"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, January 25, 2013

Tenth Drama - Chapter 6



Sesampainya di pinggir panggung, Jung Nam bersiul memanggil gadis itu. Dari tatapan sudut matanya, Butterfly langsung mengenali pelanggan potensial, Butterfly pun berjalan dengan sensual ke arah Jung Nam yang masih bersiul memuji tubuhnya.

Butterfly berjongkok di hadapan Jung Nam. Kepala laki-laki itu tepat berhadapan dengan selangkangannya yang putih bersih. Jung Nam dapat mencium aroma khas wanita dan gairahnya bangkit seketika.


“Menari untukku?” tanya Jung Nam senang. Matanya tak lepas dari tubuh Butterfly.

“Seberapa banyak yang kamu punya?” tanya Butterfly dengan suara manja.

“Aku belum terbiasa dengan ini semua. Berapa yang diperlukan agar kamu bisa menari diatas pangkuanku?” tanya Jung Nam berani. Dia sedang terbakar oleh gairah dan Butterfly di depannya semakin menggodanya.

“Kami tidak melayani tarian diatas pangkuan, tuan.. Namun untukmu aku memberikan pengecualian. Bila kamu berbaring di atas panggung, maka kamu tak usah membayar. Anggaplah kamu memberikan hiburan pada pengunjung yang lain. Tapi kamu harus mengikuti permainanku” Butterfly menatap mata Jung Nam, menantang laki-laki itu untuk menunjukan sisi liarnya.

Tanpa pikir panjang, Jung Nam naik ke atas panggung, pengawal yang berjaga segera mendekatinya.

“Tidak apa, aku yang menyuruhnya” sahut Butterfly terlebih dahulu. Para pengawal itupun kembali pada posisi mereka masing-masing.

“Apa yang harus aku lakukan pertama, Butterfly..?” wajah Jung Nam bercahaya, penuh gairah. Dia bisa merasakan ereksi pada kejantanannya.

Butterfly memandangi tubuh Jung Nam dari atas hingga kebawah. Dalam hatinya Butterfly mengagumi bentuk tubuh dan wajah laki-laki itu. Seandainya mereka bertemu di tempat lain, mungkin Chae Moon akan malu-malu mendekati Jung Nam. Dia tertarik pada laki-laki di depannya ini.

“Tanggalkan pakaianmu seluruhnya hingga menyisakan celana dalammu saja” perintah Butterfly.

Jung Nam terkejut mendengar perintah Butterfly padanya. Namun hanya sesaat, sedetik kemudian dia mulai membuka jas abu-abunya, menarik lepas dasi hitamnya, membuka kancing-kancing kemejanya, memelorotkan celana panjangnya hingga tubuhnya hanya terbungkus celana dalam putih yang memperlihatkan kejantanannya yang telah menegang dan memenuhi celana dalam itu.

Darah Butterfly berdesir menyaksikan pemandangan di depannya. Tubuh kekar laki-laki itu dan pemandangan yang tersembunyi di balik kain putih yang melindungi kejantanan Jung Nam hanya menggelitik bagian tersensitif tubuhnya yang bahkan tak pernah disentuhnya. Dia hanya mengenal teori tanpa pernah mencoba untuk merasakan kenikmatan yang mungkin dia dapatkan saat memuaskan dirinya sendiri.

Chae Moon atau Butterfly masih polos seperti bunga mawar yang masih kuncup dan belum berkembang. Gadis polos itu hanya mengenal teori dan ketika kenyataan datang di depan matanya, dia merasa semua teori yang didengarnya menghilang dari ingatannya dan hanya meninggalkannya dengan pikiran kosong, badan yang tak mampu bergerak, terpana dengan tubuh maskulin nan seksi yang sedang berkacak pinggang di depannya.

“So..?” tanya Jung Nam ketika tak ada reaksi dari Butterfly.

“Berbaring terlentanglah” perintah Butterfly kemudian setelah mengatur nafasnya.

Jung Nam kemudian terlentang dengan tubuh hampir bugil, punggung dan pantatnya menyentuh lantai panggung dingin dibawahnya. Matanya menatap penuh pada sosok Butterfly yang berjalan mengangkang diatas tubuhnya. Dengan berani gadis itu duduk di atas pangkuan Jung Nam.

Jung Nam memejamkan matanya saat sensasi nikmat menggelenyar dalam tubuhnya ketika Butterfly menempelkan kulit mereka. Kejantanan Jung Nam semakin bergetar, membengkak dan makin tegang. Butterfly memandang tak nyaman karena desakan ereksi Jung Nam dibawah selangkangannya, kemaluannya yang terhalang kain samar tipis kini terasa begitu dekat dengan kemaluan Jung Nam.

