"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, January 15, 2013

Ninth Drama - Chapter 44




Pernikahan itu berlangsung sederhana, Ji Jeong tak ingin membuat Jung In kelelahan. Meski demikian, tamu undangan dan keluarga yang datang tak kurang dari lima ratus orang. Mereka mengadakan pesta pernikahan di sebuah hotel yang tak jauh dari pusat kota Ulsan.

Jung In terlihat menawan dengan balutan gaun pengantin sederhana yang dipilihnya seminggu sebelum hari pernikahannya. Dengan bangga Jung Min memandu adiknya melewati lorong menuju pengantinnya.


“Bila kamu buat adikku menangis lagi, kamu akan langsung berhadapan denganku” ketus Jung Min yang disambut decak senang Ji Jeong.

“Kak Jung Min!!” rengut Jung In pada kakaknya yang dibalas dengan seringaian licik.

Setelah mengucapkan janji suci mereka, kedua mempelai dan tamu undangan kemudian menghadiri jamuan makan yang telah disiapkan. Keluarga besar Park dan Lee duduk di meja besar yang sama, menyantap makanan, menari, mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh artis ibukota dan tibalah pada sesi sambutan dari keluarga terdekat. Jung Min mendapatkan kesempatan pertama sebagai kepala keluarga dari keluarga Park.

“Tuan Park Jung Min, silahkan naik panggung untuk memberikan sambutan bagi adik anda dan suaminya” tepuk tangan riuh para tamu undangan membuat Jung Min kikuk, namun Ji Han mengejeknya dan membuatnya bangkit berdiri dan berdehem membersihkan tenggorokannya sebelum bersuara.

Terdengar siulan dari mulut Jung Nam menggoda kakaknya yang dibalas dengan tatapan tajam dari Jung Min. Adiknya itupun tergelak dikursinya.

“Ehem.. Aku berada di atas panggung ini hanya sebentar. Ingin mengucapkan selamat atas pernikahan adikku Park Jung In dengan suaminya, Lee Ji Jeong. Seorang keluarga, sahabat, dan teman yang baik dan bisa diandalkan. Jagalah adikku baik-baik. Karena hanya kamu yang bisa menghilangkan sifat manja dan cengengnya. Ehemm” Ji Jeong pun turun dari atas panggung yang disambut dengan tepuk tangan meriah, namun mendapatkan sebuah cubitan yang menyakitkan dari adiknya Jung In.

“Mengapa kakak bilang aku manja dan cengeng? Apa kata ibunya Ji Jeong nanti?” bisiknya kesal ditelinga kakaknya yang duduk disampingnya. Ji Jeong hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya.

“Istriku.. Sungguh beda rasanya menyebut panggilan itu pada Jung In. Dan aku belum memanggilnya sekalipun. Oh, betapa aku ingin berdua saja dengannya sekarang. Pesta ini menyiksaku..” keluh Ji Jeong dalam hatinya.

“Dan kini giliran mempelai pria untuk memberikan sambutan kepada para tamu undangan. Tuan Lee Ji Jeong, silahkan” panggil pembawa acara lagi.

Ji Jeong bangkit dari kursinya dan mengecup bibir istrinya ringan. Berdiri di atas panggung dan menebarkan pandangannya kepada tamu undangan, dia bisa melihat istrinya yang cantik, Ibunya yang menangis haru bersama dengan Ibu mertuanya, Nyonya Park.

Adiknya Ji Han dalam pelukan suaminya Jung Min, kini Ji Han sudah memasuki kehamilannya yang ke tujuh bulan, tak lama lagi dia akan melahirkan.

Kemudian dia melihat Jung Nam yang bersulang padanya. Di meja lain dia melihat Presiden Choi Hyun Jae bertepuk tangan padanya, Presiden Lee Han Jun dengan tunangannya yang belum dikenalnya, Presiden Lee Seung Ho bersama dengan istri dan anaknya.

Kim In dan Eun Suh duduk berdampingan, Ji Jeong hanya berharap Jung In tak akan pernah tahu hubungannya dengan Eun Suh sebelum mereka berpacaran. Ji Jeong bersyukur Eun Suh bisa menerima kabar pernikahannya, Ji Jeong melirik pada tangan Kim In yang berada di pundak terbuka Eun Suh, mengklaim miliknya, nampaknya mereka sedang berhubungan sekarang.

