Wajahnya bersemu merah.

Ji Jeong memutar tubuh Jung In, membuat gadis itu menghadapnya.

“Aku tahu kamu tak akan berpikiran seperti itu, aku hanya tak ingin menyakitimu. Kamu..mandilah. Aku akan mandi setelahmu. Aku ingin membuat sesuatu, makanan kecil.. Aku lapar..” Ji Jeong kemudian bangkit dan menarik tubuh Jung In agar mengikutinya. Dia mendorong perlahan tubuh gadis itu ke dalam kamar mandi.

“Tak usah tergesa-gesa, gunakanlah waktumu.. Ini adalah saat-saat terpenting dalam hidupmu, Jung In. Dalam hidup kita..” Ji Jeong tersenyum padanya.

Jung In mengangguk mengerti. Dia kemudian masuk ke dalam kamar mandi, sebelum menutup pintu itu, dia masih menyempatkan diri untuk menggoda Ji Jeong.

“Kamu..tak ingin aku mandikan Jeong..?” Jung In sengaja membuat suaranya terdengar seakan-akan dia sedang mendesah.

“Dan menghancurkan rencana panjang yang akan aku lakukan padamu diatas ranjang? Oh, tidak manis.. Kamu harus dihukum karena kenakalanmu.. Kamu menggoda seorang ajusshi untuk bercinta denganmu..” Ji Jeong tersenyum licik, tak ingin masuk dalam perangkap Jung In.

Gadis itu tertawa kecil kemudian menutup pintu kamar mandi didepan hidung Ji Jeong. Laki-laki itu berdecak geli, dan menghela nafasnya panjang. Jantungnya berdebar kencang, tak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Ini bukanlah kali pertama Ji Jeong akan bercinta dengan seorang perawan, namun mengapa terasa begitu menegangkan saat akan melakukannya dengan Jung In?

Ji Jeong melangkah keluar kamar itu, melakukan beberapa hal diruang tamu, suara berisik dan pintu tertutup, kemudian terbuka lagi, suara-suara berisik terdengar lagi. Sementara itu, tak kurang dari setengah jam kemudian, Jung In telah keluar dari kamar mandi sembari menggosok-gosokan handuk pada rambutnya yang basah.

Matanya terpesona melihat perubahan pada kamarnya. Kelopak bunga mawar merah bertaburan diatas ranjang, bahkan terdapat tulisan dari kelopak bunga mawar “I Love You”, dengan kata love diganti dengan gambar hati. Lampu-lampu dinyalakan redup dikiri-kanan kepala ranjang, menghadirkan suasana romantis dalam kamar itu.

Sebuah meja kecil yang dia tahu adalah meja terasnya, dipindahkan ke dalam kamar dan diatasnya diletakan dua buah chinaware putih yang berisi makanan yang sangat menyegarkan. “Chicken Cesar Salad” makanan ringan yang dapat mengenyangkan sekaligus menyehatkan. Sebotol Red Wine yang entah Ji Jeong dapatkan dari mana dan kapan, Jung In tak tahu. Dia begitu takjub dengan penampilan kamarnya. Dua buah lilin kecil menyala enggan diatas meja.

“Candle light dinner?” tanya Jung In pelan. Dia sungguh terharu Ji Jeong melakukan ini semua untuk malam pertama mereka, meski sesungguhnya hari telah beranjak pagi dan ini bukanlah kali pertama mereka menghabiskan malam bersama.

Tetapi inilah kali pertama Jung In akan menyerahkan dirinya seutuhnya pada Ji Jeong.

Laki-laki itu tersenyum gembira. Dia hanya memakai celana panjangnya, dia telah bertelanjang dada, dan sudah mandi. Nampaknya Ji Jeong menggunakan kamar mandi ruang tamu saat Jung In masih sibuk dengan dirinya. Laki-laki tak pernah memerlukan waktu selama itu didalam kamar mandi, tidak seperti wanita.

“Untuk gadis terspesial, agar malam ini terkenang indah dalam memori kita, Jung In” Ji Jeong menghampiri Jung In yang masih berdiri takjub di depan pintu kamar mandi. Handuk dibadannya telah merosot jatuh dan memperlihatkan tubuh telanjangnya yang sempurna.

Ji Jeong tiba dihadapannya, dia menyentuh tangan Jung In, meletakannya di atas dadanya yang berdegup kencang.

“Aku gugup, Jung In. Kamu bisa merasakan detak jantungku yang liar dibawah kulit ini. Hanya kamu yang bisa membuatku seperti ini..” diciumnya kemudian tangan gadis itu.

Ji Jeong membawa tubuh Jung In duduk diatas kursi yang telah disiapkannya, membuka napkin untuk Jung In dan mengambil tempatnya diseberang gadis itu. Ji Jeong menuangkan anggur untuk Jung In, namun hanya setengah gelas yang terisi.

“Kamu tidak boleh mabuk, kamu harus sadar saat itu terjadi Jung In” kata Ji jeong.

Mereka kemudian bersulang, saling mengalungkan tangan seperti adegan di film-film. Jung In tertawa geli saat Ji Jeong menumpahkan anggurnya di meja. Membasahi dadanya yang terbuka.

Setelah makan pagi yang terlalu awal itu, Ji Jeong mengangkat tubuh Jung In dan membaringkannya di atas ranjang. Dia kemudian menyusul tubuh gadis itu dan berbaring disampingnya. Mereka saling menghadap ke atas, menatap langit-langit kamar dan menunggu debaran jantung mereka mereda.

Namun seiring waktu bertambah, debar jantung itu semakin kencang. Ji Jeong pun membuka suaranya.

