"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, January 23, 2013

Tenth Drama - Chapter 4



Dua orang remaja berjalan turun dari bus yang mengantarkan mereka pada kompleks perumahan di pinggiran kota Seoul. Mereka baru saja pulang dari sekolah dan berjalan menapaki trotoar menuju rumah mereka masing-masing.

“Sampai ketemu besok lagi, Chae Moon” teriak temannya pada Chae Moon yang melambaikan tangannya dengan antusias.

Mereka adalah teman karib, Kim Chae Moon dan Song Mu Ri tidak memiliki rahasia yang mereka sembunyikan dalam persahabatan mereka. Mu Ri mengetahui bagaimana Chae Moon menghabiskan malam-malamnya setiap hari dan begitu juga sebaliknya.


Rumah kecil dengan gaya tradisional Korea yang telah berdiri selama tiga puluh tahun itu berdiri canggung disamping bangunan-bangunan rumah modern disisi kiri dan kanannya. Tembok yang terbuat dari batu kali hitam yang ditempelkan dengan adonan tanah basah masih berdiri kokoh meskipun didera panas dan hujan selama itu. Bahkan tembok beton bercat milik rumah tetangganya pun tak sekuat itu menerima siksaan alam.

Pintu masuknya terbuat dari kayu kokoh yang tak akan rapuh dimakan rayap, catnya yang hampir mengelupas dan pijakannya yang telah hancur sebagian tidak mengetuk hati pemiliknya untuk memperbaikinya. Mereka terlalu sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing.

Chae Moon membuka pintu kayu itu, seketika telinganya menangkap teriakan ayah dan ibunya yang sedang bertengkar dari dalam ruang tamu rumah mereka. Suara piring dan gelas yang pecah karena dilemparkan ke lantai sudah menjadi hiburan yang tak asing tiap kali dia pulang kerumahnya.

Dia akan langsung melintas ke kamarnya yang terletak dibelakang ruang tamu yang bisa diakses dari luar. Disana Chae Moon akan menemukan adiknya Ho Min sedang meringkuk ketakutan mendengar pertengkaran kedua orang tua mereka.

“Kamu yang berengsek! Masih juga pulang kesini, pergi kamu kerumah pelacurmu dan jangan kembali lagi!!” teriak Nyonya Kim, ibu Chae Moon dan Ho Min sambil memukuli ayah mereka dengan gagang sapu bulu yang terbuat dari rotan.

Ayah mereka yang pemabuk dan suka main wanita terkadang masih pulang kerumah mereka dan menghabiskan waktu disana seolah tak pernah terjadi apa-apa. Pertengkaran demi pertengkaran akan mewarnai hidup mereka disana yang sudah menjadi tontonan basi bagi Chae Moon.

Setelah pertengkaran itu, orang tuanya akan bercinta di ruang tamu dan tak perduli bila anak mereka melihatnya. Mereka tak punya insting untuk menjadi orang tua yang teladan bagi kedua anak mereka. Chae Moon dan Ho Min hanya mengandalkan diri mereka untuk hidup dan bertahan disana.

Ibu mereka sibuk mengurusi suaminya yang sibuk dengan wanita lain. Hal itu pulalah yang memacu semangatnya untuk mencari pekerjaan tambahan yang telah digelutinya selama tiga bulan terakhir. Dari sana dia mampu menghidupi dirinya dan adiknya dan menabung sejumlah uang untuk masa depan mereka.

Chae Moon adalah gadis yang sangat gigih, dia tak akan segan mengambil pekerjaan sekasar apapun demi untuk bertahan hidup. Dia hanya bersyukur orangtuanya tak mengusiknya, karena mereka memang tak pernah perduli pada mereka. Hanya sesekali ayahnya akan memberikan mereka uang jajan yang bahkan tak cukup untuk menghidupi mereka lebih dari seminggu.

Pernah suatu ketika dalam masa hidupnya yang menyedihkan, Chae Moon ingin mengusir kedua orangtuanya dari rumah mereka, terlebih rumah itu diwariskan pada dia dan adiknya oleh kakek mereka. Rumah kecil yang tak berharga lebih dari 50.000.000 Won, namun bisa sangat berguna bila Chae Moon menjualnya dan menyewa sebuah apartemen kecil untuknya dan Ho Min dan bertahan hidup hingga mereka lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Namun Chae Moon tak sampai hati pada kedua orang tuanya. Dia akan menahan perasaannya hingga mungkin suatu saat nanti dia sudah tak sanggup lagi menghadapi sifat kekanak-kanakan orang tuanya lagi.