Pengunjung bar itu semakin merapat ke pinggir panggung. Semua berlomba-lomba mencari tempat paling strategis untuk menyaksikan aksi Butterfly di atas tubuh Jung Nam. Mereka bersiul-siul dan banyak suara tercetus yang iri dan ingin menempati posisi Jung Nam saat itu.

“Tunggu apalagi? Menarilah” kata Jung Nam dibawahnya. Tangannya menggenggam tangan Butterfly, menyatukan jari-jemari mereka, mengait agar tak terlepas. Tubuh Butterfly ditopang oleh kedua lengan kokoh Jung Nam.

“Kamu sungguh tak sabaran. Semakin banyak tamu merapat, semakin banyak pulalah uang yang akan aku bawa pulang malam ini” senyum Butterfly dengan suara nakalnya.

Sesuatu dalam nada suara gadis itu mengusik hati Jung Nam. Namun dia segera melupakannya saat selangkangan Butterfly yang hangat mulai bergerak maju mundur menungganginya.

Penonton semakin histeris dan melolong-lolong menyaksikan gerakan tubuh Butterfly diatas tubuh Jung Nam. Gadis itu meremas rambut dan buah dadanya, memperagakan gerakan sensual seolah mereka sedang berhubungan intim. Jung Nam hanya bisa mengetatkan rahangnya, menahan serbuan rasa nikmat yang dirasakannya dari gesekan kemaluan Butterfly pada kejantanannya.

Kain tipis yang menghalangi tubuh mereka seolah tak berada disana. Jung Nam dapat merasakan kemaluan Butterfly yang merembeskan cairan kenikmatan gadis itu pada kejantanannya. Nampaknya desah dan erangan yang didengarnya dari gadis itu bukanlah tipuan. Dia sedang menikmati dirinya diatas tubuh Jung Nam, meski tanpa dia sadari.

Para pengunjung melemparkan lembar demi lembar uang puluhan ribu hingga ratusan ribu Won ke atas panggung. Ke atas tubuh telanjang Jung Nam dan beberapa lembarnya menyelip di antara selangkangan tubuh mereka. Jung Nam dapat merasakan kejantanannya semakin mendesak, sebentar lagi dia akan mendapatkan pelepasannya.

Tapi Butterfly menghentikan gerakannya, gadis itu justru menciumi bibir Jung Nam dan berbisik padanya.

“Aku rasa kamu sudah mendapat lebih dari yang bisa kamu terima, tuan. Malam ini sudah cukup. Dan kita tak akan perlu melakukan hal ini lagi. Uang yang aku dapatkan sudah lebih dari cukup untuk membayar yang perlu kamu bayar”

Butterfly kemudian memunguti lembaran uang itu dan menjejalkannya ke dalam celana dalam maupun branya. Beberapa pengunjung dengan nakal menyelipkan sendiri lembaran uang itu di antara belahan dada Butterfly yang kenyal.

Sesi setengah jam mereka telah usai, dan Butterfly dengan lega bisa kembali ke belakang panggung dan berubah lagi menjadi Chae Moon.

Dia tidak mengingat laki-laki yang ditungganginya tadi. Laki-laki itu sedang menggeram, menahan kemarahannya karena gagal mendapatkan pelepasannya. Jung Nam memunguti seluruh pakaiannya dan memakainya kembali. Dia merasa ereksinya akan meledak sewaktu-waktu bila dia tidak menuntaskannya dengan segera.

Tanpa memperdulikan harga dirinya, Jung Nam pergi ke toilet pria dan melakukan onani tanpa membatasi suaranya. Dengan liar dia mendesah dan mengerang saat tangannya mengurut kejantanannya dengan cepat hingga cairan pelepasannya muncrat membasahi lantai toilet.

Saat itu barulah Jung Nam dapat berpikir dengan jernih, tentang kegilaan apa yang baru saja dia lakukan.

“Shit! Aku tak tahu bila aku masih bisa segila ini. Pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan” katanya sembari meniriskan keringat yang membanjiri keningnya.

Dengan wajah lega Jung Nam meninggalkan klab malam itu pada pukul empat pagi. Menaiki MV Agustanya, Jung Nam memakai helm nya dan menangkap gerakan beberapa wanita yang keluar dari lorong di belakang klab malam.

Matanya yang awas mampu menemukan lekuk tubuh yang telah dihafalnya, Butterfly..

Dia ingin mengikuti gadis itu, ingin mengetahui siapa dan bagaimana sebenarnya penari striptease yang telah mengaduk-ngaduk gairahnya sedemikan rupa hingga dia tak bisa menahan lagi ledakan gairah dalam tubuhnya.

