"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, January 16, 2013

Ninth Drama - FINAL



Mereka masih berpelukan meskipun waktu menunjukan pukul sepuluh pagi. Ji Jeong tak ingin melepas pelukannya dari tubuh istrinya. Hari pertama mereka menjadi suami istri akan dia lewatkan di atas ranjang bersama istrinya yang tercinta.

“Pagi manis..” kecupan bibir Ji Jeong menyambut Jung In yang terbangun, menggeliat manja dalam pelukan suaminya.


“Aku lapar, Jeong.. Ups.. suamiku..” Jung In menertawakan dirinya.

“Aku rasa Jeong terdengar lebih menggairahkan. Dengan mudah kamu telah membangkitkan gairahku lagi, manis..” Ji Jeong mulai menciumi bahu istrinya yang telanjang. Jung In tertawa geli merasakan sentuhan lidah Ji Jeong pada tubuhnya.

“..Aku lapar, Jeong.. Aku benar-benar kelaparan.. Kamu akan membunuhku bila aku tidak diberi makan sekarang juga..” keluh Jung In, dia merasa perutnya mulas dan sangat keroncongan.

“em...Kamu merusak suasana, manis..” Ji Jeong mencium bibir istrinya kemudian bangkit dari ranjang dan menarik tubuh istrinya, membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

Namun matanya tercekat melihat noda merah darah pada seprai ranjang mereka yang berwarna putih.

“Kamu sedang datang bulan?” tanya Ji Jeong pada Jung In.

“Tidak.. Sejak terakhir..kehilangan anak kita.. seminggu kemudian aku sudah selesai pendarahan..” Jung In tak dapat menyembunyikan sesak dalam dadanya. Ji Jeong pun memeluknya lagi.

“Shh..maafkan aku mengungkit masalah itu. Tapi kamu harus ke dokter, Jung In. Dan aku tidak ingin dibantah. Setelah sarapan, kita akan ke rumah sakit, ya?” bujuk Ji Jeong. Jung In pun mengangguk.

Setelah sarapan yang singkat, mereka kemudian pergi ke rumah sakit. Karena alasan yang tak diungkapkannya, Ji Jeong memilih rumah sakit yang berbeda dengan rumah sakit tempat Jung In dibawa saat dia keguguran dulu. Mungkin Ji Jeong takut Jung In akan terguncang saat mengingat rumah sakit dimana dia kehilangan bayi mereka.

Seorang dokter wanita dengan senyum ramah menyapa mereka dari balik meja kerjanya yang rapi. Terlihat dari ruangannya yang tertata dengan apik dan sebuah pigura foto yang memperlihatkan keluarganya sedang tersenyum. Seorang suami dan dua orang anak laki-laki dengan senyum mereka yang khas.

“Selamat siang, bagaimana saya bisa membantu anda Tuan dan Nyonya Lee Ji Jeong?” tanya dokter itu ramah.

“Sebelumnya saya ingin menjelaskan terlebih dahulu kondisi istri saya, kami baru saja menikah. Bahkan semestinya kami sekarang masih berbulan madu. Namun karena hal yang sangat mendesak, kami terpaksa kesini, dokter” Ji Jeong memulai penjelasannya. Tangan Jung In berkeringat, dia gelisah namun Ji Jeong menggenggam tangan itu dan menguatkannya.

Lalu Ji Jeong melanjutkan penjelasannya.

“Kami mengetahui bila istri saya hamil tiga bulan yang lalu.. Namun karena kehamilan yang tidak begitu baik, akhirnya kami kehilangan bayi kami sebulan yang lalu...” Ji Jeong menarik nafasnya agar bisa melanjutkan perkataannya.

Giliran Jung In yang mengelus punggung suaminya lembut. Mereka saling menguatkan. Ji Jeong tersenyum lemah pada istrinya.

“Kemudian.. Tadi pagi, ketika kami baru saja bangun dari tidur..setelah emm..malam pengantin kami.. Istri saya mengeluarkan darah dari kemaluannya yang membekas di seprai ranjang, tapi tidak terlalu banyak, ehm...mungkin seperti flek. Saya khawatir mungkin di dalam rahimnya masih terdapat.. sisa-sisa.. janin kami yang telah.. meninggal?” Ji Jeong sungguh tak kuasa menyebutkan kata itu.