“Kamu sudah siap, Jung In?” tanyanya mantap.

“..Aku..siap Jeong” jawab Jung In yakin. Dia telah menunggu saat-saat ini. Saat-saat dirinya menjadi milik Ji Jeong. Satu-satunya lelaki yang akan diizinkannya untuk memilikinya. 

Ninth Drama - Chapter 26, 27 & 28 
Ninth Drama - Chapter 24


38 comments:

  1. Aaahhh,,,sistah,,kw betul2 tau kapan harus menggantungny,,,

    Kali ini aku takkan b'saing lagi dg Jung In,,
    Ku relakan kw Ji Jeong,,,
    B'bahagialh kw b'sama Jung In,,
    Jangan kw sakiti dy,,sebab klo kw mnyakitiny,,
    B'arti kw mnyakitiku jugaaa,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahasamu cin..cin.. udah ketularan jeong rupanya.. gitu dah kl keseringan ama jeong... wkkwkwkwkwk :peace:

      Delete
    2. riska mulai stress nya
      hahahahaha,,,

      Delete
    3. Lha,,,,aq kan blajar ma empuny blog,,,lol,,,

      Delete
    4. nak riska kalo yg py blog stress jgn ditiru, ndak baik itu
      hahahahaa,,,
      kalo yg punya blog mang stress trus, apalagi dikerjain trus sama hugi, hehehehe
      kabuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrr

      Delete
    5. Mba Fath ga tw yagh??? Sini aq kasih tw,,,
      Si empuny blog pan blajar stres dr aq,,, lol

      Delete
    6. wew,,, ternyata selama ini riska toh yang ngajarin ba shin,,,
      okokokok

      Delete
  2. wew.... dinner sekalian breakfast ceritanya,,,
    trs naked pula,,,
    tapi jeong so sweet bgt sih kamu, jung in percaya kan sama jeong, akan indah pada waktunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Si Jeong blom naked mba Fathy,,
      Half Naked,,si Jung In yg totally Nude,,,hahhahahaaa

      Atw aq yg salah baca yagh??

      Delete
    2. ya, jeong half naked, dia masih pake celana panjangnya
      apa rasanya yah makan naked? gak kedinginan cyiiiinnnnnnnn

      Delete
    3. Gaklah mba Fath,,,kan ada Ji Jeong yg akan m'berikan kehangatan ke Jung In,,,,lol

      Delete
    4. @riska : jaihahahiaihaiihaa..
      @fathy : coba aja sekali cin biar tau rasanya gmn makan naked..

      Delete
    5. @riska : mang nya jeong kompor,,,,

      @mba shin : gak ah abis dinner aku masuk angin, kerokan
      hahahaha

      Delete
    6. kan dah ada jahe yg bisa bikin anget... hm...

      Delete
    7. mba fathy,kau mengutip kt2 qu.akan indah pd wktunya,aiih.aq sdh siap jeong :*

      Delete
    8. @rena : kamu dah siap ngapain cinn???

      Delete
    9. Rena siap m'hibur Jeong,,,whuahahahaaa

      Delete
    10. @rena : hehehehehe,,, y ren, pinjem yah,,,,
      wihhh menghibur apa ris??

      Delete
  3. Hahaha,,,deg2n beeneraannn...
    Mksh Mba Shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi gak sport jantung kan hahaha

      Delete
    2. sama2 vie...
      @fathy : mdh2an besok bs sport jantung cin

      Delete
    3. vie disuruh sport jantung sama mba shin,,,
      aku rajin olah raga mba jadi jantungku sehat hahahaah

      Delete
  4. ayey bentar lagi bakalan teriak GOLLLLLL hha
    mbak pelis banget *gaya bang andre* bsk 2 chap langsung ya jangan pake gantung2 kayak sekarang *puppy eyes*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhahahaha... ngetik jg belum cin.. ni chap 25 br habis ngetik langsung di posting.. mdh2an aja besok ada ya. lol

      Delete
  5. yang gantung2 itu enak cyiinnnn *mewakili mba shin
    hehehehe
    kabuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. buah gantung ya cin? yg bawah apa yg atas? hee..

      Delete
    2. @mba sshin : hampir semua buah bukannya ngegantng yah??klo atas aku suka alpuket, klo bawah aku suka melon,,,

      @leli : gak mau ah, takut digantung, sakit ahahahaha

      @riska : widih dia sempet2nya ke babylonia

      Delete
    3. iya jg sih cin... kwkwkkwkww.. yg atas n bawah yg aku maksud jg ngegantung tuh

      Delete
  6. duh 2 mbaku ini, mba shin sama mba fathy suka yg gantung2 ternyata..

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang leli gk suka yg gantung2? buahnya maksudku.. hee..

      Delete
    2. @leli : buah kan g da yg merayap hihihihhi
      ngomong apa kita ini,,, pisss leli

      Delete
  7. Jembatan gantung Babylonia cakep lho,,
    t'masuk salah satu dari 7 wonders,,,

    ReplyDelete
  8. mba shin & mba fathy : suka mbak sukanya paket lagi *sambil byangin anggur* :D
    mba riska : yah, mba malah promosi hha piss mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwkw jg yg sepaket isi brp? is dua? apa 1? apa brapa???? hmm... :bayangin buah yg gak berbiji:

      Delete
  9. asiiiiiiiiiiiikk..
    mbak Shin makin seru nih Jung In sama Jeong

    bingung mo komen apalagi. mbak2 diatas udah mewakili isi hatiku..
    hehehehe..
    *kecup mbak shin

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. apa tuh artinya juseyo sist?/ wkkwkwkw :p

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.