"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, January 7, 2013

Ninth Drama - Chapter 33



“Apa yang ingin Jung Nam aku ketahui?” tanya Ji Han pada suaminya. Jung Min sedang memikirkan hal lain sehingga tidak mendengar pertanyaan istrinya.

“Ha...? Oh Jung Nam.. Dia.. Kita bicara dikamar saja ya” bujuk Jung Min sambil membantu Ji Han berdiri.

Meski tidak mengerti, Ji Han menuruti suaminya. Dia tersenyum menerima pelukan Jung Min yang membantunya naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada.


Jung Min mendudukan istrinya di atas sofa empuk dekat jendela dalam ruang tamu kamar mereka, menutup kelambu putih samar agar pantulan sinar matahari tidak terlalu menyilaukan mata istrinya. Dia kemudian menarik kursi di depan Ji Han, duduk tepat dihadapan istrinya.

Jung Min tak berniat untuk memberitahukan Ji Han tentang masalah Ji Jeong dan Jung In. Dia tahu Ji Jeong tak akan mengatakan apa-apa pada Ji Han, kakaknya itu mengetahui dengan jelas bagaimana sifat Ji Han. Namun Jung Min tak menyangka Jung Nam juga mengetahui hubungan Ji Jeong dan Jung In, dia kecolongan saat Jung Nam membeberkan hal itu di depan Ji Han. Jung Min merasa Jung Nam selalu mencari gara-gara dengannya.

Jung Min tidak berani mempertaruhkan hubungannya dengan Ji Han bila istrinya itu tahu apa yang dia lakukan untuk membantu ibunya memisahkan hubungan Jung In dan Ji Jeong. Meskipun Jung Min tahu Ji Jeong adalah laki-laki baik, namun dia tidak bisa membantah ibunya dan dengan terpaksa mengikuti perintahnya.

Jung Min merasa adiknya Jung In hanya akan menyukai Ji Jeong sementara, bila dia menemukan laki-laki lain, adiknya itu pasti akan meninggalkan Ji Jeong. Dia tak ingin kemudian hubungan keluarga mereka berantakan hanya karena adiknya dan Ji Jeong memiliki masa lalu yang menyedihkan.

Tapi kini dia meragukan apa yang telah dilakukannya untuk memisahkan mereka. Terlebih saat dia melihat mata istrinya yang begitu mempercayainya. Akankah Ji Han memaafkannya? Istrinya ini sangat sulit memaafkan orang, bahkan dia merasa tak sanggup bila akhirnya harus meminta maaf pada Ji Han karena perbuatannya.

Jung Min menggenggam tangan istrinya, membawa tangan itu kebibirnya dan menciumnya dengan penuh cinta.

“Kamu tahu aku mencintaimu kan, Ji Han?”

Ji Han mengangguk.  “Dan aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu atau berbohong padamu atau menipumu..” lanjut Jung Min.

“Kamu berbohong padaku, Park Jung Min?” tanya Ji Han galak.

“Stt.. Bukan begitu. Aku.. hanya menyembunyikan sesuatu darimu. Namun, aku tidak yakin bila kamu perlu tahu hal ini, karena ini hanya sementara, setelah Jung In menemukan pria lain, dia akan melupakan semuanya” Jung Min belum ingin memberitahu Ji Han tentang apa yang dia sembunyikan.

Ji Han memasang wajah cemberut, bingung dengan maksud perkataan Jung Min yang berbelit-belit.

“Kamu menyembunyikan apa dariku? Jangan katakan kamu punya istri lain?” Ji Han merasa ingin memukul suaminya bila dia melakukan hal itu padanya.

“Ya! Aku tidak serendah itu. Aku laki-laki setia pada istri dan anakku. Haiz.. Ji Han.. Bukan seperti itu yang aku sembunyikan. Maksudku.. arghh...” Jung Min mengacak rambutnya, terpengaruh oleh pertanyaan-pertanyaan Ji Han padanya.

Ji Han merangkum wajah suaminya, tersenyum geli melihat suaminya yang gelisah. Laki-laki itupun terdiam, menatap bingung pada wajah istrinya.

“Aku hanya bercanda.. dan kamu sudah kebingungan seperti cacing kepanasan. Aku percaya.. kamu adalah laki-laki setia, Park Jung Min. Maka dari itu aku menerima lamaranmu..” kata Ji Han pelan.

Jung Min berdecak, merasa cintanya semakin bertambah untuk istrinya. Dia merasa cintanya tak akan pernah habis untuk wanita ini. Mereka pun berciuman mesra, Jung Min berlutut dihadapan istrinya, menyangga tubuh wanita itu agar tak jatuh ke depan.

“Aku ingin bercinta denganmu, sayang..” kata Jung Min serak.

“aha..Tapi kamu harus memberitahukanku dulu apa yang kamu sembunyikan. Kalau tidak kamu akan dengan sengaja melupakannya..suamiku..” kata Ji Han manja.