Rahangnya mengeras, menahan sakit dalam dadanya. Dia tidak ingin memandang wajah Jung In disampingnya karena dia yakin bila dia melihat wajah istrinya, tangisnya akan runtuh. Karena gadis itu telah menangis dengan terisak.

Ji Jeong hanya bisa meremas tangan istrinya, mencoba menghiburnya. Dia tahu pertemuan dengan dokter ini begitu berat bagi mereka, namun Ji Jeong tak ingin membahayakan nyawa istrinya.

Setelah berpikir sejenak, dokter itupun meminta Jung In untuk berbaring di atas ranjang periksa dengan diawasi oleh Ji Jeong dengan cemas.

“Saya akan mengukur tekanan darah dan detak jantung anda, kemudian perawat akan membawa anda untuk mengambil sampel air seni anda. Sudah tiga bulan, berarti sudah tiga belas minggu sejak anda mengetahui diri anda hamil?” tanya dokter pada Jung In. Gadis itu hanya bisa mengangguk lemah.

Setelah memeriksa beberapa hal dan mengangguk seolah dia mengerti penyakit apa yang di derita Jung In, dokter pun menyuruh perawat untuk membawa Jung In kekamar kecil.

Setelah kembali dari kamar kecil itu, Jung In kembali berbaring di atas ranjang periksa, dokter menaikan baju yang dia kenakan hingga batas dada.

“Saya akan melakukan USG pada rahim anda, kita akan melihat apa yang sebenarnya ada dalam rahim anda” dokter itu tersenyum, begitu teduh dan menenangkan. Mengingatkan Jung In pada Ji Jeong, suaminya.

Jung In merasakan gel dingin berwarna bening diolesi diatas perutnya oleh dokter itu. Kemudian sebuah alat yang kemudian dia ketahui adalah alat USG disentuhkan pada perutnya dan terlihatlah pada layar apa yang menjadi penyebab pusing-pusing dan pendarahan yang Jung In alami pagi tadi.

Dokter itupun menahan nafasnya, tersenyum takjub dengan apa yang dilihatnya. Jung In dan Ji Jeong hanya terdiam tak mengerti apa yang mereka lihat di dalam layar. Tak lama kemudian sebuah print screen dari layar itu keluar dari printer disamping meja kerja sang dokter.

Jung In kemudian kembali duduk dibantu oleh Ji Jeong. Perawat yang tadi membawa Jung In ke kamar kecil kini datang dan memberikan secarik kertas kepada dokter.

Senyum dokter itu semakin lebar, yang membuat Ji Jeong dan Jung In khawatir akan apa yang akan dikatakan oleh dokter itu.

“Saya tidak bisa menggambarkan betapa takjubnya saya melihat hasil laboratorium dan scan USG yang kita lihat bersama tadi..” dia masih tersenyum misterius pada pasangan pengantin baru itu.

“Saya tidak mengerti dokter.. Apa..penyakit istri saya?” tanya Ji Jeong cemas.

“Istri anda tidak sakit, tuan Lee. Justru, istri anda saat ini sedang mengandung seorang bayi sehat yang berusia tiga belas minggu. Nampaknya bayi anda sebelumnya kembar, dan bayi yang kita lihat di hasil print scan ini menunjukkan bayi anda berjenis kelamin laki-laki dan dia selamat sementara saudaranya kurang beruntung. Selamat Tuan dan Nyonya Lee, bayi anda masih hidup dan dalam keadaan sehat” ungkap dokter itu.

Ji Jeong dan Jung In tak dapat menyembunyikan kebingungan mereka, namun tak lama kemudian Ji Jeong mulai mengerti maksud dokter yang memeriksa Jung In.

“Jadi maksud anda.. bayi kami kembar.. yang salah satunya meninggal sebulan yang lalu..dan..dan.. saudaranya yang satu lagi masih berada dalam kandungan istri saya dan dia sehat..?” Ji Jeong takjub dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri.

“Anda benar sekali, tuan Lee. Anda masih memiliki seorang bayi lagi di dalam kandungan istri anda. Saya heran mengapa dokter yang memeriksa anda sebelumnya tidak menyadari hal ini. Anda memiliki bayi kembar, Tuan dan Nyonya Lee”

Ji Jeong menatap wajah istrinya. Jung In terpaku disampingnya, tak mempercayai pendengarannya.

