"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, January 24, 2013

Tenth Drama - Chapter 5



Pukul sepuluh malam Ho Min terbangun karena mendengar suara gemerisik disebelahnya. Kakaknya Chae Moon sedang bersiap-siap berangkat ke tempat kerja. Chae Moon tak pernah memberitahukan adiknya kemana dan dimana dia bekerja. Anak kecil itu tidak perlu tahu apa yang dia lakukan saat malam semakin larut diluar rumah mereka.

“Noona.. Kamu mau berangkat?” tanya Ho Min sambil mengejap-ngejapkan matanya.


Sudah tiga bulan belakangan Ho Min mendapati kakaknya keluar malam selama lima hari seminggu. Saat dia terbangun keesokan harinya, kakaknya telah menyiapkan sarapan dan pakaian sekolahnya. Mereka kemudian akan berangkat ke sekolah bersama-sama menaiki bus kota.

“Iya.. Sudah waktunya Noona berangkat. Kamu baik-baik dirumah ya. Jangan lupa mengerjakan PR mu yang belum selesai besok pagi sebelum berangkat ke sekolah. Jangan sampai kena marah guru lagi” Chae Moon mengecup pipi adiknya kemudian keluar dari kamar mereka.

Chae Moon mengintip ibunya yang sedang terlelap di atas sofa ruang tamu sambil memegangi tumpukan pakaian yang telah selesai disetrikanya. Tumpukan pakaian mereka yang terkadang disetrika oleh ibunya bila emosinya sedang tidak labil.

Dengan mengendap-ngendap, Chae Moon menutup pintu pagar rumah mereka dan berjalan kaki menjauhi kompleks perumahan itu. Tak lama kemudian dia telah tiba di pintu belakang sebuah klab malam yang sedang tak begitu ramai.

Malam itu adalah malam kamis, tak banyak pengunjung yang menghabiskan waktunya disana. Namun Chae Moon memiliki pekerjaan khusus yang biasanya mendatangkan banyak pengunjung saat memulai atraksinya di atas panggung.

“Chae Moon, kamu sudah datang. Sebentar lagi akan ada briefing sebelum kita mulai bekerja. Gantilah pakaianmu, kemudian menyusul ke ruangan manajer” Mu Ri, sahabatnya memberitahunya.

“Baik, aku akan berdandan dulu, lima menit lagi aku kesana” kata Chae Moon saat membuka kunci pintu lockernya, meletakan tas lengannya dan mengganti pakaian yang dia kenakan dengan sebuah lingerie tipis berwarna hitam dengan renda-renda transparan di bagian depan daerah kewanitaannya yang memperlihatkan rambut-rambut kemaluannya dengan samar.

Dia menyampirkan sehelai kain panjang di pinggangnya, dan mengenakan sebuah kemeja putih polos berlengan panjang dan mengikat kedua ujung kemeja itu di atas perutnya, memperlihatkan perutnya yang langsing. Chae Moon bekerja sebagai penari striptease di klab malam itu.

Dengan penghasilan tak kurang dari dua juta Won setiap bulannya dan bonus serta tips dari pengunjung yang menyentuh tubuhnya, Chae Moon hanya perlu melakukan pekerjaan ini tiga bulan lagi agar sanggup menyewa sebuah apartemen kecil dan hidup bersama adiknya. Bila kemudian dia mencari pekerjaan sebagai kasir atau pelayan restoran maka dia bisa membiayai hidup mereka meski tak tinggal lagi bersama dengan orang tua mereka.

Chae Moon menyusul teman-temannya yang telah memasuki ruangan manajer sebelum dirinya. Mereka sedang membaca sebuah kontrak baru yang diberikan oleh manajer kepada mereka.

“Chae Moon, ini untukmu” kata Manajer Oh seraya menyerahkan selembar kertas pada Chae Moon.

“Apa ini, Manajer Oh?” tanyanya.

“Bacalah, maka kamu akan tahu” jawabnya acuh. Dia sedang menghisap rokoknya dalam-dalam dan kembali kebelakang meja kerjanya.

