"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, January 8, 2013

Ninth Drama - Chapter 34



Ji Han terkejut di kursinya, Jung Min merengkuh bahunya, panik melihat Ji Han yang terpaku.

“Kenapa Ji Han? Kamu ada yang sakit? Siapa yang menelephone?” Jung Min mengambil handphone dari tangan Ji Han. Mencari tahu penelphone yang diajaknya berbicara sebelumnya.

“..Jung Nam..?” mulutnya menganga. Hatinya mencelos.


“Laki-laki itu!!” teriak Jung Min marah.

“Katakan..siapa.. Siapa laki-laki yang Jung Nam maksud?” suara Ji Han bergetar. Dia tidak ingin sampai menebak, meski hatinya telah curiga.

“Ji Han.. Aku..” Jung Min tidak bisa mengucapkan nama itu.

“Katakan padaku PARK JUNG MIN!” bentaknya pada suaminya. Matanya melotot, dia merasa ingin merenggut rambutnya karena kesal.

Jung Min mengetatkan rahangnya. Sebuah nama tercetus dari mulutnya.

“Laki-laki itu.. kakakmu.. Ji Jeong..” katanya pelan.

Ji Han memukul-mukul tubuh suaminya dengan kencang. Pukulan tangannya tak sampai menyakiti Jung Min, namun hati laki-laki itu terluka. Bukan karena tersakiti, namun karena dialah yang telah menyakiti istrinya.

“Maafkan aku.. Aku tak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu” kata Jung Min pelan, dia menerima semua pukulan istrinya di dadanya. Ji Han menangis memikirkan kakaknya.

“Kamu anggap apa kakakku? Dia adalah laki-laki terbaik di dunia. Dia bahkan lebih baik darimu. Dia tidak akan melukai Jung In. Aku membencimu” Ji Han berdiri dari kursinya, namun Jung Min mencoba menghalanginya.

“Ji Han.. Kamu mau kemana? Kamu sedang hamil, kamu tidak boleh kemana-mana” kata Jung Min panik.

“Minggir! Aku ingin pulang kerumahku” Ji Han mencoba mendorong tubuh suaminya. Namun gagal.

“Ji Han.. Dengarkanlah aku. Rumahmu disini, mau kemana lagi.. demi Tuhan, Ji Han..” istrinya mengancamnya dengan mendekatkan perut mereka, Jung Min mengalah dan mundur ke belakang.

“Aku ingin pulang, dengan atau tanpa mu mengantarkanku. Aku.. tak ingin tinggal disini. Untuk sementara. Aku ingin menemui kakakku” jawab Ji Han kukuh.

Jung Min mengepalkan tangannya, tak ingin membuat istrinya marah. Sangat tidak baik untuk bayi di dalam kandungannya. Dia pun mengalah.

Jung Min mengantarkan istrinya kerumah ibunya. Rumah itu telah direnovasi oleh Ji Jeong sejak dia pergi ke Seoul, dia tak ingin ibunya tinggal dirumah yang hampir rubuh seorang diri, meskipun sepupunya Ji Sung juga tinggal disana.

Kini rumah itu bertingkat dua, kamar ibunya dan kamar Ji Jeong di lantai bawah dan dua buah kamar lagi di lantai dua. Toko ibunya pun telah dirubah total, kini dia tidak perlu menarik rolling door lagi, cukup mengunci pintu dan menarik pintu besi maka toko itu akan terlindungi.

Jung Min memarkirkan mobilnya di depan toko dan membantu Ji Han keluar dari mobil. Dia menjinjing tas bepergian kecil yang dibawa istrinya dari rumah mereka.

“Berat sekali. Mau tinggal berapa lama Ji Han disini?” keluhnya tanpa di dengar oleh istrinya.

Mereka disambut oleh Nyonya Lee, ibu Ji Han. “Ji Han.. Jung Min? ada apa? Kalian bukannya baru kemarin kesini?” tanya ibunya pada Ji Han.

“Aku ingin menginap disini beberapa hari bu” jawabnya tanpa memandang suaminya.

“Menginap? Tapi mengapa? Jung Min juga mau menginap disini?” tanya Nyonya Lee pada menantunya.

“..Iya..” jawab Jung Min. Namun Ji Han mengoreksinya.

“Tidak, dia akan kembali, dia harus membereskan sesuatu. Bila tidak aku tak akan kembali kerumah itu” ancam Ji Han namun dia tidak menoleh pada Jung Min.

“Oh... Ya sudah, masuklah dulu. Ibu akan menyiapkan kamar untukmu. Kamu bisa pakai kamar ibu, kita bisa tidur bersama, ya.. Sudah lama kita tidak tidur bersama” kata Nyonya Lee gembira.

“Iya bu..” balas Ji Han tersenyum.

Setelah Nyonya Lee masuk ke dalam rumah, Jung Min menarik tangan istrinya.

“Apa maksudmu tinggal disini beberapa hari, Ji Han? Aku tak akan membiarkannya” Jung Min merasa darahnya mendidih karena Ji Han menghindarinya.

