"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, January 6, 2013

Ninth Drama - Chapter 29



warning : 18 yo or older

Saat membuka kedua matanya, Ji Jeong merasakan badannya kaku karena tertindih sesuatu. Jung In sedang tertidur diatas tubuhnya.

“..ck.. Gadis ini..” decaknya geli.

Jung In tertidur sambil memeluk tubuh Ji Jeong, seolah tak ingin melepaskan tubuh laki-laki itu. Perutnya berbunyi, kelaparan menyergapnya dan Jung In menjaganya agar tak meninggalkan tempat itu.


Ji Jeong menoleh pada jam tangannya yang dia letakan di atas meja, sudah pukul tujuh malam. Dia melewatkan pekerjaannya tanpa kabar.

Ji Jeong menghela nafasnya, menolak untuk memikirkan kekacauan yang harus dibereskannya. Dia bisa membayangkan klien yang marah karena pekerja yang tidak terorganisir, namun Ji Jeong harus bersyukur karena Eun Suh telah menghandle pekerjaannya. Wanita itu menghubunginya berkali-kali namun handphonenya telah mati karena kehabisan baterai.

“...Jung In...” bisik Ji Jeong lembut, dia tak ingin membangunkan gadis itu, namun mereka harus bangun.

Perutnya memberontak meminta dipenuhi, dia harus memasak sesuatu untuk mereka. Ji Jeong tak yakin Jung In akan mampu berjalan atau bahkan berdiri setelah gadis itu menerima serangan bertubi-tubi pada bagian kewanitaannya.

Untuk ke kamar kecil pun dia akan memerlukan bantuan. Sakitnya akan bertahan selama beberapa hari dan dia akan membaik. Namun sebelum itu, Jung In tidak mungkin dapat bergerak dengan leluasa, dia akan selalu mengernyitkan dahinya karena rasa nyeri yang menusuk.

Jung In membuka matanya perlahan, menggosok-gosokan tangannya pada kedua matanya yang masih mengantuk.

“Jeong..? Sudah pagi? Tapi aku masih ingin tidur.. Aku tak ingin ke kampus..” rengeknya sembari memejamkan matanya.

Ji Jeong tertawa kecil mendengar kata- kata gadis itu.

“Jung In... Ini sudah malam.. Kita ketiduran seharian.. Kamu tak perlu ke kampus lagi.. Sudah jam tujuh malam” kata Ji Jeong masih dengan tertawa.

Jung In bangkit dengan tiba-tiba namun sekejap kemudian dia menjerit kesakitan.

“Shh.. Kamu tidak apa-apa?” tanya Ji Jeong panik saat Jung In menekuk tubuhnya kesakitan.

Air matanya menitik dipipinya.

“Nyeri sekali, Jeong.. Sakit..” jawabnya.

Ji Jeong merasa bersalah pada gadis itu, dibaringkannya Jung In diatas ranjang. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Mau aku belikan obat pengurang sakit? Aku tidak tahu bila itu bisa mengurangi sakitmu..tapi... Kamu terlihat sangat kesakitan..” wajah kebingungan Ji Jeong membuat Jung In merasa kasihan pada kekasihnya itu.

“Tidak usah.. Aku akan baik-baik saja. Sakitnya hanya bila aku bergerak dan sekarang sudah baikan. Aku mungkin tidak bisa pergi ke kampus beberapa hari ini.. Orang-orang bisa mencurigaiku..” katanya sambil menunduk malu.

“..Aku akan menginap disini.. Aku tak ingin meninggalkanmu sendirian kesakitan, sebentar lagi aku akan mengambil beberapa pakaian ganti dan sabtu sore kita bisa kembali ke Ulsan bersama-sama. Bagaimana menurutmu?” tanya Ji Jeong.

“Ya. Aku setuju. Aku senang kamu mau menginap disini, Jeong..” Jung In memeluk tubuh Ji Jeong disampingnya.

Dibelainya tubuh gadis itu lembut, menghiburnya agar rasa sakitnya berkurang.

“Tapi.. Kita harus membersihkan tubuh kita, Jung In.. Kamu tidak merasa berantakan didalam sana?” tanya Ji Jeong sambil melirik ke arah daerah kewanitaan Jung In.

“..Sangat.. Pasti bau sekali..” katanya bergidik.

“Haha.. Sangat.. Seperti ikan asin yang membusuk dan telur yang telah pecah selama beberapa hari. Aku yakin aromanya seperti campuran dua benda tadi” jawab Ji Jeong mengikik.

“Kamu membuatku mual, Jeong..” tubuh Jung In menggigil membayangkan ucapan Ji Jeong. Dia merasa isi perutnya hampir keluar.

“..Aku ingin ke kamar mandi..” katanya pada Ji Jeong.