“Jadi.. Kalian harus membaca isi kontrak itu dan kabarkan aku besok apa yang kalian pikirkan. Setelah itu barulah kita akan mebicarakan gaji yang kalian inginkan. Manajemen sangat loyal, bila kami merasa kalian patut disimpan, maka kami akan menawarkan gaji tertinggi. Begitu pula bila kalian dirasa tidak mampu mengikuti standar yang kita tetapkan, maka kalian harus bersiap-siap keluar dari tempat ini. Tanpa pesangon atau bonus. Fungsi kontrak ini adalah agar kalian mendapat hak dan mengerjakan kewajiban kalian dengan baik. Kalian bisa menuntut ke pengadilan bila merasa manajemen memperlakukan kalian dengan buruk. Mengerti? Sekarang kembalilah ke tempat kerja kalian masing-masing dan beritahukan shift sebelumnya untuk berkumpul dikantorku sebelum pulang” perintahnya pada pegawai-pegawai lain yang sedang serius membaca kontrak ditangan mereka.

“Chae Moon, bagaimana menurutmu kontrak ini? Kita harus bekerja minimal setahun disini dan bila melanggar kontrak akan di denda. Aku tidak tahu bila aku harus melakukan pekerjaan ini selama itu” keluh Mu Ri padanya.

Chae Moon serius membaca isi kontrak ditangannya. Menimbang apa yang harus dia lakukan.

“Menurutku ini tak apa. Aku bisa bekerja disini selama setahun. Hanya aku akan mengajukan syarat agar tidak harus melakukan pekerjaan yang tidak masuk dalam daftar. Aku harus menjaga diriku, begitu juga kamu, Mu Ri. Jangan sampai kamu terjatuh pada laki-laki hidung belang. Mereka akan menggodamu dengan uang dan merayumu dengan memberikanmu apapun yang kamu inginkan. Tapi jangan terpancing. Tidak ada yang boleh tahu bila kita masih murid sekolah, atau kita akan diusir” bisik Chae Moon pada temannya yang mengangguk ketakutan.

“Jadi menurutmu kita harus menerima kontrak ini?” Mu Ri berbisik agar tak terdengar.

“Aku akan memikirkannya lagi. Mengenai dirimu, aku rasa kamu juga harus memikirkannya Mu Ri. Keluargamu tidaklah seburuk keluargaku, kamu tak harus melakukan pekerjaan ini..” desah sedih Chae Moon. Mereka kemudian berpelukan untuk mengurangi kesedihan.

Tepat pukul setengah dua pagi, Chae Moon, Mu Ri dan beberapa penari striptease lainnya bersiap-siap di belakang panggung. Mereka akan melenggak-lenggok selama setengah jam di atas panggung dan melakukan tarian sensual dengan tubuh mereka. Melakukan tarian menggoda hingga para pengunjung berkerumun dibawah panggung dan menyelipkan uang tips pada tubuh mereka.

Chae Moon tidak menyukai profesinya sebagai penari striptease, tapi hanya pekerjaan inilah satu-satunya yang bisa memberikannya banyak uang tanpa mengorbankan tubuhnya. Dia tidak perlu melepaskan seluruh pakaiannya, manajemen dan dirinya telah membuat kesepakatan tentang hal itu. Dia hanya akan melenggak-lenggok dengan sensual dan menampilkan pose yang merangsang mata-mata lelaki hidung belang disekitar panggung.

Uang tips yang mereka dapat dari para pengunjung dibagi dua dengan manajemen. Meski demikian mereka tetap membawa pulang uang tips yang tak sedikit. Chae Moon harus berkorban demi masa depan dirinya dan adiknya kelak. Memakai topeng penggodanya dan melepaskan wajah kekanak-kanakan seorang pelajar bernama Kim Chae Moon dengan nama panggung Butterfly.

“Chae Moon, giliranmu” teriak Manajer Oh pada Chae Moon. Kini saatnya gadis itu beraksi di atas panggung.

Dengan wajah menggoda sensual, Butterfly berlenggak-lenggok di atas panggung dan menonjolkan lekuk tubuhnya yang terbungkus lingerie sexy yang mempelihatkan lekuk tubuhnya yang sensual. Untuk gadis seusianya, Butterfly memiliki payudara yang tak kalah menarik dengan wanita yang berusia sepuluh tahun lebih tua darinya.

