"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, January 17, 2013

Telur Godok?


Tanpa bermaksud melecehkan suatu suku atau asal tertentu, saya memiliki sebuah cerita yang langsung diceritakan oleh teman saya yang memang sebagai pelaku utamanya. 

Waktu itu, menjelang Natal dan Tahun baru di Bali dimana Bali dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan domestik dari pulau Jawa dan sekitarnya, baik Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dst. Saat itu saya masih bekerja sebagai seorang Senior Cook di sebuah hotel apartemen di Kuta, Bali.
 

Seperti biasa menjelang akhir tahun, semua hotel memiliki daftar hunian yang penuh alias 100% tak terkecuali di hotel tempat saya bekerja. Dengan dua hingga tiga orang Kitchen Staff yang bekerja menghandle breakfast untuk para tamu yang tak kurang dari 150 pax (yang diservice dengan menu a la carte) anda bisa membayangkan bagaimana crowded nya suasana makan pagi yang sangat ramai. Belum termasuk saudara-saudara kita wisatawan domestik dengan permintaan-permintaan yang diluar service dan komplain yang tidak perlu (bukannya saya mengeluh, hanya mengatakan kenyataan hahaha). 

Teman saya yang bertugas membuat nasi goreng, mi goreng dan Indonesian breakfast mengeluh pinggangnya hampir encok karena membuat puluhan porsi nasi goreng dengan aneka ragam permintaan yang berbeda-beda; ada yang meminta nasi goreng dengan tanpa sayur, ada yang meminta cabai 2, cabai 3, cabai buanyakkk alias super pedas (kesempatannn balas dendam wkwkkw peace), bahkan ada pula yang meminta nasi putih digoreng dengan telur -terbayangkah? hotel dengan taraf bintang menerima permintaan seperti itu? Alhasil kitchen staff alias Koki dengan restaurant service alias waiter dan waitress sering bersitegang karena orderan yang tidak masuk akal. Namun menjunjung profesionalitas kerja, kami pihak kitchen pun mengalah. 

Nah, cerita yang ingin saya bagi-bagikan kepada teman-teman tak lain dan tak bukan adalah cerita teman saya yang menjadi seorang waiter disana, menghandle breakfast yang ramai dan mengeluarkan makanan yang menumpuk tak tersentuh karena kurangnya tenaga kerja (bahkan security pun ikut turun tangan untuk menservice makanan ke meja tamu. BAYANGKAN!!! Pernah pula istri bos nyuci piring. OMG!! Terharu! lol) 

Sebut saja nama waiter itu Bobby, seorang pemuda gaul yang bisa cool kadang-kadang namun kata-katanya bisa nyelekit dan tercetus tanpa pikir satu dua kali. (dan jangan tanyakan berapa kali saya bersitegang dan saling adu urat leher dengannya, sementara sebagai Senior cook dan SIC aka Second In Charge, yang artinya saya adalah tangan kanan Executive Chef, saya bertugas mengatur alur keluar masuk orderan hingga tak terhambat) 

Suatu pagi yang ramai itu, Bobby mendapat seorang wisatawan domestik yang baru saja turun dari kamarnya (yang entah dilantai berapa, saya tidak bertanya). Bobby bercerita bahwa tamu itu memesan breakfast dengan salah satu menu yang membuat kami tergelak-gelak karena bingung dan tidak pernah mendengar istilah itu. Untuk catatan, Bali bukanlah Jakarta, dan Jakarta bukanlah Bali, apapun istilah-istilah tak lazim yang belum pernah kami dengar, akan terasa sangat janggal di telinga. Kira-kira seperti inilah percakapan Bobby dengan tamu itu menurut penuturan Bobby; 

"Mau pesan apa, buk?" 

"Saya mau pesan telur godok" kata si tamu. Dengan mata membelalak dan telinga awas, Bobby mengulangi pertanyaannya. 

"Telur apa buk?" 

"Telur godok" jawab tamu itu lagi. 

"Apa itu telur godok buk? Ndak pernah denger saya, kalau boiled egg, poached egg, omelette, scrambled egg, sunny side up baru saya tahu buk. Jangan aneh-aneh gitu ngordernya" dengan logat Bali yang kental. 