Laki-laki itu tertawa riang kemudian turun dari ranjang, dia membopong tubuh Jung In ke dalam pangkuannya, mengangkat gadis itu ke dalam kamar mandi.

“Aku siap mengantarkanmu ke kamar mandi, tuan putri..” godanya.

Jung In tertawa geli, dia mengalungkan tangannya pada leher Ji Jeong.

“Berangkat..” katanya bersemangat.

Mereka berendam di dalam bath tub dan saling membasuh tubuh bergantian. Di dalam bath tub Ji Jeong mencumbu tubuh Jung In, mencium leher gadis itu dari balik punggungnya. Tangannya bermain-main di atas payudara gadis itu.

“Kamu siap melakukannya lagi, manis..?” desah nafas Ji Jeong menggelitik belakang telinga Jung In. Membangkitkan gairahnya pada laki-laki itu.

“..Ya.. aku siap, Jeong..” jawab Jung In mesra.

“Berbaliklah..” Jung In pun memutar tubuhnya dibantu oleh Ji Jeong. Laki-laki itu menangkupkan kedua kakinya untuk dijadikan tumpuan Jung In duduk. Kini tubuh mereka berhadap-hadapan dan Jung In duduk diatas pangkuan Ji Jeong.

Dia kemudian mencium bibir Jung In, pertama-tama lembut, kemudian semakin hangat dan menggelora. Payudara Jung In dihisapnya dengan bergairah.

Ji Jeong mendongakan kepalanya, menatap mata Jung In yang memandangnya sayu. Tangan gadis itu meremas rambut Ji Jeong. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Ji Jeong mengangkat pantat Jung In, gadis itu mengerti apa yang akan Ji Jeong lakukan pada tubuhnya, dia pun berjongkok dan menahan nafasnya saat kejantanan Ji Jeong yang telah berdiri tegak menyundul-nyundul daerah kemaluannya.

Tangan laki-laki itu mengarahkan ujung kejantanannya mencari lubang vagina Jung In, menurunkan tubuh gadis itu dengan perlahan hingga kejantanannya masuk menembus rongga vagina Jung In.

Gadis itu mendesah, menahan nyeri yang dirasakannya lagi. Masih teramat sakit meski tak menusuk seperti sebelumnya.

Kejantanan Ji Jeong perlahan-lahan menghilang dibalik paha Jung In, tertelan seutuhnya dalam tubuh gadis itu. Jung In merasa tubuhnya sesak, kejantanan Ji Jeong menguncinya didalam sana, menggabungkan tubuh mereka hingga dia bisa merasakan tubuh mereka menyatu begitu erat, tak terlepaskan.

Ji Jeong mendiamkan tubuh mereka seperti itu beberapa lama, memagut bibir Jung In lagi dan lagi. Tak dibiarkannya gadis itu mengalihkan pikirannya pada rasa nyeri yang melanda tubuhnya.

Perlahan, Ji Jeong menggerakan tubuhnya dibawah Jung In, bergerak maju mundur sembari tangannya mengangkat tubuh Jung In beberapa inchi diatas pahanya. Gadis itu mengerang tertahan. Tangannya memeluk tubuh Ji Jeong dan menumpukan badannya pada tubuh laki-laki itu.

Menerima setiap hujaman kejantanan Ji Jeong yang semakin mendesak dibawah tubuhnya.

Ji Jeong kemudian menarik kakinya, memposisikan kaki itu sehingga pantatnya bisa bergerak bebas menghujam vagina Jung In dari bawah. Tubuh Jung In bergoyang-goyang liar diatasnya, bergerak mengikuti rithme hujaman kejantanan Ji Jeong pada tubuhnya.

Dia menutup mulutnya, menahan erangan kenikmatan yang mulai dirasakannya, menggantikan sedikit demi sedikit rasa nyeri yang menguasai tubuhnya sedari tadi.

“Ah...Jeong..” erangannya memenuhi ruang kamar mandi itu.

“Sedikit lagi, manis.. Sebentar lagi aku akan memenuhi vaginamu dengan cairanku..” Ji Jeong berbisik pada telinga Jung In.

Namun gadis itu tak mendengarnya, dia merasa tubuhnya ringan dan telinganya tak mampu mendengar suara Ji Jeong ataupun suara desahan yang keluar dari bibirnya, saat klimaks telah direngkuhnya. Tubuhnya mengejang dalam pelukan Ji Jeong, orgasme yang menyerangnya begitu intens hingga dia merasa ingin menangis.

Saat Ji Jeong merasakan dinding vagina Jung In meremas-remas kejantanannya, saat itulah laki-laki itu menyemburkan cairan kenikmatannya di dalam vagina Jung In. Menghentak-hentakan kejantanannya untuk melepaskan tetes terakhir dari cairan maninya.

Nafas mereka terengah-engah, bibir Ji Jeong mencari bibir Jung In, begitu pula bibir gadis itu. Mereka berpagutan dengan panas, puas dengan pelepasan yang mereka rasakan.