Chae Moon melemparkan tas punggungnya ke atas meja belajarnya yang berantakan, sudah beberapa hari ini dia tidak sempat membereskan kamarnya. Dalam kamar yang terbilang kecil dan tak berperabot banyak, Chae Moon tempati bersama adiknya Ho Min. Mereka telah tidur bersama sejak dua tahun lalu, sejak kebiasaan orang tua mereka semakin memburuk.

Sebuah ranjang tidur pendek dengan dua buah bantal dan selimut yang biasa mereka kenakan saat malam dingin datang. Sebuah meja belajar kecil yang mereka gunakan berdua saat harus membuat pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru-guru mereka. Lemari-lemari pakaian dengan pakaian yang cukup meski tak ada yang baru, namun masih terlihat layak untuk mereka kenakan.

Orang tua mereka tak pernah membelikan mereka pakaian lagi, bahkan untuk membayar uang sekolah pun Chae Moon dan adiknya mengandalkan uang tabungan yang diberikan oleh almarhum kakeknya saat beliau meninggal.

“Noona sudah pulang?” tanya Ho Min senang. Dia keluar dari sudut tempatnya bersembunyi, senang melihat kedatangan kakaknya. Anak kecil berusia sembilan tahun itu memeluk kakaknya dengan sayang.

“Iya, Noona sudah pulang. Kamu sudah makan?” Chae Moon berlutut memandang adiknya, anak kecil itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Mau Noona ajak makan diluar? Sekalian kita belanja bulanan ya?” Ho Min pun mengangguk-ngangguk senang. Anak laki-laki dengan senyum manis itu begitu suka cita bila kakaknya mengajaknya berbelanja ke supermarket. Salah satu hiburannya saat tidak meringkuk ketakutan disudut kamarnya.

“Ya sudah, tunggu Noona ganti pakaian dulu ya” senyum Chae Moon pada adiknya.

Ho Min kemudian duduk di meja belajarnya, memperbaiki meja belajar yang berantakan itu dan merapikan isi tas punggung kakaknya yang keluar sebagian. Sebuah kartu pelajar terjatuh di lantai. Tertulis disana data-data Chae Moon yang bersekolah di salah satu SMU negeri di kota Seoul.

Nama : Kim Chae Moon
No. Induk Pelajar : 2013-002-8-0289
Usia : 17 tahun
Kelas : 2 grup 8
Semester : 4

Ho Min memandang senang pada kartu pelajar kakaknya, meletakannya di atas tumpukan buku-buku yang telah disusunnya dengan rapi di atas meja.

“Ayo..” panggil Chae Moon pada adiknya.

