"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, January 22, 2013

Tenth Drama - Chapter 3



warning : adult only

Gadis yang duduk dipangkuan kanan Jung Nam yang tadinya melepaskan dasi laki-laki itu tak mau kalah, dia menciumi leher Jung Nam dan membuka kancing-kancing kemeja laki-laki itu.

“Namaku Hyo-Rim, panggil aku Anna..” desisnya dibawah dagu Jung Nam, wanita itu sedang sibuk menciumi lehernya.

Dengan serak Jung Nam menjawabnya “Anna.. ya, sekarang aku tahu..”


Anna memegangi tangan kanan Jung Nam, mengarahkan tangan laki-laki itu pada payudaranya, menelusup pada kaos ketatnya dan memainkan puting payudara Anna yang telah mengeras. Wanita itupun mendesah nikmat, sungguh pintar memainkan gairah Jung Nam yang semakin membumbung.

Wanita yang duduk dipangkuan kiri Jung Nam kini berdiri, dia terlihat muak dengan perkenalan-perkenalan wanita lain, karena tanpa basa-basi, saat Jung Nam menatapnya bingung dengan apa yang akan dia lakukan, wanita itu tanpa menyebutkan namanya langsung menciumi bibir Jung Nam dengan penuh nafsu.

Meski awalnya kaget, namun sedetik kemudian Jung Nam membalas ciuman wanita itu dengan lebih dahsyat. Memainkan lidah mereka dengan ahli satu sama lain, kini tangan kirinya pun telah bermain meraba-raba tubuh wanita itu.

Melihat temannya asyik bercumbu dengan Jung Nam, Barbara tak mau kalah, dia mulai mengelus tubuh Jung Nam dan memasukan tangannya menyentuh dada bidang laki-laki itu. Mengambil tempat dibawah wanita yang sedang menciumi Jung Nam, Barbara masuk ke depannya dan menciumi dada dan perut Jung Nam dan memainkan lidahnya disana. Kini kejantanan Jung Nam tegak berdiri menyembul dari celana panjang hitamnya.

“Kalian mau ikut denganku?” tanya Jung Nam pada ketiga wanita itu di sela-sela nafasnya yang terengah-engah.

Jung Nam sebenarnya tak perlu menanyakan hal itu, ketiga wanita itu telah terangsang sepenuhnya dan siap telanjang untuknya disana, namun Jung Nam yang sekarang bukanlah Jung Nam yang dulu. Jung Nam yang sekarang tak akan melakukannya di depan banyak orang lagi. Jung Nam yang sekarang lebih memilih menikmatinya untuk dirinya sendiri.

Setelah memberikan beberapa lembar puluhan ribu Won pada bartender, Jung Nam dan ketiga wanita itu keluar dari klab malam dan menyewa sebuah taksi yang membawa mereka ke sebuah hotel bintang lima di Seoul. Tak sampai lima belas menit kemudian, Jung Nam dan ketiga wanita itu telah berada di atas ranjang, telanjang bulat dan menikmati tubuh mereka dengan penuh gairah.

Barbara dengan ahlinya mengulum kejantanan Jung Nam dengan nikmat. Mengecap setiap tetes cairan yang keluar, menghisap dengan keras hingga Jung Nam mendesis-desis merasakan tubuhnya tertarik oleh hisapan bibir Barbara.

Anna, wanita yang senang mengecapi tubuhnya, telah membuat tandanya disekujur tubuh Jung Nam. Tanda merah gelap disekujur kulit putih laki-laki itu. Sedang wanita yang tak mau menyebutkan namanya itu sedang memagut bibir Jung Nam, memainkan lidah mereka tanpa henti.

Jung Nam kemudian melepaskan ciuman mereka, membaringkan wanita itu dibawahnya dan mulai menciumi seluruh tubuhnya tanpa tertinggal daerah kewanitaannya yang telah basah.

Anna juga berbaring di samping wanita itu, memainkan payudaranya sendiri, merangsang dirinya, sebelah tangan Jung Nam membuka selangkangan Anna dan memainkan klitoris wanita itu hingga dia menggelinjang menahan sensasi yang didapatkannya dari permainan tangan Jung Nam.

Jung Nam merobek sebuah kondom yang disimpannya didalam dompetnya, kondom satu-satunya yang masih dia miliki. Dia belum sempat untuk membeli kondom lagi, dan merasa cukup beruntung dia tak perlu menahan gairahnya bila tak menemukan pelindung untuknya.