“Park Jung Min. Aku belum memaafkanmu karena meremehkan kakakku. Jangan kira aku akan kembali padamu semudah itu. Kamu harus menebus kesalahanmu pada kak Ji Jeong dan Jung In. Bila tidak, aku tak akan menemuimu lagi” ancam Ji Han serius.

“Kamu?!” suara Jung Min tercekat. Saking marahnya dia tidak bisa berbicara. Bila suaranya tercetus, hanya makianlah yang akan terdengar.

“Pulanglah. Aku akan masuk ke dalam. Aku akan sampaikan salammu pada ibuku. Hati-hati dijalan” Ji Han meninggalkan suaminya berdiri tak percaya di depan toko. Mendengus perlahan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Kembali kerumah kediaman keluarga Park. Dia mencari adiknya, ingin membuat perhitungan dengan laki-laki itu. melampiaskan emosinya yang meletup-letup.

~~~~

Ji Jeong sampai di depan rumahnya pukul sebelas malam, memarkir mobilnya dengan rapi sebelum mengetok pintu toko rumahnya.

“Kak Ji Jeong.. Kamu sudah pulang..” Ji Han menyambut kepulangan kakaknya.

Adiknya memperhatikan air muka Ji Jeong yang terkejut, kakaknya itu nampak kelelahan dan sesuatu mengganggu pikirannya. Kesedihan nampak diwajahnya yang biasa ceria itu.

“Ji Han? Kamu.. Mengapa masih disini semalam ini?” tanya Ji Jeong sembari melihat jam tangannya. Sudah larut dan Ji Han tak biasanya masih berada dirumah mereka lebih dari pukul delapan malam.

“Aku menginap disini, kak. Bolehkan..?” rengek Ji Han manja pada kakaknya.

“Suamimu ikut?” tanya Ji Jeong sembari melongok ke dalam toko. Dia masih membuka bagasi mobilnya dan mengambil beberapa barang dari sana.

“Tidak. Aku sendiri dan keponakanmu..dalam perutku” dia tersenyum bahagia.

Ji Jeong menoleh pada perut Ji Han, melihat betapa besarnya perut adiknya itu.

“Kamu terlihat aneh dengan perut sebesar itu. Suamimu laki-laki yang besar, ha?” canda Ji Jeong pada adiknya.

Dia kemudian mengalungkan tangannya pada pundak adiknya dan mereka masuk ke dalam rumah setelah mengunci pintu toko.

Ji Jeong memeluk ibunya, menyapa Ji Sung sepupunya kemudian masuk ke kamarnya untuk mandi. Setengah jam kemudian dia telah selesai dan bergabung dengan keluarganya di ruang tamu.

“Kalian belum tidur?” tanya Ji Jeong karena melihat mereka masih terlihat bersemangat menonton film di televisi.

“Ibu mau tidur dulu, Ji Han kamu tidak tidur?” tanya ibunya.

“Sebentar lagi bu, aku ingin mengobrol dengan kakak. Ji Sung, kamu nonton di kamarmu saja ya. Unnie mau mengobrol sama Oppa..” Ji Han mengusir Ji Sung dengan halus. Dia pun naik ke kamarnya di lantai dua.

Ji Jeong memandang bingung pada adiknya, namun dia duduk disebelahnya.

“Ada apa?” tanyanya.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berbicara santai denganmu” Ji Han menyunggingkan senyum untuk kakaknya.

“..Hm.. Bagaimana kabarmu? Hubunganmu dengan Jung Min, baik?”

“Baik, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluargaku lebih banyak. Kakak tahu kan, aku sedang hamil.. Disana aku kesepian.. Jung Min sibuk bekerja, Ibu juga tidak ada, hanya ada Bi Ra Ni yang kuajak mengobrol. Sepi sekali..” rajuk Ji Han.

“Nyonya Park tidak dirumahnya?” Ji Jeong menanyakan adiknya dengan serius.

“Iya, sudah seminggu Ibu tidak dirumah, aku dengar Ibu keluar negeri bersama Jung In” Ji Han tidak mengubah nada suaranya sedikitpun.

“Ke..luar negeri..?” Ji Jeong merosot dalam duduknya.

“Jung In..” bisik hatinya sedih.

“Iya, aku dengar Jung In sekarang kuliah di luar negeri. Tapi aku tidak tahu dimana, Jung Min tidak memberitahukanku. Mungkin aku akan menanyakannya besok” jawan Ji Han, dia memperhatikan wajah kakaknya yang murung setelah mendengar kabar Jung In.

Ji Han ikut sedih bersama kakaknya, dia menggamit lengan Ji Jeong dan menyandarkan kepalanya pada bahu laki-laki itu. Ji Jeong memandangnya tak mengerti.

“..Aku menyayangimu, kak. Aku akan selalu mendukungmu.. Apapun yang terjadi. Kamulah satu-satunya laki-laki di dunia ini yang aku percayai sepenuhnya” kata Ji Han pelan.

“..Ji Han... Kamu.. Sudah tahu?” tanya Ji Jeong ragu.

Adiknya mengangguk. Dia merasa iba pada kakaknya. Laki-laki yang mengaku belum memiliki siapapun yang dicintainya, kini saat dia menemukan wanita itu, mereka justru dipisahkan.

Ji Jeong memeluk erat tubuh adiknya.