Jung Nam bisa saja mendekati Chae Moon, namun sesuatu dalam hatinya melarangnya untuk berurusan dengan gadis itu. Dia tak tahu apa yang akan menunggunya atau apa yang akan gadis itu pikirkan tentang dirinya bila dia menawarkannya tumpangan, yang pasti akan ditolaknya.

Chae Moon berjalan pulang dengan seorang gadis lain, temannya Mu Ri yang tak dikenal Jung Nam. Matanya hanya terkunci pada tubuh Butterfly yang berjalan bak putri penggoda hingga semua wanita lain disampingnya tidak lagi masuk ke dalam radar pengamatan Jung Nam.

Gadis itu, Chae Moon aka Butterfly.. Gadis yang akan menjadi mainan baru Park Jung Nam, si Womanizer. 


32 comments:

  1. aduh kasian chaen moon klw cm dijadiin mainan sm jung nam..
    hidupnya sendiri udah susah jung nam jng dtambahin lagi kesusahannya....
    mbg shin makasih y

    ReplyDelete
  2. yuhuuu...
    Jung Nam ketemu dengan lawan seimbang
    asiiiikk
    1-0 jungnam... ;)

    makasih mbak shiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe sama2 merry.. kita liat skor akhir mereka nanti ya.. hehee

      Delete
  3. chaen moon.....heeebbbbaaaatttt....
    jung nam ketemu daun muda yang cantik en pintar, dijadikan mainan or dia nya yang dimainin.??? penasaran......
    kayaknya jung nam bakalan jadi idola di bandingkankan jung min en ji jeong

    ReplyDelete
  4. Hadeeehhh,,,,,benar2 terpampang nyata mbak......!
    Gregetan baca nya,mbak shin....1 chap lg ya mbak,,,,???

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha belum ada sist.. belum ngetik lg.. besok deh ya ^^>

      Delete
  5. CETAR MEMBAHANA......
    HAHAHAHA...
    Mba shin bisa aja ya......
    Nice chap... lol
    thanks sistah.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. nice chap or nice ass? lol sisp sip sm sama sista.. :D

      Delete
  6. hohohoohohohoooo,,,
    Ngbayangin ekspresi kesalny Jung Nam yang tak m'dapatkn pelepasan,,,wkwkwkwkwkwkwkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahha yg penting dpt di kamar mandi sista.. lol

      Delete
    2. Tapi pasti beda sist,,,
      Klo adja si Chae Moon nahan 5 menit lg,,psti klepek2 si Jung Nam dibawah Chae Moon,,,wkwkwwkkwkwkwkk

      Delete
    3. kwkwkwkw... bisa jd obsesif dia cin.. gak keluar aja dah mau dijadiin target operandinya.. lol

      Delete
  7. wkwkwkwk
    kasian amat abang ku yg ganteng ini. Dimainin sama anak kecil wkwkwkwk
    mba aku setuju dia sama chae moon tpi, kalo rossy kang keluar itu bkalan seru mba hha *ketawa kegirangan*

    ReplyDelete
  8. eheem akang jung nam style... dpt mangsa muda, chae moon siap2 diburu.
    okelah mbk shin kecup dan peluk...

    ReplyDelete
  9. ,,mba shin,,kok jung nam keluarnya jam 4 sore yah??,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa typo artinya cin... ^^> makasi ya udah ngingetin huehuuehhuee... hadehh.. :tukang editku mana yak? dah lama cuti dia: lol

      Delete
  10. aih mantab 'ce mumun eh salah chae moon kiss mba shin :*

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. hahaha penulisnya ngelantur cin.. lol. ntr aku perbaiki makasi ya mwahh.. ^^>

      Delete
  12. jung nam nakal yah, sentil nih... :)

    chae moon jgn mau dirayu jung nam,,,

    jung nam payah masa bisa bantuin jeong tapi dia gak bisa nyari rossy,,,, jung nam jelek :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. wwkwkkwkw.. ntar dimarahin ama Appa Kang.. lol :appa=ayah:

      Delete
  13. Wawawawawwa
    Keren mb shiin
    Gilaa gambarnya hihihhiihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiihiihhiih... tp cocok kan ama thema cerita... lol

      Delete
  14. Ampun Jung Nam....urat malu Πγª Ʊϑɑ̤̈̊ħ putus ya.. Mmg kbiasaan sex Party ga bsa dhilangkn.. Tpi skrg kena batu Πγª kn. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hueheuheue... biar kapok dia cin.. lol

      Delete
  15. woah,,,
    kakak Jung nam kena dech,
    pooor ya jung nam.\
    hey,,, Chae woon ini masih suci jangan dipermainkan dong,,,,
    jadi Rossy kang disingkirkan ya???? kkrkrkr

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.