Butterfly berbaring miring di pinggir bibir panggung, memberikan laki-laki hidung belang kesempatan untu menyentuh tubuhnya dan menyelipkan lembaran uang puluhan ribu won ke dalam lingerienya sembari meremas belahan dada dan bagian tubuhnya yang lain. Butterfly berusaha menampilKan wajah terangsang menggoda nafsu birahi laki-laki di depannya.

Mereka dengan wajah bernafsu ingin menguasai gadis itu. Namun beberapa pengawal telah berjaga-jaga dipinggiran panggung apabila ada pengunjung yang keterlaluan dan pengawal itu akan mengamankan mereka.

“Ada yang anda suka, Mr. Park?” tanya si bartender pada Jung Nam yang sedang menyesap rokoknya. Memandang kejauhan pada tubuh penari-penari striptease yang sedang bergaya sensual dan beberapa penari bugil yang sedang melakukan adegan vulgar di atas panggung dengan tiang yang terpasang ditengah-tengahnya.

Meliuk-liukan kemaluan mereka pada benda itu hingga penonton dibawahnya berteriak histeris dan mengumpatkan ucapan-ucapan kotor dan mesum yang mampu membuat telinga merah. Matanya tertumbuk pada tubuh seorang gadis dengan lingerie hitam berenda yang membuat darahnya berdesir.

Sudah hampir dua minggu sejak Jung Nam terakhir ke klab ini. Dia sengaja datang malam ini untuk melihat tarian bugil yang diceritakan oleh si bartender dua minggu lalu.

“Siapa gadis yang sedang duduk dipinggir panggung dengan lingerie hitam itu?” tanya Jung Nam pada si bartender.

“Namanya Butterfly, begitu kami memanggilnya di atas panggung” kemudian si bartender berbisik “Tapi kami memanggilnya Chae Moon setelah shift kerja usai” wajahnya menyeringai lebar seolah telah memberitahukan rahasia besar pada Jung Nam.

“Butterfly.. Apakah kalian menggunakan nama samaran disini?”

“Hanya beberapa orang, mereka kebanyakan tidak ingin jati dirinya ketahuan. Mungkin mereka memiliki alasan tertentu atau mungkin agar terdengar lebih profesional. Kadang mereka juga menerima service diluar jam kerja..” si bartender mulai memancing dalam air keruh.

“Service di luar jam kerja? Apa artinya itu?” Jung Nam mulai tertarik.

“Jadi bila anda menginginkan sesi private dengan si penari, mereka bisa memperagakan keahlian mereka di atas ranjang..bersama anda..” bisiknya ditelinga Jung Nam. Laki-laki itu kemudian bersiul.

“Berapa tarif mereka per malam?” Jung Nam hanya ingin memenuhi keingin tahuannya. Dia belum tertarik untuk membawa pulang seorang penari bugil ke apartemennya.

“Biasanya mereka memasang tarif per jam”

“Oh ya? Bisnis yang menggiurkan rupanya. Berapa?”

Si bartender tersenyum licik. “Tergantung wanita mana yang anda inginkan, Mr. Park. Seperti penari bugil yang sedang beratraksi dengan tubuh mereka itu, Leah dan Candy, mereka biasanya memasang tarif 100.000 Won per jam. Sedang tiga wanita lain yang menari striptease disana, Rebecca, Jenny dan Claudia, mereka memasang tarif 50.000 Won per malam”

“Dan Butterfly...?”

“Butterfly.. Dia tidak memasang tarif. Dia tidak melayani service seperti itu”

Kepala Jung Nam memutar menoleh si bartender yang tersenyum penuh makna. Kemudian laki-laki itu berjalan ke sudut lain melayani pembeli yang memanggilnya.

“Menarik.. Apakah dia tidak memasang tarif karena seseorang sudah memilikinya atau memang dia tidak menjual tubuhnya? Menarik..” bisik Jung Nam pada dirinya sendiri.

Jung Nam bangkit dari kursinya, mematikan rokok yang hampir habis dihisapnya didalam asbak dan berjalan menuju panggung tempat Butterfly sedang menari. Matanya tanpa kedip memperhatikan gerak tubuh gadis itu diatas panggung. 