“Jung In.. Anak kita.. Kamu masih mengandung anak kita..” kata Ji Jeong pelan.

“Aku tidak percaya ini, Jeong.. Benarkah? Kamu tidak membohongiku, kan? Karena aku tak akan bisa menerima kenyataan bila ini hanyalah kebohongan..” tubuh Jung In gemetar. Setitik harapan tumbuh dalam hatinya, bahwa dia masih memiliki seorang anak kembar lagi dalam rahimnya.

Dokter memperlihatkan print screen dari scan USG yang mereka lakukan tadi dan menunjukan letak janin beserta jenis kelaminnya. Mereka tak dapat memungkiri, janin itu telah tumbuh dan terlihat menyerupai anak manusia.

Barulah kemudian Jung In percaya dan menangis terharu, begitu juga Ji Jeong. Mereka merasa begitu gembira sekaligus sedih. Gembira karena mengetahui bahwa mereka masih memiliki seorang bayi lagi dalam kandungan Jung In, sedih karena mereka kehilangan satu bayi yang sebelumnya meninggal sebulan yang lalu.

“Dari hasil pemeriksaan, Nyonya Lee menderita masa kehamilan yang cukup parah, kemungkinan besar ini dikarenakan kehamilan kembar ini. Namun dengan vitamin dan suplemen beserta asupan makanan yang benar, maka setelah masa kehamilan delapan belas minggu maka semuanya akan membaik. Jangan khawatir, sering-seringlah memeriksakan ke dokter spesialis kandungan untuk mengecek perubahan terbaru pada kandungan anda” Dokter pun tersenyum, mengerti arti kabar itu bagi Ji Jeong dan Jung In.

Setelah menerima konsultasi dan beberapa resep vitamin, obat dan suplemen dari dokter itu, berbekal foto screen USG yang mereka peroleh dari dokter, maka pasangan pengantin itu segera memberitahukan keluarga besar mereka mengenai kabar gembira ini, yang disambut dengan penuh suka cita.

Dalam pesawat terbang menuju Seoul, Ji Jeong mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang, tangannya yang menggenggam tangan istrinya menjanjikan perlindungan dan cinta kasih yang tak akan ada habisnya.

“Sudahkah aku mengatakan kalau aku teramat sangat mencintaimu, istriku?” tanya Ji Jeong untuk yang ke sekian kalinya pada Jung In.

“Setiap waktu, suamiku. Dan aku tak pernah bosan untuk mendengarnya lagi dan lagi. Karena aku juga mencintaimu. Kita akan berbahagia bersama anak kita kelak, kan?” Jung In menatap wajah suaminya dengan penuh kekaguman dan rasa bangga.

“Tentu saja, istriku. Tentu saja”

Di atas awan dan langit nan biru cerah, pesawat perbang membawa Ji Jeong dan Jung In menapaki angkasa menuju Seoul dengan membawa harapan baru bagi kehidupan mereka. Bagi cinta mereka, bagi masa depan mereka.