Jung Min mengerang, tak ingin membahas hal itu lagi.

“Bisakah aku memberitahukanmu nanti malam saja..? Sekarang ada yang lebih ingin kulakukan dengan mu..istriku..” katanya sambil menciumi bibir Ji Han lagi.

“..No..no..no.. Kamu tidak bisa berkelit lagi.. Park Jung Min.. Ayo cepat katakan padaku” Ji Han mendorong lembut tubuh suaminya hingga bibir mereka terlepas.

“..yah.. Sekali saja..? Setelah itu aku janji.. akan memberitahukanmu?” pinta Jung Min dengan wajah memelas.

“Tidak.. Dasar Park Jung Min.. laki-laki pervert!” Ji Han mencubit pipi suaminya gemas. Tapi Jung Min tidak mendengarkan istrinya, dia menciumi leher Ji Han dengan penuh gairah.

Ji Han tertawa geli, dia memasang wajah serius untuk suaminya.

“Nakal.. Tidak boleh. Duduklah.. Kita harus berbicara dulu” pinta Ji Han pada Jung Min.

Jung Min pun terpaksa mengalah, dia duduk kembali dikursinya. Berdehem membersihkan tenggorokannya yang serak karena gairahnya yang tak tersalurkan.

“Kamu kejam, Ji Han..” erangnya. Namun kemudian Jung Min memasang wajah serius, dan menghela nafas panjang.

“Ayo katakan.. Kamu membuatku tak sabar” kata Ji Han gemas.

“..Iya.. Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Kamu tahu mengapa Jung In dua bulan ini belum pulang kerumah sekalipun?” tanya Jung Min. Ji Han menggeleng.

“Itu karena dia sedang menjalin hubungan dengan seseorang..” lanjut Jung Min.

“Apa yang salah dengan hal itu? Sampai Ibu meminta Jung In kuliah keluar negeri? Kalian tidak merestui hubungannya dengan laki-laki itu?” tanya Ji Han tak mengerti.

Jung Min menghela nafasnya lagi. “Aku tidak tahu, Ji Han. Kenyataannya, Ibu memergoki..mereka.. sedang berciuman di depan pintu apartemen Jung In. Dia dan...J..er laki-laki itu tinggal se-apartemen. Kamu mengerti kan maksudku..?” Jung Min merasa sulit untuk mengungkapkan identitas laki-laki yang dimaksud oleh ibunya.

Ji Han bengong, tidak mengerti mengapa hal itu dibesar-besarkan. Jung Min kemudian melanjutkan kata-katanya.

“Demi Tuhan, Ji Han. Jung In masih kecil. Dan laki-laki itu semestinya bisa menahan dirinya agar tidak tinggal bersama dengan anak kecil. Apa kata keluarga kita bila mereka tahu apa yang mereka lakukan?” kata Jung Min geram.

“Ya Park Jung Min. Usia Jung In hanya berbeda dua bulan denganku, apa yang membuatmu menganggap adikmu anak kecil? Lalu bagaimana dengan dirimu? Kamu bahkan mencoba untuk memperkosaku” Ji Han mulai tak bisa menguasai emosinya. Dia merasa suaminya sungguh picik, melarang adiknya sementara dia sendiri melakukannya.

“Kamu lain Ji Han.. Kita saling mencintai. Jung In.. Aku tidak tahu bila dia mencintai laki-laki itu atau.. bahkan aku tidak tahu bila laki-laki itu mencintai Jung In. Bila mereka berpisah karena sudah tidak saling suka? Semua akan kacau” Jung Min menyisir rambutnya. Frustasi memikirkan rahasia yang masih disimpannya.

“Kamu tidak tahu, tapi kamu tidak memberikan mereka kesempatan, Jung Min? Aku tidak bisa mempercayai pendengaranku. Bagaimana kamu bisa menjadi seperti ini? Jung In adikmu.. Setidaknya berikanlah dia kesempatan untuk menjelaskannya, kan? Siapa tahu mereka memang saling mencintai. Jung In tak akan sembarangan mengajak laki-laki tinggal bersamanya kan? Bisa saja mereka sudah kenal lama dan merasa cocok? Siapa tahu kan?” jawab Ji Han tak setuju.

“Justru karena dia adikku, Ji Han.. Aku harus melindunginya. Dan ya.. mereka sudah saling mengenal, semoga Jung In tidak terpedaya oleh bujuk rayu laki-laki itu.. arghh!! Aku pusing” jawabnya frustasi.

“Kamu harus memberikan mereka kesempatan, Jung Min. Bila tidak, mereka tidak akan tahu perasaan mereka apakah benar atau hanya sementara” kata Ji Han mencoba memberi pengertian.

Jung Min menatap wajah istrinya, merasa bersalah karena masih menyembunyikan satu hal penting darinya.

“Baiklah.. Aku akan mencoba berbicara dengan ibu..” jawab Jung Min akhirnya.