“Kamu sungguh hebat, Jeong..” rintih Jung In disela-sela ciuman mereka.

“Kamu yang membuatku hebat, manis.. Kamulah malaikat kecilku... Iblis kecilku yang paling nakal..” mereka berciuman lagi sebelum akhirnya Ji Jeong membantu Jung In keluar dari dalam bath tub dan mengeringkan tubuh mereka.

Ji Jeong meninggalkan Jung In di apartemennya untuk kembali ke apartemennya sendiri dan mengambil beberapa keperluannya untuk menginap di apartemen gadis itu selama dua hari sebelum mereka berangkat ke Ulsan. Pikiran nakal Ji Jeong mengembara kemana-mana saat sedang mengemudikan mobilnya kembali menuju apartemen Jung In. Dia tak akan membiarkan gadis itu terlelap sedetik pun. Mereka akan bercinta sepanjang malam.. sepanjang pagi.. sepanjang sore.. kapanpun.. Ji Jeong tersenyum memikirkan rencana itu di dalam kepalanya. Dia kini menjadi begitu terobsesi pada gadis itu. 

Ninth Drama - Chapter 30 
Ninth Drama - Chapter 26, 27 & 28 

21 comments:

  1. wow mb shiiin,hot bgtz. Uuuh hujan jd g brasa dinginya. Lagi donk mb kan kmren dah libur hehehe. Oh iya,salam kenal mb shin.hug.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahaha salam kenal jg sist Aini Salami :)

      sip sip.. ntaran ya kira-kira lg sejam-an. :D :hug:

      Delete
    2. ok dh. Duduk manis bawa kopi n camilan smbil nguggu bab selanjutnya..

      Delete
    3. sip sip.. bagi cemilannnya donk cin.. buat temen ngetik ahahhaha

      Delete
    4. kiriman dtg,tet treeteettt. Tu mb shin, dah aq anterin kuex 1grobak..pi jgn keasyikn mkan y mb,ntar lupa ma ktikannya..hahahah

      Delete
    5. kwkwkwkwkwkwkwkkw mana mana manaaa.... salah alamat tuh.. ngirimnya ke ayu tink tink sih. lol

      Delete
  2. wow mb shiiin,hot bgtz. Uuuh hujan jd g brasa dinginya. Lagi donk mb kan kmren dah libur hehehe. Oh iya,salam kenal mb shin.hug.

    ReplyDelete
  3. hahahahaha, Jeong emang pejantan tangguh
    Jung In masih nyeri tp udah di hajar lagi..
    Jung In nya juga betina tangguh, lanjut terus meski sakiit..
    hahahaha....
    mbak shiiin.. makin mantep..
    (kasih 2 jempol) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa... kyk ayam aja mer... lol... sip sip makasi jempolnya..

      Delete
  4. ciahhhhhh panas buuuuuuu... hha
    mba ini ditungguin dari kemarin sama aku huhuhuhuhu
    jangan terus2san ji jeong ntar jung in malah ga bisa jalan lagi gimana mau pulang ke ulsan hha
    semangat banget ya ji jeong
    HWAITING ya bang ji jeong kkkkkk~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. sip sip.. kmrn libur cin.. lol..
      hahahahahaa jalannya kyk bebek cin kl terus2an ^^

      HWAITING!! always..

      Delete
    2. curiga pengalaman hhi *pisss mba *kabur sebelum ditendang mba shin*

      Delete
    3. iya donk cin.. kl gak pengalaman mana berani ngomong akakwkakwkakwka

      Delete
  5. H.O.T.....mbk shin pengalaman pertama itu sakit bgt ya??? hahaha....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kl banget sih kyknya gak ne.. lumayan? ya.. lumayan sakit.. ahahhahaha.. tp enyak..enyakk..enyakk... lol lol lol lol....

      Delete
  6. mantab mba shin,nagih trz y jeong?wkakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwwkkwkw.. begitulah... jeong nakal...e

      Delete
  7. hihihi bath tub favoritr scene nya mba shin, pisss mba....

    btw mending jeong di apart nya ja aku yg temenin drpd d apart nya jung in. kpn dia sembuhnya tiap jam nomprok trs hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. iya donk cin.. enyak lhoooh :ehh:

      justru.. tomprok trus biar sakitnya jd enak he..

      Delete
  8. Well,,,bru slesai baca,,
    Ehmm,,bathub Scene??? Eyke pusing membayangkanny,, #di + posisi bru bangun tdur,,
    Si Jeong ma Jung In kcanduan, yagh??? Aish,,,b'cinta memang banyak godaanny,,but sangadh nikmat pastiny,,,,
    Sudahlah,,ntar + sakit kpalaq,,
    Thanks so much sistah,,,keep semangka,,

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.