"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, January 21, 2013

Tenth Drama - Chapter 2



Pukul dua belas malam, Jung Nam memarkirkan motor MV Agusta hitam miliknya yang telah setia menemaninya setahun belakangan ini di depan sebuah klab malam di kota Soeul. Sudah hampir sebulan dia berada di Ibukota dan mengepalai kantor cabang perusahaan disini.

Sepulangnya dari kantor dengan beban pekerjaan yang lebih berat dari sebelumnya, Jung Nam mencari pelepasannya di tempat yang dia ketahui. Klab malam, dunia yang dulu pernah digemarinya hingga bertahun-tahun, yang dulu ditinggalkannya karena sebuah trauma masa lalu, dan yang kini dicarinya lagi untuk melampiaskan kekecewaaan sebuah pengkhianatan yang meninggalkan jejak kakinya dalam hatinya.


Dibalik topeng tawa dan senyum cemerlangnya, Jung Nam memendam sakit hati yang dibawanya sejak bertahun-tahun lalu, yang disebabkan oleh seorang wanita muda bernama Rossy Kang. Wanita pertama yang pernah dia cintai.

“Hai, Mr. Park. Lama tidak melihatmu, seperti biasa?” tanya seorang bartender saat Jung Nam menghampiri bar stand di depannya. Menduduki spot yang paling disukainya saat dulu dia masih gemar berpetualang di klab-klab malam disana.

“Ya, seperti biasa” senyumnya sembari mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang diterima oleh bartender.

“Ambil kembaliannya” katanya lagi.

Bartender itupun tersenyum, teringat dengan betapa generousnya pelanggan di depannya. Ya, Park Jung Nam, pemuda murah hati, yang dulu gemar mentraktir teman-temannya berpesta semalaman suntuk tiap akhir pekan dan bermabuk-mabukan dalam ruang VIP klab itu, ditemani belasan wanita yang dibawanya kesana.

Melakukan sex party tanpa perduli dengan orang lain yang menyaksikannya saat sambil lalu. Bahkan kakaknya Park Jung Min tak mengetahui sisi gelap di masa lalunya.

“Ruang dansamu sudah banyak berubah, ha?” celetuk Jung Nam mengomentari lantai dansa klab malam itu yang semakin lebar dan terdapat panggung dengan bar-bar lain serta sebuah panggung tinggi tempat penari striptease berdansa, meliuk-liukan badannya yang setengah telanjang menggoda para tamu di bawahnya.

Mereka dengan bebas menyentuh dan menyelipkan lembaran-lembaran uang kertas pada tubuh penari-penari itu yang akan dengan senang hati dan semakin liar mempertontonkan gaya sensual mereka diatas panggung. Riuh rendah teriakan penonton semakin menambah intensnya gairah di udara.

Tak akan mengherankan bila kemudian mata Jung Nam menangkap beberapa pasangan sedang asyik berbuat mesum di pojok ruangan, di atas sofa, di pinggir panggung, bahkan di lantai dansa sekalipun mereka melakukannya tanpa beban dan tanpa ada yang perduli. Pemandangan seperti ini telah biasa mereka saksikan setiap akhir pekan.

Jung Nam pun mendengus, teringat saat dirinya berada disana, dulu...

“Iya, sekarang lantai dansa lebih luas. Boss kami menambahkan beberapa panggung lagi untuk atraksi tari sensual, bila anda menunggu hingga pukul dua pagi nanti, akan ada atraksi tari bugil, benar-benar bugil, telanjang, anda tahu kan maksud saya? Bukan cuma wanita, pria pun ikut serta menari bugil di atas sana, anda tak akan percaya bila penonton wanita lebih banyak yang mendekat di pinggir panggung dari pada penonton pria” bartender itu tertawa menjelaskan maksudnya pada Jung Nam, yang hanya dibalas dengan sebuah kedutan senyum di sudut bibir laki-laki itu.

“Wanita kadang-kadang memperlihatkan dirinya yang tersembunyi pada saat-saat seperti ini. Disini, tak akan ada yang perduli siapa dirimu, apa yang kamu lakukan. Karena kita semua sama, tak perlu bertampang suci. Bila merasa diri suci, mereka semestinya tidak masuk ke klab malam, begitu kan?” senyum Jung Nam menjelaskan bahwa dirinya pun tak suci.

Dia jauh dari suci, terlebih belakangan ini, dia sudah tak perduli lagi. Pekerjaan yang dulu dikiranya bisa membuatnya melupakan dunia yang pernah digelutinya ini ternyata sudah tidak mampu lagi mengekang jiwanya yang bebas.

