"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, January 10, 2013

Ninth Drama - Chapter 38



Diterangi sinar bulan, Jung Nam dan Ji Jeong saling berhadapan untuk memperjuangkan orang yang mereka sayangi. Jung Nam untuk memberi pelajaran pada lelaki yang telah menghamili adiknya, dan Ji Jeong untuk mengetahui dimana kekasihnya berada.

Pertama Jung Nam menyepak kaki Ji Jeong dan membuat laki-laki itu terhuyung, Jung Nam berhasil meninju perutnya hingga dia membungkuk. Ji Jeong meringis kesakitan, namun bangkit lagi dan menghadapi Jung Nam.

“Not bad” pujinya.


“Jangan banyak bicara, Ji. Waktumu tidak banyak” sungut Jung Nam.

Ji Jeong pun terdiam, mengunci bibirnya. Berkonsentrasi pada laki-laki di depannya. Saat Jung Nam maju kedepan hendak meninjunya lagi, Ji Jeong dengan sigap menolak tangannya dan mengunci tangan itu hingga membalik posisi mereka, menekuk tangan Jung Nam dan memukul rahang bawah laki-laki itu dengan lututnya. Membuat Jung Nam tersungkur dan tak bisa bangkit lagi.

Kepalanya pusing berdenyut-denyut, matanya berkunang-kunang.

“Sial.. Apa yang kamu lakukan padaku, Ji” tanya Jung Nam saat Ji Jeong membantunya berdiri, namun Jung Nam hanya duduk menenangkan dirinya yang masih pusing dengan pukulan telak yang Ji Jeong berikan padanya.

Ji Jeong duduk disampingnya, menyodorkan sebatang rokok untuk Jung Nam, menyulut rokok itu untuk mereka dan menghembuskan asap rokoknya dengan nikmat.

“Aku mencintai adikmu, Jung Nam. Matipun aku rela untuknya”

Jung Nam menoleh sahabatnya, memberi pandangan penuh arti pada laki-laki itu, yang sedang memandang jauh di depan, seolah Jung In berdiri di depan mereka.

“Dan aku, akan membunuh laki-laki yang menyakiti adikku, meskipun aku harus mati” katanya mantap.

Ji Jeong tergelak pendek. Dia bahkan tak bisa mengalahkan strategi yang Ji Jeong lakukan padanya, namun Ji Jeong menyukai sahabatnya itu.

“Kamu harus. Jung In adikmu, aku akan melakukan hal yang sama bila seseorang menyakiti Ji Han. Tak terkecuali kakakmu. Aku begitu ingin menghajarnya suatu kali. Dia membuatku pusing” Ji Jeong menghirup rokoknya dan menghembuskannya lagi. Wajahnya penuh memar dan lecet membuka dan rahangnya bengkak karena pukulan Jung Nam tadi.

“Aku akan membantumu bila kamu ingin menghajarnya, aku juga ingin menghajarnya sesekali” Jung Nam tertawa keras dan menepuk punggung Ji Jeong.

Ji Jeong berdecak senang. Ide itu sangat menggodanya.

“Dimana Jung In berada? Aku merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin melihat apa yang telah aku lakukan padanya. Aku ingin meminta maaf padanya karena tak bisa menemaninya saat dia paling membutuhkanku disampingnya” wajahnya terlihat sedih, Ji Jeong memejamkan matanya.

“...Seminggu lagi, Jung In akan keluar dari rumah sakit. Saat itulah, ibuku akan membawa Jung In ke Seoul. Saat itu tiba, aku akan memberitahumu. Ibuku ingin berbicara denganmu. Kamu harus berterimakasih padaku. Aku bersusah-susah memohon dan berlutut pada ibuku agar kalian dipersatukan lagi” Jung Nam begitu suka menambah-nambahkan kenyataan.

“Haha.. Benarkah? Ya aku berhutang padamu. Big owe..” Ji Jeong merangkul pundak Jung Nam.

“Tak bisakah aku menemuinya sekarang, Jung Nam? Seminggu lagi.. tidak, sehari lagipun aku tak bisa bertahan lagi tanpa melihatnya”

“..Kamu harus, Ji. Biarkan ibuku memikirkan semuanya dulu, kamu tak ingin membuatnya menarik keputusannya kan?”

Ji Jeong menghela nafas panjang, pasrah dengan kenyataan yang harus diikutinya.

“Setidaknya kamu ada nomer telephonenya kan? Berikan padaku, aku ingin berbicara pada Jung In” Ji Jeong menatap Jung Nam, menunggu jawaban laki-laki itu.