“Kamu tak usah mengkhawatirkan kakak. Kakak akan baik-baik saja..” Ji Jeong tersenyum pada adiknya. Tak ingin adik kecilnya mencemaskannya.

“Kembalilah pada keluargamu, Ji Han. Keluarga utamamu adalah suamimu. Kami akan selalu disini, namun jangan sampai kamu melepaskan keluarga utamamu. Pikirkan juga anak dalam kandunganmu. Dia pasti tak ingin karena hal kecil ini orang tuanya bertengkar, kan?” Ji Jeong mengecup kening adiknya.

Ji Han hanya terdiam mendengar nasehat kakaknya, dia masih merasa kakak dan ibunya lah keluarga utamanya. Jung Min tega membohonginya, laki-laki itu pantas untuk diberikan pelajaran agar tidak membohonginya lagi. Lagipula, kapan lagi dia bisa mengerjai suaminya yang angkuh itu.

“Tidurlah, sudah malam. Besok pagi, aku akan mengantarkanmu pada suamimu, ya? Aku juga ingin berbicara dengannya” jawab Ji Jeong sembari membantu adiknya berdiri.

Setelah Ji Han masuk ke dalam kamar ibunya, Ji Jeong naik ke lantai dua rumahnya. Menghembuskan asap rokoknya di teras rumahnya dan memandang kejauhan, ke atas langit. Bertanya pada bulan dan bintang apa kabar kekasih hatinya sekarang. Kekasih hati yang teramat sangat dirindukannya.

Ninth Drama - Chapter 35 
Ninth Drama - Chapter 33 

23 comments:

  1. Kalo bulan bisa ngomong kayaknya ji jeong g bakalan sedih deh
    Sabar ya jeong aku akan mendukung mu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... kyk lagunya doel sumbang donk sist??

      Delete
  2. Owh,,,Jeong,,,betapa bruntungny dirimu,,,
    Jung In pasti akan kembali untukmu,,
    Bila tdk,,maka kembalilah padaku, Jeong,,

    ReplyDelete
  3. Sbar yah ji jeong.. Hiks..

    Mbak shin.. Hri ni 2 chapter kn?:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, 2 chapter ninth drama, 2 chapter 11 drama :D

      Delete
    2. Kpan mbak d post an?:D;;)

      Ad bgian not ya ga?;;)

      Ato konflik lgi?

      Delete
  4. Bagus bagus kpn lg marah sm jung min kl ga skrg,,hahahaa
    Gmn pun jg jeong lbh baik dr jungmin tuh kata jihan
    Suka bgt,,◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ ciiin
    Kecuuup dlu aaah muaaah :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. kasian amat si jung min di remehin ama istrinya sndr. lol

      Delete
  5. Biasa kl lg esmosi mah bgtu deh para istri gede ambek haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. iya, tahu soalnya suaminya gk bisa/berani/boleh marah.. lol

      Delete
  6. keyeeeennn ada peringatan,,,
    hahahahahahayyyyyyyy,,,,
    sek asekkkkkk
    goyang perut buat mb shin,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... kurang popular sist peringatannya, aku cabut lg.. ckckckc

      Delete
  7. mba shin aku nangis huhu. Chap 1 nya lagi jam brp mba dipublish?
    bwt ji jeong masku yg baik nan gantengnya ga ketulungan. Sbr yo, jung in msh padamu kok mas. *berubah jadi org jawa hha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. biasanya kl internet n mood lg normal, posting pertama jam 1-2 wita sist, trus posting ke dua jam 5-7 wita. utk 11th drama biasanya jam 10-an :D

      Delete
  8. Aiiihhhh,,,,ky laguuu xixixi... Kshn Jeong tp stju sm Ji Han biarn ajja dstu dl agk lamaan biar Jung Min n Ibuny tw rsa,,mg2 Jung Nam gpp.. Heehhee...
    Mksh Mba Shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahaha lagu apa? bila bulan bs ngomong ya?? lol..
      haha Jung Nam paling bonyok lg kyk dl.. wkkwkw

      Delete
  9. Sist, kpn neh next chapter nya??? gak sabar..;-):-)

    ReplyDelete
  10. Kok susah Πγª login kblog Πγª Shin.. Kta Πγª dlarang krn konten Πγª khusus dewasa, emang q aja ya... Atau Hp q error ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa... gpp kok sist, udah aku hilangin. kmrn sih rencananya aku bikin biar ada warning wkt masuk ke blog, biar pengunjung tahu apa yg bakal dia liat disini. tp kyknya jd ribet. ahahahha tenang, itu bukan warning kok, itu aku yg nyeting. skrg udah aku cabut. gpp :D maaf atas ketidaknyamanannya ^^

      Delete
  11. masih dalam suasana galau..
    Jeong, tenang ya, Jung In pasti baik2 saja
    lebh bersabarlah, Jung In akan kembali padamu..
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi Merry... Jeong n Jung pst seneng dpt support dr mu ^^

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.