33 comments:

  1. aiiihhh daaaan Jung Nam pun beraksiii...
    asyiikk dy g jd sm Rossy Kang *mengarang bebas* xixixi
    (kaburrr sebelum digetok sama fans Jung Nam-Rossy Kang)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwwkw.. ada yg sebel ama Kang ROssy rupanya..

      Delete
  2. wesssss
    hha jung nam kayaknya bakalan dapet perawan lagi nih hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kok tau sih lel?? km ramal ya? lol

      Delete
    2. ahhh mba baru tau ya??? itukan emang sampingan saya mba.. tukang ramal.. wkwkwkwkw

      Delete
    3. hahahahha mau donk di ramal...

      Delete
  3. wah....jung nam mulai beraksi nih....
    dapatkah....?????heheheheheheehhe............

    ReplyDelete
    Replies
    1. daun muda nya mbak.......hahahahahaha.....

      Delete
    2. huahuaua... jung nam jg masih muda kok.. br 25 ehhehee

      Delete
  4. woaaah.. chae moon bakalan masuk perangkap Jung Nam nih kayaknya..
    lanjutkan Jung Nam Style nya Chaemoon... semangaaatt... *hot!!
    lanjut mbak shiiin ;)

    ReplyDelete
  5. Huaaaa
    Bakalan seru nih
    Hihihihihi
    Semangaat mb shin :D

    ReplyDelete
  6. salam kenal....
    mbak, izin ikut baca yah...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga bro/sista.. ^^> silahkan silahkan.. mudah2an berkenan ya :)

      Delete
  7. Jung nam jung nam jung nam

    Chae moon chae moon chae moon chae moon

    Lanjutkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha knp ni sist?? ngasi semangat apa mau ngajakin aku nyanyi dangdut ala india?? :ngiterin pohon beringin:

      Delete
    2. Dua-duanya sis...tapi jangan ngiterin pu'un beringin donk...*seyem...

      Pu'un semangka aja ya :malu:

      Lanjutkan donk Jung Nam kuuw mwah mwah

      Delete
    3. wkwkwkkw... wah, ngiterin poon semangka sambil manen donk?? mau mau mau. hehehe sip ni bentar lg aku post :D

      Delete
  8. Hmm,,jung nam in d' house biebeh,,
    chae moon,,kuatkan hatimu,,,
    Pokokny be strong,,
    Jgn mpe t'goda dg jung nam,,,
    Jgn smpe dy m'dptkn tubuhmu,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkww...... in my story? never there a man can't get what he wants. lol... :kasian yg jd cewek disini: lol

      Delete
  9. woha chae moon ternyata....
    inilah jung nam style...every time, everywhere and everystyle.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkkwkwkw.. i like ur theory sista... every tiime, every where and everystyle... looks rawrr,,,

      Delete
  10. weh~~~
    kakak Jung Nam punya mangsa baru ni,
    eh janga dong kak, dia kan oelajar sama kayak aku,
    heheheeeheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah eh winda pelajar apa nih?? SMA? SMP? SD?

      Delete
  11. ya ampun nasibnya chae moon >,< kasian dia korban, semoga jungnam sadar akan itu *kecepetan ya* hahaha... seriously dibalik ketegarannya sebenernya chae moon ini rapuh dalem nya dan chae moon layak mendapatkan seseorang yang baik, yang bisa melindungi dan jadi sandaran buat dia *poor chae moon* T_T
    seklian aku mau curhat ah, akhir2 ini aku jarang ol pc sist paling baca d hp jadi gak bisa komen. soalnya ribet >,< tar kalo lagi ol pc skalian deh.. tapi aku ttep ngikutin ceritanya kok ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahhaha... amin.. mdh2an chae moon dpt cowok yg baik ya sist heuuhehue...

      iya, no worries sista.. mwah.. ^^>

      Delete
  12. Ga nyangka Shin.. Kirain chae moon gadis lugu.. Heheh.

    ReplyDelete
  13. Ga nyangka Shin.. Kirain chae moon gadis lugu.. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lugu kok cin.. dia melakukannya hanya untuk bertahan hidup :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.