“Aku tak punya, lagipula apa kamu kira ibuku akan membiarkan Jung In memegang handphone saat dia beristirahat? Sudahlah, Ji.. Bertahanlah sebentar lagi. Kamu tak akan mati” bujuk Jung Nam.

“Jung In.. Dia bahagia kan Jung Nam? Dia merindukanku kan? Aku begitu takut dia akan meninggalkanku saat dia tak melihatku menarik lagi. Aku tak pernah merasa selemah ini terhadap wanita. Adikmu menguasaiku”

“..Wanita menguasai, kita.. Para lelaki dengan keahlian mereka..di atas ranjang..” Jung Nam berbicara pada dirinya sendiri.

Mengingat seorang wanita yang tak pernah ditemuinya lagi. Meski dia tak pernah mengatakannya, Jung Nam merindukan sosok wanita itu. Sosok wanita yang bernama Rossy Kang.

Ji Jeong berjengit memandangi wajah Jung Nam, namun menyadari kata-kata yang diucapkannya bukanlah dia tujukan pada Ji Jeong. Wajah sahabatnya itu juga menyiratkan rasa terluka yang dalam, namun Jung Nam pandai menyembunyikannya. Dia selalu bisa berlari pada wanita lain yang akan dengan senang hati mengobati lukanya.

“Hei, lihat kesini” panggil Jung Nam pada Ji Jeong, dia mengambil sebuah foto wajah babak belur Ji Jeong dan mengirimkannya ke handphone ibunya dengan sebuah pesan.