Anna berbaring pasrah dibawahnya, wanita itu begitu terangsang hingga tak sanggup membuka matanya, mengejap-ngejap menikmati sensasi rangsangan yang dibuatnya sendiri pada payudaranya. Dengan perlahan-lahan Jung Nam membuka paha Anna lebar-lebar, mengarahkan ujung kejantanannya pada rongga kemaluan wanita itu dan menembusnya dengan mudah. Sebuah desahan tertahan keluar dari mulut mereka.

Barbara kemudian menguasai bibir Jung Nam, mencium bibir laki-laki itu penuh nafsu saat dia masih bergerak semakin kencang keluar masuk tubuh Anna. Lima menit kemudian Anna berteriak dibawahnya, mendesah dan mengerang kemudian mengejang didera gelombang klimaks yang menyerangnya bertubi-tubi.

“Ahh..ouchh... arghh...” teriaknya lantang. Anna pun lemas dan tertidur tanpa beban.

Wanita yang tak disebutkan namanya menatap Jung Nam nyalang, mengerti bahwa saat ini adalah gilirannya, dia pun berlutut dengan kaki dan sikunya, membuat posisinya sedemikian rupa hingga Jung Nam dapat dengan leluasa memasukinya dari arah belakang.

Wanita itu mengerang saat Jung Nam memasukan kejantanannya kedalam rongga kewanitaannya, mencengkeram pantatnya dan menggerakannya maju mundur seirama dengan desah nafas mereka. Wanita itu tak henti-hentinya mengerang, mengumpat dan mengluarkan kata-kata makian.

“Oh shit! Fuck me! Harder! You asshole!” Jung Nam tak dapat menyembunyikan kekagetannya, namun dia hanya tersenyum menyadari wanita itu telah kehilangan kontrol akan dirinya, dikuasai oleh nafsu yang telah melingkupi mereka.

Jung Nam semakin mendesak masuk semakin dalam, erangan dan teriakan memaki wanita itupun semakin cepat.

“Ahh..ahh.. shit!! God!! Fuck you!!” Jung Nam tak betah mendengar teriakan makian itu. Dengan cepat diselesaikannya hujamannya pada tubuh wanita itu. Kini setelah menerima pelepasannya, wanita itu tak bersuara lagi, hanya desahan nikmat yang keluar dari mulutnya, mengerang bagai anak kucing yang menggeliat di atas ranjang yang hangat.

Ranjang itu tak bisa dipakai lagi, kedua wanita tadi kini tidur saling melintang dan tak menyisakan tempat untuk Jung Nam dan Barbara. Tanpa kehabisan akal, Jung Nam menarik tubuh Barbara dan mendudukannya di atas sofa. Diangkatnya kaki wanita itu tinggi-tinggi pada pundaknya. Selangkangannya yang terbuka lebar menggoda mata Jung Nam. Dengan rakus dijilatinya kemaluan Barbara dan memainkan lidah dan bibirnya, menghisap dan memilin klitoris wanita itu hingga dia terengah-engah kewalahan.

Rambut Jung Nam telah terkoyak-koyak berantakan oleh tangan Barbara. Bibir wanita itu mendesis menikmati permainaan bibir Jung Nam pada daerah kewanitaannya, mengerang dan mendesis seolah kepedasan.

“..Masuki aku sekarang!” perintah Barbara pada Jung Nam. Wanita itu sudah tak sanggup lagi bertahan.

Saat Jung Nam menghujamkan kejantanannya kedalam bibir kemaluan Barbara, kejantanannya terasa dicengkeram dengan ketat oleh dinding-dinding daerah kewanitaannya, nampaknya Barbara belum lama kehilangan keperawanannya.

Mereka bercumbu di atas sofa, saling berciuman, tangan Jung Nam yang tak bertumpu pada pegangan sofa meremas payudara Barbara yang besar dan lunak. Kemudian memainkan pucuk payudara itu dengan lidahnya tanpa mengurangi kecepatan hujamannya pada tubuh wanita itu.

Barbara mendesah nikmat, bibirnya mendesis-desis menikmati setiap hujaman kejantanan Jung Nam yang semakin dalam mendesaknya. Diremas-remasnya payudaranya, menambah sensasi nikmat yang didapatnya.