Dia telah mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai, sebuah rok pendek berwarna hijau muda dengan baju kemeja merah muda yang lembut dan sebuah sandal yang nyaman dipakai di kakinya. Rambutnya diikat kuncir dibelakang, memperlihatkan usianya yang baru beranjak tujuh belas tahun, usia yang masih muda untuk dapat menjalani hidup keras di Ibukota.

~~~~

Sekotak besar sereal, butter untuk memasak, butter untuk roti, selai, marmalade, madu, butter nut, cemilan-cemilan yang mungkin lama akan habis karena Jung Nam tidak gemar memakan makanan ringan, hanya karena tangannya gatal benda itu juga masuk ke dalam kereta belanjaannya.

Mendorong dan memutar kereta itu mencari barang-barang yang dia perlukan untuk mengisi kulkas dan apartemennya.

Dia juga membeli beberapa kotak tissue, beberapa tissue gulung untuk toiletnya, kapas, pengharum ruangan, plastik sampah, pembungkus makanan, plastik kedap udara, sapu kecil, sabun, odol, sikat gigi cadangan, deodoran dan alat-alat kebersihan lain. Membeli beberapa helai handuk lembut, sandal santai untuk di dalam kamar, bahkan payung pun dibelinya. Dia sama sekali tidak punya payung di apartemennya, satupun.

Dua buah apel, jeruk, pear Korea, pear asia dan pear packham, anggur merah dan anggur hijau yang mungkin akan berakhir di tempat sampah seminggu kemudian karena Jung Nam jarang membuka kulkasnya saat pulang dari kantor. Dia akan langsung tertidur di ranjangnya karena kelelahan.

Tapi malam ini, Jung Nam ingin membeli beberapa kilogram daging dan membawanya kerumah adiknya Jung In. Mereka akan memasak disana. Sebulan sekali Jung Nam akan mampir ke apartemen adiknya, berbincang-bincang dengan sahabat sekaligus iparnya Ji Jeong. Sebotol wine lokal manis diambilnya untuk peneman makan malam mereka nanti.

Dibelakangnya berjalan dengan perlahan Chae Moon dan adiknya Ho Min. Mengisi kereta belanja mereka dengan barang-barang kebutuhan mereka. Ho Min memasukan beberapa bungkus mi instan rasa seafood kesukaannya, sejak kecil mereka telah terbiasa makan hanya dengan mi instan, makanan murah mengenyangkan. Hari itu Chae Moon membeli daging untuk dimasaknya bersama dengan adiknya, mungkin ibunya akan ikut makan bersama mereka bila dia cukup waras dan tidak mengeluh seharian mengenai suaminya.

“Noona, aku ingin membeli sebuah apel. Bolehkah?” tanya Ho Min pada kakaknya.

“Boleh.. Kenapa tidak.. Noona senang kalau kamu suka makan buah-buahan dan sayur. Yoghurt juga bagus untuk pencernaanmu, kita beli beberapa gelas ya” kata Chae Moon sembari tersenyum. Mereka baru saja makan di sebuah rumah makan langganan mereka yang menjual bakmie dengan saos kacang hitam. Makanan kesukaan orang Korea menengah kebawah.

Tiba saat membayar barang belanjaannya, Chae Moon berdiri dibelakang seorang laki-laki tinggi yang punggungnya tegap memancing perhatian Chae Moon. Dari punggungnya dia tahu laki-laki di depannya itu memiliki wajah yang rupawan. Tak lain dan tak bukan laki-laki itu adalah Jung Nam.

Namun takdir berkata lain, mereka tak bersempatan untuk melihat wajah masing-masing karena Ho Min memanggil kakaknya untuk melihat mainan yang ingin dibelinya. Tidak sebelum Chae Moon mendengar ucapan Jung Nam pada kasir.

“Kondom satu kotak” yang membuatnya menaikkan alisnya. Mungkin bukan laki-laki yang ingin dilihatnya, karena Chae Moon yakin, Jung Nam yang belum dilihatnya adalah seorang laki-laki hidung belang yang gemar bermain perempuan seperti ayahnya. Dia pun pergi dari sana tanpa terusik untuk melihat sekilas wajah laki-laki hidung belang itu. 


39 comments:

  1. Yess,,, another konflik antara Chae Moon, Jung Nam & Rossy Kang,,

    Sapakah yg nantiny akan dpilih oleh Jung Nam??

    Tunggu klanjutan kisahny di www.myowndramastory.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D drama without konflik kyk makan es campur tanpa susu kental manis sista.a. wkwkkw

      Delete
    2. Mw donk es campur pke susunya,,,
      Susunya banyakin yagh,,,,
      Segeeerrr,,,

      Delete
    3. sutakal?? susu tanpa kaleng?? wkkwkw mami ina mana nih??

      Delete
  2. lanjutkan mbg shin.........
    kepoo jadinya,kira2 jung nam bakal jadian sm siapa y *mikir smbil lirik2 mbg shin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... aku lirik2 siapa ya kl gt? ^^>

      Delete
  3. Mba shin ƍäªk cerita kalo kisah'a chae moon sesedih ini. Aku gi ngajar ampe mw nangis...

    Chae moon Чªήğ kuat yah demi ho min

    Jung nam .... My bad boy be a good man yah.... Lope u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaaah,,,