Jung Nam tidak memiliki seseorang yang bisa mengekangnya, seseorang yang bisa menakhlukannya, seperti Ji Han pada Jung Min, seperti adiknya Jung In pada Ji Jeong, dan mungkin orang-orang lain yang telah beruntung memiliki belahan hati mereka, terkecuali dirinya. Park Jung Nam.

Kini di usianya yang ke dua puluh lima tahun, dia tidak memiliki siapapun yang menguasai hatinya. Saat dulu dia merasa hatinya dimiliki oleh Ji Han, ketika Rossy Kang menghampirinya pun dia sanggup mengkhianati gadis itu dan akhirnya kakaknya lah yang mendapatkannya.

Sedang wanita yang menghampirinya itu kini tak jelas kabar beritanya, menghilang setelah dia mengungkapkan perasaannya padanya. Meninggalkannya dengan luka pengkhianatan terbesar yang pernah dirasakannya. Terlepas masa lalu keluarga mereka, Jung Nam berharap seorang wanita pintar seperti Rossy Kang akan menghubunginya sesekali dan mengabari keberadaannya hanya untuk membuktikan bahwa mereka memang memiliki sesuatu untuk diperjuangkan.

Namun wanita itu mengecewakannya karena tak ada kabar berita sejak kepergiannya setahun yang lalu. Membekaskan luka teramat dalam di hati Jung Nam. Laki-laki yang terluka ini sepertinya kini tak lagi memperdulikan masa depan yang menunggunya, karena baginya dia tak memiliki masa depan lagi dan tak ada gunanya mengekang diri dari hiburan dan kesenangan yang dikenalnya. Dulu..

“Ya, anda benar sekali Mr. Park. Tidak ada pendamping malam ini Mister?” tanya bartender itu lagi.

Jung Nam mengalihkan pandangannya dari lantai dansa pada bartender di depannya, meminta segelas lagi minuman yang sebelumnya dia pesan dan tersenyum miris menjawab pertanyaan bartender itu.

“Tidak, aku belum lama menginjakan kakiku disini. Kamu ada saran?” tanyanya sembari menyerahkan selembar uang kertas lagi yang tak perlu untuk ditukar dengan kembalian.

Bartender itu tersenyum, senang dengan pelanggan di depannya. “Tentu, untuk anda Mr. Park, saya memiliki beberapa kenalan yang juga sedang kesepian malam ini”

Jung Nam mengedutkan sudut bibirnya demi mendengar perkataan si bartender yang namanya pun tak diingatnya.

“Mari kita lihat sebagus apa kenalanmu itu” kata Jung Nam akhirnya.

Dia tergoda untuk membawa seorang atau mungkin dua orang wanita bersama nya malam ini. Mungkin dia akan mengganti motornya dengan sebuah mobil. Hidup seorang diri di Seoul ternyata tak semudah bayangannya. Dia harus membawa barang-barang belanjaannya dan hal itu tidak bisa dia lakukan dengan motornya yang besar.

Meski sesekali dia memakai mobil perusahaan, namun dia sama sekali tidak menyukai mobil resmi seperti itu, mobil seperti yang biasa digunakan Jung Min untuk pergi kekantornya. Terlalu formal. Dia tidak suka.

Si bartender bersiul, tangannya melambai pada kumpulan wanita berpakaian seksi dengan riasan mencolok, gincu merah membara seolah memperlihatkan seperti apa gairah wanita itu diatas ranjang.

Tiga orang wanita menghampiri Jung Nam, namun tak satupun sesuai seleranya. Mereka bukan tidak cantik, atau tidak seksi. Hanya saja mereka terlalu...liar.. dan Jung Nam merasa belum siap untuk satu malam yang liar di atas ranjangnya. Namun demikian dia tak menepis ketiga wanita itu, dia memerlukan hiburan sekecil apapun itu.

“Hai..” sapa ketiga wanita itu kompak.

“Hai juga” jawab Jung Nam pendek. Matanya mengamati dan menilai wanita-wanita yang mendekatinya.

Seorang wanita berdiri disampingnya sembari menempelkan tubuh dan terutama buah dadanya yang lunak pada tubuh Jung Nam, membuat laki-laki itu berdecak senang. Seorang lagi duduk diatas pangkuannya dan memainkan dasinya, memutar dan mengendurkan hingga terlepas. Mereka benar-benar mampu membangkitkan gairah Jung Nam.