“Oh..aku akan keluar..” teriak Barbara sembari tubuhnya bergetar keras, tegoncang-goncang saat orgasme akan menyerang. Saat wanita itu berteriak dan mencengkeram lengannya dengan kencang, saat itu pulalah Jung Nam melepaskan cairannya dalam tubuh Barbara, yang terlindung oleh kondom yang dipakainya.

Keringat menetes dari tengkuk dan leher Jung Nam, dia bertarung habis-habisan malam itu. Merasa beruntung esok minggu, hingga dia bisa beristirahat seharian di apartemennya.

Jung Nam membuang kondom yang berisi cairan kenikmatannya ke dalam tong sampah. Menebar pandangannya pada wanita-wanita yang sedang tertidur pulas diatas ranjang dan sofa, merasa bangga pada dirinya karena mampu memuaskan tiga wanita sekaligus. Telah lama dia tak melakukannya. Berhubungan seksual dengan banyak wanita dalam satu malam.

Jung Nam mengangkat tubuh Barbara keatas ranjang, memperbaiki letak tidur mereka dan menyelimuti tubuh ketiga wanita itu hingga batas dada. Dia kemudian menyesap rokoknya sembari tetap memandangi ketiga wanita itu. Matanya menyipit memandangi semua wajah-wajah itu. tanpa diinginkannya dia membayangkan wajah Rossy Kang pada salah satu wajah yang sedang berbaring diatas ranjang. Jung Nam mengumpat kesal.

“Shit!! Wanita berengsek, masih saja kamu menggangguku!” bentaknya kesal.

Dia kemudian masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan dirinya dibawah shower air hangat. Memandang ke dalam cermin, dan menatap wajahnya yang lelah. Hanya dalam kesendiriannya lah dia bisa melepaskan semua emosi dalam dadanya. Dia merasa tak sanggup lagi membedakan antara nafsu dan cinta.  

Keesokan paginya, ketiga wanita itu terbangun dari tidurnya, menguap bersamaan dan mencium wangi makanan yang telah disiapkan untuk mereka. Jung Nam meninggalkan secarik kertas yang berisi pesan darinya dan seamplop uang ratusan ribu Won untuk wanita-wanita itu.

“Semalam sangat menyenangkan. Semoga uang dalam amplop cukup untuk membayar uang taksi kalian” Jung Nam tidak mencantumkan namanya, dia tak ingin mereka menghubunginya lagi. Bila dia ingin, dia akan menemui mereka di tempat yang sama dimana mereka pertama kali bertemu.

Barbara yang paling dekat dengan ranjang membuka amplop itu dan terbelalak dengan isinya, lebih dari cukup untuk hidup mereka bertiga selama satu bulan.

Jung Nam menghembuskan asap rokoknya dari dalam mobil taksi yang membawanya kembali ke klab malam itu. Motornya terparkir dengan aman di depan klab malam, dimana dia meninggalkannya. Suara mesin menderu-deru keluar dari motor miliknya, meninggalkan kepulan asap dan suara memekakkan telinga saat motor itu berlari dengan kencang melewati jalanan perkotaan yang masih lengang. 


40 comments:

  1. ya tuhan kejadian 4some mbk shin... jung nam wow... panas panas, air mana air ... lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah... huss.. ndak boleh nyebut2 Tuhan. lol. sini langsung nyebur ke kolam sist... wkwkwkw

      Delete
  2. Mba Shiiiiiinnn.......
    bener2 bsa bikin siang yg dingin jd super duper hooooot...
    untunglah scene~nya ga bikin mual
    xixixi...
    aa Jung Nam kuat bgt ya...1 VS 3
    ckckckckckck.......

    thanks a lot
    ^.....^ LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahaha iya sist.. lol.. syukur deh gak bikin mual. tp pp mu kok bikin napsu sih sist??? napsu makann mksdnya hahahah

      Delete
    2. Itu special blackforest buat Mba Shin

      Monggo dnikmati bareng2 ama sistah2 yg lain....

      Delete
    3. wihhhh mau... :iler sampe netes2. tangggung jawab nih sist: ahhahaha

      Delete
  3. Aduuh lg meriang baca ini jd keringetan hahaha
    Rossy kau buat jung nam kembali ke masa lalunya, efek patah hati itu bahaya jg ya :p
    ◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ say :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sakit cin?? wah wah.. kebanyakan tuh.. wkkwkwk semoga cepet sembuh ya. jgn lupa minum vitamin C. kl aku sih biasanya minum Redoxon, lumayan meriang langsung pergi :D

      bahaya banget donk sist efek patah hati hauahuahua. sama2.. mwah

      Delete
    2. Ho oh nih, faktor cuaca ky'y
      Kebanyakan ya hahaa abis gmn dong musim ujan, kan dingiin.
      Konsumsi madu sm vit c smg ilang meriang'y.