“Perlihatkan pada Jung In. Aku telah menghajar laki-laki yang menghamilinya. Kkkk”

~~~~

“Bagaimana keadaan Jung In?” tanya Jung Min pada ibunya yang sedang duduk di teras kamar rawat Jung In.

“Sudah lebih baik, kapan kamu sampai disini? Ji Han ikut?” tanya ibunya kemudian.

“Ya, Ji Han ikut, kami tiba pagi tadi, Ji Han sedang menemani Jung In di dalam” Jung Min mengambil kursi dan duduk disamping ibunya.

“..Salahkah ibu, Jung Min? Mengharapkan yang terbaik untuk anak ibu?” Nyonya Park merenungkan perbuatannya yang memisahkan Jung In dari Ji Jeong.

“..Tak ada yang salah dengan menginginkan anak-anakmu mendapatkan yang terbaik, bu. Tetapi terkadang.. apa yang ibu rasa baik untuk mereka, belum tentu terbaik bagi mereka. Ji Jeong..adalah laki-laki baik, aku hanya berharap mereka bisa hidup bahagia” Jung Min merangkul pundak ibunya.

Menghibur bahu ibunya yang sudah mulai membungkuk, wanita tua yang masih terlihat menawan itu hanya tersenyum sedih menyadari kebenaran kata-kata Jung Min.

“Ibu ingin meminta maaf pada Ji Han. Ibu meyepelekan perasaan Ji Jeong pada Jung In, dan menyepelekan hubungan kalian. Ibu lupa bila Ji Han juga berusia sama seperti Jung In.. istrimu itu telrihat begitu dewasa.. ibu merasa malu..”

“Ji Han akan mengerti bu, dia pasti mengerti. Kita pikirkan hal ini baik-baik. Dan mungkin akhir bulan ini kita bisa merencanakan pernikahan Jung In dan Ji Jeong? Sebelum orang-orang melihat perubahan pada tubuhnya..” kata Jung Min.

“..Kamu benar. Ibu akhir-akhir ini banyak pikiran dan melupakan hal itu. Maukah kamu membantu ibu untuk mengatur pernikahan mereka? Pesta meriah atau sederhana ibu tak perduli, yang terpenting Jung In bahagia, apapun ibu akan lakukan. Ibu ingin menjadi ibu yang dibanggakan oleh Jung In. Ibu telah bersalah padanya, pada Ji Jeong. Pada kalian semua” Nyonya Park meneteskan air matanya namun Jung Min menghiburnya dan menarik wanita tua itu ke dalam pelukannya.

“Jangan khawatir bu, aku sudah mengatur semuanya. Semua akan baik-baik saja, kita hanya perlu memperhatikan kesehatan Jung In. Aku tak tahu dia selemah itu” Jung Min menghela nafas, merasa beruntung Ji Han tak selemah adiknya. Dia bahkan tak bisa membayangkan semalaman tanpa menyentuh istrinya.

Nyonya Park mengangguk, senang karena Jung Min mau membantunya. “Maafkan ibu menyusahkanmu selama ini, Jung Min. Maaf bila hubunganmu dengan Ji Han menjadi buruk karena masalah ini. Kalian tidak apa-apa kan?” tanya Nyonya Park.

Jung Min hanya meringis, mengingat kembali malam-malam dingin tanpa Ji Han karena istrinya itu melarangnya untuk tidur seranjang dengannya. Namun malam ini, di dalam kamar hotel mereka, Ji Han tak akan punya pilihan lain..selain menerima gairah suaminya lagi.

“..Kami baik. Well, tidak cukup baik, tapi dia tidak terlalu membenciku, setidaknya dia masih mau kudekati” Jung Min memijat lengan ibunya.

“Ayo kita masuk ke dalam, udara diluar sini sangat dingin. Nanti ibu sakit” Jung Min membantu ibunya untuk berdiri dan mereka pun masuk ke dalam kamar rawat Jung In.

Nyonya Park dan Ji Han berpelukan, tak ada dendam diantara mereka. Dan keluarga itupun kembali ceria seperti sedia kala. Jung In tersenyum dengan lemah diatas ranjangnya. Dia ingin bertemu dengan Ji Jeong, namun dia harus menahan keinginannya, seminggu lagi..



26 comments:

  1. "Mati pun aku rela untuknya"...
    OMG,,,,Ji Jeong,,,,aku sungguh m'butuhkanmu,,,
    Kwlah permata di dompetku,,,:lol

    Sistaaaaah,,,,dagh mw habis yagh critany???haisssh,,padahal aq masih kangen berat dg Ji Jeong,,
    #kisskiss sgudang untukmu,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.. duit kali sist..

      ehem.. udah.. yah, biar gak basi ditambahin konflik lg 1 hiihhihi..

      :kiss kiss balik..

      Delete
    2. Biasa sistah,,,kliatan matreny,,
      Pdhal asliny aq ga matre lho,,
      Klo dimanjain sigh mau adja aq,,,hhehheheheheee,,,,

      Delete
    3. kalo dimanjain pake dikasih uang mah aku juga mau mba.. hhi *kebo eh kepo* *nurutin mba shin*

      Delete
    4. ahhahaha aku jugaaa mau diimanjaiin dikasiin duittt duh mau bangettt lol

      Delete
    5. yuk ahh kita minta sama ayah ji jeong... hhi

      Delete
    6. hahaha.. ayah disini itu bapak apa suami sist? lol

      Delete
    7. bapak dong mba aku kan masih muda hha *padahal umurnya udah kepala dua*

      Delete
    8. hahahahhaa... wah kasian donk cowok sehebat jeong dijadiin bapak. wkwkwkkww

      Delete
    9. kan ji jeong bentar lagi bakalan jadi bapak mba. jadi untuk permulaan suruh ngurusin aku dulu hha

      Delete
    10. hahaha wah seru kyknya tuh main bapak2an ama ji jeong.. apalagi gk ada hubungan darah ahauhauuahhuauhauha asekkk.... "hai daddy... i wanna be naotyy..." lol

      Delete
  2. wah...kayak udah hampir nyampe di finish nih
    big hug buat ji jeong....
    mbak 11th nya jangan lupa ya hari ini...hihihihihihi
    maksa ni ye...ceritanya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sip sip.. 11th drama ntr agak malem ya cin mwah.. sama2..

      Delete
  3. Yach... Dh hampir Finish. Looking to You kpn dlanjutin ya Shin. Penasaran nunggu lanjutan Πγª apalgi klo ada Warning Πγª . Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahha.. mdh2an nanti bisa dilanjutin ya sist.. tp gk janji.. kl luang pst aku lanjutin :D

      Delete
  4. mbae,,, gak kasihan kah sama jung nam??
    dia sudah menderita kali rupanya...
    akankah dia dipertemukan dengan rossy kang atau wanita lainnya??
    entahlah, aku hanya berharap jung nam bahagia
    heeheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha disini bukan jatahnya Jung Nam sist... nanti di 10th drama habis2an dah dia... wkwkwkw

      Delete
    2. ya mba shin,,,, aku sabar menunggu kok
      menunggu sama jung nam di depan pintu rumah
      suer deh sumpah, ciyus aku,,,

      Delete
  5. Hari ini ji jeong tampil lg ga mba...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak sist.. besok mgkn lg ya.. belum sempet ngetik aku nih :( muupp...

      Delete
  6. Gpp mba, :d tanya aja ko, lg mba kn pasti sibuk urusan lain...tetep smangat...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.