Alhasil ibuk-ibuk tamu itu pun mengejap-ngejap bengong. 

"Oh, telur rebus" jawab ibu itu akhirnya. 

Dengan wajah tanpa dosa, si Bobby menjawab "Ya, kalau telur rebus baru saya ngerti, buk" mungkin seringai keluar dari bibirnya kala itu. Kami terlanjur tertawa terbahak-bahak menertawakan keberanian Bobby yang tak sopan pada tamu yang menginap. 

Bobby.. Bobby.. Mungkin hanya kamu yang seberani  itu pada tamu.. Untung bos gak tahu ya, bob? tsk ;) 

15 comments:

  1. Mia kira malah telur "kodok" alias katak
    wkwkkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Hahahaaaaaa,,,,istilah drmna itu???
    Aq jg bru dgr,,
    Prasaan jaman jd waitress ga prnh dgr jenis telur sprti itu,,,hhhahahahaahahahahaa,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahhaha... ya daerah jawa sana buk... lol.. aneh2 dah pokoknya. wkwkkw.. kadang jadi bahan obrolan dikala istirahat setelah menghandle breakfast... lol

      Delete
  3. waitress dari jawa pasti ngeh tuh..... tamunya dari
    jawa mbak.. aq juga punya usaha makanan mbak pelanggan emang aneh2. cba bayangin catering dikirim jam stngah sembilan pagi kok katanya jam 6 sore dah basi....wk..wkwk... ya iya lah tante. klo dikirim pagi berarti masaknya lbh pagian. klo mau di makan sore minta yang sore aja...aya-aya wae...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... ya dia donk jg mustinya nyimpennya bagus. kl ditempat terbuka ya pasti basi lah. n memang benar apalagi usaha catering ya, kalau a la carte yg pesen langsung masak ya beda.. hehehe semangat sist.. cobaan berusaha namanya. semoga sukses selalu ya. boleh tuh cateringnya dibawa kebali satu rantang hahahaha...

      Delete
  4. waitress dari jawa pasti ngeh tuh..... tamunya dari
    jawa mbak.. aq juga punya usaha makanan mbak pelanggan emang aneh2. cba bayangin catering dikirim jam stngah sembilan pagi kok katanya jam 6 sore dah basi....wk..wkwk... ya iya lah tante. klo dikirim pagi berarti masaknya lbh pagian. klo mau di makan sore minta yang sore aja...aya-aya wae...

    ReplyDelete
  5. itulah indonesia ya,beragam istilah,bahasa,dan menu masakan...
    seng sabar y punya usaha kuliner

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha iya sista.. ragam kehidupan namanya, maka dari itu hidup ini berwarna dan ada yg bisa kita jadikan bahan humoran dan candaan :D

      Delete
  6. wah...kalo istilah itu di pake di daerahku mbak...bukan ketawa lagi tapi terbahak2 jadi nya karena godok itu kalo di daerahku sama dengan kepunyaan laki2....huahahahahaha...untung...untung dianya di bali, kalo ngak wah.....wkwkwkwkwkwk.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkwkwkwkwkkw telor godok = telor itu dunk sist?? yg menggelantung2? wkkwkwkwkw hadehh hadehh.. btw emang dirimu asli mana sist? jd pengen tahu godok itu bahasa mana.. huahauauha

      Delete
  7. hahahahahaha.....100 buat mbak shin
    aku orang minang mbak, kalo di bahasa daerah ku itu artinya,
    tapi kan biasanya mbak dengan kata yang sama bisa banyak artinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwwk haduhhh... jgn coba2 mengatakan telor godok disana ya sist.. apalagi kl ada keluargamu yg ikut baca postingan ini, ntr dikira gambar telur diatas itu gambar telur "godok" versi minangkabau lagi. wkwkkwkw.. :ngakak beneran: iya, kl dibali godok itu kalau ditambah +an : godok atau godog+an=godogan = patung kodok besar yang terbuat dari tanah liat. ahahaahaha

      Delete
    2. hehehehehehe....hahahahahahahaha....(ngakak)
      ngak terbayangkan mbak....

      Delete
    3. hshahahaha...huss.. ntr lalernya masuk

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.