Ji Jeong penasaran bila Kim In tahu tentang hubungannya dengan Eun Suh dulu, dia hanya berharap Eun Suh akan jujur dan tidak membuat masalah di kemudian hari bila Kim In mengetahuinya tanpa sengaja. Pertemanan mereka bisa hancur hanya karena wanita.

“Terima kasih atas kehadiran keluarga dan sahabat, rekan-rekan semua pada pesta pernikahan kami yang sederhana ini. Terima kasih atas doa dan restunya kepada kami sekeluarga. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu dan adik saya, karena telah memberi dukungan dan percaya atas apa yang saya lakukan”

“Terima kasih kepada keluarga Park, Nyonya Park, Jung Min, Jung Nam karena telah membantu dan merestui hubungan kami. Saya akan menjaga kepercayaan yang telah kalian berikan”

“Jung In.. Kamu adalah hidupku, jiwaku. Tak ada kata yang bisa mengungkapkan betapa beruntungnya aku memilikimu, kamu melengkapiku. Aku mencintaimu. Selalu..” Ji Jeong melemparkan sebuah ciuman pada istrinya. Jung In menangis haru di kursinya.

Ji Jeong pun turun dari panggung dan para tamu undangan berdiri memberikannya tepuk tangan yang paling meriah. Kemudian pesta pernikahan itu dilanjutkan dengan dansa santai.

“Kamu tak apa-apa Jung In? Kamu terlihat pucat” tanya Ji Jeong khawatir. Jung In nampak begitu pucat, keringat dingin menitik dipelipisnya.

“Aku hanya kelelahan, Jeong.. Aku ingin beristirahat” Jung In merasa kepalanya pusing.

“Aku akan membawamu beristirahat ke kamar, ya?” Ji Jeong kemudian menuntun istrinya berjalan ke kamar mereka, dia telah memesan sebuah kamar VIP untuk mereka menginap selama sehari dua malam disana.

Mereka tidak ingin merencanakan bulan madu saat kondisi Jung In belum pulih sepenuhnya. Dalam seminggu belakangan tak terhitung berapa kali Jung In terserang pusing yang menusuk-nusuk kepalanya.

Setelah berpamitan pada keluarganya, Ji Jeong dan Jung In pergi ke kamar mereka. Ji Jeong membaringkan tubuh istrinya dan melepaskan sepatu hak tingginya agar Jung In bisa beristirahat. Hari belum terlalu malam saat mereka meninggalkan tempat pesta.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Ji Jeong sembari memijit-mijit lengan dan kaki Jung In.

“Setelah minum obat, sakit kepalaku berkurang” jawabnya lemah.

“Besok aku akan membawamu ke dokter, sakit kepalamu terlalu parah Jung In. Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu, kita harus tahu apa yang menyebabkan kamu pusing-pusing seperti ini” kata Ji Jeong sedih.

“Tidak usah.. Aku tak ingin merusak bulan madu kita yang singkat ini..” jawabnya manja.

“Tsk.. Kita bisa berbulan madu nanti.. selama yang kamu mau. Bila kamu belum sehat bagaimana kita bisa melakukannya tanpa henti, maniss..?” Ji Jeong mulai menggoda istrinya. Malam pengantin mereka mungkin akan berwarna malam ini.

“Ehem.. Memang kamu kuat.. Lee..Ji..Jeong.. bermain semalaman denganku?” Jung In menelan ludahnya saat menggoda suaminya.

“Bukan Lee Ji Jeong.. Tapi suamiku.. Kamu akan memanggilku seperti itu mulai sekarang.. istriku..” Ji Jeong pun mulai menciumi bibir istrinya.

Tangannya melepaskan sedikit demi sedikit pakaian mereka, namun dia sedikit kesusahan untuk membuka gaun pengantin Jung In hingga istrinya itu tertawa geli dan membantunya membukakan pakaiannya sendiri.

“Kamu sungguh tidak sabaran..suamiku..” keluh Jung In manja.

Ji Jeong berdecak senang. “Tsk..tsk.. Bila kamu seperti ini setiap malam, aku tak akan heran kita punya belasan anak nantinya istriku..” Ji Jeong menindih tubuh Jung In setelah gaun pengantin itu terlepas dari tubuhnya.

“Maumu.. Siapa yang kamu suruh melahirkan sebanyak itu. Kamu mau membunuhku?” kata Jung In galak.