“Lakukan, jangan dicoba.. Kamu tidak tahu bagaimana sakitnya bila dipisahkan dari orang yang kamu cintai, Jung Min” Ji Han masih sebal dengan suaminya.

“...Aku tidak ingin tahu, Ji Han. Aku tidak ingin mengetahui perasaan dipisahkan darimu. Karena aku akan mati. Aku tak bisa hidup tanpamu” bisik Jung Min pelan. Menyadari kesalahan yang telah dia perbuat pada Ji Jeong dan adiknya.

Suara handphone Ji Han berbunyi. Dia membuka telephonenya, dari Jung Nam. Laki-laki itu masih mengendarai motornya entah dimana.

“Jung Min sudah memberitahukanmu siapa laki-laki yang dicintai Jung In??” teriak Jung Nam dari seberang sana.

“Belum.. Ada apa?” tanya Ji Han mulai khawatir.

“Tanyakan padanya, dan lemparkan handphonemu pada wajahnya yang memuakan itu. Dia tidak pantas menjadi kakak dan suami yang baik” Jung Nam menutup telephonenya. Semakin geram karena kepengecutan Jung Min.

Ninth Drama - Chapter 34 
Ninth Drama - Chapter 32 

22 comments:

  1. Slah ktik ya mbak.. Ahaha
    Chapter 33 jdi 32..=))

    Mbakkkk shinnnnnnnnn!!! Capcay deh! Msti d tngah jln d ptus! Bwt org pnasaran smpe kbwa mimpi..-"-
    Ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa iya sist.. wkt mau copy link nya utk yg di list sebelah, aku bingung, kok link nya jadi jelek, apa dobel ya bikinnya, eh ternyata ember... ahhaha langsung diralat :gini dah kebanyakan ngayalnya drpd kerjanya: hahaha..

      yah, 1 chapter 7-8 page cin.. dituntaskan aja dl segini..besok lagi ya ^^

      Delete
    2. Sip mbak..:d.. D tnggu dgn tak sbar..:d

      Delete
  2. Salam kenal mbak...boleh ikut nimbrung baca ya...:) salut buat mbak yg bisa bikin aku galau, plus pemenggalan chapter sukses bikin ak ngabisin batere hp buat rifres browser...lanjut donk mbak, penasaran nih hehehe
    Sukses selalu ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. makasi sist buat pujiannya ^^ :hug:

      salam kenal juga ya, met gabung di sini. mdh2an bisa enjoy ya baca2 nya :)

      sukses jg buat sis Astrid nya ya :)

      Delete
  3. jung nam sabar... hati2 kamu bw mtr say ( bc sayur hihihi)... ji han ksh pelajaran jung min gmna rasanya dipisahn dr org yg dicintai....
    "begitulah cinta deritanya tak pernah berakhir"

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. ti pat kai..cin.. dr kmrin masih kena jg nih jendral tianfengnya :D

      Delete
  4. hahahahahaa,,,,Jung Min takut dtinggalin Ji Han,,,
    Makany,,jangan pisahkn Jung In & Ji Jeong..
    Dear Ji Jeong,,,aku akan setia menunggumu,,,loph u so mad,,

    ReplyDelete
  5. @riska : kl kamu mah dh ditunggu sama ma yiyin tuh ahayyyy hihihi kaburrrrrrrrrrr

    ReplyDelete
  6. ji jeong ak ikut nangis ma ceritamu,,,
    mb shin bikin jeong bahagia lg dong,,,pliiiiiisss,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an ya sist. ntr endingnya bahagia..

      Delete
  7. wah pasaran sudah panas nih...
    jung nam emang pintar kalo mengompori jung min
    hhehehehee...kasihan jung min dilabrak ama emosinya ji han

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... iya nih, biar kapok jung minnya ^^

      Delete
  8. untuk kali ini Vie stju sm Jung Nam... Jung Min g ngacaaa.... arrgghhhhhh.... *ngacak2 rmbut Jung Min*

    ReplyDelete
  9. Jung Nam emosian ya..
    sedikit labil...
    tapi dia kakak yg sangat baik..
    jd pensaran klo ji han tau cowok itu Ji Jeong reaksinya gmn ya??
    hmmmm.....
    mbak shin paling pinter bikin kita penasaran...
    *gigit beng2*

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkwkwkw.. jawabannya besok ya cin ^^. :mwah: beng2 buatku mana merr....

      Delete
    2. beng2nya udah habis mbaaakk
      besok aku beli sekkardus lagi yaaaa.
      hehehehe... :D

      Delete
  10. haduh pasti ji han kecewa dan sakit hati deh kalo tau lelaki yang di maksud jung min nilai itu kakak nya >//<

    ReplyDelete
  11. mba shin ini knp jadi gini? Knp jung in nya dibawa sekolah ke luar negri. Itu lagi jung min ga nyadar apa sendirinya juga om om yg nikahin gadis 18 taun hadeuh.. Ini bwt 2 chap ya mba. Maaf, susah sekale aku mau komen

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... jung min gengsian soalnya orangnya. lol. sip sip ^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.