 Happily Ever After

Lee Ji Jeong & Park Jung In



~~~~#@@The End@@#~~~~

Pranala luar : 






33 comments:

  1. Wow,,,,dirimu skalian riset yagh, sistah??
    Hebat,,,ntar klo ada tetangga sebelah yg koment disindank,,silahkan mereka baca link2 t'sebut di atas,,,

    Danke so much sistah,,
    Happily ever after utk Ayang Ji Jeong & Jung In,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya cin.. sekalian konsutasi dikit ama mami Ina wkwkwkw... biar nanti kl ada yg nanya bisa jawab. lol...

      muah.. sama2 sista.. hope u like the ending ya :D

      Delete
    2. I like d' ending sistah,,,
      Bener2 mnakjubkn,,,

      Delete
    3. & aku suka gaya Ji Jeong yg milih utk konsul ke dokter lain,,
      Temenku yg kmren hamil,,dy konsul ke smua dokt. SPOG,,katany m'jaga kmgknan klo ada sesuatu yg ga d.dapat ma dokter yg satu bisa d.dapat di dokter yg lain,,hehehhehee

      Delete
    4. makasi sista.. D: hahahah iya, memang harus begitu.. ini jg masalah nyawa kan :D

      Delete
  2. Tp masih penasaran nigh aku,,,
    Bukanny org klo kgugurn pasti dkuret??
    Apa Jung In juga dkuret??
    Hmmmm,,,bingung,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jung In gak dikuret, karena cuma keluar gumpalan darah & daging kyk hati gt sist..

      n biar semua pada tahu juga, gak semua kasus keguguran perlu dikuret ya. referensinya silahkan searching di internet atau tanyakan dokter ahli yg sudah aral melintang di profesinya tentunya yg rendah hati ya :D :kl org belagu, kelaut aje:

      Delete
    2. Hmmm,,,yayyayayaaa
      Danke utk sharing ilmuny sistah,,
      Danke juga utk mami Ina,,
      Mmmmuuuaaaaaaaccchhh,,

      Delete
  3. ending yg manis mba shin. Love u muah muah hha *loncat2 kegirangan*

    ReplyDelete
  4. Yah mba shin..
    Kenapa udah last chapter aja sih?
    :(
    pajangin mba panjannggiiinnnn..

    Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha udah panjang cinn... kalo dipanjangin lagi ntr malah mereka pisah.. ndak seruu donk.. yg ada aku ditimpukin ama fansnya jeong-in lol

      Delete
  5. woah... gak nyangka bayinya kembar dan satu masih bertahan :D chukhae..
    aduh seneng deh,oke aku nunggu giliran jung nam nya sist :D

    ReplyDelete
  6. Kya Film serial Jeung gum ibu Suri melahirkan kembar tpi Ɣªήğ satu keguguran Ɣªήğ 1 satu msi dlm kandungn ya Shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. film serial apa sist? JEung Gum? jang geum?

      Delete
  7. Kya Film serial Jeung gum ibu Suri melahirkan kembar tpi Ɣªήğ satu keguguran Ɣªήğ 1 satu msi dlm kandungn ya Shin..

    ReplyDelete
  8. yeesss,,,mreka happpy ending...

    berarti saatnya nunggu ke"ganas"an-nya Jung Nam dan Rossy,,,Lol..^

    Smangat mbak Shin!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahha betul betul betull.. paling HOT *mestinya* jung nam nih... lol

      Delete
    2. Buset Novita,,,tw adja klo Jung Nam "GANAS",,,,hahhahhaaaa

      Delete
  9. ngga jatoh dong mba,kan ada kang mas ji jeong yg senantiasa menahan daku wkwkwkwk
    oh iya mba, kang mas jung nam yg caem kapan mulainya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha asik dah ada yg megangin trus. lol

      jung nam belum tahu.. mgkn minggu ini ya :D

      Delete
    2. nanti malem ada yg dipublish lagi ga mba?

      Delete
    3. Gak ada kyknya sist lg krisis nih hahahaah

      Delete
    4. hha krisis apa mba? Krisis moneter mah udah lewat kkkkkk
      yg jung nam kalo sekilas2 diperhatiin diceritanya jung in sih kayaknya bkalan nggalau mulu ya mba tpi, bkalan hot juga hha *prediksi*

      Delete
    5. hahahha.. gak galau lah, dia kan gk suka nangis.. paling suka marah doank gak jelas.. lol :inget adegan di mobil n dikamarnya yg tereak2 heboh sampe didenger ama jung min?: nahh geto toh si jung nam. hauhauhauauhahaua

      Delete
    6. hha inget bnget mba. Ampe jung min dgr tu suara2 ga jelas hha
      ahh jadi makin ga sbr bca storynya jung nam sama nona muda rossy kang. Gkgkgkgk

      Delete
    7. hahahaha... kyknya bukan sama rossy lg deh sist si jung nam.. :D

      Delete
  10. lalalalalala.. akhirnyaaa.. Jung In sama Ji Jeong punya babyyyyy...
    pasti babynya imut ganteng kayak papanya..
    congratulation Jeong, Jung In..
    diantara semua kisah, kisah ini yg paling banyak roamntisnya, dan paling kerasa sayangnya si cowok ke si cewek emang, dan ga ada selingkuh2nya, hehehehe...
    pasangan serasi nih berdua...

    mbak shiiiin, makasiiiih...

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. (‾▽‾) (‾▽‾) (‾▽‾) makasi sistaa..

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.