Tawa Ji Jeong manis terdengar di telinga Jung In, masih sibuk dengan ciumannya pada leher istrinya.

“Aku hanya bercanda..manis..” dikecupnya bibir istrinya lagi.

“Aku juga bercanda, suamiku.. Aku tahu kamu tidak akan tega melakukan hal itu padaku.. Karena kamu sangat mencintaiku..” Jung In menarik wajah suaminya dan menciumnya dengan bergairah.

“Ya.. aku sangat mencintaimu..istriku..”


Setelah itu tak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka. Hanya desahan dan erangan nikmat yang saling sahut menyahut saat tubuh mereka bersatu dengan nikmat. Tubuh mereka saling memeluk erat saat pelepasan yang mereka cari telah mereka reguk lalu merekapun tertidur pulas dengan wajah damai penuh kelegaan. 


20 comments:

  1. Ji Jeong bener2 yaa..
    Jung In masih pusing aja udah digarap..
    apalagi klo udah sehat bugar ya?? kayaknya bakalan perang dahsyat nih. heheheheh...
    piiiiiiiiiiisss...

    makasih mbak Shiiiin..
    wait for te next ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. huahuahauah.. namanya jg MP cin.. ndak boleh dilewatkan, kan dikenang sepanjang masa.. uhuii.. betul tidakkkkk???? lol

      sama2..

      Delete
  2. Please M Shin, si Jung in jgn sakit kanker ya... :|
    Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kanker? kantong kering kan sist?? lol.. hehehehe

      Delete
  3. asiikk,turut berbahagia buat ji jeong n jung in....
    buat mbg shin makasih....

    ReplyDelete
  4. Shin.. Member setia MyOwndramastory ga ada di undang ya nikahan Ji Jeong ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak keburu nyetak kartu undangan katanya sist.. acaranya dadakan. wkwkkwkw

      Delete
  5. mba, dari tadi pagi susah bnget mau komen :(
    yg tadi deg2an yg sekarang ya ampun mas bro, itu mba bro nya lgi pusing msh diserang aja. Curiga jung in hamil lagi hha
    tokcer eung mas bro gkgkgk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha... kan udah minum obat cin.. sakitnya udah berkurang malah habis tu jd melayang-layang... lol lol lol...

      Delete
    2. hha
      awas mba ntar jatuh. Sakit lagi pantatnya wkwkwkwk

      Delete
    3. oh tidak bisa.. kan ada akang Jeong yg jd bantal dibawah gak sakit donk kl jatuh wkkwkwkww

      Delete
  6. MP atau ngak MP sama aja....tancap terussss....
    hehehehehehe......ngumpul semua nih presiden2nya dramastory di acara kondangan ji jeong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya sist.. numpang exist mereka. lol

      Delete
  7. Mbak aku mohon bgt mbak, happy ending ya, kasian ji jeong :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa happy ending kok sist. hari ini endingnya :D

      Delete
  8. Mbak shin aq jully pendatang baru....
    Aq suka bgt ma blog ini......
    Cetarr..... membahana,halilintar,badai,tsunami menurut aq,hehe....
    Love you dech....mbak shin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai sist Jully.. salam kenal n met datang ya :D

      n makasi banyak buat pujiannya :D moga gak bosen2 baca cerita2 disini. :kecup n peluk:

      Delete
  9. hi,sis...mngkin telat y pengkoreksiannya (mklum reader bru.hehee) tp, cman mau blg klo kalimat dibgian "dia telah memesan kamar VIP utk mereka menginap selama SEHARI DUA MALAM disana" tu agak kebalik..mnurutku sih lbih tepatnya "DUA HARI SATU MALAM"..maaf y klo aku sotoi.hehee
    over all?? KEREN BGT CRITANYA...♥(>̯┌┐<)•°
    heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahaha.. mungkin gitu harusnya sist ya? hahaha.. kl aku liat nya sih kmrn itu karena mereka check ini nya malam, jadi dihitung 1 malam, kemudian besoknya dihitung 1 hari, kemudian malamnya dihitung 1 malam lagi, dan besok pagi sebelum jam 10 mereka sudah check out.

      nah kalau begitu termasuk apa ya sist? 2 hari 2 malam mungkin ya? lol...

      btw salam kenal ya ;) makasi pujiannya. :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.