Seorang lagi berdiri acuh-tak-acuh disampingnya, seolah dia tak tertarik pada Jung Nam, meski sesungguhnya matanya selalu melirik pada laki-laki itu. Tangan Jung Nam kemudian menarik pinggangnya mendekat, membuat wanita itu terduduk dipangkuannya yang belum terisi.

“Kalian mau minum apa? Malam ini aku yang traktir, Ok?” Jung Nam terlihat senang malam ini. Tubuhnya dikerumuni wanita-wanita cantik nan sensual yang membuat pria-pria disampingnya iri dan berdecak kagum.

Wanita-wanita itu memesan minuman berbeda-beda yang dengan secepat kilat dihidangkan oleh bartender tadi sembari tersenyum melihat pelanggannya senang.

“Aku belum mengenal kalian, siapa nama kalian?” tanya Jung Nam pada ketiga wanita itu.

Wanita yang berdiri disampingnya, yang masih menggesek-gesekan payudaranya pada punggung Jung Nam menjawab pertama, dengan bibirnya yang sensual dia berbisik disamping telinga Jung Nam. Suara bisikannya membuat darah laki-laki itu berdesir.

“Barbara..begitu aku dipanggil disini.. dan aku suka diatas..” bisiknya. Jung Nam berdecak senang, dia menyukai wanita yang mengambil kendali, sekali-dua kali.

“Oke Barbara, nama yang seksi.. seseksi tubuhmu..” kata Jung Nam sembari menoleh turun pada payudara milik Barbara yang terlihat sesak dalam balutan kaos ketatnya, pinggangnya yang terbuka memperlihatkan perutnya yang langsing dan pinggul yang sintal.

Wanita itu tertawa seksi, dari belakang tubuh Jung Nam dia mencium pipi laki-laki itu hingga membekaskan sebuah gambar bibir merah. Jung Nam hanya tertawa pelan, semakin malam akan semakin panas disana. 


19 comments:

  1. wow sisi lain, sisi liar dan gelap jung nam.... msh part 2 blm keliatan alurnya...

    ReplyDelete
  2. wow sisi lain, sisi liar dan gelap jung nam.... msh part 2 blm keliatan alurnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhaahhaha sisi gelapnya ya item sist...

      Delete
  3. Hohoho....satu...dua...tiga....*push up* pemanasan dulu......

    ReplyDelete
  4. Aduwh Rossy,,,
    Kenapa ke jadi kyk si Bang Toyib??
    berikan kabar pada Jung Nam even hny sms,,
    Bgitu banyak akses utk saling b'tegur sapa,,tapi kw tak m'gunakanny,,???
    Frustasi kan si Jung Nam,,
    Klo dy Frustasi terus,,akan kunikahkan Jung Nam dg Mbak Fathy,,,wkwkwkkwkwkwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ewkkwkwkwkw.. kasian deh jd korban trus mbak fathy.. akhirnya dpt banyak deh, hyun jung, jung nam, siapa lgi??

      Delete
  5. wah wah mba shin bener2 serius mau 4some hha
    mudah2an ga bikin aku mual hha.
    aku ga mau ngelewatin 1pun episode ceritanya jung nam hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhhaah gk kok, gk bakal bikin mual. ;) sip sip

      Delete
    2. hahaha gak bakal bikin mual..dikitt... wkwkkwkw ndak lah.. gak mual kok ;)

      Delete
    3. hha
      tenang mba biasanya kalo keluarga park ga bikin aku mual. Bawaannya beda kalo sama keluarga mah. Hhe

      Delete
  6. Ohhh... Jung Nam .... ternyata kmu mmiliki kehidupan sex Ɣªήğ lbh gelap mlebihi Darren.. Sex party...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa kl km baca eight drama, disinggung disana wkt jung nam masih kuliah kalau dia itu suka party di apartemennya, dimana2 ama temen2nya sama2 anak2 org kaya. brengsek dah pokoknya si jung nam dl. hueueueuheuh...

      Delete
  7. Tpi ga nyangka Shin ... Liar Πγª Jung Nam sgitu Πγª. Pantesan si Rossy langsung kabur. Hehehh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... anak muda yang salah pergaulan sist... terlalu bebas dan uang pun gk masalah.. jadi ya gtu dehhh... masalah rossy kabur mah gk ada hubungannya kali sama keliaran jung nam uahahuauhhua

      Delete
  8. Yaampun jung nam
    Bad boy juga ternyata
    Ahihihihiih

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.