      Patah hati nya jung nam sih obatnya ktmu sm si rossy, hahaha

      Delete
    3. hahaha kebanyakan apa sistaaa... sip sip semoga cepet baikan ya :D

      hahahaha.. iya kl si jung nam mau maapin dia. lol..

      Delete
  4. waaah aku sampai deg2an bacanya heeeee mana lagi di kantor pula, hihihi teman2 kerja pasti kagum melihat wajah seriusku di depan komputer ( padahal serius baca karyanya shin heehhe)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah mbak Shanty bisa aja.. :jadi malu..

      Delete
  5. terbukti sudah kalau Jung Nam memang lebih cetaaarrr menggelegar bagai halilintaaar...
    wuiiihhh....
    Jung min, Ji Jeong, Hyun Jae, bahkan Darren pun lewaaaattt...
    pejantan tangguh!!!
    hahahaaha..
    makasih mbak shiiiiiiiiiiiiiiinn... this story is awesome ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhauhauaha.. asikk tukang rusuhku datang.. mwahmwah... wkkwkwkkww

      Delete
  6. mba, skrng mah ga pengen muntah yg ada pengen nangis. Ga akan komen lgi bwt yg 4somenya. LOL
    mba sembunyiin dmn rossy kang? T_T
    aku sakit hati mba shin huwaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw kenapaa mau nangisss??? sedih kenapa cb? Jung Nam aja seneng tuh.. lol

      Delete
    2. seneng karena terpuaskan aja mba, hatinya mah sedih #eaaa

      Delete
    3. hahahaha... bisa aja kata2mu sist. lol

      Delete
    4. tuh kan mba, leli sama kaya aku,,,
      mau nya jung nam tetep sama rossy
      no women like her,,,,

      Delete
    5. jhahaha no women as wild as her, i?

      Delete
    6. mba, rossy lan wild gr2 jung nam juga,,,,
      rossy sebenarnya gak wild kok, cuma sama jung nam aja dia kaya gitu,,,

      Delete
    7. ah ngarang.. Rossy mah wild dr sononya.. jung min aja hampir didapet kok wkwkwkkw

      Delete
  7. Whuahahahahahaaa,,,
    Jung Nam teteup perkasa yagh??
    gilaaaaaaaaaaa,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan cuman bentar2 cin mainnya. lol

      Delete
    2. Klo ama Rossy pasti bakal marathon,,wkwkwkwkwkwkkw

      Delete
    3. wkwkwwkkwkwkw........ rossy vs jung nam mah bakal selalu kasar.. lol..

      Delete
    4. "wow,,yess,,,Again,,,
      Sial kw Jung Nam",
      Kalimat magicny Rossy,,,,whuahahhahahahah

      Delete
    5. riska salah kalimat magic nya rossy itu, "brengsek, kemana saja kau jung nam?"

      Delete
    6. nah yo nah yo.. ayo diliat lagi sbnrnya Rossy bilang apa wkkwkw

      Delete
    7. aku apal mba dung ba,,,, rossy blg paas mrka pertama kalinya,,, di chapt 34 hehehe

      Delete
  8. Shin bagi2 dong rahasia Πγª Jung Nam kok kuat 3 in 1... Pke ramuan Madura ya. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hohohoho.. habis ngemut permen dia cin.. lol

      Delete
  9. wha....jung nam emang beda dari yang lainnya,
    3 sekaligus disikat habis dalam satu malam...hahahahahaha...
    besonya berapa lagi ya mbak.......?????? wkwkwkwkwkwkwk........

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahha kyk makan duren aja sist, disikat dalam satu malam. lol.. besoknya dia tepar...lol

      Delete
  10. Astagaaa *nutupmulutshock*
    1 vs 3??
    Perkasa banget jung nam mb shin
    Ga bisa ngebayangin kuatnya
    Ahahhahahaha

    ReplyDelete
  11. gila,,,
    kaka Jung Nma beringas,,,,
    3 wanita dalam satu waku yang hampir bersamaan,\ckckckkckckck

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.