      Mbak Fathy mewek dkelas,,,
      Lagi ngajar bu,,,inget,,wwkwkwkwkwkkwkw


      Tanggung tanya Darl',,,dirimu buat mbak Fathy mewek,,

      Delete
    2. @fathy : lah kana kapaan hari udah dikasi spoilernya tentang chae moon, aku udah bilang jung nam lebih cocok ama chae moon krn dia bs lindungin chae moon, tp dirimu keukeuhhh jung nam musti ama rossy wkkwkwkw.. hadehhh... :mungkin ngasi spoiler yg salah ya waktu itu lol: syukur deh skrg dah tahu latar belakang chae moon gmn :D asikkk

      Delete
    3. hahah tanggung tanyaaa...??? gubrag dehh.. lol tauk nih... pinjemin tissue gih.. biar nanti dibalikin lagi tissuemu ^^

      Delete
  4. akhirnya muncul Chae Moon. ok ditunggu konfliknya...

    oh ya mbk Ho Min adik laki2 Chae moon kok manggil unnie bukannya Noona ya????

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk baru nyadar.. wkwkkw ampunn.. :kabur ngedit dulu semua tulisan: wkwkwkkwkwkwkw

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. baru aja mau ikutan comment..eh,,ternyata udah di edit..hihihihi...*peace mbak shin...

      Delete
    4. wkwkwkwk ampuunn cinn.. eike lupahhh... kwkwkwkwkw :gaya pake korea pdhl kagak ngerti: lol

      Delete
  5. Jung nam mo dipasangin ama daun muda jga nih???
    Ditunggu lanjutannya sist....
    thanks...^...^ lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. daun muda untuk semua cowok hehehe

      Delete
  6. Waaah muncul chae moon
    Laki-laki hidung belang??
    Hahahaha
    Julukannya jelek banget
    Hihiihih
    Makasih mb shin, ceritanya kereen *hug

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkww... untung bukan om2 mata keranjang ya sista? lol.. sama2.. makasi jg :hug:

      Delete
  7. wah....dengan daun muda toh pasangannya jung nam...boleh juga nih.
    penasaran gimana jung nam mengatasi tingkah pasangannya nantinya...
    ayo mbak ....tambah lagi chapternya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. besok cin ya.. sekali sehari.. biar ceritanya lebih panjang per chapter. kl sehari 2 sama aja isinya tp pengarangnya kehabisan ide ntr lol

      Delete
  8. mbak shin...ada apa dgn rossy kang???
    akankah jung nam melupakannya??
    ataukah emang takdir lelaki2 keluarga Park bersama daun2 muda??

    *padahal aku senang si rossy dpt brondong...Lol..

    PS: buat akang Jung Nam,,kalo bingung milih antara rossy ato chae moon,,lebih baik pilih saia saja..hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw... ntr rossy keluar kok perlahan..lahan.. ^^>

      Delete
  9. jully say:

    mbak shin.........np sih hrs ada tokoh lain selain rossy kang???
    aq gk rela klo pd akhirnya jung nam milih chae mon*sambil getok kepala*
    mungkin rossy kang ada alasan lain knp gk menghubungi jug nam*sok tau*hehehe...
    coz...jung nam yg uda mengambil keperawanan rossy kang,hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkwkw.. nah trus ntr chae moon keperawanannya diambil siapa?? :kwkwkwkw topiknya beratttt:

      Delete
    2. hahaha.....iya jg ya mbak.....!
      pokok nya aye gk rela mbak...
      lebih baik akang jung nam sm aq aja,hehehe*ngarep*

      Delete
    3. wkwkkwkwkwkwkwkkwkwkwkw... :ngakak suerr: eh btw sengaja bikin akun G+ demi bisa komen ya sist?? :terharu: lol.. aku jg mau sost kl akang jung nam mah... ^^> dia kan generous... apa sih bahasa indonya? loyall...

      Delete
  10. ahhh ada karakter bru hha
    ya ampun ni keluarga park kayaknya seneng bnget sama daun muda ya. Hha
    om2 semua gkgkgk

    ReplyDelete
  11. @riska : ƍäªk sampe nangis matanya tpi hatiku dh nangis2 ini...

    @mba shin : chae moon memang pantut dilindungin tpi dg cr Чªήğ berbeda... Chae moon diangkat ade sama rossy, aku lbh setuju.... Jung nam tetep sama rossy wkwkwkwk
    Maen kekeuh2n euy aku sama mbae

    ReplyDelete
    Replies
    1. cieh,. menangis darah gk sist?? wkkwkww hahaha ngimpi rossy mau ngangkat adek?? kl istri muda mgkn mau.. lol

      Delete
  12. Tpi q setuju aja Jung Nam sma Chae Moon kn mgikuti jejak Jung Min sma Ji Jeong pda suka daun muda. Heheh.

    ReplyDelete
  13. more.....more....more.....i want more....more...more....

    wkwkwkwkwk

    thx mba shin ^^

    ReplyDelete
  14. Mbak, jodoh nih klo begininih, di felm2 korea kan gt. Wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hauhauahua bisa jadi sista.. ^^> ini kan emang drama korea.. lol

      Delete
  15. ni Chae mOon gantinya Rossy kang atau hanya seliangan aja kak??
    wih~~ pnsaran, sbenenrnya Rossy kang Kemana sich?????

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.